Posts Tagged ‘Kepelabuhanan’

SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN

Alur pelayaran dan rambu rambunya yang ada sekarang ini perlu dilakukan pemantauan dan pemeliharaan secara rutin untuk menjaga keselamatan dan kelancaran kapal yang melakukan pelayaran tersebut.

Bahaya terjadinya kecelakaan pada pelayaran memberikan dampak yang sangat luas, bukan hanya faktor nyawa manusia di kapal yang bersangkutan namun pada kapal yang mengangkut bahan-bahan cair lainnya yang mudah dibawa arus laut, maka pengotoran/polusi laut akan menyebar luas ketempat lain yang jauh dari tempat kejadian.

(more…)

Popularity: 53% [?]

Incoming search terms for the article:

PELAYANAN KAPAL

Pelayanan kapal dimulai dari kapal masuk ke perairan pelabuhan, berada di kolam pelabuhan, ketika akan bersandar di tambatan, sampai saat kapal meninggalkan pelabuhan.
Perairan pelabuhan adalah permukaan air yang masuk daerah perairan pelabuhan, dimulai dari garis pantai sampai dengan titik-titik koordinat tertentu yang batas-batasnya telah ditentukan. Perairan pelabuhan ini merupakan daerah yang aman, dalam arti tidak terganggu oleh alur pelayaran, arealnya luas sehingga tidak memungkinkan kapal bertabrakan ketika berlabuh atau bersandar, kedalaman alur yang memadai sehingga kapal tidak kandas dan bebas dari penangkapan ikan
Dalam rangka menjaga keselamatan kapal, penumpang dan muatannya sewaktu memasuki alur pelayaran menuju dermaga atau kolam pelabuhan untuk berlabuh, maka untuk pelabuhan-pelabuhan tertentu dengan kapal-kapal tertentu harus dipandu oleh petugas pandu dari Pelabuhan. Perairan-perairan yang termasuk dalam kategori perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar batas perairan pandu telah ditetapkan batas-batasnya oleh pemerintah. Untuk mengantar petugas pandu ke/dan kapal diperlukan peralatan kapal yang disebut kapal pandu.
Dalam pelaksanaan pemanduan kapal, sangat diperlukan tersedianya tenaga pandu serta tersedianya sarana penunjang pemandu yang meliputi sarana kapal tunda dan kapal kepil. Terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan dan mempunyai panjang kapal lebih dari 70 meter, harus menggunakan kapal tunda yang jenis dan peraturannya akan dijelaskan kemudian. Sedangkan terhadap kapal yang panjangnya (LoA= Length of All) lebih dari 30 meter, sebagai pertimbangan keselamatan, diharuskan menggunakan kapal kepil. Pengepilan adalah melaksanakan pekerjaan untuk mengikat dan melepaskan tali kapal-kapal yang berolah gerak ketika akan bersandar atau bertolak dari sebuah dermaga, jembatan, pelampung, dolphin,dll. Pelaksanaan pengepilan ini dilakukan oleh regu kepil yang dilengkapi dengan kapal kepil.
Pelayanan kapal lainnya adalah melayani kebutuhan air untuk kapal, sehingga di dermaga disediakan keran air yang bisa disalurkan langsung ke kapal dengan selang dan/atau dengan menggunakan tongkang yang disebut tongkang air.

Popularity: 17% [?]

Incoming search terms for the article:

PENGENALAN SISTEM PENANGANAN PETIKEMAS

PENGENALAN SISTEM PENANGANAN PETIKEMAS

Dalam sistem penaganan Petikemas yang dilakukan harus ditinjau dari beberapa aspek antara lain :
1. Dari sudut pandang Pemilik Kapal
2. Dari sudut pandang Pengelolan Terminal Petikemas

A. Dari sudut pandang Pemilik Kapal
Sasaran dari sudut pandang Pemilik Kapal adalah untuk Keuntungan maksimum melalui pendapatan maksimu. Untuk mencapai sasaran tersebut beberapa kinerja operasional yang harus dicapai antara lain:
- Kapal termuati secara optimal (mendekati penuh) sehingga biaya pengangkutan dan keuntungan dapat sebanding dengan muatan yang dibawa oleh kapal.
- Jarak tempuh maksimum untuk memaksimalkan siklus kapapl dalam mengirim barang ke suatu tempat tujuan. Makin cepat siklus kapal dalam mengirim barang dalam satu waktu maka barang yang dikirim juga akan semakin banyak yang tentunya berpengaruh juga pada pendapatan.
- Biaya di dermaga sekecil mungkin untuk mengurangi biaya operasional dan mengurangi waktu siklus kapal dipelabuhan
- Waktu kunjungan kapal di pelabuhan sependek mungkin untuk menperpendek waktu siklus kapal di Pelabuhan

Selain dari itu untuk mencapai kinerja yang baik Pemilik Kapal juga harus ditunjang oleh Tingkat Pelayanan di Pelabuhan yang baik yang indikatornya antara lain:

- Waktu tunggu dermaga ditekan sependek mungkin
- Biaya di Pelabuhan sekecil mungkin
- Kegiatan bongkar muat barang secepat mungkin
- Waktu sandar kapal sependek mungkin

B. Dari sudut pandang Pengelolan Terminal Petikemas
Tujuannya adalah untuk mendapatkan pendapatan dan keuntungan semasimal mungkin.
Sehingga kinerja usaha yang diinginkan adalah:
- Throughput petikemas sebanyak-banyaknya
- Jumlah investasi penangan petikemas harus seminim mungkin
- Biaya Operasi penanganan petikemas seminim mungkin

Kinerja Operasional yang akan dicapai dalam pelayanan ini adalah:
- Bongkar muat kapal secepat mungkin sehingga bertambah banyak petikemas yang dapat dilayani dalam satu satuan waktu
- Lamanya kapal bersandar sependek mungkin sehingga siklus bersandarnya kapal pengangkut Petikemas akan cepat yang mengakibatkan traffik petikemas akan naik.
- Tingkat kecelakaan dan kerusakan sekecil mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen tanpa komplain dan permintaan ganti rugi atas kerusakan barang ayng di handling yang tentu akan mengurangi pendapatan.
- Cepat tanggap akan kebutuhan peralatan dan kebutuhan lain untuk mempercepat handling petikemas.
- Dapat menerapkan tarip serendah-rendahnya

Bongkar muat barang yang didermaga adalah suatu siklus kegiatan dari membongkar kapal dari kapal dan mengantarkannya ketujuan selanjutnya menghimpun barang didermaga yang kemudian diankut naik kekapal

Siklus ini dapat dipersingkat dengan melakukan beberapa kegiatan yang tidak terpengaruh kegiatan lain contohnya pada gambar dibawah ini:

Seperti yang terlihat diatas penghematan waktu yang dilakukan dapat mengurangi waktu proses bongkar muat barang diantanranya dengan mempersiapkan barang muatan sebelum kapal sampai tampa menunggu kapal sandar terlebih dahulu (nomor 1)

Barang yang dikapalkan sudah memiliki kemasan yang baik sehingga barang tidak perlu lagi diurai / atau disusun untuk memudahkan diangkut. Contoh kemasan alat antara lain adalah petikemas.

Disini dapat kita simpulkan bahwa yang berperan penting dalam kecepatan siklus bongkar muat adalah kemasan barang sehingga berbagai cara telah ditempuh untuk meningkatkan kinerja ini melalui berbagai macam kemasan cara semacam ini biasa disebut Paletisasi atau Unitisasi

Berdasarkan hal inilah maka dibuatlah Petikemas sehingga penghimpunan barang penyatuan kemasan barang, penanganan barang kekepal, keamanan barang serta jaminan akan keuntuhan barang yang dikirim tetap terjamin.

Keunggulan menggunakan Petikemas:
1. Mampu meningkatkan kecepatan bongkar muat
2. Muatan tidak disentuh langsung pada saat perpindahan sarana angkut
3. Selama dalam perjalanan muatan lebih terlindungi
4. Pembungkus muatan tidak perlu sangat kuat
5. Dapat ditingkatkan ke arah otomatis

Konsekuensi
1. Membutuhkan modal besar untuk memulai
2. Membutuhkan sumber daya manusia dan manajer yang mempunyai ketrampilan tinggi
3. Berpotensi terjadinya pengurangan tenaga
4. Pelabuhan yang dikunjungi kapal pengangkut petikemas lebih sedikit
5. Penguasaan pangsa pasar oleh perusahaan raksasa

CARA PENGAPALAN BARANG DENGAN PETIKEMAS

MENURUT PENGGUNAAN RUANG PETIKEMAS
a. Full Container Load (FCL) artinya satu contaIner hanya memuat barang-barang dari satu pengirim (SHIPPER) dan penerima barang (CONSIGNEE)

b. Less than Container Load (LCL) artinya satu container memuat barang-barang dari lebih dari satu pengirim (SHIPPER) atau lebih dari satu penerima barang (CONSIGNEE)

MENURUT LOKASI PENERIMAAN/PENYERAHAN BARANG
a. Container Yard (CY) yaitu lokasi tempat penumpukan petikemas
b. Container Freight Station (CFS) yaitu lokasi tempat pengepakan dan pembongkaran isi dari Petikemas.

MENURUT BATAS LOKASI PENGGUNAAN PETIKEMAS
a. Dari pintu pengirim ke pintu penerima (Door to door)
b. Dari pintu ke pelabuhan tujuan (Door to port)
c. Dari pelabuhan muat hingga pelabuhan bongkar (Port to port)
d. Dari pelabuhan muat higga ke pintu penerima (Port to door)

Softcopy dalam bentuk MS-Word dapat di donload disini

Popularity: 27% [?]

Incoming search terms for the article:

IDENTIFIKASI PETIKEMAS

Mungkin informasi ini sedikit bermanfaat untuk identifikasi petikemas. Ada beberapa kode-kode tertentu yang telah dicantumkan pada petikemas. Kode-kode pada petikemas ini mempunyai arti.

Kode pada petikemas telah distandarisasi menurut ISO. Gambar berikut ini menunjukkan pengertian dari kode-kode pada petikemas tersebut.

KLIK  GAMBAR UNTUK MEMPERBESARNYA

Popularity: 17% [?]

Incoming search terms for the article:

JAHRE VIKING : TANGKER TERBESAR

Jahre Viking adalah kapal tengker terbesar yang pernah dibuat manusia. Kapal ini merupakan kapal tangker milik perusahaan minyak Fred Olsed Production dari Norwegia. Kapal ini mempunyai panjang panjang 458.45m (91504ft) dengan full draft 80 ft. Kapal ini dibangun oleh Sumitomo Oppama Ship yard /Japan dengan system double hulls.

Awalnya kapal ini didesain dengan daya angkut 480.000 DWT kemudian dinaikkan menjadi 564.763 DWT. Jahre Viking adalah nama terakhir kapal ini, sebelumnya bernama Seawise Giant (Happy Giant) kemudian diubah menjadi Knock Navis dan kemudian berubah menjadi Jahre Viking.

Karena full draftnya 80 ft atau sekitar 24,6 m kapal ini tidak dapat melewati bisa melawati Terusan Suez dan Teruan Panama.

Pada saat perang Iran –Iraq kapal ini pernah ditembaki rudal exocet pada saat berlayar di perairan selat Hormuz.

Name: Knock Nevis
Owner: First Olsen Tankers Pte. Ltd
In service: 2004
Career (Norway)
Name: 1991 – 2004 Jahre Viking
1989 – 1991 Happy Giant

1979 – 1989 Seawise Giant
Owner: Loki Stream AS
In service: 1979
Out of service: 2004

General characteristics
Tonnage: 260,941 GT, 214,793 NT
Length: 458.45 m (1,504.10 ft)
Beam: 68.8 m (225.72 ft)
Draft: 29.8 m (97.77 ft)
Capacity: 564,650 DWT

Popularity: 7% [?]

Incoming search terms for the article:

PERALATAN PELAYANAN KAPAL

Kapal Tunda (Tug Boat)


Kapal tunda digunakan untuk memberikan pelayanan kepada kapal yang mempunyai panjang lebih dari 70 m yang nelakukan gerakan (olah-gerak) di perairan wajib pandu, baik yang akan sandar ataupun meninggalkan pelabuhan, dengan cara menggandeng, mendorong dan menarik. Pemanduan kapal tersebut dimaksudkan untuk kepentingan pertimbangan keselamatan pelayaran.

Jumlah awak kapal tunda tergantung dari besar kecilnya daya kapal tunda. Kapal tunda type heen-scren dengan daya 600s/d 1000 HP minimal diawaki 13 orang yang terdiri dari nakhoda, mualim I, mualim II, kepala kamar mesin (KKM), masinis I, masinis II dan juru masak yang masing-masing stu orang serta juru mudi, kelasi dan juru motor yang masing-masing sebanyak dua orang. Para awak kapal tersebut harus mempunyai ijazah keahlian sesuai bidangnya. Untuk lebih jelasnya, dalam tabel dibawah ini dirinci mengenai jenis kapal tunda, awak kapal yang harus ada dan ijazah, yang harus dimilikinya.

Kapal Pandu (Pilot Boat)


Kapal pandu adalah saran transportasi laut bagi petugas pandu untuk naik/turun ke/dari kapal yang dipandu dalam berolah-gerak di perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar perairan wajib pandu saat masuk/keluar pelabuhan atau sandar dan lepas ke/dari dermaga/tambatan.

Tipe kapal pandu tergantung kepada daya kapal yang saat ini dikelompokkan menjadi 3 kelompok, yaitu:

- Motor Pandu II dengan daya 150 HP s/d 200 HP

- Motor Pandu I dengan daya 300 s/d 350 HP

- Motor Pandu IS dengan daya 600 s/d 80 HP

Jumlah awak kapalnya tergantung besar kecilnya kapal pandu yaitu antara 4 – 6 orang yang bisa mengangkut tenaga pandu 2 – 12 orang.

Kapal Kepil (Mooring Boat)

Kapal kepil (mooring boat) adalah sarana bantu pemanduan, khususnya dalam penambatan (sandar)/ lepas kapal yang dipandu dalam berolah-gerak di perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar perairan wajib pandu khususnya untuk kapal yang panjangnya lebih dari 30 meter. Tipe kapal kepil berdasarkan dayanya dibagi menjadi dua yaitu dengan daya 120 s/d 150 HP dan 200 s/d 350 HP dengan jumlah SBK sebanyak 4 orang yang terdiri dari:

- Seorang Nakhoda dengan ijazah minimal MPT

- Seorang Kelasi dengan Ijazah minimal SKP Deck

- Seorang KKM dengan ijasah minimal AMK PT

- Seorang Juru minyak dengan ijazah minimal SKP Mesin

Tongkang Air



Tongkang air digunakan untuk mensuplai (melayani kebutuhan) air bersih ke kapal, terutama yang berlabuh di rede atau di tempat lain yang tidak terjangkau jaringan instalasi air bersih. ABK-nya minimal 4 orang seperti halnya kapal kepil.

Popularity: 16% [?]

Incoming search terms for the article:

SARANA BANTU NAVIGASI PERKAPALAN

Untuk membawa kapal dari suatu tempat ke tampat tujuan dengan aman dan efisien disamping diperlukan adanya bantuanpesawat navigasi yang ada di atas kapal diperlukan lagi adanya sarana bantu navigasi yaitu berupa rambu-rambu navigasi pelayaran. Fungsi dari sarana bantu navigasi pelayaran adalah untuk menendai bahaya, sebagai penentuan posisi kapal dan untuk menandai alur pelayaran.


Klik untuk memperbesar gambar

Jenis-jenis sarana bantu navigasi pelayaran yang ditempatkan pada alur-alur pelayaran, dipelabuhan maupun pulau meliputi:

Menara suar, yaitu alat penerang (lensa, lampu dsb) yang mampu mengeluarkan sinar dengan sifat tertentu yang dipasang diatas menera ditempatkan di sepanjang pantai atau di dalam pelabuhan, dan berfungsi sebagai tanda bagi kapal-kapal yang yang bernavigasi dari lepas pantai ke darat atau sepanjang pantai untuk memastikan tempat pendaratan, titik koeksi atau posisi kapal.
Rambu suar, yaitu suatu alat penerang (lwnsa, lampu dsb) yang mampu mengeluarkan sinar dengan sifat tertentu yang dipasang diatas menera atau dilabuhkan di dasar laut yang ditempatkan di perairan pantai pantai atau di dalam pelabuhan, dan berfungsi memberikan informasi kepada kapal-kapal yang bernavigasi di daerah sekitarnya mengenai lokasi-lokasi di pelabuhan, posisi alur masuk dan alur keluar, tempat-tempat dangkal, lain-lain halangan di bawah air beserta alur-alur pelayaran yang aman.

Suar spot, adalah suatu alat penerang (lensa, lampu dsb)) yang mengeluarkan sorot sinar tak berputar, dipasang di atas bangunan sejenis menara di sepanjang pantai atau pelabuhan yang berfungsi untuk memberikan informasi kepada kapal-kapal yang beroperasi di sekitar daerah itu akan adanya benda-benda berbahaya dengan penyinaran atas karang atau tempat-tempat dangkal yang bersangkutan.

Suar penuntun (landing light), yaitu suatu alat penerang (lensa, lampu dsb) yang mampu memberikan penerangan dengan sifat sinar tertentu, dipasang diatas bangunan sejenis menara di dalam pelabuhan atau selat yang berfungsi utuk memberikan informasi kepada kapal-kapal yang beriperasi di alur-alur pelayaran yang sulit dan sempit di pelabuhan atau selat.

Suar pengarah, yaitu suatu alat penerang yang yang mampu sekaligus memberikan tiga jenis sinar yang berbeda dengan ciri tertentu. Dipasang diatas bangunan sejenis menara di dalam pelabuhan atau selat yagn berfungsi untuk memberikan informasi kepada kapal-kapal yang beroperasi di alur-alur pelayaran yang sulit dan sempit dengan sinar putih ditengah diapit oleh sinar hijau dan sinar merah.

Stasiun rambu radio gelombang menengah, yaitu perlengkapan radio (transmiter, antena dan lain-lain) untuk menyiarkan sinyal-sinyal (gelombang menengah) agar kapal-kapal yang dilengkapi dengan pencari arah radio dapat memanfaatkan pancaran sinyal tersebut untuk menentukan posisi.

Popularity: 13% [?]

Incoming search terms for the article:

UKURAN PETIKEMAS BERDASARKAN STANDAR ISO

Sedikit catatan dari tugas kantor, semoga saya tidak lupa lagi ukuran-ukuran petikemas standar ISO yang telah dipakai di berbagai pelabuhan. Supaya tidak capek lagi buka-buka buku langsung saja buka catatan didunia maya ini. Semoga juga dapat bermanfaat kepada orang yang membutuhkan ukuran PETIKEMAS menurut standar ISO ini (sapa tau nyangkut di search engine).

BADAN INTERNATIONAL STANDART ORGANIZATION (ISO) TELAH MENETAPKAN UKURAN-UKURAN DARI PETIKEMAS ADALAH SEBAGAI BERIKUT :

KONTAINER UKURAN 20 FEET
UKURAN LUARNYA : 20 ‘ (P) X 8 ‘ (L) X 8’6 “ (T) ATAU 6.058 X 2.438 X 2.591 M
UKURAN DALAMNYA : 5.919 X 2.340 X 2.380 M
KAPASITASNYA : CUBIC CAPASITY : 33 CBM
PAY LOAD : 22.1 TON

KONTAINER UKURAN 40 FEET
UKURAN LUARNYA : 40 ‘ (P) X 8 ‘ (L) X 8’6 “ (T) ATAU 12.192 X 2.438 X 2.591 M
UKURAN DALAMNYA : 12.045 X 2.309 X 2.379 M
KAPASITASNYA : CUBIC CAPASITY : 67.3 CBM
PAY LOAD : 27.396TON

KONTAINER UKURAN 45 FEET
UKURAN LUARNYA : 40 ‘ (P) X 8 ‘ (L) X 9’ 6 “ (T) ATAU 12.192 X 2.438 X 2.926 M
UKURAN DALAMNYA : 12.056 X 2.347 X 2.684 M
KAPASITASNYA : CUBIC CAPASITY : 76 CBM
PAY LOAD : 29.6TON

Popularity: 62% [?]

Incoming search terms for the article:

Perbedaan Liner dengan Tramper

Perbedaan utama antara LINER dan TRAMPER adalah:

  • LINER : Adalah pelayaran yang memiliki trayek tetap dan teratur (klo di darat mirip dengan angkot, bis antar kota dan kendaraan lain yang memiliki trayek tertentu)
  • TRAMPER : Adalah pelayaran dengan trayek tidak tetap dan tidak teratur (klo di darat mirip mobil carteran lah)

Adapun beberapa hal yang spesifik dari kedua perbedaan diatas antara lain:

LINER:

  • Pelabuhan yg disinggahi tetap, sesuai dengan daftar trayek yang telah disetujui oleh Pemerintah sebagai Pemberi ijin trayek
  • Mempunyai schedule rencana tiba dan rencana berangkat disetiap pelabuhan yg disinggahi
  • Tarif uang tambang berlaku tetap dalam jangka waktu yg telah ditentukan

TRAMPER:

  • Pelabuhan yang disinggahi tidak tetap tergantung dari keinginan penyewa kapal kenana kapal akan berlayar
  • Tidak mempunyai schedule yang tetap dan hanya bergantung pada kapan adanya pemesan/penyewa kapal.
  • Tarif uang tambang setiap pengapalan diadakan negosiasi sebelumnya, hal ini dikarenakan belum adanya muatan tetap dari kapal baik itu muatan ke tujuan maupun muatan baliknya tergantung dari daerah yang akan dikunjungi oleh kapal tersebut.

Popularity: 7% [?]

Incoming search terms for the article: