Posts Tagged ‘motivasi’

CHANGE OUR MIND SET (16)

KARENA HIDUP BUKAN MATEMATIKA

Saya pernah bertemu seorang ibu yang bercerita bahwa dia mempunyai 3 orang anak yang semuanya kuliah di UNPAD di jatinangor, sementara dia sendiri hanyalah seorang pegawai negeri dengan gaji pas-pasan setiap bulannya, jika di kalkulasikan total pendapatan dengan jumlah pengeluaran yang harus dikeluarkan setiap bulannya sangat jauh dari mencukupi. Salah satu dari ketika anaknya ini juga menderita bronchitis dan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk berobat.

Setiap hari untuk biaya transportasi anak-anaknya ke kampus sebesar 20.000/orang memang jarak dari kampus dengan tempat tinggalnya sangat jauh. Namun ibu ini tetap yakin bahwa semua perjalan ini akan bisa terlewati, sampai saat ini anak-anaknya pun telah ada yang hampir menyelesaikan kulihanya, satu kunci mengapa dia bisa melewati ini semua, adalah karena setiap malamnya dia melaporkan keaadaan anak-anaknya kepada tuhan untuk diberi jalan keluar atas segala persoalan dan kebutuhan hidupnya yang harus terpenuhi.

Sama halnya pengalaman hidup seorang bapak yang hidup dilampung tentang bagaimana keajaiban hidup yang dilaluinya. Bapak tersebut hanya berprofesinya sebagai seorang supir truk dengan upah UMR hanya 600.000,-/bulan, namun ia juga mempunyai tanggungan 1 orang istri dan 4 orang anak-anaknya yang semuanya bersekolah, namun bapak itu yakin dan penuh optimisme mampu dan bisa menghidupi anak-anaknya sampai dengan semuanya bisa sekolah tinggi-tinggi, bapak itu bercerita bahwa saat ini anak sulungnya mengambil kuliah S-3 di Taiwan mulai dari masuk kuliah S-1 di UI sampai dengan S-2 di UI dan melanjutkan kuliahnya di Taiwan S-3 semuanya dengan beasiswa dan umur anak sulungnya sakarang ini baru 23 tahun.

Sedangkan anaknya yang ke 2 telah hampir merampungkan skripsinya pada jurusan teknik informatika di universitas lampung. Untuk anak ke-3 sendiri baru masuk di UI jurusan administrai Negara, anak ke-4 yang bungsu bercita-cita kuliah di luar negeri dan saat ini dia dalam proses seleksi oleh Petronas untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Malaysia, dengan penuh haru bapak tersebut menceritakan pengalamannya yang luar biasa, dan berkat keyakinannya untuk menwujudkan cita-cita anak-anaknya hal itu bisa terlaksana. Memang kadang terasa jika kita melihat kenyataan hidup ini sangat berat untuk dilewati apalagi dengan keterbatasan yang begitu banyak kita miliki. Tapi karena hidup bukan metematika, yang hanya bisa kita tambah dan kurangi, tetapi begitu banyak keajaiban yang bisa kita temukan ketika kita ingin berbuat sesuatu yang lebih walaupun dengan segala keterbatasan yang kita miliki.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 6% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (14)

OTAK KANAN VS OTAK KIRI

Ada seorang bapak yang melamar di proyek yang sedang kami kerjakan untuk posisi office boy, kebetulan saat itu memang kami sedang membutuhkan office boy untuk di tempatkan diproyek yang sedang kami kerjakan. Setelah diterima bekerja di tempat kami, setiap hari bapak itu terlihat penuh semangat dan keceriaan tak pernah sehari pun dai nampak kelihatan lelah ataupun kusut dengan pekerjaannya sebagai office boy. Karena semangat dan kinerja yang baik yang tunjukkan bapak itu, banyak pengawai proyek yang sangat senang dengan bapak ini, Namun jauh diatas itu semua ternyata bapak ini juga selalu melihat peluang untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Setelah cukup informasi yang dia kumpulkan, dengan berbekal modal yang dikumpulkannya hari-demi hari, akhirnya dia bisa membeli mobil kecil dan memodifikasinya menjadi warung sederhana. Warung tersebut diparkie tepat di depan lokasi proyek. Segala macam kebutuhan kami disediakan dimobil kecilnya ini. Mulai dari makanan kecil,minuman sampai dengan makanan berat, bahkan jual pulsa pun dia melayani.

Karena pelayanan yang diberikan sangat baik, kami menjadi langganan tetap untuk belanja di warung bapak ini. Uniknya kami jadikan warung tersebut sebagai tempat melepas lelah dan bercanda dengan yang lain. Hari-demi hari warungnya terus menjadi ramai. Tak terasa jumlah penghasilan yang didapatakan setiap bulannya bisa melebihi gajinya beberapa kali lipat sebagai office boy. Itulah bentuk reward yang didapatkan ketika kita mampu dan jeli untuk melihat potensi di depan kita. Sebab yang namanya potensi dengan sendirinya mengandung arti bahwa sesuatu itu telah ada, dan tidak perlu diciptakan. Cuma, sesuatu itu masih dibiarkan “merana” dan belum digali apalagi dipoles.

Sama halnya dengan pengalaman Nasi Uduk Gondangdia bisa dijadikan contoh. Halaman ruko wartel dan money changer-nya dibiarkan “merana” bertahun-tahun dan hanya dimanfaatkan sebagai lahan parkir. Itu pun yang memanfaatkan orang lain. Untunglah Jasmine, Jusriel Kamil, Wita dan Lisa, cepat menyadari nilai potensi lahan kosong strategis yang terletak di pinggir jalan raya ini. Setelah disulap menjadi gerai outdoor nasi uduk, lahan yang tadinya merana ini bisa menjadi pundi-pundi uang keempat keluarga tersebut. Betapa tidak, dalam sebulannya Nasi Uduk Gondangdia membukukan omset Rp 270 juta. Dalam perkembangannya, bisnis nasi uduk justru jauh lebih prospektif sehingga bisnis wartel harus mengalah.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 6% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (13)

WE ARE A TEAM

“Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia”

Setiap pelaksanaan konstruksi suatu bangunan gedung, baik itu pekerjaan pembangunan gedung dengan semua instalasi perangkatnya atau konstrusi interior dengan segala accesoriesnya, Pasti melibatkan banyak perusahaan-tenaga kerja-buruh-tukang-suplaier-preman-masyarakat. Untuk proyek gedung bertingkat pasti memerlukan tenaga extra untuk menwujudkan pelaksanaan gedung mulai dari pihak kontraktor-pengawas-owner dan perencana memiliki kepentingan yang berbeda, dan semuanya pasti ingin menang. Bisakah bangunan indah dan kelihatan cantik bisa berdiri jika hanya ingin menonjolkan ekpestasi sendiri, sugguh besar energi yang harus dikeluarkan untuk hal tersebut dan sudah pasti pengawas harus siap-siap untuk melakukan adu fisik satu sama lainnya. Sungguh pekerjaan yang menantang.

Karena ketertarikan pada energi yang harus di keluarkan dan pekerjaan yang menantang tersebut, akhirnya saya minta di tugaskan kantor untuk melakukan pengawasan proyek pembangunan. Tibalah saatnya saya ditugakan untuk menjadi pengawas lapangan untuk proyek kontrusi di Aceh . Untuk di tugasakan ke Aceh banyak orang berfirikir 2 kali untuk ditugasakan ke daerah tersebut akhirnya petualangan dimulai. Alhamdulillah di dalam pesawat saya bertemu dengan Bapak.Ayi Koordinator Project untuk wilayah Indonesia dari ILO PBB, didalam pesawat kami berbicara banyak dan panjang lebar bagaimana perjalanan Bp. Ayi sejak dari awal meniti karir sampai mampu seperti sekarang. Sedikit banyak pengalam Bp. Ayi tersebut menambah semangat saya untuk segera terjun dilapangan. Setibanya di bandara saya naik travel untuk sampai lokasi proyek, setibanya di proyek ternyata kondisi yang saya bayangkan sungguh sangat jauh dari penjelasan awal dari atasan saya, ternyata lokasi proyek ini berada di pinggiran ibu kota dan dulu menjadi salah satu basis GAM, seru sekali rasanya.

Setelah istirahat sejenak dimulailah perjalanan untuk mencari rumah kontrakan, untuk mencari rumah kontrakan tidak semudah mencari kota besar. Disini sungguh perjuangan yang sangat besar untuk mendapatkan rumah kontrakan, karena mereka masih menaruh curiga setiap pendatang yang baru datang. Allhamdulillah saya mendapatkan rumah setelah seharian berputar mencari-cari. Pemiliknya adalah seorang nenek tua yang sangat rajin ibadah setiap jam 2 pagi pasti sudah terdengan suara wudhu dari nenek ini. Yang lebih seru lagi adalah nenek ini tidak bisa berbahasa Indonesia dia hanya bisa bahasa Aceh. Sungguh susah mempelajari bahasa Aceh ini, sampai akhirnya bahasa yang kami pakai adalah bahasa tarzan. Namun diluar perkiraan ternyata kami bisa saling bisa mengerti satu sama lain, bahkan kadang saling tertawa.

Esok harinya setelah tiba di proyek mulailah pekerjaan pengawasan dan supervise saya lakukan semua kontraktor saya kumpulkan dan meeting bersama dan sama-sama menegaskan jika kita ini adalah satu team “We Are One Team”. Setelah berbicara dan supervise dilakukan setaip permasalahan yang dilakukan pasti kami bahas bersama dan ternyata hasilnya ekselent persoalan-persoalan yang awalnya di khawatirkan tidak muncul sama sekali walaupun kadang ada klash dengan kontraktor namun hal tersebut dapat teratasi, sejak memakai system pengawasan dengan metode we are the team, ternyata semua persoalan menjadi jadi lebih sederhana dan apapun persoalannya bisa di selesaikan dengan cara yang baik dan hasil yang maksimal.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 5% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (12)

AKU BISA

“Pandanglah hari ini. Kemarin sudah menjadi mimpi. Dan esok hari hanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini yang sungguh nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok sebagai visi harapan” – Alexander Pope

Waktu itu saya membuat usaha bersama istri yaitu rental komputer di bandung, karena lokasi tempat kami yang sangat stategis kami memutuskan untuk menambah jualan di depan kios kami gerobak untuk jualan pop ice. Semua pengelolaan dan managemen untuk dua tempat usaha yang berbeda ini, dikelola oleh istri saya sendiri. Sehingga pekerjaan menjadi tidak terfokus. Setelah berdiskusi sekian lama maka kami memutuskan untuk menjual gerobak kami seharga 500 ribu rupiah walaupun pada awalnya kami membeli 1.200.000,- tapi dengan didasari niat untuk membantu orang lain untuk berusaha. Iklan di gerobak pun kami mulai pasang, sudah beberapa orang yang tertarik, bahkan ada tawaran kerjasama pun telah kami gulirkan bagi orang yang bersedia mengelola pekerjaan tersebut sampai-sampai modalpun disediakan untuk pengelolaan tersebut, ada beberapa orang yang berminat tapi tidak didasari dengan kesungguhan pun akhirnya tidak terlaksana.

Akhirnya ada orang yang tertarik untuk membeli gerobak tersebut dia berencana membuka usaha gorengan aneka pisang molen dan dia menunggu temannya untuk bisa merealisasikan usahanya tersebut trnasaksi pun disetujuai akhirnya gerobak tersebut aku terjual. Karena orang yang membeli gerobak itu adalah tetangga saya, setiap hari saya menanyakan kapan memulai usahanya, namun ia menjelasakan kalo temannya masih sibuk, sampai suatu hari saya tidak menyangka usaha telah resmi mulai dijalankan, pelan saya mendekati sahabat tersebut ko…Cuma jualan sendiri, mana kawannya…dengan mantap dia menjawab…lama nunggunya biar saya sendiri yang kerjakan…sambil tersenyum.

Saya langsung menjadi kagum dengan keputusan sahabat tersebut. Hari-demi hari terus berlangsung sampai akhirnya begitu banyak jenis gorengan yang ia jajakan dan konsumennya pun semakin bertambah, akhirnya tak disadari setelah 2 tahun berjalan usaha tersebut dia memutuskan untuk berkeluaga berkat usaha dengan modal nekad tersebut.

Lain lagi cerita kawan saya di makassar dia nekad merantau dari pulau seberang di daerah maluku sana, dengan modal seadanya, dia akhirnya sampai juga di Makassar untuk mengejar cita-citanya untuk melanjutkan kuliah. Modal yang dia pegang pun hanya cukup untuk bekal UMPTN saja, tak terasa akhirnya diapun diterima masuk di perguruan tinggi UNHAS, perjuangan tidak berhenti sampai disini, karena dia sadari bahwa untuk melajutkan perkualiahan ini harus ada modal yang harus dijalani, akhirnya dengan modal nekad dia mengajukan proposal ke beberapa orang untuk diberikan pinjaman.

Dengan modal nekad-kesungguhan-impian akhirnya ada juga orang yang mau memodali usaha tersebut walaupun jumlahnya dengan sangat terbatas. Pelan tapi pasti warung di pinggir jalan itupun mulai rame. Teman-teman menyebutnya warung “SABILI” setiap istrahat kuliah, kami sering menyempatkan diri untuk makan di warung sahabat saya ini. Perlahan tapi pasti warung tersebut mulai rame, namun satu hal yang saya menjadi lebih kagum lagi pada sobat saya ini karena walaupun usahanya mulai menunjukkan kemajuan pesat, namun masih sempat meluangkan waktu dan reseki untuk berbagi dengan anak-anak yang kurang mampu dikawasan tersebut, dia menjadi salah satu donator buat sekolah khusus bagi anak jalanan yang kami dirikan bersama teman-teman.

Singkat cerita tanpa terasa waktu yang terus bergulir ketika kembali ke Makassar ternyata warung “SABILI” telah berpindah tempat dengan layout interior yang sudah mewah. Luar biasa perjuangan sahabat saya ini dengan modal semangat tempur yang membaja dia bisa bisa membantu saudara-saudaranya yang lain untuk mendapatkan penghasilan bagi keluarganya masing-masing.

Kisah diatas bisa memberikan kita inspirasi betapa dasyatnya energi yang bisa ditimbulkan dari kemampuan untuk memotivasi diri “AKU BISA”. Kadang kita tidak sadari bahwa ketika kita dalam keadaan terjepit atau kepepet sesuatu yang kit anggap tidak mungkin menjadi sangat mungkin untuk terjadi dan menjadi sederhana untuk dilakukan. Pernah tetangga kakak saya mengalami musibah kebakaran, saking paniknya ada pemilik rumah yang mampu mengangkat kulkasnya seorang diri, namun setelah kebakaran menjadi reda dan aman, energi untuk mengangkat kulkas tersebut menjadi hilang. Ajaib memang kalau di hitung secara rumus matematika pekerjaan sebelum dan setelah dilakukan seharusnya bisa dilakukan, itulah salah satu rahasia kekuatan dari energi yang tersimpan di dalam diri kita ini begitu kuat untuk menjadikan kita menjadi orang yang Extra Ordinary, karena ada gerakan refleks yang terpendam jarang kita pergunakan, seandainya gerakan refleks ini kita bisa manfaatnya untuk manfaat yang luar biasa maka pastilah begitu banyak ide-usaha-dan jalan yang lain yang akan kita tempuh untuk menjadikan hidup lebih baik.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 6% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (11)

BORN AS A FIGHTER

“Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah” – Thomas Alva Edison

Sejak diri kita masih berupa sperma, sebenarnya kita telah belajar bertarung untuk menjadi yang terbaik, pertarungan ini berlangsung dengan berjuta-juta sel sperma, sampai akhirnya hanya satu yang berhasil menembus indung telur yaitu diri kita. Perjuangan belum berakhir sampai disini, di dalam indung telur ini kita terus berkembang sampai dengan saat usia kita telah mencapai 4 bulan. Kita belajar untuk mampu bertahan dengan di dalam perut ibu, itulah perjuangan pertama kita untuk bisa lolos dan berhasil dalam kualifikasi kehidupan.

Selanjutnya kita mulai tumbuh besar dalam dunia persekolahan, kita juga sudah mulai berkompetisi dengan anak-anak lain untuk menjadi juara dalam kelas yang biasa kita sebut bintang kelas. Dalam kawan-kawan sepermainan pun kita juga telah mulai berkompetisi siapa yang paling unggul dalam permainan tersebut. Dunia anak-anak ini ternyata kita sudah mulai berkompetisi.

Bagaimana selanjutnya setelah kita menjadi besar dan dewasa, ternyata justru kompetisi semakin sengit, berbagai macam ide, bentuk formasi dan unjuk kreatifitas terus kita lakukan untuk bisa menjadi bintang. Nilai-nilai kompetisi kita sudah banyak perubahan, kita pun juga sudah belajar untuk memiliki format stategi dan serangan andalan. Bekal-bekal yang kita miliki untuk berkompetisi justru semakin kaya.

Namun anehnya jika kita melihat angka statistik tentang jumlah penganguran yang ada ternyata begitu tinggi. Pengangguran ini bukan hanya terjadi dengan orang-orang yang punya pendidikan rendah namun juga yang punya gelar sarjana juga banyak yang nongkrong di rumah tanpa mampu untuk berbuat sesuatu. Alasannya klasik mereka berkilah bahwa lapangan pekerjaan semakin sempit, tidak ada peluang, kita dari orang daerah jadi tidak bisa bersaing dan masih banyak lagi alasan yang dicari untuk mencari-cari pembenaran lainnya. Sungguh aneh semua karena nilai-nilai kompetisi street fighter yang kita miliki sejak kita masih berupa sperma sampai kita besar dan dewasa saat ini, semua menjadi runtuh dan tidak berarti apa-apa. Padahal kita memiliki kemampuan yang sungguh sangat luar biasa. Kita sudah dibekali oleh sang pencipta memiliki tools kehidupan yang mampu mendorong dan menciptakan kita sebagai sosok yang luar biasa.

Sosok Zuckerberg kreator Face Book mungkin bisa kita jadkan contoh bagaimana pendidikan bukanlah hal yang utama untuk menjadi seorang menjadi sukses. Umurnya masih 20 tahunan tapi sudah mampu menjadi sosok yang fenomenal saat ini, bahkan majalah Times memasukkan namanya sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia tahun 2008. Zuckerberg pernah kuliah di Harvard University namun drop out karena sangat tertarik untuk menjadi pengusaha. Untuk membuat Face Book ini, dia tidak perlu mengeluarkan uang yang begitu banyak namun dengan hobinya mengutak-atik program komputer akhirnya dia mampu menjadi milyader di usia yang sangat muda. Kita harusnya bisa belajar dengan Zuckerberg bagaimana dia mampu bersaing dan bertarung untuk bisa menjadi seperti saat ini. Pilihan yang dia putuskan pun tidak tanggung-tanggung, dia rela untuk drop out di Harvard University salah satu universitas terbaik di bumi ini.

Untuk menjadi hebat dan luar biasa pun kita tidak perlu menjadi orang kaya dulu, dengan sikap kompetensi yang tinggi dengan semangat membara dan pantang menyerah kita pun bisa menjadi sosok seperti ini. Sama juga dengan sang pendiri perusaahan Apple Corp. Steve Jobs.

Sewaktu muda dia mulai membuka usahanya hanya berawal dari garasi rumahnya. Walaupun pada masa awal produksi hanya bisa menghasilkan 50 buah PC, namun seiring dengan waktu Apple Corp. menjadi salah satu perusahaan yang menjadi pionir dalam revolusi teknologi computer. Salah satu produknya yang fenomenal adalah Ipod. Pastinya anda mengenal Ipod bukan, karena hampir sebagian besar penduduk di bumi ini sangat senang menggukan Ipod. Sensasinya akan terasa jika kita sedang berjalan-jalan, dengan Ipod dalam genggaman di tangan.

Pada umur 21 tahun Steve Jobs bersama rekannya Steve Wozniak, mendirikan Apple Computer. Walaupun harus bersusah payah untuk mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga, namun mereka berhasil mengibarkan dan mengenalkan produk Apple Corp. ke berbagai belahan dunia. Kesuksesan Apple Corp. juga tidak berlangsung sepanjang masa, karena pada tahun 1997 Apple pernah ditempa krisis dan hampir collaps, sementara Steve Jobs sempat diberhentikan dari Apple.

Pada saat di berhentikan tersebut, Steve Jobs tidak serta merta menjadi tenggelam, karena memang pada dasarnya Steve Jobs “bertangan dingin”. Steve Jobs kembali mendirikan perusahaan baru, dan perusahannya tersebut juga langsung mendapat tempat yang tinggi di jajaran perusahaan terkenal di Amerika Serikat. Steve Jobs mendirikan perusahaan piranti keras khusus animasi dengan nama Pixar. Film pertama hasil dari perusahaan milk Jobs adalah Toy Story yang terjual lebih 150 juta keeping dan mencetak pendapatan lebih dari US$ 2.5 Milyarad. Sementara kollaps yang hampir diderita oleh Apple Corp. berbalik menjadi perusahaan yang kembali disegani setelah Steve Jobs menjadi CEO di perusahaan tersebut.

Change our mind set, itulah kata-kata yang paling tepat untuk kita terapkan untuk bisa menjadi orang-orang yang bertangan dingin. Karena begitu banyak orang yang telah berhasil untuk menjadi enterprenur unggul dan berjaya di masa mudanya. Walaupun mereka juga menyadari keterbatasannya, namun itu semua bukan menjadi alasan untuk menjadi mundur dari pertarungan hidup.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 7% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (10)

WINNING THE HEART

“Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan “rendah hati.” –Einstein

Saat ini kita banyak mendengar tentang bagaimana melayani bahwa Pembeli adalah Raja ataupun pelanggan adalah segalanya. Namun kita sendiri kadang kurang menyadari bahwa itu semua terkait dengan eksekusi yang dilakukan oleh bawahan itu sendiri. Kita bisa saja mengklaim bahwa we serve better than other namun pada implementasi di lapangan ternyata konsumen tersebut tidak merasa terpuaskan dengan pelayanan yang diberikan. Masih segar mungkin dalam ingatan kita prinsip kuno dari ekonomi yaitu “pengeluaran sekecil-kecilnya dan pendapatan sebesar-besarnya”. Pendapat ini mungkin ada benarnya tetapi hanya berlaku pada zaman dahulu kala alias jadul. Seorang pimpinan yang tidak membekali timnya di lapangan akan banyak mendapatkan kesulitan dengan treatment yang akan diberikan sang karyawar tersebut. Bisa saja karyawan menganggap pekerjaan ini dilakukan hanya berdasarkan job description dalam pekerjaannya, namun dalam urusan treatment konsumen bukan urusannya bahkan malah mungkin dihadapi dengan masa bodoh. Bayangkan bahaya yang akan kita dapatkan jika anak buah kita hampir sebagian besar berfikiran seperti itu, akankah perusahaan kita terus melaju dengan kencangnya atau akan habis seiring dengan waktu itu sendiri.

Saat ini kita berada pada masa krisis global yang dimulai dari Amerika Serikat, saat kredit perumahan menjadi macet. Kita juga melihat berita tentang permintaan dana talangan untuk menyelamatkan dunia industri di Amerika Serikat. Di mana-mana headline media menceritakan bagaimana eksekutif AIG Amerika, telah mendapatkan suntikan dana stimulus dari pemerintahan Obama yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung sebesar 75 juta dollar AS, namun apa yang diperbuat oleh CEO AIG setelah mendapat talangan dana dari pemerintah?, mereka justru memberikan bonus sebesar 165 juta dollar AS atau setara dengan Rp. 2 trilliun kepada para karyawannya. Yang menarik disini adalah bukan besar uang yang diberikannya tetapi adalah bagaimana CEO AIG ini sangat cemas jika tidak memberikan bonus kepada para eksekutifnya mereka akan hengkang ke perusahaan lainnya.

Mungkin hal ini bisa menjadi gambaran bagi kita bagaimana system treatment karyawan telah mengalami revolusi yang sangat besar. Namun contoh perusahaan AIG di atas tidak berlaku untuk perusahaan Google. Google mampu memberi daya tarik yang besar untuk bergabung dengan perusahaan mereka. Untuk masuk di Google kita mendapatkan penghargaan yang tinggi karena langsung di interview oleh sang taipan Google sendiri yaitu Brin dan Page, mereka rela menjadi bemper awal, untuk lebih mengetahui secara detail karyawan yang akan menjadi bagian dari keluarga besar Google. Para calon pelamar pun tidak kalah serunya, mereka rela antri untuk bergabung di Google. Ternyata semua hal yang dilakukan tersebut bukan hanya karena gaji besar yang mereka incar, namun karena ketika menjadi karyawan google mereka merasa menjadi bagian dari pemilik perusahaan google.

Walaupun para karyawan Google bekerja keras sepanjang waktu, namun mereka diperlakukan seperti keluarga. Diberi makan gratis, minuman kesehatan cuma-cuma, dan cemilan yang berlimpah. Para Googler juga menikmati sejumlah kemudahan seperti layanan binatu, penata rambut, dokter umum dan dokter gigi, pencucian mobil dan, belakangan tempat penitipan anak, fasilitas kebugaran lengkap dengan pelatih pribadi, tukang pijat professional yang praktis membuat orang tidak perlu meninggalkan kantor. Tak ketinggalan Voli pantai, fusbal, hoki sepatu roda, lomba skuter, pohon palma, kursi bean bag, bahkan anjing. Semua fasilitas yang di sediakan tersebut hanya karena Google ingin menghadirkan suasana kerja yang menyenangkan dan mampu mendorong kreativitas. Sehingga kayawan Google merasa betah dan kerasan untuk berkarya ditempat kerjanya. Yang tidak kalah serunya karena Google bahkan mencarter beberapa bus dengan akses internet nirkabel, sehingga para Googler yang tinggal di San Francisco bisa tetap produktif, bisa langsung bekerja menggunakan laptop daripada kesal atau melamun karena macet sewaktu berangkat bekerja.

Namun dari semua fasilitas yang menyenangkan tersebut hal yang paling menarik adalah aturan bahwa semua software engineer harus menggunakan setidaknya 20% waktu mereka. Kira-kira sama dengan sehari dalam seminggu, untuk mengerjakan proyek apa pun yang mereka minati. Ternyata pemberlakuan aturan untuk memanfaatkan waktu 20% ini merupakan cara untuk mendorong inovasi dan kreativitas karyawan utuk senantiasa senang dalam melakukan inovasi.

Ternyata buah system manajemen perusahaan yang unik, mampu menarik banyak orang untuk bergabung dengan Google bahkan karyawan Microsoft setiap tahunnya pasti ada yang pindah ke Google. Sementara Google sendiri sangat jarang karyawannya yang keluar dari perusahaan tersebut, mereka kerasan bekerja di Google, Karena mereka merasa bagian dari Google.

Pasti rasannya sangat menyenangkan jika kita memiliki tipe karyawan seperti karyawan Google. Mereka cerdas, cekatan, handal, dan kreatif serta memiliki loyalitas yang tinggi. Hal lumrah jika hal itu menjadi impial setiap CEO. Jawabannya ternyata sederhana untuk mendapatkan tipe karyawan seperti mereka, karena untuk meraih itu semua, kita harus mampu menaklukkan dan memenangkan hati bawahan kita Winning The Heart.

Pernah ada seorang manager sebuah mini market bercerita bagaimana dia bisa mengapai posisi Manager sekarang ini dan bisa bertahan di perusahaan tersebut. Karirnya dimulai dari posisi staf biasa hingga akhirnya bisa menjadi manager. Di ceritakan bahwa pada saat itu sewaktu dia masih menjadi staf biasa, anaknya menelpon ke kantor minta kepada sang ayah untuk dibelikan sarung tangan bisbol sebagai hadiah ulang tahunnya nanti. Sebagai ayah yang baik tentunya dia pasti mengiayakan permintaan anaknya tersebut, walau setelah telepon ditutup, dia sudah kebingungan bagaimana dia bisa membeli sarung tangan bisbol tersebut padahal gajinya tidak bisa mencukupi untuk membeli sarung bisbol tersebut.

Sampai tiba pada waktunya hari ulang tahun sang anak, tiba-tiba sang atasan datang menghampirinya dan memberikan hadiah berupa sarung tangan bisbol. Si ayah terkejut ko Bapak tau bahwa hari ini ulang tahun anaknya dan dia minta hadiah dibelikan sarung tangan bisbol, Dengan tersenyum atasan tersebut berkata bahwa sewaktu dia melakukan kontak telepon dengan anaknya tersebut, secara tidak sengaja atasannya ini mendengar percakapan tersebut dan menunggu waktu yang tepat untuk diberikannya hadiah tersebut.

Reaksi sang karyawan tentu sangat bahagia karena selama ini dia bekerja hanya untuk sang buah hati agar bisa terus tersenyum, dan pada saat ulang tahun anaknya impian tersebut bisa terwujud. Padahal sebelumnya di ceritakan bahwa sang karyawan ini telah berniat untuk berpindah ke tempat lain yang bisa memberikan gaji yang lebih baik. Namun karena sentuhan atasannya ini, semua keinginannya itu bisa terpenuhi hanya karena hadiah “sarung tangan bisbol”.

Hal ini bisa menjadi pelajaran bahwa ternyata ketika kita bisa memberikan sentuhan yang memberikan nilai lebih manusiawi kepada karyawan maka mereka akan memberikan yang terbaik yang mereka miliki. Percuma kita memiliki slogan untuk “kita harus memiliki rasa kepemilikan terhadap perusahaan” namun dalam implementasinya karyawan tidak dianggap sebagai satu kesatuan keluarga. Menangkanlah hati karyawan maka mereka akan memenangkan hati konsumen. Dengan rasa memiliki yang tinggi, karyawan akan merasa menjadi pemilik yang sebenarnya, yang berharap untuk menjadikan perusahaan ini menjadi perusahaan no.1. Winning the heart not only winning the skill. Jika kita hanya berorientasi dalam memenangkan perusahaan dengan merekrut individu-individu melalui skill yang baik saja, maka percayalah bahwa energi yang akan dikeluarkan justru jauh lebih besar dari yang diperkirakan, karena karyawan tersebut akan berfikir bisa berpindah ke tempat lain untuk mendapatkan pendapatan dan fasilitas yang lebih baik.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 4% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (9)

Bagian ke – 9 dari tulisan “Change Our Mind Set”,  mulai bab ini mungkin saya tidak akan mebawakan banyak komentar tentang posting saya sendiri karena diburu target nih ramadhan sudah dekat kemungkingan frekuensi online juga sepertinya akan berkurang tapi saya masih menyisakan 10 bagian untuk di-upload….. jadi langsung saja dinikmati tulisannya, walaupun tanpa asam garam tulisan pembukaan, selamat menikmati!!!!!

VOTE FOR ME

“Apabila perjalanan menjadi sulit, orang yang ulet akan berjalan terus” –Knute Rockne

Pada saat menjelang pemulihan umum hampir di setip sudut jalanan di seluruh kota di Indonesia begitu banyak iklan kampanye mulai dari pemberian kalender gratis,stiker sampai dengan billboard yang di pajang besar-besaran di jalan-jalan sekitar kita. Mulai dari partai besar sampai dengan partai yang baru ikut-ikutan juga meramaikan pemasangan banner dijalan ini. Kita tentunya bertanya-tanya siapa mereka ini, kita jadi seolah-olah menjadi bingung siapa sebenarnya yang akan kita pilih karena begitu banyak slogan dan janji-janji yang diberikan ketika mereka akan terpilih nanti.

Tapi sayangnya, partisan partai ini ikut mengkampanyekan diri mereka dengan cara menjadi follower, jarang kita lihat pemakai iklan yang bisa menyentuh kita sehingga dirinya sendiri bisa kita ingat dengan jelas. Kita sebenarnya kalau mau lebih kreatif untuk membaca situasi untuk bisa melakukan suatu terebosan menjadi i’m the first, kita bisa belajar dari kemenangan presiden Amerika Serikat yang menang dan menjadi presiden pertama kulit hitam. Barrack Obama menyampaikan media kampanye dengan cara yang smart, hi-tech dan komunikatif. Jadi bukan hanya penduduk Amerika sendiri yang dibuat penasaran dibuatnya tetapi semua penduduk dunia dibuat penasaran jadinya. Disini di Indonesia, jarang kita lihat produk kampanye yang inovatif sehingga bisa meninggalkan bekas yang mendalam bagi para pemilihnya. Standarisasi berlaku untuk hampir semua calon anggota legislatif baik itu dari partai a maupun dari partai z.

Kebetulan saat ini saya sedang berada di Palembang di berbagai sudut kota terlihat spanduk-spanduk dan billboard besar bertuliskan Vote For Dodi, awalnya kampanye visual yang diberikan masih belum menggema dan bertahan lama di dalam pikiran ini. Tetapi lambat laun tim kampanye mereka dengan drive tim Merdeka, mampu menjadi bahan pembicaraan di kota palembang ini. Setelah diteliti lebih mendalam ternyata tim kampanye Vote For Dodi, mampu memberikan perubahan-perubahan efek visual dalam berkampanye. Semua elemen dilibatkan mulai dari memanfaatkan jaringan internet, berkampanye lewat frendster maupun facebook. Mobil-mobil yang berwarna kuning pun begitu banyak berlalu lalang dengan semboyan yang khas Vote For Dodi. Baru-baru ini tim kampanye ini melakukan terobosan dengan menggelar vestifal musik dengan menghadirkan band papan atas dan bisa disaksikan secara gratis.

Jika dilihat dari sistem kampanye ini membutuhkan energi yang sangat besar maupun dana yang tidak sedikit. Bagaimana dengan mereka yang dananya terbatas? bisakah membuat kampanye yang bisa memberikan bekas kepada masyarakat, bahwa sebenarnya dia sedang mencalonkan diri.

Setelah perhitungan suara hasil Pemilihan Umum ternyata perdiksi saya tidak meleset jika kemungkinan lolos untuk Dodi sangat besar. Ibarat domba yang bersaing memajang dirinya di pasar semua domba berwarna putih hanya dodilah sedikit dari domba tersebut yang berwarna hitam, tentulah dodi menjadi pilihan utama bagi masyarakat kota sumsel karena mampu menjadi focus diantara calon kontestan yang lain.

Ada juga cerita menarik dari Amerika Serikat, bagaimana seorang perempuan muslim pertama di daerah tersebut mampu menjadi senator mewakili daerah tersebut (pernah ditayangkan Voice of Amerika). Bagaimana caranya dia bisa menjadi senator pertama dari kalangan wanita muslim?, besarkah dana yang di pergunakan atau dia memang telah memiliki warisan garis kekuasaan dilembaga pemerintahan sehingga dia bisa di pilih?.

Jawabannya adalah sederhana, dia berkampanye dari door to door, ya mirip sales. Dia menjelaskan program kerjanya dari pintu ke pintu jumlah rumah yang dia kunjungi hampir mencapai 4000 unit. Luar biasa!. Ibu ini bergerak sabar dan menjelaskan dengan baik bahwa ia adalah pegawai yang direkrut dan digaji oleh rakyat, maka sudah sepantasnya sebelum dia pilih dia harus melakukan presentasi terlebih dahulu kepada masyarakat tentang program kerja yang akan dilaksanakan. Alhasil ternyata dengan perjuangan yang begitu hebat dan cerdas dia bisa terpilih menjadi senator pertama dari kalangan muslim.

Ini bisa dijadikan contoh buat para calon legislati,bahwa ketika kita ingin bersaing dengan begitu banyak pilihan, janganlah menjadi follower, tapi jadilah penggagas, pionir dan berkampanye dengan cara-cara yang berbeda dengan yang lain. Bukan masalah kita punya dana besar ataupun dengan dana terbatas, namun bagaimana efek yang akan ditimbulkan dengan kampanye yang akan kita lakukan. Vote For Me Or Forget For Me.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 5% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (8)

Tulisan ke -8  dari “Change Our Mindset” mari berubah ke arah yang lebih positif karena perubahan itu pasti. Perubahan adalah tanda dari suatu kehidupan, dan jangan kita menjadi korban dari perubahan tersebut. Salam dari penulis, selamat menikmati:

PERUBAHAN ITU PASTI

“Apabila perjalanan menjadi sulit, orang yang ulet akan berjalan terus” –Knute Rockne

Perubahan itu adalah sesuatu yang mesti kita harus lakukan mungkin kita masih ingat bagaimana perusahaan sekelas Pertamina diterjang kasus, ketika ada SPBU yang tidak jujur dalam memasukkan takaran bensin sesuai yang tertera pada mesin SPBU. Dan seketika itu juga virus informasi merebak ke mana-mana. Langsung saja banyak komentar yang berdatangan bahwa ,memang benar hal itu telah banyak yang mengalaminya bagaimana konsumen dipermainkan dengan jumlah bahan bakar yang di isi tidak sesuai dengan takaran sebenarnya.seketikan itu juga bola langsung berbalik, SPBU milik asing menjadi idola karena pelayanannya yang terkenal transparan salah satunya SPBU milik Shell. Walaupun masih sebagai pemain baru di bidang SPBU, Shell mampu merebut hati banyak pelanggan, tiba-tiba saja Shell menjadi idola walaupun lokasi penempatannya masih di Ibukota namun efek yang ditimbulkan mampu membuat jera Pertamina. Sebenarnya harga minyak Shell masih sedikit di atas pertamina namun orang rela antri. Bahkan ada konsumen yang sengaja antri di SPBU milik Shell, walaupun sebenarnya secara hitungan dia rugi dari sisi jumlah pemakaian bahan bakar. Namun jawabannya sederhana mengapa ia rela antri karena hanya sebuah nilai kejujuran yang dia junjung tinggi. Orang-orang sudah cape di bohongi terus Katanya.

Bagaimana dengan Pertamina, seketika itu juga langsung melakukan evaluasi besar-besar terhadap semua SPBU miliknya. dan benar saja karena adanya kejadian tersebut akhirnya pertamina dipaksa untuk berubah pelayanan. Setelah kasus tersebut akahirnya pertamina membuat standarisasi mesin SPBU melakukan sertifikasi uji kelayakan dari departemen meteorology bahwa benar mesin ini adalah mesin yang jujur. Dan ternyata kondisi Pertamina setelah melakukan perubahan kembali menajadi induk yang senantiasa dituruti kembali konsumennya Pertamina kembali menjadi idola dan favorit bagi masyarakat Indonesia. Bahkan dengan adanya perubahan tersebut pertamina justru jauh menjadi lebih terpercaya di banding sebelumnya. Begitu banyak rest area yang muncul sepanjang jalur Jakarta-Bandung semua menggunakan pertamina sebagai kepercayaannya. Kalo kita sempat singgah di rest aera pertamina di situ ada tulisan besar dengan tulisan “Rest Area KM 57” mendapat penghargaan sebagai pengisian SPBU terbaik se Indonesia.

Begitulah sebuah efek yang ditimbulkan karena perubahan. Dengan adanya transparansi tersebut kita menjadi semakin percaya dan yakin bahwa memang produsen tersebut adalah perusahaan yang menjunjung tinggi sebuah nilai. Ketika kita berani untuk mempermainkan nilai kepercayaan tersebut, maka yakinlah bahwa loyalitas yang selama ini kita nikmati akan berubah sengan sendirinya. Kita mau berubah atau mati. Hanya ada dua pilihan tersebut. Jika kita mau tetap eksis pada bisnis yang kita jalankan, namun berbagai macam terebosan dengan konsekuensi perpaduan konsep terkini harus kita terapkan, atau tetap dengan mempertahankan pola lama, namun lambat laun kematian pada perusahaan yang telah kita bangun akan segera menghampiri.

Kita mungkin masih ingat di penghujung tahun 2005 begitu banyak menjadi berita headline di TV dan media cetak bagaimana kasus korupsi yang melanda Bank Mandiri. Mungkin secara tidak sadar kita langsung khawatir dengan nasib tabungan kita di bank tersebut persepsi yang terbangun pun juga langsung berubah, Bank Mandiri yang awalnya adalah Bank yang menjadi kepercayaan berubah. Menjadi Bank yang tidak terpercaya akibat kinerja Bank tersebut. Bagaimana sikap bank mandiri, tentu saja setelah kasus tersebut telah reda dan diselasikan secara hukum tiba-tiba Bank Mandiri langsung melakukan perubahan logo dan symbol-symbol dari sebelumnya, padahal kita ketahui sendiri bahwa Bank Mandiri adalah gabungan dari beberapa bank besar dan symbol yang ada pada Bank tersebut usianya masih relative baru. Tapi karena pentingnya mengembalikan performa dan persepsi yang ingin dibangun oleh para direksinya maka perubahan pun terjadi bank dengan logo biru tersebut berubah menjadi bank dengan logo kuning tanpa tulisan bank. Reaksi yang timbul ternyata adalah positif, banyak dari masyarakat menjadi kagum dengan perubahan yang dilakukan tersebut dan kembali mempercayai bank tersebut sebagai bank yang professional-transparan- dan menjunjung tinggi nilai.

Itulah dampak dari sebuah perubahan, walaupun energi yang harus dikelurkan tidaklah sedikit, namun untuk mengembalikan performa kita sebelumnya adalah harga yang harus dibayar. Sama halnya perubahan yang kita lakukan dalam hidup kita, ketika kesalahan ataupun kekeliruan menerpa diri kita. Kita tidak boleh panic, tergesa-gesa namun justru sebaliknya kita harusnya merenungi kejadian-demi kejadian dalam episode kehidupan kita mengapa usaha yang telah lama kita bangun tiba-tiba mengalami kemunduran, persoalan demi persoalan terus melanda cobaan datang silih berganti. Tentunya saat itulah Perubahan menjadi kunci penyelamat.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 5% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (6)

Bagian ke-6 “BAB VI” dari tulisan “Change Our Mind Set”, selamat menikmati mohon komentar dan sarannya.

FRONT LINER

“Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah”

Sekarang kita sudah memasuki era yang sangat jauh berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, sekarang kita sudah hampir memasuki 10 tahun babak millenium, tingkat persaingan dan kompetisi saat ini susah kita prediksi. Hari ini kita berdiskusi mengenai ide-ide baru perubahan-perubahan yang akan kita buat lengkap dengan analisanya. Dari hanya wacana biasa, bisa menjadi tahapan yang serius, riset pun dilakukan agar ide tersebut tidak menjadi basi dan tidak salah sasaran terhadap goal yang akan kita capai. Namun ternyata riset yang hampir kita rampungkan, tiba-tiba muncul kejutan dari competitor. Kita terkejut karena teryata kompetitor kita yang telah melakukan launching perdana. Padahal hal tersebut adalah muncul dari anda, namun ternyata implementasi dilapangan dilaksanakan oleh kompetitor pastilah kita menjadi bingung. Aneh bukan, itulah tingkat peraaingan yang muncul saat ini, sampai sedemikian ketatnya.

Setiap hari kita lihat di iklan, ditayangkan berbagai macam produk rumah tangga utamanya yang menyangkut detergen pencuci. Produsen pertama mengeluarkan produk unggulan A tidak sampai 1 bulan, produsen B mengeluarkan produk A’ datang si produsen C mengeluarkan produk A’’. Hampir semua produk yang dikeluarkan memiliki kesamaan fungsi yang berbeda, hanya persepsi komunikasi yang dibangun masing-masing agen yang saling berperang mengklaim kamilah sang juara.

Hebatnya situasi ini membuat jarak sebuah wilayah maupun negara sudah tidak mempunyai batas, kita menjadi korban invasi dari berbagai macam produk yang di jual. Mampukah produk ini di serap oleh memori kita?, tentu tidak, produk yang bisa kita kenal hanyalah yang mampu memberikan taste tersendiri untuk kita, mampu memberikan kesan yang mendalam pada diri kita, yang akan memberikan efek yang luar biasa karena akan berimbas pada network yang kita miliki. Menjadi referensi buat semua saudara-saudara kita, teman-teman kita dan keluarga kita.

Untuk memastikan bahwa kita memiliki produk yang bisa menjadi bahan referensi utama oleh costumer, kita harus memiliki tim front liner yang handal. Front liner ini bukan hanya cantik yang utama namun taste dan pengetahuan yang diberikan mampu memberikan referensi yang kuat bagi costumer.

Saya teringat kejadian pada bulan Maret 2009, sewaktu akan melakukan penarikan uang tunai di Bank BCA, saya mempunyai masalah lain karena kartu ATM tersebut hilang. Disana ternyata saya tidak menyangka bahwa ada frontliner BCA yang begitu tangkas bisa menghandel komplain keluhan pertama pelanggan, kejadiannya begini setelah akan mengambil nomor antrian tiba-tida ada seorang duty officer memberikan nomor antrian tersebut dengan senyum ramah yang khas langsung menanyakan permasalah yang bisa dibantu untuk diselesaikan. Pemahaman akan produk yang saya butuhkan benar-benar membuat saya terpuaskan saat itu juga, walaupun masih bersifat temporer. Namun pengalaman dengan penjelasan yang baik dan profesionalitas yang tinggi mampu menaikkan taste Bank BCA ke benak saya dan hal tersebut telah menjadi referensi bagi saya, teman, keluarga untuk membuka rekening di BCA hanya karena pelayanan tersebut.

Namun di lain pihak sering kita jumapai front liner dengan penampilan dan kostum menarik tidak bisa menyelaisakan masalah keluhan konsumen, walaupun itu sifatnya sementara. Ini terjadi karena taste yang diberikan oleh front liner hanya sekedar bersifat surfacing saja tidak sampai pada tahap pelatihan yang mendalam akan pengetahuan standar produk. Ketidak mampuan frontliner menyelesaikan masalah menjadi momok tersendiri kerena konsemen akan menjadikan hal tersebut senjata yang memetikan karena efek dari Word Of Mouth yang biasanya dilakukan referensi seorang teman,sahabat, saudara. Perlu diketahui referensi ini sangat kuat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan.

Hal tersebut memang nampak seperti dua sisi mata uang “front liner” yang hanya kita anggap pajangan ternyata menjadi senjata pertama yang harus mampu menusuk ke jantung konsumen. Jika ternyata senjata yang disampaikan hanya menyentil di permukaan, tentulah kita kecewa karena ternyata produk yang digembar-gemborkan bukanlah apa-apa.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 3% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (5)

Ini adalah bagian ke lima dari tulisan “Change Our Mind Set” selamat menikmati:

AJIAN KEPEPET

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, kerena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan

Suatu hari saya berdiskusi dengan sahabat saya tentang ide untuk menambah penghasilan, terbesitlah pikiran untuk membuat dokmentasi buku tahunan anak sma dalam format film documenter, dan memang hal ini adalah merupakan yang pertama dikerjakan di kota makassar. Sebab biasanya buku tahunan hanya sebuah buku yang berisi dokumentasi yang bersifat 2 dimensi. Kali ini kita sengaja menambil ide gila format buku tahunan dalam bentuk 3 dimensi, karena kami sadar diri jika bersaing di buku 2 dimensi jualan kami tak akan laku. Namun jika dalam bentuk 3 dimensi besar kemungkinan untuk mendapatkan proyek ini karena merupakan hal yang pertama.

Setelah ide tersebut telah disepakti bersama, mulailah demo presentasi kami lakukan. Kami membagi menjadi 2 divisi yakni bagian produksi dan pemasaran. Sebenarnya untuk software pendukung team kami benar-benar blank, tak satu pun yang mengetahuinya, namun karena niat untuk mendapatkan penghasilan tambahan kami mulai belajar dengan tutorial secara otodidak, bukan dengan membaca buku. Didorong semangat yang tinggi dan rasa haus untuk belajar akhirnya demo presentasi berhasil kami wujudkan. Setelah demo tersebut telah selesai dibuat mulailah perburuan proyek dilakukan, hampir semua sekolah SMA kami masuki, semua jurus marketing yang kami miliki dikeluarkan semuanya, mau tidak mau karena waktu perpisahan semakin dekat, itu berarti time limid untuk mendapatkan proyek semakin sedikit waktunya.

Berkat kegigihan dan semangat semua rintangan yang dirasakan tidak membuat kami mundur dan ciut. Tapi justru semua itu menjadi pemicu kami untuk bisa mendapatkan proyek ini. dengan kegigihan yang tinggi, akhirnya kami bisa mendapakan proyek satu sekolah. Perlu diketahui untuk peresentasi yang kami lakukan menggunakan laptop yang sebenarnya merupakan barang pinjaman, jadi modal utama kami disini hanyalah benar-bener nekad semata.

Proyek telah didapatkan bukan berarti jalan yang akan ditempuh semakin mulus, tapi justru sebaliknya ternyata masih sangat banyak keperluan yang kami butuhkan. Team kami juga harus berusaha keras untuk belajar software yang lebih banyak lagi untuk merealisasikan pekerjaan ini, setelah berjuang mati-matian akhirnya kami berhasil mendapat pinjaman handycam. Setelah dua minggu kerja keras yang dilakukan, akhirnya proyek ini bisa terlaksana dengan baik dan sukses. Keuntungan yang didapatkan juga jumlahnya sangat besar bagi ukuran mahasiswa seperti kami yang mendapat kiriman uang pas-pasan dari orang tua.

Kepepet memang merupakan hukum yang wajib dirasakan untuk belajar melalui proses Learning By Doing. Sama halnya ketika saya mempunyai ide untuk membuat workshop komputer buat kawan-kawan saya, karena saat itu saya sangat membutuhkan tambahan dana untuk membeli komputer, namun untuk memperoleh itu semua saya tidak memeliki uang yang cukup, namun semua kendala tersebut bukanlah kendala yang berarti dengan modal nekad dan semangat mulailah proposal saya buat dengan keyakinan bahwa workshop ini bisa berhasil.

Setelah yakin dengan isi dan konsep proposal bentuk kerjasama yang akan saya ajukan dengan pemilik modal, akhirnya perjuanganpun dilanjutkan ke tahap selanjutnya, saya harus mencari warnet yang mau mendukung ide saya ini, karena modal untuk menyewa tempat benar-benar tidak saya miliki. Hanya modal proposal dan nekadlah modal yang saya miliki. Semua warnet yang ada dikota makassar jumlahnya sudah tidak bisa dihitung banyaknya, hampir semua sudut kota makassar yang memiliki warnet telah saya singgahi dan jawaban yang hampir sama pun selalu saya dapatkan yaitu “belum besedia kerja sama”. Namun saya tetap yakin bahwa proyek ini akan sukses saya hanya perlu melangkah lagi perjuangan belum berhenti, motivasi diri terus saya bangun untuk menjaga semangat yang ada untuk tidak patah arang. Saya percaya bahwa untuk mendaki sebuah gunung haruslah melalui banyak rintangan dan tanjakan.

Sampai akirnya sampailah saya dengan pengelola warnet yang ada di kantor PT. Telkom, pihak pengelola besedia menawarkan kerja sama bahkan harga ditawarkan pun sangat muarah jauh dari prediksi semula. Mendapat kabar gembira seperti itu tentulah hati ini sangat senang karena semua bentuk perjuangan telah dilakukan. Namun ternyata kegembiraan ini tidak bisa berlangsung sampai 1 hari, karena ternyata saya mendapat telepon dari pengelola warnet PT. Telkom kalau tempat tersebut tidak bisa disewakan oleh pihak lain. Kembali lagi untuk sesaat saya merenung ternyata perjuangan belum berhenti. Kembali saya membangun motivasi diri ini, untuk tidak putus asa karena saya percaya bahwa Tuhan itu maha baik, semua usaha yang saya lakukakan pasti tidaklah sia-sia.

Ternyata benar bahwa Tuhan itu maha baik selang beberapa jam kemudian pengelola warnet PT. Telkom merekomendasikan tempat yang bisa saya ajak kerjasama, saat itu juga saya berangkat ketempat tersebut dan akhirnya perjuangan pun berhasil mencapai tujuan setelah sekian lama cobaan terus melanda. Tahap ini bukanlah tahap akhir namun baru merupakan tahap awal yang masih mudah untuk dijalani karena tahap selanjutnya masih ada pekerjaan rumah yang saya harus dikerjakan yaitu menarik peminat peserta workshop. Untuk pekerjaan menarik peserta kursus setiap hari sehabis kuliah, saya bergerilya di kampus untuk memperkenalkan kursus yang saya akan adakan di ransel yang ada dipundak bukan hanya berisi buku tetapi pamphlet yang telah saya siapkan untuk ditempel ditiap fakultas.

Dua minggu sudah berlalau usaha yang ditunjukkan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan, jumlah peserta yang mendaftar mulai banyak berdatangan. Diluar perkiraan ternyata antusias jumlah peserta untuk mengikuti pelatihan ini sangat tinggi jauh melawati perkiraan sebelumnya. Karena jumlah yang saya harapkan hanyalah bagaimana dana peserta yang saya dapatkan bisa menutupi modal. Untuk memikirkan keuntungan sudah tdak terpikirkan lagi. Namun ternyata kegembiraan itu harus ditunda dulu karena ternyata ketika jadwal kursus telah ditentukan banyak peserta kusrsus yang mengundurkan diri, padahal waktu terus maju sementara pemilik warnet telah menagih untuk pebayaran.

Sekali lagi dalam menghadapi semua persoalan kita harus berfikir secara holistic, tidak tergesa-gesa tapi mampu mengambil tindakan yang cepat untuk mengatasi krisis peserta ini. Melihat kondisi yang seperti ini akhirnya startegi berubah dari awalnya bagaimana menyaring sebanyak mungkin peserta kursus menjadi bagaimaana mempertahankan peserta kursus yang telah ada dan tetap mau untuk ikut dalam pelatihan ini. Dengan pola pendekatan system pemasaran seperti ini, akhirnya jumlah uang sebesar 1.6 juta rupiah bisa saya bayarkan kepada pihak tempat warnet. Semua peserta yang saya ajarkan sangat puas dengan pelatihan yang saya adakan bahkan mereka berharap untuk mendapatkan pelatihan dengan software yang berbeda. Ajian kepepet ternyata mampu membuat sesuatu menjadi sangat luar biasa

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 4% [?]

Incoming search terms for the article: