WE ARE A TEAM
“Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia”
Setiap pelaksanaan konstruksi suatu bangunan gedung, baik itu pekerjaan pembangunan gedung dengan semua instalasi perangkatnya atau konstrusi interior dengan segala accesoriesnya, Pasti melibatkan banyak perusahaan-tenaga kerja-buruh-tukang-suplaier-preman-masyarakat. Untuk proyek gedung bertingkat pasti memerlukan tenaga extra untuk menwujudkan pelaksanaan gedung mulai dari pihak kontraktor-pengawas-owner dan perencana memiliki kepentingan yang berbeda, dan semuanya pasti ingin menang. Bisakah bangunan indah dan kelihatan cantik bisa berdiri jika hanya ingin menonjolkan ekpestasi sendiri, sugguh besar energi yang harus dikeluarkan untuk hal tersebut dan sudah pasti pengawas harus siap-siap untuk melakukan adu fisik satu sama lainnya. Sungguh pekerjaan yang menantang.
Karena ketertarikan pada energi yang harus di keluarkan dan pekerjaan yang menantang tersebut, akhirnya saya minta di tugaskan kantor untuk melakukan pengawasan proyek pembangunan. Tibalah saatnya saya ditugakan untuk menjadi pengawas lapangan untuk proyek kontrusi di Aceh . Untuk di tugasakan ke Aceh banyak orang berfirikir 2 kali untuk ditugasakan ke daerah tersebut akhirnya petualangan dimulai. Alhamdulillah di dalam pesawat saya bertemu dengan Bapak.Ayi Koordinator Project untuk wilayah Indonesia dari ILO PBB, didalam pesawat kami berbicara banyak dan panjang lebar bagaimana perjalanan Bp. Ayi sejak dari awal meniti karir sampai mampu seperti sekarang. Sedikit banyak pengalam Bp. Ayi tersebut menambah semangat saya untuk segera terjun dilapangan. Setibanya di bandara saya naik travel untuk sampai lokasi proyek, setibanya di proyek ternyata kondisi yang saya bayangkan sungguh sangat jauh dari penjelasan awal dari atasan saya, ternyata lokasi proyek ini berada di pinggiran ibu kota dan dulu menjadi salah satu basis GAM, seru sekali rasanya.
Setelah istirahat sejenak dimulailah perjalanan untuk mencari rumah kontrakan, untuk mencari rumah kontrakan tidak semudah mencari kota besar. Disini sungguh perjuangan yang sangat besar untuk mendapatkan rumah kontrakan, karena mereka masih menaruh curiga setiap pendatang yang baru datang. Allhamdulillah saya mendapatkan rumah setelah seharian berputar mencari-cari. Pemiliknya adalah seorang nenek tua yang sangat rajin ibadah setiap jam 2 pagi pasti sudah terdengan suara wudhu dari nenek ini. Yang lebih seru lagi adalah nenek ini tidak bisa berbahasa Indonesia dia hanya bisa bahasa Aceh. Sungguh susah mempelajari bahasa Aceh ini, sampai akhirnya bahasa yang kami pakai adalah bahasa tarzan. Namun diluar perkiraan ternyata kami bisa saling bisa mengerti satu sama lain, bahkan kadang saling tertawa.
Esok harinya setelah tiba di proyek mulailah pekerjaan pengawasan dan supervise saya lakukan semua kontraktor saya kumpulkan dan meeting bersama dan sama-sama menegaskan jika kita ini adalah satu team “We Are One Team”. Setelah berbicara dan supervise dilakukan setaip permasalahan yang dilakukan pasti kami bahas bersama dan ternyata hasilnya ekselent persoalan-persoalan yang awalnya di khawatirkan tidak muncul sama sekali walaupun kadang ada klash dengan kontraktor namun hal tersebut dapat teratasi, sejak memakai system pengawasan dengan metode we are the team, ternyata semua persoalan menjadi jadi lebih sederhana dan apapun persoalannya bisa di selesaikan dengan cara yang baik dan hasil yang maksimal.
Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>
Popularity: 5% [?]
August 20th, 2009
admin
Posted in
Tags:



