Posts Tagged ‘Peralatan Pelabuhan’

“H” ISTILAH-ISTILAH KEPELABUHANAN

Hazardous Cargo: Barang berbahaya atau sering disebut dangerous goods

Hatch: Ruang untuk muatan kapal

Hatch Beam: Balok yang diangkat untuk menyangga tutup palka

Harbour Master: Seorang pejabat yang menangani aspek-aspek operasional dan navigasi dari suatu Pelabuhan

Hatch Square: Mulut palka atau ambang palka

Haulage: Lihat Trucking

Heavy Lift Surcharge: Tambahan freight heavy-lift surcharge untuk barang yang mempunyai berat di atas 5 (lima) ton secara bertingkat

High Speed Diesel (HSD): Solar, jenis minyak yang digunakan untuk mesin-mesin putaran tinggi

High Water Ordinary Spring Tide: Ketinggian permukaan air pada musim panas (HWOST)

Hogging: Lengkung gunung, terlalu banyak menaruh muatan di ujungujung kapal maka bentuk kapal akan melengkung ke atas

Hook Cycle: Banyaknya angkatan yang dilakukan oleh derek dalam jangka waktu tertentu

Hook Capacity: Kapasitas daya angkat dari derek dalam periode tertentu

Hook output: Hasil angkatan keseluruhan yang dihasilkan

Hour meter: Penunjukan waktu pemakaian mesin pada kendaraan, alat angkut/angkat

House Flag: Bendera pengenal dari perusahaan pemilik kapal yang dikibarkan pada tiang utama

Hold: Ruangan-ruangan di bawah geladak kapal yang disediakan untuk muatan

Hull: Tubuh kapal lengkap dengan permesinannya

Hull Insurance : Asuransi kapal

Popularity: 25% [?]

Incoming search terms for the article:

FASILITAS,ORGANISASI, PROSEDUR PEMELIHARAAN

FASILITAS PEMELIHARAAN

Dalam merencanakan suatu peralatan pelabuhan dengan disertai peningkatan fungsi perawatan yang baik, maka perencana harus mengetahui berbagai kegiatan perawatan yang akan dan harus dilaksanakan/dibutuhkan dalam menunjang operasional peralatan.

Fasilitas penunjang yang dimaksudkan, antara lain:

- Tersedianya bengkel perawatan alat.

- Mengkombinasikan kegiatan dalam satu bengkel.

- Perawatan mesin-mesin yang dapat dilakukan datam bengkel tersebut.

- Kelengkapan dan tool-kit dan lainnya.

- Keterampilan dan keahlian dan tenaga mekanik/elektrisiennya.

- Gudang penyimpanan bahan bakar dan suku cadang.

ORGANISASI PEMELIHARAAN

Organisasi ini secara hirarki nampak dalam perwujudan kerjasama dan koordinasi yang baik dalam malaksanakan tindakan pencegahan maupun tindakan perbaikan yang cepat, karena mengingat pelayanan jasa kepada para pengguna atau pelanggan menjadi hal yang patut diperhatikan. Demikian pula dalam sistem pelaporan dalam tata administrasinya, pengawasan dan pengendalian dalam suatu organisasi pemeliharaan tidak kalah pentingnya agar peralatan terjamin dalam hal kesiapan, kondisi maupun umur

alat (life time). Unit kerja lainnya yang dibutuhkan adalah perencanaan yang memegang peranan dalam segala hal yang berhubungan dengan pemeliharaan, operasi maupun pengembangan termasuk penyusunan strategi dalam pemeliharaan.

PROSEDUR PEMELIHARAAN

Dalam pemeliharaan peralatan dikenal sistem pemeliharaan yang terencana (Planed Maintenance System – PMS) yang artinya adalah suatu kegiatan untuk memelihara secara terencana berdasarkan tata kala sesuai dengan buku petunjuk pabrik (maker), agar fasilitas produksi dapat bekerja/beroperasi secara kontinyu tanpa adanya gangguan atau untuk mengembalikan kondisi nominal secara ekonomis dan aman. PMS ini harus ditunjang dengan adanya perangkat keras/hardware (fasilitas peralatan produksi, suku cadang, peralatan kerja (toolkit), peralatan keselamatan kerja), perangkat lunak/software (data spesifikasi teknis alat, scheduling pemeliharaan, surat perintah kerja yang berfungsi menugaskan dan memantau pelaksanaan serta pemakaian suku cadang, catatan setiap pemeliharaan, dan prosedur penyerahan alat) dan tenaga pelaksana (brainware).

Manfaat dari PMS dapat disimpulkan menjadi manfaat teknis (mencegah terjadinya breakdown mendadak, memberikan akurasi data teknis, memudahkan perencanaan kebutuhan suku cadang) dan manfaat operasional (menjamin kesiapan operasi dengan prima, menjaga fasilitas dalam kondisi puncak operasi yang baik, menjamin kinerja yang tinggi, menjamin efisiensi, efektivitas dan produktivitas), manfaat financial (mengendalikan biaya operasi, mengendalikan biaya pemeliharaan dan perbaikan, memperpanjang waktu “replacement” dan umur alat), manfaat terhadap pegawai (meningkatkan ketrampilan tenaga pelaksana, meningkatkan kesehatan keselamatan kerja, meningkatkan moral dan kerjasama yang semakin baik), manfaat terhadap pengguna jasa (pelayanan yang handal dan prima, meningkatkan kepercayaan kepada para pengguna jasa) dan manfaat bagi perusahaan (mempunyai SDM yang berkualitas, performansi perusahaan meningkat, meningkatkan revenue perusahaan).

Popularity: 24% [?]

Incoming search terms for the article:

MANAJEMEN PEMELIHARAAN

Sasaran utama dalam manajemen pemeliharaan adalah:

  • Tercapainya suatu tingkat kesiapan operasi peralatan yang tinggi.
  • Tugas-tugas yang jelas dan tenaga yang menangani pemeliharaan.
  • Standar dan prosedur pemeliharaan sebagaimana yang tertera dalam buku petunjuk masing-masing alat.
  • Tersusunnya standar pemeliharaan untuk menghindari kerusakan yang berulang dan dapat memperkirakan waktu perbaikan yang diperlukan.
  • Pengendalian biaya pemeliharaan.

Dalam merencanakan pemeliharaan untuk memelihara peralatan terdapat empat pokok persyaratan yang harus dipenuhi yaitu:

  • Terdapat program perawatan rutin yang meliputi pemeriksaan, pelumasan, penyetelan dan penggantian berkala.
  • Prosedur kerja yang jelas.
  • Tertib pencatatan dan pekerjaan yang telah dilaksanakan serta melakukan evaluasi hasil kerja.
  • Ada kepastian terhadap program yang dilaksanakan sesuai rencana.

Popularity: 24% [?]

Incoming search terms for the article:

FAKTOR UTAMA PEMILIHAN PERALATAN

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan peralatan pelabuhan dan sarana penunjang lainnya di pelabuhan antara lain:

  • Biaya operasi
  • Sistem dalam penanganan bongkar muat
  • KeANDALan dan alat
  • Ketersediaan suku cadang
  • Teknologi yang digunakan
  • Faktor-faktor lainnya yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Sedangkan aspek-aspek dalam pemilihan peralatan terdiri dari aspek operasional (Sistem operasi, Kapasitas produksi, Performance alat, Keadaan lapangan, Keadaan lingkungan, Faktor keamanan dan kesehatan, Standar kesiapan operasi, Standar pemakaian/ utilisasi) aspek teknis (Standar perencanaan dan konstruksi, Standar material/bahan, Standar keANDALan, Standar pemeliharaan dan alat kerja, Standar pelumasan dan

korosi, Standar keamanan, Garansi dan pelayanan purna jual, Penyediaan suku cadang, Pelatihan pemeliharaan dan tenaga operator) dan aspek financial (Harga beli, Term of Payment/pembayaran, Waktu penyerahan/delivery time, Standar biaya operasi dan pemeliharaan, Kelayakan dan aspek laba/rugi).

Popularity: 21% [?]

Incoming search terms for the article:

SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN

1. Pelayanan Kapal

Pelayanan kapal dimulai dari kapal masuk ke perairan pelabuhan, berada di kolam pelabuhan, ketika akan bersandar di tambatan, sampai saat kapal meninggalkan pelabuhan. Dalam rangka menjaga keselamatan kapal, penumpang dan

muatannya sewaktu memasuki alur pelayaran menuju dermaga atau kolam pelabuhan untuk berlabuh, maka untuk pelabuhan-pelabuhan tertentu dengan kapal-kapal tertentu harus dipandu oleh petugas pandu yang disediakan oleh Pelabuhan. Pemerintah telah menetapkan perairan-perairan yang termasuk dalam kategori perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar batas perairan pandu. Untuk mengantar petugas pandu ke/dan kapal diperlukan peralatan kapal yang disebut kapal pandu. Terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan dan  mempunyai panjang kapal lebih dari 70 meter, harus menggunakan kapal tunda. Sedangkan terhadap kapal yang panjangnya (LoA = Length of All) lebih dari 30 meter, sebagai pertimbangan keselamatan, diharuskan menggunakan kapal kepil.

2. Bongkar Muat Barang

Jenis peralatan bongkar muat yang digunakan di pelabuhan sangat tergantung kepada jenis barang yang akan dibongkar/muat. Secara umum jenis barang dimaksud dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu: barang yang dikemas dengan petikemas, general Cargo dan barang curah (kering/cair). Perkembangan petikemas (container) terutama permintaan akan jasa petikemas meningkat cepat, hal ini disebabkan oleh pertumbuhan teknologi angkatan laut. Bongkar muat petikemas ada yang dilaksanakan di terminal petikemas dan ada di pelabuhan konvensional. Adapun rangkaian kegiatan bongkar muat petikemas adalah kegiatan bongkar/muat dari/ke kapal, kegiatan di lapangan penumpukan dan kegiatan di gudang. Dalam pengoperasian petikemas digunakan peralatan yang terdiri dari Ship To Shore (STS) Container Crane, Harbour Mobile Crane (HMC), Rubber Tyred Gantry (RTG) Crane, Rail Mounted Gantry Crane (RMGC), Yard Tractor, Head truck, Chasis/trailer, Reach Stacker, Forklift, Side Loader, Top loader dan peralatan lainnya. Sedangkan kegiatan bongkar muat general Cargo, umumnya digunakan peralatan antara lain: terdiri dari Level luffing crane, Barge Harbour Crane, Mobile Crane, Head truck + chassis, tronton, forklift, dan peralatan lainnya.

Selain bongkar muat petikemas dan general Cargo juga terdapat bongkar/muat barang curah baik barang curah cair maupun barang curah kering. Barang curah cair adalah dalam bentuk cairan (liquid) seperti air, minyak nabati, minyak bumi, hasil kimia dan gas. Sedangkan barang curah kering berupa butiran padat seperti tepung, pasir, semen, palawija (beras, jagung, gandum dll). Untuk mengangkut barang curah cair biasanya digunakan kapal-kapal tangki ultra (super tanker) dan untuk bongkar muatnya antara dermaga dengan tempat-tempat penimbunan muatan curah (tangki/silo) antara dermaga dengan tempat-tempat penimbunan muatan curah cair ini dihubungkan melalui pipa dan dicurahkan dengan tenaga pompa. Sedangkan peralatan yang digunakan untuk barang curah kering biasanya digunakan suatu kombinasi dari peralatan penghisap, grab, hopper, dan conveyor.

3. Instalasi Penunjang

Instalasi penunjang yang dimaksudkan di sini adalah instalasi yang menunjang kegiatan pelayanan jasa kepelabuhanan yang meliputi instalasi listrik, instalasi air dan instalasi pengumpulan, pengolahan limbah. Tenaga listrik di pelabuhan disuplai oleh PT PLN (Persero), yang didistribusikan oleh Pelabuhan kepada pengguna jasa di Pelabuhan. Tenaga listrik di pelabuhan, dapat juga digunakan untuk menggerakkan peralatan pelabuhan.

Popularity: 36% [?]

Incoming search terms for the article:

PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN

Kegiatan pelayanan jasa kepelabuhanan yang diselenggarakan oleh Pelabuhan antara lain meliputi pelayanan jasa kapal, barang, alat-alat bongkar muat, penumpang, petikemas, informasi dan jasa kepelabuhanan lainnya. Untuk melaksanakan kegiatan kepelabuhanan diperlukan fasilitas-fasilitas, baik fasilitas pokok maupun fasilitas penunjang. Fasilitas pokok meliputi: perairan tempat labuh, kolam labuh, alih muat antar kapal, dermaga, terminal penumpang, pergudangan, lapangan penumpukan, terminal (untuk petikemas, curah air, curah kering dan Ro-ro), perkantoran (untuk kegiatan pemerintahan dan pelayanan jasa), fasilitas bunker (BBM), instalasi (air, listrik dan telekomunikasi), jaringan jalan dan rel kereta api, fasilitas pemadam kebakaran dan tempat tunggu kendaraan bermotor.

Untuk menunjang pelayanan kapal, dan barang maka diperlukan peralatan pelabuhan serta instalasi penunjang lainnya yang harus diadakan Pelabuhan. Peralatan pelabuhan yang diperlukan sesuai dengan arus kegiatan kapal dan bongkar muat barang dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:

  • Peralatan pelabuhan untuk melayani kapal yang akan berlabuh/bersandar dan sebaliknya.
  • Peralatan pelabuhan untuk melayani kegiatan bongkar muat barang dari/ke kapal, di lapangan/penumpukan dan masuk/keluar area pelabuhan.
  • Instalasi penunjang untuk kapal, barang dan penumpang seperti pengolahan limbah, listrik dan air.

Popularity: 52% [?]

Incoming search terms for the article: