Posts Tagged ‘motivasi’

ORANG YANG MENGHALANGI ANDA

Bagaimana bila ada orang sedemikian ngotot menghalangi anda mencapai sukses ?
Bagaimana bila orang itu yang selalu merintangi anda di setiap usaha ?
Bagaimana perasaan anda terhadap orang itu ?
Bagaimana kalau orang itu selalu muncul sambil membawa segudang alasan untuk menghalangi anda bertindak ?

Bagaimana kalau orang itu adalah anda sendiri ?
boleh jadi ada kemungkinan, diri sendiri adalah musuh terbesar anda dalam menghalangi sukses.

Pernahkah anda memergoki diri anda sendiri berkata ” Aku tidak mungkin melakukan itu”
Bukankah suara kecil itu juga yang selalu merintangi tujuan anda, dan membawa beribu-ribu alasan bahwa ini dan itu adalah MUSTAHIL.

Keterbatasan yang anda miliki memang meminta anda untuk membatasi diri, tetapi keputusan tetap di tangan anda. suara kecil itu silahkan bicara apa saja.

Relakah anda dipenjara oleh keterbatasan ? tentu TIDAK.
Bayangkan apa yang dapat anda capai bila anda 100 % mendukung diri anda sendiri.

Nah Silahkan BERHENTI menghayal dan mulailah kehidupan.

Popularity: 8% [?]

Incoming search terms for the article:

PRASANGKA

Ketika anda memandang sesuatu persoalan, tanggalkan prasanka-prasangka.
Prasangka itu bagaikan sepatu yang nyaman dipakai namun tak dapat digunakan
untuk berjalan. Ia memberikan jawaban sebelum anda mengetahui pertanyaannya.
Dan, seburuk-buruknya jawaban adalah bila anda tak paham akan masalahnya.
Biarkan fakta yang tampak di hadapan, anda terima apa adanya. Jangan biarkan
prasangka menyeret anda ke ujung jalan yang lain. Munkin anda merasa aman
dengan prasangka anda. Namun sebenarnya ia berbahaya di waktu yang panjang.
Bila anda telah mampu melepaskan prasangka, anda akan menemukan pandangan
yuang lebih jernih, keberanian untuk mengatasi masalah dan jalan yang lebih
lebar. Bila anda mengenakan kacamata, maka yang melihat tetaplah mata anda,
bukan kacamata anda. Dan keadaan yang sebenarnya terjadi adalah apa yang
berada di balik kacamata. Bukan yang terpantul pada cermin kacamata anda.
Demikian pula halnya dengan diri anda, yang sesungguhnya melihat adalah hati
melalui mata anda. Prasangka itu adalah debu-debu pikiran yang mengaburkan
pandangan hati sehingga anda tak mapu melihat dengan baik. Usaplah prasangka
sebagaimana anda menyingkirkan debu dari kacamata karena keinginan anda
untuk melihat lebih jelas dan jernih lagi.

Popularity: 10% [?]

Incoming search terms for the article:

SANG JUARA

 

Suatu ketika, ada seorang anak yang sedang mengikuti sebuah lomba mobil balap mainan. Suasana sungguh meriah siang itu, sebab, ini adalah babak final. Hanya tersisa 4 orang sekarang dan mereka memamerkan setiap mobil mainan yang dimiliki. Semuanya buatan sendiri, sebab, memang begitulah peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya tak istimewa, namun ia termasuk dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding semua lawannya, mobil Mark lah yang paling tak sempurna. Beberapa anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk berpacu melawan mobil lainnya. Yah, memang, mobil itu tak begitu menarik. Dengan kayu yang sederhana dan sedikit lampu kedip diatasnya, tentu tak sebanding dengan hiasan mewah yang dimiliki mobil mainan lainnya. Namun, Mark bangga dengan itu semua, sebab, mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final kejuaraan mobil balap mainan. Setiap anak mulai bersiap di garis start, untuk mendorong mobil mereka kencang-kencang. Di setiap jalur lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4 “pembalap” kecilnya. Lintasan itu berbentuk lingkaran dengan 4 jalur terpisah diantaranya. Namun, sesaat kemudian, Mark meminta waktu sebentar sebelum lomba dimulai. Ia tampak berkomat-kamit seperti sedang berdoa. Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup memanjatkan doa. Lalu, semenit kemudian, ia berkata,”Ya, aku siap!”.
Dor. Tanda telah dimulai. Dengan satu hentakan kuat, mereka mulai mendorong mobilnya kuat-kuat. Semua mobil itu pun meluncur dengan cepat. Setiap orang bersorak-sorai, bersemangat menjagokan mobilnya masing-masing. “Ayo..ayo… cepat..cepat, maju..maju”, begitu teriak mereka. Ahha…sang pemenang harus ditentukan , tali lintasan finish pun telah terlambai. Dan, Mark lah pemenangnya. Ya, semuanya senang, begitu juga Mark. Ia berucap, dan berkomat-kamit lagi dalam hati. “Terima kasih.” Saat pembagian piala tiba, Mark maju ke depan dengan bangga.
Sebelum piala itu diserahkan, ketua panitia bertanya. “Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa kepada Tuhan agar kamu menang, bukan?”. Mark terdiam. “Bukan, Pak, bukan itu yang aku panjatkan” kata Mark. Ia lalu melanjutkan, “Sepertinya, tak adil untuk meminta pada Tuhan untuk menolongmu mengalahkan orang lain. “Aku, hanya bermohon pada Tuhan supaya aku tak menangis, jika aku kalah.” Semua hadirin terdiam mendengar itu. Setelah beberapa saat, terdengarlah gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi ruangan.
RENUNGAN
Teman, anak-anak, tampaknya lebih punya kebijaksanaan dibanding kita semua. Mark, tidaklah bermohon pada Tuhan untuk menang dalam setiap ujian. Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan dan mengatur setiap hasil yang ingin diraihnya. Anak itu juga tak meminta Tuhan mengabulkan semua harapannya. Ia tak berdoa untuk menang, dan menyakiti yang lainnya. Namun, Mark, bermohon pada Tuhan, agar diberikan kekuatan saat menghadapi itu semua. Ia berdoa, agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin, telah banyak waktu yang kita lakukan untuk berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan setiap permintaan kita. Terlalu sering juga kita meminta Tuhan untuk menjadikan kita nomor satu, menjadi yang terbaik, menjadi pemenang dalam setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa pada Tuhan, untuk menghalau setiap halangan dan cobaan yang ada di depan mata
Padahal, bukankah yang kita butuh adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya, dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu lemah untuk percaya bahwa kita kuat. Kita sering lupa, dan kita sering merasa cengeng dengan kehidupan ini. Tak adakah semangat perjuangan yang mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan memberikan kita ujian yang berat, bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah menyerah. Sesungguhnya, Tuhan sedang menguji setiap hamba-Nya yang shaleh. Jadi, teman, berdoalah agar kita selalu tegar dalam setiap ujian. Berdoalah agar kita selalu dalam lindungan-Nya saat menghadapi itu semua.

 

 

Popularity: 4% [?]

Incoming search terms for the article:

BAGAIMANA ANDA MAMPU KUAT BEKERJA

 

Bagaimana seorang tahan berjam-jam bekerja seolah tak mengenal lelah? apa pula rahasia pekerja rig (pengeboran) lepas pantai yang meninggalkan anak istri bertarung dengan angin dan badai?,bagaimana juga dengan para petani,nelayan,kuli sopir angkutan,pekerja berat yang tahan membanting tulang di tengah terik panas matahari atau dingin malam?,kekuatan apa yang mendorong mereka begitu kuat secara fisik dan tanguh secara mental?sedangkan di sudut sempit yang lain,banyak orang mengeluh karena persolanyan yang tak lebih besar dari ujung kuku.
Kekuatan itu bernama cinta,cinta yang melahirkan dan pengabdian bagi kepada siapakah mereka mempersembahkan hasil kerja mereka,kepada keluarga nun jauh disanam kepada masyarakat banyak yang membutuhkan karya mereka kepada alam yang mengasuh mereka kepada masa depan kehidupan yang sejahtera,atau kepada hati tempat cinta itu mengalir.
Bila anda berkeluh kesah hanya karena harus memperpanjang waktu kerja anda beberapa jam saja,maka kenanglag punggung bungkuk seorang kakek yang menarik sampah kota ini.Beliamemiliki sesuatu yang ia cintai,yang kepadanya ia ulurkan kerja kepada beliau kita belajar tentang pengabdian atas nama cinta.

 

Popularity: 10% [?]

Incoming search terms for the article:

BATU BESAR

 

SEORANG dosen sedang memberikan kuliah tentang manajemen waktu kepada mahasiswa MBA di suatu hari. Dengan penuh semangat ia berdiri di depan kelas dan berkata,”oke, sekarang waktunya untuk quiz…” Berikut ini kisahnya!!!
Ia mengeluarkan sebuah ember kosong dan meletakannya di atas meja. Kemudian ia mulai mengisi ember itu dengan batu sebesar kepalan tangan sampai penuh. Dosen itu bertanya,”menurut kalian, apakah sekarang ember ini telah penuh?”
Serentak semua mahasiswa berkata,”Tentu saja, Ya…”
Dosen itu tersenyum dan bertanya,”Yakinkah kalian?” Kemudian ia mengeluarkan kembali sekantung batu kerikil kecil dan perlahan menuangkannya ke dalam ember yang berisi batu tadi. Perlahan tapi pasti kerikil-kerikil tersebut mengisi ruang kosong yang diciptakan oleh batu yang masuk sebelumnya. Setelah mengisi penuh ember tersebut dengan kerikil, dosen itu bertanya kembali,”Nah…sekarang menurut kalian, apakah ember ini telah penuh?”
Kali ini para mahasiswa terdiam. Beberapa saat beberapa mahasiswa menjawab ragu,”Mungkin tidak…”
“Bagus..”kata dosen itu. Kemudian ia mengeluarkan sekali lagi sekantung pasir dan mulai menuangkan ke dalam ember sambil digoyang-goyangkan sehingga pasirnya masuk mengisi celah antara batu dan kerikil tadi. Setelah penuh dosen itu bertanya kembali,”Baiklah, sekarang apakah menurut kalian ember ini sudah penuh?”
“Beelllummm…” sahut seluruh mahasiswa itu serentak.
“Bagus…bagus…” kata dosen itu sambil tersenyum memandang seluruh mahasiswanya. Kembali dosen itu mengeluarkan segalon air dan mulai mengisi ember itu sampai air memenuhi bibir ember tersebut. Kemudian bertanyalah dosen itu, “Mengertikah kalian arti dari ilustrasi yang baru saja saya sampaikan tadi?”
Seorang mahasiswa sontak mengacungkan tangan,”artinya tak peduli petapa padatnya waktu kita tapi apabila kita mau melakukannya maka semua bisa kita kerjakan.”
“Oh bukan begitu maksudnya. Apa yang ingin saya sampaikan adalah…”kata dosen itu sambil menatap satu per satu mahasiswanya,” kenyataan dari ilustrasi itu yaitu apabila kita tidak pernah memasukkan “batu besar” itu terlebih dahulu maka kita tidak akan bisa memasukkan semuanya….”
Terdapat Renungan di dalamnya:
Apa maksud “batu besar” tersebut dalam hidup Anda? Pekerjaan, keluarga, anak-anak, pasangan hidup, waktu untuk memberi perhatian kepada orang lain, mendengarkan orang lain, peduli terhadap orang lain, melakukan pekerjaan yang dicintai, kesehatan Anda, teman atau semua yang berharga.
Ingatlah untuk selalu memasukkan “batu besar” terlebih dahulu atau Anda akan kehilangan semuanya. Bila Anda mulai mengisinya dengan hal-hal kecil (kerikil, pasir dan air) maka hidup Anda akan dipenuhi dengan hal-hal kecil yang merisaukan dan ini sebenarnya tidak perlu terjadi. karena dengan begitu Anda tidak akan pernah memiliki waktu yang besar untuk melakukan hal-hal lain yang lebih besar dan berguna.
Karena itu pikirkanlah dan ingatlah setiap awal hari sebelum Anda akan mulai melakukan sesuatu: Apakah “batu besar” yang hari ini akan saya kerjakan pertama kali?

 

 

Popularity: 16% [?]

Incoming search terms for the article:

MEMBERI TANPA PERTIMBANGAN

Cobalah untuk mengawali suatu hari anda degnan niat untuk memeberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa recah yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan : diberikan. Apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga atau, anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta.

Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka. Barangkali ada rasa neggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang “berlatih” memberi, mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti?
Rasakan saja, kini sesuatau mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.
Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan.Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.

Cobalah untuk mengawali suatu hari anda degnan niat untuk memeberi. Mulailah dengan sesuatu yang kecil yang tak terlalu berharga di mata anda. Mulailah dari uang receh. Kumpulkan beberapa recah yang mungkin tercecer di sana-sini, hanya untuk satu tujuan : diberikan. Apakah anda sedang berada di bis kota yang panas, lalu datang pengamen bernyanyi memekakkan telinga atau, anda sedang berada dalam mobil ber-ac yang sejuk, lalu sepasang tangan kecil mengetuk meminta-minta.

 

Tak peduli bagaimana pendapat anda tentang kemalasan, kemiskinan dan lain sebagainya. Tak perlu banyak pikir, segera berikan satu dua keping pada mereka. Barangkali ada rasa neggan dan kesal. Tekanlah perasaan itu seiring dengan pemberian anda. Bukankah, tak seorang pun ingin memurukkan dirinya menjadi pengemis. Ingat, kali ini anda hanya sedang “berlatih” memberi, mengulurkan tangan dengan jumlah yang tiada berarti?

Rasakan saja, kini sesuatau mengalir dari dalam diri melalui telapak tangan anda. Sesuatu itu bernama kasih sayang.

 

Memberi tanpa pertimbangan bagai menyingkirkan batu penghambat arus sungai. Arus sungai adalah rasa kasih dari dalam diri. Sedangkan batu adalah kepentingan yang berpusat pada diri sendiri. Sesungguhnya, bukan receh atau berlian yang anda berikan.Kemurahan itu tidak terletak di tangan, melainkan di hati.

 

 

Popularity: 3% [?]

Incoming search terms for the article:

MAWAR UNTUK IBU

Seorang pria berhenti di toko bunga untuk memesan seikat karangan bunga yang akan dipaketkan pada sang ibu yang tinggal sejauh 250 km darinya. Begitu keluar dari mobilnya, ia melihat seorang gadis kecil berdiri di trotoar jalan sambil menangis tersedu-sedu. Pria itu menanyainya kenapa dan dijawab oleh gadis kecil, “Saya ingin membeli setangkai bunga mawar merah untuk ibu saya. Tapi saya cuma punya uang lima ratus saja, sedangkan harga mawar itu seribu.”

Pria itu tersenyum dan berkata, “Ayo ikut, aku akan membelikanmu bunga yang kau mau.” Kemudian ia membelikan gadis kecil itu setangkai mawar merah, sekaligus memesankan karangan bunga untuk dikirimkan ke ibunya.

Ketika selesai dan hendak pulang, ia menawarkan diri untuk mengantar gadis kecil itu pulang ke rumah. Gadis kecil itu melonjak gembira, katanya, “Ya tentu saja. Maukah anda mengantarkan ke tempat ibu saya?”

Kemudian mereka berdua menuju ke tempat yang ditunjukkan gadis kecil itu, yaitu pemakaman umum, dimana lalu gadis kecil itu meletakkan bunganya pada sebuah kuburan yang masih basah.

Melihat hal ini, hati pria itu menjadi trenyuh dan teringat sesuatu. Bergegas, ia kembali menuju ke toko bunga tadi dan membatalkan kirimannya. Ia mengambil karangan bunga yang dipesannya dan mengendarai sendiri kendaraannya sejauh 250 km menuju rumah ibunya.

Popularity: 3% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (18)

BUKAN KEBETULAN

Kadng kita dibuat terkagum-kagum dengan anak-anak yang telah mampu mengukir prestasi diusia mereka yang masih sangat muda. Sama halnya yang terjadi pada Zhang Xinyang, Anak Ajaib dari Tiongkok Umur 13 Tahun, diusianya yang masih belia dia sedang melanjutkan kuliahnya pada program Pascasarjana Universitas Teknologi Beijing.

Zhang Xinyang mengambil jurusan yang jarang diminati oleh kita pada umumnya. Jurusan yang diambil adalah jurusan Matematika. Untuk Gelar S-1 Zhang Xinyang menempuh jurusan Matematika di Universitas Teknik Tianjin. Perjalanan akademik Zhang memang membuat banyak orang terkesima. Pertama mulai merasakan suasana sekolah SD pada umur lima tahun, Zhang kecil cukup menammatkan sekolahnya hanya butuh waktu dua tahun. Melanjutkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi jenjang SMP dan SMA juga dijalaninya dengan kilat. Di usianya 10 tahun Zhang telah terdaftar sebagai mahasiswa matematika di Universitas Teknik Tianjin.

Zhang memang benar-benar menggandrungi matematika. Demi mewujudkan mimpinya sebagai pakar matematika, dia benar-benar menggembleng diri. Ia juga menyiapkan betul ujian masuk perguruan tinggi (NCEE) sedari awal. Usahanya tidak sia-sia. Zhang lulus ujian NCEE dengan skor 505, atau 47 poin di atas skor rata-rata.

Kecintaannya membaca buku termasuk buku di luar studinya, membuat Zhang hanya butuh kurang dari tiga tahun dari jatah empat tahun, untuk menuntaskan skripsi. Kita mungkin mengangagap Zhang sebagi anak seorang dosen, karena saking mudanya. Walaupun usianya masih cilik ia tidak mau berdiam diri begitu saja, Zhang juga memulai belajar mandiri dengan menjadi tutor matematika paruh waktu.

Hal yang di alami oleh Zhang bukanlah hal yang ajaib dan bukan hanya semata-mata berupa give dari ilahi , tetapi karena talent dan pola didikan yang telah dialami oleh sak anak dari orang tuanya. Sang anak telah diajarkan nilai-nilai kerja keras dan berani untuk mengejar impian sedari mereka masih kecil. Sama halnya dengan professor termuda Amerika Serikat yang asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, sejak kecilnya telah bermimpi untuk menjadi pendidik di luar neger. Keinginan besar untuk mencapai hal tersebut karena dorongan dan motivasi yang terus-menerus di berikan oleh kedua orang tuanya.

Contoh teladan yang sering diperlihatkan oleh kedua orang tuanya menambah semangatnya untuk terus mengejar impiannye tersebut. Akhirnya cita-cita itu semua saat ini bisa diwujudkan dan tidak tanggung-tanggung dalam usia yang sangat muda telah mendapatkan gelar professor. Nama professer muda tersebut adalah Nelson Tansu yang merupakan professor termuda yang dimiliki Amerika Serikat saat ini. Prof Nelson mengajar di Lehigh University salah satu universitas terbaik yang terdapat di negeri Paman Sam.

Titik balik riwayat pedidikan Nelson dimulai ketika dia menjadi lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan 1995, dan termasuk dalam finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Sukses ini, kemudian berlanjut setelah dirinya mendapat tawaran beasiswa dari Bohn’s Scholarships untuk melanjutkan kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat. Nelson memulai statusnya sebagai mahasiswa pada September 1995, dan meraih gelar bachelor of science hanya dalam tempo dua tahun lebih sembilan bulan, dengan predikat summa cum laude. Setelah merampungkan S-1-nya di bidang applied mathematics, electrical engineering, and physics pada tahun 1998. Saat ini Nelson yang asli Indonesia berdarah keturunan Tionghoa ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya. Memasuki usianya yang ke 25 tahun Nelson telah mengukir prestasi dengan berhasil meraih gelar PhD di University of Wisconsin, Madison, dan menjadi staf pengajar mahasiswa S-3.

Nelson menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania, mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3), bahkan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer. Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Nelson telah menjadi bahan insprirasi bagi mahasiswanya sendiri, ia sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, terutama di Washington DC. Selain itu, Nelson juga sering di undang oleh universitas yang berasal dari luar Amerika seperti Kanada, sejumlah negara di Eropa, dan Asia. Namun ada satu hal yang lebih fenomenal yang telah dihasilkan oleh Nelson yaitu ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.

Meski namanya sudah banyak dikenal di seluruh dunia, hanya sedikit yang tahu bahwa guru besar muda ini berasal dari Indonesia. Berkat prestasi Nelson Tansu yang luar biasa, ia sempat menjadi incaran dan malah “rebutan” kalangan universitas AS dan mancanegara.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 9% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (19)

LIFE WITH YOUR DREAM

Jika sempat jalan-jalan ke kota Pangandaran coba tanyakan siapa Ibu pangandaran, tertulah semua suara akan sama bahwa Ibu yang dimaksud adalah Susi Pudjiastuti, seorang sosok pebisnis tangguh yang memulai usahanya dari nol. Ibu Susi juga tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi dia hanya lulusan SMP, yang ketika SMA di drop out dari sekolah. Dengan berbekal modal 750 Ribu hasil menjual gelang, kalung, dan cincin miliknya, Susi mulai menjadi pengepul ikan pada tahaun 1983. Awal mulai usahanya dijalankan, dia hanya mampu membeli 1 kg ikan, besoknya mulai meningkat menjadi 2 kg, kemudian terus meningkat volume pembeliannya. Karena keuletan Ibu susi dalam waktu hanya satu tahun, ia sudah menembus pasar besar Cilacap, Jawa Barat.

Dari keuntungan yang ia tabung, Susi kemudian membuka usaha sewa-menyewa perahu serta mobil angkutan hasil-laut bagi para nelayan. Kini ibu susi telah memiliki ratusan perahu nelayan dan truk. Bu Susi memulai semua aktifitasnya setiap harinya mulai pada pukul 15.00, ia ke Jakarta untuk setor. Di tengah jalan, ia mampir ke Cikampek untuk mengambil kodok. Sampai di Jakarta malam. Setelah mandi dan istirahat ia langsung balik ke Pangandaran itulah aktifitas hariannya ketika usahanya mulai dikembangkan. Selama bertahun-tahun ia harus mendampingi pasokannya menempuh jarak ratusan kilometer pulang-pergi.

Pada tahun 1996 pasar lobster menjadi overload pabrik-pabrik yang semula menjadi pengumpul hasil laut dari bu susi banyak yang mempermainkan harga, dengan kejadian tersebut bu susi kembali memberanikan diri untuk langsung mengekspor hasil lautnya itu. Karena permintaan yang cukup tinggi dari pasar luar negeri maka Bu Susi nekad membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan buatan Amerika Serikat pada tahun 2004, dan ternyata buah dari kenekatannya tesebut pemintaan dari luar negeri semakin banyak.

Untuk urusan kenayaman kerja dan meningkatkan produktifitas karyawannya Bu susi tidak tanggung-tanggung mendirikan pabrik yang mempunyai fasilitas yang sangat modern, yang disainnya bangunanya dibuat menyerupai mall. Nilai Omzet juga dalam jumlah yang sangat besar, yang pada saat awal pendirian PT ASI Pudjiastuti hanya sekitar US$ 2 juta membengkak, menjadi US$5 juta pertahun.

Ternyata untuk dalam menjalani kehidupan, kita harus berani berminmpi untuk menwujudkan hal-hal besar dalam hidup kita. Sama halnya dengan Ibu Susi, dengan impian yang besar dibarengi dengan keuletan yang tinggi, perempuan yang dulunya hanya menjual ikan dengan bakulan itu, kini telah menjual ikannya dengan pesawat terbang ke berbagai belahan dunia.

Kisah yang sama dialami oleh penjaga sekolah saya sewaktu masih duduk di sekolah dasar. Bapak tersebut hanya menjadi pesuruh biasa di sekolah, nasibnya berubah menjadi pengawas sekolah, yang bertugas mengawasi kinerja kepala sekolah yang ada di wilayahnya. Padahal pada awalnya dia hanyalah penjaga sekolah yang hanya bertugas sebagai “office boy”. Nama bapak penjaga sekolah itu adalah Dg.Nai* Senyuman yang khas dan sambutan yang selalu hangat tak akan pernah kami lupakan setiap siswa yang pernah sekolah di sekolah ini pasti mengenal dengan baik Dg.Nai.

Singkat cerita karena sikap yang ditunjukkan, dirinya penuh dengan nilai-nilai positif serta kerajinan dan ketekunan, maka pihak sekolah menjadikannya pegawai negeri untuk menjadi pesuruh sekolah. Setelah di angkat menjadi pegawai Dg.Nai tidak menyia-nyiakan waktu yang tertinggal, dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di D3, setammatnya di D3 Dg.Nai mulai mengajar anak-anak SD dan warungnya pun masih tetap buka. Lama berselang Dg.Nai masih terobsesi dengan mimpinya untuk menjadi seorang pengawas sekolah atau disebut dengan penile sekolah.

Sampai suatu ketika ada pengumuman penerimaan pegai khusus menjadi pengawas. Dengan modal tekad dan semangat dia yakin untuk lolos seleksi ditingkat propinsi. Padahal lowongan yang tersedia bisa dihitung jari sementara jumlah peserta yang terjaring mencapai ratiusan orang dengan jabatan rata-rata peserta adalah orang-orang yang telah menjadi kepala sekolah.

Ternyata Dg.Nai tidak ciut nyali sebaliknya dai bertabah semangat dan yakin bahwa dia akan terangkat menjadi pengawas. Semua orang menertawakan terhadap apa yang dicita-citakan Dg.Nai apalagi jika melihat latar belakang pendidikanny dengan modal pengalaman yang belum terlalu lama. Namun jawaban Dg.Nai jika mendapat ledekan dari teman-temannya Kita lihat saja nanti siapa yang akan tertawa.

Setiap malam Dg.Nai bangun sholat malam untuk mengajukan proposal kepada Allah untuk diangkat menjadi pengawas kepala sekolah. Karena doanya yang terus-menerus akhirnya Dg.Nai lulus seleksi dan diangkat menjadi pengawas sekolah, dia mengalahkan pesaing-pesaingnya yang rata-rata pernah menjabat kepala sekolah. Satu pesannya kepada saya ketika akan kembali ke Jakarta, bahwa hiduplah dengan mimpimu jangan pernah mematikan mimpimu.

Mungkin sama halnya dengan para kontestan Indonesian Idol yang memimpikan menjadi idola baru yang dan dipuja banyak orang, anda juga tentunya sering menyaksikan Indonesian Idol, pada penampilan kontestannya rata-rata masih muda dengan wajah dananan yang menarik, namun hal tersebut tidak berlaku di Inggris sewaktu diadakan konteas Britian Got Talent sama seperti American Idol, “Susan Boyle 47 tahun” saat berdiri di atas pangung Nampak seperti wanita yang datang dari kampung, jauh dari dandanan kelas artis, dia gemuk kikuk dan penampilan panggungnya pas-pasan, pada saat berdiri di atas panggung semua orang yang hadir pada tempat itu ingin melewatkan saja penampilan Susan. Namun semua keraguan tersebut dibalas oleh Susan, sewaktu mulai menyanyikan lagu opera, “I Dreamed a Dream” dari Les Miserables, semua mata menjadi takjub, suaranya yang sangat indah, sangat merdu, membuat para penonton berulang-ulang berdiri memberi tepuk tangan. Para juri Cowell, Piers Morgan, dan Amanda Holden, ikut terngaga mendengar suara menakjubkan Susan Boyle. Karena suara emas yang khas yang dimilikinya tersebut, dalam sekejap Susan Boyle menjadadak menjadi celebrity dunia. Puluhan juta orang di seluruh belahan dunia dibuat penasaran mereka ramai-ramai menyaksikan penampilannya pada situs You Tube.

Tidak tanggung-tanggung ABC News, CBS, CNN, station televisi ternama ini sampai berebut ingin mewawancarai Susan Boyle. Dari penelusuran mereka, termasuk laporan CBS ketika meliput langsung ke kediaman Susan Boyle di Blacburn Skotlandia, Susan Boyle merupakan sosok wanita sederhana yang aktif dalam kegiatan Gereja. Tidak ketinggalan Oprah Winfrey sudah mengundangnya datang untuk duduk di sofanya dalam acara yang ditonton di seluruh dunia. Ia memang memiliki cerita hidup yang layak diceritakan di Oprah Winfrey Show. Bukan hanya penampilan yang tidak “ngartis” tapi juga kehidupan sendiri yang cukup dramatis.

Pada awal kelahirannya Susan sempat kehabisan oksigen dan membuat perkembangan otak sedikit abnormal. Begitu pula saat disekolah dia menjadi murid yang terbelakang dan menjadi bahan ejekan teman-temannya. Pernah suatu ketika sekitar 14 tahun silam Susan juga ikut audisi acara televisi My Kind of People, namun ia begitu grogi sehingga gagal. Karena cintanya pada dunia tarik suara Susan Boyle rela untuk belajar dari seorang guru vokal, Fred O’Neil. Dari hasil belajarnya tersebut satu dekade silam, Susan pernah melakukan rekaman lagu dengan judul “Cry Me a River”. Album tersebut ditujukan sebagai peringatan pergantian milenium di kampung asalnya. Satu hal yang menjadi motivasi terbesar Susan pada dunia tark suara adalah kerena almarhum Ibunya tercinta. Pentas pertama setelah ibunya meninggal adalah di depan Simon Cowell yang mengguncangkan dunia itu. Sesaat sebelum tampil, Cowell sempat bertanya tentang umur dan hal-hal kecil lain. Boyle mengaku belum pernah pacaran. Ciuman juga belum pernah. Sekarang juga tinggal hanya dengan seekor kucing di rumahnya.

Ternyata kehebatan sebuah mimpi bisa menwujudkan hal-hal diluar dari daya imaginasi kita, karena mampu mengubah impian menjadi sebuah kenyatan, kita tentunya takkan sedikitpun melewatkan waktu untuk mengejar impian tersebut, tanpa pernah mengenal rasa lelah dan kalah untuk mendapatkan semuanya.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 7% [?]

CHANGE OUR MIND SET (17)

NEKAD AJALAH

Saya pernah melakukan proyek renovasi rumah milik kawan saya, untuk keperluan ini, pada elemen fasadnya akan ditambahkan pemasangan batu alam, untuk memesan batu alam ini saya ingat lokasi yang sering saya lewati sewaktu kuliah, setibanya di sana untuk membeli batu alam ini, ternyata yang pemilik toko masih sangat muda, usianya masih 20 tahunan. Pada saat mau beli batu alam ini pun saya mendapat penjelasan tentang tipe batu yang cocok untuk rumah yang sedang saya renovasi. Setelah sekian lama dijelaskan detail batu alam yang diinginkan pertanyaan terakhir yang saya ajukan adalah berapa modal untuk membangun usaha ini sambil tersenyum kawan saya ini pun berkata modalnya hanyalah nekad. Dia bercerita bagaimana dia nekad merantau dari jawa ke makassar tanpa modal apa-apa namun dengan keberanian dan kepercayaan akan sebuah arti kesuksesan maka usahanya pun maju sampai seperti sekarang ini.

Saya kemudian teringat kisah sewaktu masih berada di Banjar masin ada seorang pengusaha sukses di daerah Batu Licin yang memiliki berbagai macam jenis usaha mulai dari travel, toko kelontong sampai usaha pengangkutan dia kelola. Ternyata awal kisah sukses hidupnya di Batu Licin ini, hanya bermodalkan pakaian yang menempel di badannya. Bapak ini hanya seorang perantauan dari negeri Cina dan samapi ke Batu Licin dengan perahu. Namun karena kegigihan tekad dan semangat dia telah menjadi pengusaha yang di segani di daerah Batu Licin.

Pernah juga sewaktu kuliah saya juga bekerja partime di sebuah event organizer untuk menambah penghasilan saya sebagai mahasiswa, ditempat tersebut saya bekerjasama dengan kontraktor eksebition dari PT.Creator kebetulan dengan pimpinan Creator ini akrab dengan saya, gayanya santai dan penuh semangat jika dia bercerita, saya sempat bertanya kepadanya bagaimana awal kariernya sehingga perusahaannya bisa menjadi perusahaan kontraktor eksbesi yang cukup di segani di kota Makassar, dengan tersenyum dia berkata bahwa dia hanya bermodalkan nekad, dia jebolan Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin yang memutuskan berhenti kuliah pada semester 4.

Sepertinya sudah menjadi rumus wajib bahwa untuk menjadi orang-orang luar biasa, nekad itu menjadi jimat yang paling ampuh untuk meraih kesuksesan. Sama halnya dengan Tony Chistiansen dia adalah seseorang yang sejak kecilnya kehilangan kedua kakinya akibat tergilas kereta api, namun keinginannya untuk tidak distimewakan dan diperlakukan seperti orang pada umumnya telah membuatnya menjadi orang yang luar biasa. Sebagai latihan terapi untuk memulihkan kondisinya ayahnya memutusakan untuk mengajarkan renang kepadanya, walaupun sebenarnya Tony Chistiansen tidak tahu berenang dan membenci air.

Namun sewaktu sesi latihan renang dimulai oleh pelatihnya ia langsung didorong ke dalam kolam renang dan akibatnya Tony tenggelam dan diangkat menggunakan dengan jala. itulah sesi latihan pertama yang tidak mungkin terlupakan baginya , hari-hari selanjutnya dia mulai belajar mengapung dan berenang sejauh satu mil, 52 kali panjang kolam renang tanpa henti.

Saat SMA pelatihnya menyarankan Tony Chistiansen untuk ikut surf life guard (penyelamat berselancar) dia bergabung dengan Omanu Pasific Surf Club dan telah menyelamatkan 33 nyawa dan mendapatkan penghargaan sertifikat dari World Lifesaving Federation. Tony Chistiansen telah mewakili selandia baru lima kali keikut sertaan pertandingan yang berbeda :World,Paralympic,dan FESPIC dan memenangkan 35 medali selama karir atletiknya. Prestasi itu semua diraih sewaktu usianya masih di bawah 20 tahun.

Tony Chistiansen juga seorang yang aktif dalam olahraga taekwondo dan meraih Dan 2 selain itu dia juga adalah seorang pilot bersertifikasi, juara speedway dan balap motor. Tony Chistiansen bahkan telah mendaki gunung Klimanjaro yang terkenal sebagai atap afrika, dia juga telah berkeliling keberbagai negara Asia dan Eropa, berbicara di depan forum international yang tampil sebagai motivator yang dihadiri peserta pulah rbu orang dan semua prestasi yang diperoleh oleh Tony Chistiansen saat dia tidak mempunyai kedua kakinya.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 7% [?]

Incoming search terms for the article: