<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muis&#039; Life Notes &#187; Kepelabuhanan</title>
	<atom:link href="http://muislife.com/tag/kepelabuhanan/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://muislife.com</link>
	<description>Sebuah Catatan Perjalanan Hidupku</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Jul 2010 07:00:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>&#8220;B&#8221; ISTILAH-ISTILAH KEPELABUHANAN</title>
		<link>http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html</link>
		<comments>http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 04:09:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Operasional Pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Kepelabuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[Terminologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muislife.com/?p=519</guid>
		<description><![CDATA[Ballast: Bahan pemberat yang diletakkan di bagian bawah kapal untuk menjaga stabilitas Bank clearance : Bukti penyelesaian urusan dengan pihak bank Back Freight : Uang tambang untuk muatan berlebih (overcarried Cargo) yang tidak dapat dibongkar di empat tujuan, tetapi terpaksa dibawa kapal untuk dibongkar di tempat lain Base Rate : Tarif yang berlaku antara pelabuhan [...]


Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8220;A&#8221; Istilah-istilah kepelabuhanan'>&#8220;A&#8221; Istilah-istilah kepelabuhanan</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/istilah-istilah-dalam-bongkar-muat-bm-di-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN'>ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-operasional-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN'>SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA'>PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-tentang-kepelabuhanan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS TENTANG KEPELABUHANAN'>SEKILAS TENTANG KEPELABUHANAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengertian-dan-fungsi-dari-peralatan-pelabuhan-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN'>PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perusahaan-ekspedisi-pergudangan-dan-bongkar-muat-stevedoring.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)'>PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pihak-pihak-yang-terkait-dalam-kegiatan-pelayaran-niaga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA'>PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Ballast</strong>: Bahan pemberat yang diletakkan di bagian bawah kapal untuk menjaga stabilitas</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bank clearance</strong> : Bukti penyelesaian urusan dengan pihak bank</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Back Freight :</strong> Uang tambang untuk muatan berlebih (overcarried Cargo) yang tidak dapat dibongkar di empat tujuan, tetapi terpaksa dibawa kapal untuk dibongkar di tempat lain</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Base Rate</strong> : Tarif yang berlaku antara pelabuhan utama (base port) yang disinggahi secara langsung</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bale Space</strong> : Ruangan di dalam palka yang disediakan untuk muatan umum (general Cargo)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Basin Areal</strong> : perairan untuk olah gerak kapal</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bareboat/Demise Charter</strong> : Penyewaan kapal kosong untuk jangka waktu tertentu</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Beam</strong> : Lebar maksimum suatu kapal</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berth</strong>: Tambatan suatu tempat dimana kapal melakukan bongkar/muat barang</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berth Allocation</strong>: Pengalokasian daerah tambatan pada suatu Pelabuhan tertentu untuk kegiatan pelayaran tertentu</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berth Troughput</strong>: Jumlah bongkar/muat komoditas melalui suatu dermaga dibagi panjang dermaga dalam satuan meter dan ton/m3 untuk masa periode tertentu</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berthing List</strong>: suatu daftar yang berisikan rencana penambatan kapalkapal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berthing Plan</strong>: Gambar atau denah yang memperlihatkan lokasi penyandaran kapal-kapal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Berthing Time</strong>: Waktu keseluruhan yang terpakai selama kapal bertambat</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bill Of loading (BL)</strong>: Surat muatan barang ke kapal</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bonded Warehouse</strong>: Gudang berikat, adalah gudang di bawah pengawasan pabean diperuntukkan buat barang-barang yang kena cukai, misalnya tembakau atau spiritus, yang bisa merupakan barang impor dan bisa diambil oleh importir sejumlah tertentu yang telah dibayarkan cukainya dan sesuai dengan keperluan importir</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bollard</strong>: Suatu struktur yang digunakan untuk media penambat kapal,biasanya ada di dermaga atau dolphin. Suatu bangunan apung yang biasanya digunakan sebagai rambu atau alattambatan di perairan</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bouy</strong>: Suatu bangunan apung yang biasanya digunakan sebagai rambu atau alat tambatan di perairan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Break Bulk Rate</strong>: Tarif yang diberlakukan untuk LCL petikemas</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Break Water</strong>: Suatu bangunan perairan yang dibangun untuk melindungi wiayah Pelabuhan dari gangguan gelombang/ombak</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Broken Space</strong>: Ruang yang terdapat di antara muatan yang tidak terpakai</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Broken Stowage</strong>: Banyaknya ruangan yang terbuang atau tidak terpakai.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bulk Carrier</strong>: Pengangkut muatan curah, kapal besar dengan hanya satu dek yang mengankut muatan yang tidak dibungkus ataucurah (bulk)</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bulk Cargo:</strong> Muatan curah</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bulk Cargo Terminal</strong>: Pangkalan pada pelabuhan untuk bongkar/muat muatan curah</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bulkhead Line</strong>: Bagian terjauh dari dermaga yang berbatasan dengan perairan lepas</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Bulky Surcharge:</strong> Biaya tambahan uang tambang untuk barang yang melebihi 9 m3 (over dimension/out of gauge), secara bertingkat</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="BONGKAR MUAT KEPELABUHAN">BONGKAR MUAT KEPELABUHAN</a></li><li><a href="http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah untuk bangunan apung">istilah untuk bangunan apung</a></li><li><a href="http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah penyandaran kapal">istilah penyandaran kapal</a></li><li><a href="http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah pelayaran berthing">istilah pelayaran berthing</a></li><li><a href="http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah kepelabuhanan">istilah kepelabuhanan</a></li><li><a href="http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah general cargo">istilah general cargo</a></li><li><a href="http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah dunia pelayaran dermaga apung">istilah dunia pelayaran dermaga apung</a></li><li><a href="http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah dalam bongkar muat">istilah dalam bongkar muat</a></li><li><a href="http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="fungsi dolpin pada pelabuhan">fungsi dolpin pada pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="cache:d_rSjHMhFg8J:muislife com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan html apron pelabuhan; istilah">cache:d_rSjHMhFg8J:muislife com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan html apron pelabuhan; istilah</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.081 ms --><img src="http://muislife.com/?ak_action=api_record_view&id=519&type=feed" alt="" />

<p>Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8220;A&#8221; Istilah-istilah kepelabuhanan'>&#8220;A&#8221; Istilah-istilah kepelabuhanan</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/istilah-istilah-dalam-bongkar-muat-bm-di-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN'>ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-operasional-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN'>SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA'>PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-tentang-kepelabuhanan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS TENTANG KEPELABUHANAN'>SEKILAS TENTANG KEPELABUHANAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengertian-dan-fungsi-dari-peralatan-pelabuhan-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN'>PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perusahaan-ekspedisi-pergudangan-dan-bongkar-muat-stevedoring.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)'>PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pihak-pihak-yang-terkait-dalam-kegiatan-pelayaran-niaga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA'>PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>&#8220;A&#8221; Istilah-istilah kepelabuhanan</title>
		<link>http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html</link>
		<comments>http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 03:53:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Operasional Pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Istilah]]></category>
		<category><![CDATA[Kepelabuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengertian]]></category>
		<category><![CDATA[Terminologi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muislife.com/?p=517</guid>
		<description><![CDATA[Abandonment : Penyerahan barang pertanggungan kepada penanggunguntuk mendapat penggantian kerugian penuh. Accomodation Ladder: Anak-anak tangga yang digantungkan di sisi kapal guna keperluan naik/turun ke atau dari kapal Afloat : Terapung Advance Freight: Uang tambang yang diminta dimuka Ad Valorem: Uang tambang yang dihitung berdasarkan persentase tertentu atas harga barang Additional Freight : Biaya tambahan (Surcharge) [...]


Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8220;B&#8221; ISTILAH-ISTILAH KEPELABUHANAN'>&#8220;B&#8221; ISTILAH-ISTILAH KEPELABUHANAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/istilah-istilah-dalam-bongkar-muat-bm-di-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN'>ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-tentang-kepelabuhanan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS TENTANG KEPELABUHANAN'>SEKILAS TENTANG KEPELABUHANAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/potensi-dan-manfaat-industri-pelayaran-niaga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: POTENSI DAN MANFAAT INDUSTRI PELAYARAN NIAGA'>POTENSI DAN MANFAAT INDUSTRI PELAYARAN NIAGA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengertian-dan-fungsi-dari-peralatan-pelabuhan-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN'>PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/industri-jasa-pelayaran-shipping-industry.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)'>INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/hubungan-timbal-balik-antara-perdagangan-dengan-perkapalan-dan-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA PERDAGANGAN DENGAN PERKAPALAN DAN PELAYARAN'>HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA PERDAGANGAN DENGAN PERKAPALAN DAN PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pihak-pihak-yang-terkait-dalam-kegiatan-pelayaran-niaga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA'>PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/jenis-jenis-pelayaran-niaga-menurut-sifat-usaha-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN'>JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Abandonment : </strong> Penyerahan barang pertanggungan kepada penanggunguntuk mendapat penggantian kerugian penuh.</p>
<p><strong>Accomodation Ladder:</strong> Anak-anak tangga yang digantungkan di sisi kapal guna keperluan naik/turun ke atau dari kapal</p>
<p><strong>Afloat</strong> : Terapung</p>
<p><strong>Advance Freight:</strong> Uang tambang yang diminta dimuka</p>
<p><strong>Ad Valorem:</strong> Uang tambang yang dihitung berdasarkan persentase tertentu atas harga barang</p>
<p><strong>Additional Freight</strong> : Biaya tambahan (Surcharge) yang dikenakan pada barang yang mempunyai volume dan berat melebihi normal, yang memerlukan peralatan dan penanganan khusus dalam membongkar/memuat</p>
<p><strong>After Peak Bulkhead</strong> : Sekat kedap air yang berada di buritan kapal</p>
<p><strong>Aground</strong> : Kandas, bertumpu pada dasar laut</p>
<p><strong>Agency Fee Fee</strong> :  biaya yang dikeluarkan oleh pemilik kapal atau operator kapal kepada agen pelabuhan untuk penggunaan jasa kepelabuhanan meliputi dermaga, jasa pemanduan, jasa penundaan, TKBM, bea cukai dan memungut jasa angkutan laut.</p>
<p><strong>Air draught</strong> : Kedalaman maksimum air</p>
<p><strong>Always afloat</strong> : Kapal tetap terapung selama jangka waktu kontrak penyewaan kapal, baik di laut maupun pelabuhan</p>
<p><strong>Anchorage Area Areal</strong> : untuk berlabuh kapal dalam menunggu proses penyelesaian perizinan/pelayanan di Pelabuhan.</p>
<p><strong>Anchorage dues</strong> : Biaya yang dikenakan oleh otorita pelabuhan untuk kapal yang berada pada anchorage area</p>
<p><strong>Apron</strong> : Ruang/Pelataran yang berada di areal dermaga atau gudang yang dimanfaatkan untuk bongkar /muat barang.</p>
<p><strong>Assembly Area</strong> :  Suatu tempat dimana barang-barang menunggu pengapalan (distribusi lokal) biasanya terletak pada Pelabuhan ICD,CFS dan lain-lain.</p>
<p><strong>Artificial Harbour</strong> : Daerah perairan untuk berlindung dan operasional kapal yang dibuat secara buatan</p>
<p><strong>Arrival Rate</strong>: Jumlah kapal yang datang dibagi dengan jumlah hari dalam periode tertentu</p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah pelabuhan">istilah pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah di pelabuhan">istilah di pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah di pelabuhan laut">istilah di pelabuhan laut</a></li><li><a href="http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah dan arti perkapalan barang">istilah dan arti perkapalan barang</a></li><li><a href="http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah pada pelabuhan">istilah pada pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="biaya kepelabuhanan">biaya kepelabuhanan</a></li><li><a href="http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah pengapalan">istilah pengapalan</a></li><li><a href="http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah-istilah dalam pelabuhan">istilah-istilah dalam pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah-istilah dalam pelayaran">istilah-istilah dalam pelayaran</a></li><li><a href="http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html" title="istilah-istilah pelabuhan">istilah-istilah pelabuhan</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.358 ms --><img src="http://muislife.com/?ak_action=api_record_view&id=517&type=feed" alt="" />

<p>Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8220;B&#8221; ISTILAH-ISTILAH KEPELABUHANAN'>&#8220;B&#8221; ISTILAH-ISTILAH KEPELABUHANAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/istilah-istilah-dalam-bongkar-muat-bm-di-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN'>ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-tentang-kepelabuhanan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS TENTANG KEPELABUHANAN'>SEKILAS TENTANG KEPELABUHANAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/potensi-dan-manfaat-industri-pelayaran-niaga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: POTENSI DAN MANFAAT INDUSTRI PELAYARAN NIAGA'>POTENSI DAN MANFAAT INDUSTRI PELAYARAN NIAGA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengertian-dan-fungsi-dari-peralatan-pelabuhan-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN'>PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/industri-jasa-pelayaran-shipping-industry.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)'>INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/hubungan-timbal-balik-antara-perdagangan-dengan-perkapalan-dan-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA PERDAGANGAN DENGAN PERKAPALAN DAN PELAYARAN'>HUBUNGAN TIMBAL BALIK ANTARA PERDAGANGAN DENGAN PERKAPALAN DAN PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pihak-pihak-yang-terkait-dalam-kegiatan-pelayaran-niaga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA'>PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/jenis-jenis-pelayaran-niaga-menurut-sifat-usaha-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN'>JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muislife.com/a-istilah-istilah-kepelabuhanan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</title>
		<link>http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html</link>
		<comments>http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 15 Mar 2010 09:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepelabuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Container Yard]]></category>
		<category><![CDATA[CY]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengembangan Pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan Pelabuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muislife.com/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[Fasilitas pelabuhan pada dasarnya dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu fasilitas pokok dan fasilitas penunjang. Pembagian ini dibuat berdasarkan kepentingannya terhadap kegiatan pelabuhan itu sendiri. A. FASILITAS POKOK PELABUHAN Fasilitas Pokok Pelabuhan terdiri dari alur pelayaran (sebagai ‘jalan’ kapal sehingga dapat memasuki daerah pelabuhan dengan aman dan lancar), penahan gelombang (breakwater – untuk melindungi daerah [...]


Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/pengertian-dan-fungsi-dari-peralatan-pelabuhan-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN'>PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perancangan-fasilitas-peralatan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERANCANGAN FASILITAS PERALATAN PELABUHAN'>PERANCANGAN FASILITAS PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/investasi-dan-pembangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: INVESTASI DAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>INVESTASI DAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pemeliharan-fasilitas-dan-peralatan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PEMELIHARAN FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN'>PEMELIHARAN FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/367.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: KONSEP PERENCANAN PELABUHAN'>KONSEP PERENCANAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-operasional-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN'>SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/istilah-istilah-dalam-bongkar-muat-bm-di-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN'>ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengembangan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGEMBANGAN PELABUHAN'>PENGEMBANGAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR'>PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/kinerja-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: KINERJA PELABUHAN'>KINERJA PELABUHAN</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Fasilitas pelabuhan pada dasarnya dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu fasilitas pokok dan fasilitas penunjang. Pembagian ini dibuat berdasarkan kepentingannya terhadap kegiatan pelabuhan itu sendiri.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>A. </strong><strong>FASILITAS POKOK PELABUHAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Fasilitas Pokok Pelabuhan terdiri dari <strong>alur pelayaran </strong>(sebagai ‘jalan’ kapal sehingga dapat memasuki daerah pelabuhan dengan aman dan lancar), <strong>penahan gelombang </strong>(<em>breakwater – </em>untuk melindungi daerah pedalaman pelabuhan dari gelombang, terbuat dari batu alam, batu buatan dan dinding tegak)<em>, </em><strong>kolam pelabuhan </strong>(berupa perairan untuk bersandarnya kapal-kapal yang berada di pelabuhan) dan <strong>dermaga </strong>(sarana dimana kapal-kapal bersandar untuk memuat dan menurunkan barang atau untuk mengangkut dan menurunkan penumpang).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>B. </strong><strong>FASILITAS PENUNJANG PELABUHAN</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Fasilitas penunjang pelabuhan terdiri dari gudang, lapangan penumpukan, terminal dan jalan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>1. </strong><strong>Gudang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Gudang adalah bangunan yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang berasal dari kapal atau yang akan dimuat ke kapal. Gudang dibedakan berdasarkan <strong>jenis </strong>(lini-I, untuk penumpukan sementara dan lini-II sebagai tempat untuk melaksanakan konsolidasi/distribusi barang, <em>verlengstuk </em>– bangunan dalam lini-II, namun statusnya lini-I, <em>enterpot </em>– bangunan diluar pelabuhan, namun statusnya sebagai lini-I), <strong>penggunaan </strong>(gudang umum, gudang khusus – untuk menyimpan barang-barang berbahaya, gudang CFS – untuk stuffing/stripping).</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. </strong><strong>Lapangan Penumpukan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Lapangan penumpukan adalah lapangan di dekat dermaga yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang tahan terhadap cuaca untuk dimuat atau setelah dibongkar dari kapal.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. </strong><strong>Terminal</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Terminal adalah lokasi khusus yang diperuntukan sebagai tempat kegiatan pelayanan bongkar/muat barang atau petikemas dan atau kegiatan naik/turun penumpang di dalam pelabuhan. Jenis terminal meliputi terminal petikemas, terminal penumpang dan terminal konvensional.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>4. </strong><strong>Jalan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Adalah suatu lintasan yang dapat dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki, yang menghubungkan antara terminal/lokasi yang lain, dimana fungsi utamanya adalah memperlancar perpindahan kendaraan di pelabuhan.</p>
<p style="text-align: justify;">
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html" title="fasilitas pelabuhan">fasilitas pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html" title="bangunan di pelabuhan">bangunan di pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html" title="bangunan pelabuhan">bangunan pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html" title="pengertian dan fungsi terminal konvensional">pengertian dan fungsi terminal konvensional</a></li><li><a href="http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html" title="pengertian CY pelabuhan">pengertian CY pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html" title="LINI UNTUK DI PELABUHAN">LINI UNTUK DI PELABUHAN</a></li><li><a href="http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html" title="LINI PELABUHAN">LINI PELABUHAN</a></li><li><a href="http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html" title="Kegiatan pelabuhan">Kegiatan pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html" title="fasilitas pokok pelabuhan">fasilitas pokok pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html" title="fasilitas naik turun penumpang dan kendaraan di pelabuhan">fasilitas naik turun penumpang dan kendaraan di pelabuhan</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.004 ms --><img src="http://muislife.com/?ak_action=api_record_view&id=384&type=feed" alt="" />

<p>Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/pengertian-dan-fungsi-dari-peralatan-pelabuhan-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN'>PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perancangan-fasilitas-peralatan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERANCANGAN FASILITAS PERALATAN PELABUHAN'>PERANCANGAN FASILITAS PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/investasi-dan-pembangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: INVESTASI DAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>INVESTASI DAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pemeliharan-fasilitas-dan-peralatan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PEMELIHARAN FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN'>PEMELIHARAN FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/367.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: KONSEP PERENCANAN PELABUHAN'>KONSEP PERENCANAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-operasional-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN'>SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/istilah-istilah-dalam-bongkar-muat-bm-di-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN'>ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengembangan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGEMBANGAN PELABUHAN'>PENGEMBANGAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR'>PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/kinerja-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: KINERJA PELABUHAN'>KINERJA PELABUHAN</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>KONSEP PERENCANAN PELABUHAN</title>
		<link>http://muislife.com/367.html</link>
		<comments>http://muislife.com/367.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 05:03:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepelabuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Pembangunan Pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan Pelabuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muislife.com/?p=367</guid>
		<description><![CDATA[Secara umum perencanaan/pengembangan pelabuhan dapat direfleksikan oleh sifat kelembagaannya, ada yang berorientasi bisnis (bussiness oriented) dan ada yang berorientasi kepada kepentingan umum. Pelabuhan yang berorientasi pada keuntungan, perencanaan pengembangan dilakukan secara bertahap dan dikaitkan pada pengembangan yang memberikan keuntungan langsung. Sebaliknya pelabuhan yang berorentasi pada kepentingan umum, perencanaan pengembangan dilaksanakan dalam jangka panjang dan komprehensif [...]


Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/pengembangan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGEMBANGAN PELABUHAN'>PENGEMBANGAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perencanaan-perancangan-dan-pembangunan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN'>PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/investasi-dan-pembangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: INVESTASI DAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>INVESTASI DAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pemeliharan-fasilitas-dan-peralatan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PEMELIHARAN FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN'>PEMELIHARAN FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/tata-letak-dan-tata-guna-tanah-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: TATA LETAK DAN TATA GUNA TANAH PELABUHAN'>TATA LETAK DAN TATA GUNA TANAH PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perancangan-fasilitas-peralatan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERANCANGAN FASILITAS PERALATAN PELABUHAN'>PERANCANGAN FASILITAS PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/faktor-utama-pemilihan-peralatan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: FAKTOR UTAMA PEMILIHAN PERALATAN'>FAKTOR UTAMA PEMILIHAN PERALATAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/kinerja-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: KINERJA PELABUHAN'>KINERJA PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-operasional-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN'>SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Secara umum perencanaan/pengembangan pelabuhan dapat direfleksikan oleh sifat kelembagaannya, ada yang berorientasi bisnis <em>(bussiness oriented) </em>dan ada yang berorientasi kepada kepentingan umum. Pelabuhan yang berorientasi pada keuntungan, perencanaan pengembangan dilakukan secara bertahap dan dikaitkan pada pengembangan yang memberikan keuntungan langsung. Sebaliknya pelabuhan yang berorentasi pada kepentingan umum, perencanaan pengembangan dilaksanakan dalam jangka panjang dan komprehensif serta diarahkan pada pelabuhan sebagai prasarana umum yang menunjang perkembangan sosial ekonomi daerah dan nasional, guna memperoleh keuntungan menyeluruh. Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam perencanaan pelabuhan, diantaranya:</p>
<p style="text-align: justify;">• Kebutuhan akan ruang dan lahan</p>
<p style="text-align: justify;">• Perkembangan ekonomi daerah hinterland pelabuhan</p>
<p style="text-align: justify;">• Perkembangan industri yang terkait pada pelabuhan</p>
<p style="text-align: justify;">• Arus dan komposisi barang yang ada dan diperkirakan</p>
<p style="text-align: justify;">• Jenis dan ukuran kapal</p>
<p style="text-align: justify;">• Hubungan transportasi darat dan perairan dengan hinterland</p>
<p style="text-align: justify;">• Akses dari dan menuju laut</p>
<p style="text-align: justify;">• Potensi pengembangan fisik</p>
<p style="text-align: justify;">• Aspek nautis dan hidraulik</p>
<p style="text-align: justify;">• Keamanan/keselamatan dan dampak lingkungan</p>
<p style="text-align: justify;">• Analisis ekonomi dan finansial</p>
<p style="text-align: justify;">• Fasilitas dan struktur yang ada</p>
<p style="text-align: justify;">
<img src="http://muislife.com/?ak_action=api_record_view&id=367&type=feed" alt="" />

<p>Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/pengembangan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGEMBANGAN PELABUHAN'>PENGEMBANGAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perencanaan-perancangan-dan-pembangunan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN'>PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/investasi-dan-pembangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: INVESTASI DAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>INVESTASI DAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pemeliharan-fasilitas-dan-peralatan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PEMELIHARAN FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN'>PEMELIHARAN FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/tata-letak-dan-tata-guna-tanah-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: TATA LETAK DAN TATA GUNA TANAH PELABUHAN'>TATA LETAK DAN TATA GUNA TANAH PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perancangan-fasilitas-peralatan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERANCANGAN FASILITAS PERALATAN PELABUHAN'>PERANCANGAN FASILITAS PERALATAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/faktor-utama-pemilihan-peralatan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: FAKTOR UTAMA PEMILIHAN PERALATAN'>FAKTOR UTAMA PEMILIHAN PERALATAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/kinerja-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: KINERJA PELABUHAN'>KINERJA PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-operasional-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN'>SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muislife.com/367.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA</title>
		<link>http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html</link>
		<comments>http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 04:50:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepelabuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Navigasi]]></category>
		<category><![CDATA[DWT]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[LOA]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayaran Samudera]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muislife.com/?p=362</guid>
		<description><![CDATA[Terdapat kecenderungan penggunaan kapal-kapal niaga yang semakin besar dengankecepatan yang semakin tinggi. Mengingat tingginya biaya investasi kapal-kapal tersebut, maka tuntutan akan efisiensi dalam pengoperasian kapal serta meningkatkan waktu berlayar kapal menjadi semakin tinggi. Ke depan teknologi angkutan laut akan terus berkembang, seiring dengan peningkatan penduduk dunia, terbukanya negara/daerah perekonomian yang baru/perdagangan internasional, berkembangnya teknologi kepelabuhanan [...]


Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/perkembangan-pelayaran-niaga-di-indonesia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERKEMBANGAN PELAYARAN NIAGA DI INDONESIA'>PERKEMBANGAN PELAYARAN NIAGA DI INDONESIA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/industri-jasa-pelayaran-shipping-industry.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)'>INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN'>SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perusahaan-ekspedisi-pergudangan-dan-bongkar-muat-stevedoring.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)'>PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-operasional-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN'>SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8220;B&#8221; ISTILAH-ISTILAH KEPELABUHANAN'>&#8220;B&#8221; ISTILAH-ISTILAH KEPELABUHANAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/peralatan-pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERALATAN PELAYANAN KAPAL'>PERALATAN PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYARAN'>PELAYARAN</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Terdapat kecenderungan penggunaan kapal-kapal niaga yang semakin besar dengankecepatan yang semakin tinggi. Mengingat tingginya biaya investasi kapal-kapal tersebut, maka tuntutan akan efisiensi dalam pengoperasian kapal serta meningkatkan waktu berlayar kapal menjadi semakin tinggi. Ke depan teknologi angkutan laut akan terus berkembang, seiring dengan peningkatan penduduk dunia, terbukanya negara/daerah perekonomian yang baru/perdagangan internasional, berkembangnya teknologi kepelabuhanan dan kecenderungan merger/ akuisisi dari perusahaan-perusahaan pelayaran dunia. Terdapat beberapa jenis perkembangan armada kapal sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>1. Kapal Muatan Curah Cair (</strong><strong><em>Liquid Bulk Cargo Ship</em></strong><strong>)</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kapal Muatan Curah Cair/Kapal Tanker memiliki kecenderungan dimensi yang semakin besar serta memiliki kecepatan tinggi. Dimulai dari kapal tanker konvensional yang terus berkembang hingga <em>Ultra Large Crude Carrier (ULCC) </em>yang mampu mengangkut sebanyak hingga 400.000 Ton.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>2. Kapal Muatan Curah Kering </strong><strong><em>(Drybulk Cargo Ship)</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kapal-kapal <em>bulk </em>Cargo juga mengalami perkembangan ukuran yang cukup pesat, namun tidak secepat perkembangan kapal-kapal tanker. Kapal-kapal <em>bulk </em>Cargo yang ada saat ini umumnya memiliki tonase 152.000 dwt, dan diperkirakan</p>
<p style="text-align: justify;">akan mencapai ukuran 200.000 – 250.000 dwt.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>3. Kapal </strong><strong><em>Container</em></strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dimulai dari dari kapal generasi pertama yang hanya mampu mengangkut hingga 1.000 teus, saat ini sudah mencapai generasi terakhir dengan muatan hingga 13.000 Teus.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>4. Kapal Angkut Tongkang</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Kapal-kapal besar untuk mengangkut tongkang telah mulai beroperasi sejak tahun 1969. dengan sistem angkutan bagai berikut Sistem LASH <em>(Lighter Aboard Ship) &#8211; </em>dimana tongkang diangkut/diturunkan dengan <em>gantry crane</em>,</p>
<p style="text-align: justify;">Sistem <em>Seabee </em>– dimana tongkang diangkat dengan elevator<em>, </em>Sistem BACAT (<em>Barge Aboard Catamaran</em>) &#8211; menggunakan kapal catamaran untuk mengangkut tongkang.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>5. Kapal Roll On/Roll Off</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Prinsip dari pengoperasian kapal Roro adalah barang-barang yang diangkut ditempatkan diatas <em>trailer </em>atau alat angkut lainnya, kegiatan bongkar muat tidak menggunakan <em>crane </em>namun <em>trailer </em>atau alat angkut yang terdapat barang</p>
<p style="text-align: justify;">keluar dari kapal melalui jalur tertentu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html" title="cache:L3E_SkcIh_kJ:muislife com/pelayaran html Aspek Pelayaran dan Industri Maritim">cache:L3E_SkcIh_kJ:muislife com/pelayaran html Aspek Pelayaran dan Industri Maritim</a></li><li><a href="http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html" title="perkembangan kapal">perkembangan kapal</a></li><li><a href="http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html" title="cache:6Y4iLmNqsRYJ:muislife com/perkembangan-pelayaran-niaga-di-indonesia html kondisi pelayaran">cache:6Y4iLmNqsRYJ:muislife com/perkembangan-pelayaran-niaga-di-indonesia html kondisi pelayaran</a></li><li><a href="http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html" title="perkembangan armada nasional kapal">perkembangan armada nasional kapal</a></li><li><a href="http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html" title="sistem perkembangan kapal">sistem perkembangan kapal</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.268 ms --><img src="http://muislife.com/?ak_action=api_record_view&id=362&type=feed" alt="" />

<p>Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/perkembangan-pelayaran-niaga-di-indonesia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERKEMBANGAN PELAYARAN NIAGA DI INDONESIA'>PERKEMBANGAN PELAYARAN NIAGA DI INDONESIA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/industri-jasa-pelayaran-shipping-industry.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)'>INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN'>SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perusahaan-ekspedisi-pergudangan-dan-bongkar-muat-stevedoring.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)'>PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sekilas-operasional-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN'>SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/b-istilah-istilah-kepelabuhanan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: &#8220;B&#8221; ISTILAH-ISTILAH KEPELABUHANAN'>&#8220;B&#8221; ISTILAH-ISTILAH KEPELABUHANAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/peralatan-pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERALATAN PELAYANAN KAPAL'>PERALATAN PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYARAN'>PELAYARAN</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL</title>
		<link>http://muislife.com/acfta-ancam-pelayaran-nasional.html</link>
		<comments>http://muislife.com/acfta-ancam-pelayaran-nasional.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 08:55:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[ACFTA]]></category>
		<category><![CDATA[Asean-China Free Trade Agreement]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Kepelabuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayaran]]></category>
		<category><![CDATA[perubahan]]></category>
		<category><![CDATA[Petikemas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muislife.com/?p=351</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA: Kementerian Perhubungan diminta memangkas jumlah pelabuhan terbuka untuk ekspor dan impor guna mengurangi dampak buruk penerapan Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) di sektor pelayaran. Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners&#8217; Association (INSA) Johnson W. Sutjipto menilai perdagangan bebas Asean-China akan berdampak negatif terhadap sektor transportasi laut. Pengaruh itu, menurut dia, akibat melemahnya [...]


Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ESDM MINTA KELONGGARAN CABOTAGE KAPAL OFF SHORE'>ESDM MINTA KELONGGARAN CABOTAGE KAPAL OFF SHORE</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayaran-ri-kuasai-466-off-shore-808-kapal-asing-berganti-bendera-merah-putih.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pelayaran RI kuasai 46,6% off shore,  808 Kapal asing berganti bendera Merah Putih'>Pelayaran RI kuasai 46,6% off shore,  808 Kapal asing berganti bendera Merah Putih</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA'>PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN'>SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR'>PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/terminalogi-perkapalan-dan-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: TERMINALOGI PERKAPALAN DAN PELAYARAN'>TERMINALOGI PERKAPALAN DAN PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pihak-pihak-yang-terkait-dalam-kegiatan-pelayaran-niaga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA'>PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/jenis-jenis-pelayaran-niaga-menurut-sifat-usaha-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN'>JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/surcharge-peti-kemas-disoal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURCHARGE PETI KEMAS DISOAL'>SURCHARGE PETI KEMAS DISOAL</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">JAKARTA: Kementerian Perhubungan diminta memangkas jumlah pelabuhan terbuka untuk ekspor dan impor guna mengurangi dampak buruk penerapan Asean-China Free Trade Agreement (ACFTA) di sektor pelayaran.</p>
<p>Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners&#8217; Association (INSA) Johnson W. Sutjipto menilai perdagangan bebas Asean-China akan berdampak negatif terhadap sektor transportasi laut.</p>
<p>Pengaruh itu, menurut dia, akibat melemahnya daya jual produk dalam negeri, menyusul maraknya produk China di Indonesia, padahal distribusi barang sebagian besar menggunakan kapal laut.</p>
<p>Johnson mengatakan volume muatan kapal nasional terancam merosot seiring dengan mudahnya produk China masuk ke wilayah Indonesia melalui pelabuhan laut yang selama ini dinyatakan terbuka.</p>
<p>&#8220;Mereka bisa masuk ke mana saja melalui pelabuhan terbuka itu sehingga kebutuhan barang di suatu daerah tertentu bisa langsung dipasok dari China dan diangkut kapal negara itu. Dampaknya barang-barang yang selama ini dipasok dengan menggunakan kapal nasional akan tersingkir,&#8221; katanya.</p>
<p>Sebagai contoh, kata Johnson, kapal China bisa masuk ke Pelabuhan Belawan dan membongkar muatan tanpa memuat. Setelah itu, kapal tersebut menuju Tanjung Priok dan melakukan muat sebelum kembali ke China.</p>
<p>Agar kapal nasional tidak kehilangan muatan, tuturnya, pemerintah harus segera memangkas jumlah pelabuhan terbuka yang kini mencapai 141.</p>
<p>Johnson menilai jumlah pelabuhan terbuka terlalu banyak, sehingga pintu masuk impor juga tidak sedikit. &#8220;Pelabuhan terbuka seharusnya cukup 10.&#8221;</p>
<p>Oleh Tularji<br />
Bisnis Indonesia<br />
<a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://muislife.com/acfta-ancam-pelayaran-nasional.html"></a><br />
<script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://muislife.com/acfta-ancam-pelayaran-nasional.html" title="acfta perkapalan">acfta perkapalan</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 1.17 ms --><img src="http://muislife.com/?ak_action=api_record_view&id=351&type=feed" alt="" />

<p>Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ESDM MINTA KELONGGARAN CABOTAGE KAPAL OFF SHORE'>ESDM MINTA KELONGGARAN CABOTAGE KAPAL OFF SHORE</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayaran-ri-kuasai-466-off-shore-808-kapal-asing-berganti-bendera-merah-putih.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pelayaran RI kuasai 46,6% off shore,  808 Kapal asing berganti bendera Merah Putih'>Pelayaran RI kuasai 46,6% off shore,  808 Kapal asing berganti bendera Merah Putih</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA'>PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN'>SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR'>PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/terminalogi-perkapalan-dan-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: TERMINALOGI PERKAPALAN DAN PELAYARAN'>TERMINALOGI PERKAPALAN DAN PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pihak-pihak-yang-terkait-dalam-kegiatan-pelayaran-niaga.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA'>PIHAK-PIHAK YANG TERKAIT DALAM KEGIATAN PELAYARAN NIAGA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/jenis-jenis-pelayaran-niaga-menurut-sifat-usaha-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN'>JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/surcharge-peti-kemas-disoal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURCHARGE PETI KEMAS DISOAL'>SURCHARGE PETI KEMAS DISOAL</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muislife.com/acfta-ancam-pelayaran-nasional.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR</title>
		<link>http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html</link>
		<comments>http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 08:39:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Container Yard]]></category>
		<category><![CDATA[CY]]></category>
		<category><![CDATA[DEPO PETIKEMAS]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Kepelabuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelindo II]]></category>
		<category><![CDATA[Petikemas]]></category>
		<category><![CDATA[YOR]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muislife.com/?p=345</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II segera membangun pusat distribusi atau depo peti kemas di Kalimantan Barat guna mencegah kongesti di Pelabuhan Pontianak yang selama ini sulit diatasi. Pusat distribusi itu akan dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare di Nipah Kuning, sekitar 5 km dari Pelabuhan Pontianak dengan kapasitas tampung peti kemas sedikitnya 10.000 [...]


Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/surcharge-peti-kemas-disoal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURCHARGE PETI KEMAS DISOAL'>SURCHARGE PETI KEMAS DISOAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/arus-peti-kemas-di-surabaya-naik-16.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Arus peti kemas di Surabaya naik 16%'>Arus peti kemas di Surabaya naik 16%</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/acfta-ancam-pelayaran-nasional.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL'>ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ESDM MINTA KELONGGARAN CABOTAGE KAPAL OFF SHORE'>ESDM MINTA KELONGGARAN CABOTAGE KAPAL OFF SHORE</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perencanaan-perancangan-dan-pembangunan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN'>PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: TAHAPAN  PERENCANAAN  PEMBUATAN LAPANGAN PETIKEMAS'>TAHAPAN  PERENCANAAN  PEMBUATAN LAPANGAN PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengenalan-sistem-penanganan-petikemas.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGENALAN SISTEM PENANGANAN  PETIKEMAS'>PENGENALAN SISTEM PENANGANAN  PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perusahaan-ekspedisi-pergudangan-dan-bongkar-muat-stevedoring.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)'>PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengertian-dan-fungsi-dari-peralatan-pelabuhan-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN'>PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify">JAKARTA: PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II segera membangun pusat distribusi atau depo peti kemas di Kalimantan Barat guna mencegah kongesti di Pelabuhan Pontianak yang selama ini sulit diatasi.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Pusat distribusi itu akan dibangun di atas lahan seluas 1,2 hektare di Nipah Kuning, sekitar 5 km dari Pelabuhan Pontianak dengan kapasitas tampung peti kemas sedikitnya 10.000 TEUs.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">General Manager Pelindo II Cabang Pelabuhan Pontianak Solihin mengatakan kawasan distribusi dan depo peti kemas terbesar di Kalbar itu akan dijadikan sebagai penyangga lapangan penumpukan peti kemas di Pelabuhan Pontianak.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Pusat distribusi itu diharapkan mampu mencegah kongesti yang selama ini sulit diatasi karena peti kemas tidak bisa diangkut ke luar areal pelabuhan. &#8220;Pembangunan kawasan tersebut sudah mendapat lampu hijau dari Pemprov Kalbar,&#8221; katanya kepada Bisnis akhir pekan lalu.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Menurut Solihin, kawasan itu diharapkan sudah dapat digunakan pada triwulan kedua tahun ini untuk menampung peti kemas kosong dari Pelabuhan Pontianak, sehingga kapal di pelabuhan itu dapat dilayani lebih cepat.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Selain itu, lanjutnya, depo itu dapat mengurangi kemacetan lalu lintas di dalam Kota Pontianak karena pemindahan peti kemas dari pelabuhan ke Nipah Kuning akan dilakukan pada malam hari.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">&#8220;Nanti kendaraan angkutan barang yang selama ini beroperasi dan parkir di pusat kota dengan sendirinya akan pindah ke Nipah Kuning, sehingga kepadatan arus lalu lintas dalam kota bisa berkurang,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Solihin mengakui lapangan penumpukan di pelabuhan itu masih padat, meski arus peti kemas tidak sebanyak ketika menjelang Lebaran, Natal, dan tahun baru.</p>
<p style="text-align: justify">
<p style="text-align: justify">Saat ini, tingkat isian lapangan penumpukan atau yard occupancy ratio (YOR) di terminal peti kemas Pontianak mencapai 85% dan mulai mengganggu kelancaran bongkar muat peti kemas dari dan ke kapal.</p>
<p style="text-align: justify">Bisnis Indonesia</p>
<p><a name="fb_share" type="button_count" share_url="http://muislife.com/pelindo-ii-ban…emas-di-kalbar.html"></a><br />
<script src="http://static.ak.fbcdn.net/connect.php/js/FB.Share" type="text/javascript"></script></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html" title="pt pelindo II cabang pontianak">pt pelindo II cabang pontianak</a></li><li><a href="http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html" title="bisnis indonesia pelindo pontianak">bisnis indonesia pelindo pontianak</a></li><li><a href="http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html" title="kongesti di pelabuhan pontianak">kongesti di pelabuhan pontianak</a></li><li><a href="http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html" title="lapangan petikemas pontianak">lapangan petikemas pontianak</a></li><li><a href="http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html" title="Pelayanan Pelindo Pontianak">Pelayanan Pelindo Pontianak</a></li><li><a href="http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html" title="pelindo ii pontianak">pelindo ii pontianak</a></li><li><a href="http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html" title="pengertian kongesti pelabuhan">pengertian kongesti pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html" title="tRAffic arus kapal di pelindo">tRAffic arus kapal di pelindo</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.768 ms --><img src="http://muislife.com/?ak_action=api_record_view&id=345&type=feed" alt="" />

<p>Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/surcharge-peti-kemas-disoal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURCHARGE PETI KEMAS DISOAL'>SURCHARGE PETI KEMAS DISOAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/arus-peti-kemas-di-surabaya-naik-16.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Arus peti kemas di Surabaya naik 16%'>Arus peti kemas di Surabaya naik 16%</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/acfta-ancam-pelayaran-nasional.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL'>ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ESDM MINTA KELONGGARAN CABOTAGE KAPAL OFF SHORE'>ESDM MINTA KELONGGARAN CABOTAGE KAPAL OFF SHORE</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perencanaan-perancangan-dan-pembangunan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN'>PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: TAHAPAN  PERENCANAAN  PEMBUATAN LAPANGAN PETIKEMAS'>TAHAPAN  PERENCANAAN  PEMBUATAN LAPANGAN PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengenalan-sistem-penanganan-petikemas.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGENALAN SISTEM PENANGANAN  PETIKEMAS'>PENGENALAN SISTEM PENANGANAN  PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perusahaan-ekspedisi-pergudangan-dan-bongkar-muat-stevedoring.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)'>PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengertian-dan-fungsi-dari-peralatan-pelabuhan-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN'>PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>ESDM MINTA KELONGGARAN CABOTAGE KAPAL OFF SHORE</title>
		<link>http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html</link>
		<comments>http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Jan 2010 00:17:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[ESDM]]></category>
		<category><![CDATA[Insa]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Kepelabuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[Loyalitas]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Navigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Off Shore]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayaran]]></category>
		<category><![CDATA[UU Nomor 17 tahun 2008]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muislife.com/?p=341</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta Kementerian Perhubungan membebaskan sejumlah kapal off shore (lepas pantai) dari ketentuan berbendera Indonesia seiring dengan penerapan asas cabotage secara penuh pada 1 Januari 2011. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R. Mahamit mengakui Kementerian ESDM telah meminta dispensasi sejumlah kapal lepas pantai terkait dengan asas cabotage [...]


Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/pelayaran-ri-kuasai-466-off-shore-808-kapal-asing-berganti-bendera-merah-putih.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pelayaran RI kuasai 46,6% off shore,  808 Kapal asing berganti bendera Merah Putih'>Pelayaran RI kuasai 46,6% off shore,  808 Kapal asing berganti bendera Merah Putih</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/izin-11-kapal-asing-pengangkut-migas-diproses.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: IZIN 11 KAPAL ASING PENGANGKUT MIGAS DIPROSES'>IZIN 11 KAPAL ASING PENGANGKUT MIGAS DIPROSES</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/peralatan-pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERALATAN PELAYANAN KAPAL'>PERALATAN PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/acfta-ancam-pelayaran-nasional.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL'>ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/galangan-kapal-mendesak-didata-ulang.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: GALANGAN KAPAL MENDESAK DIDATA ULANG'>GALANGAN KAPAL MENDESAK DIDATA ULANG</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sarana-bantu-navigasi-perkapalan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SARANA BANTU NAVIGASI PERKAPALAN'>SARANA BANTU NAVIGASI PERKAPALAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA'>PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN'>SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">JAKARTA: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral meminta Kementerian Perhubungan membebaskan sejumlah kapal off shore (lepas pantai) dari ketentuan berbendera Indonesia seiring dengan penerapan asas cabotage secara penuh pada 1 Januari 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub Bobby R. Mahamit mengakui Kementerian ESDM telah meminta dispensasi sejumlah kapal lepas pantai terkait dengan asas cabotage (komoditas domestik wajib diangkut oleh kapal berbendera Indonesia).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">&#8220;Permintaan itu disampaikan melalui surat kepada kami [Kemenhub] pada Desember lalu,&#8221; katanya ketika dikonfirmasi Bisnis pekan lalu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Bobby menjelaskan Kementerian ESDM meminta sedikitnya tiga jenis kapal lepas pantai diberi kelonggaran dari ketentuan asas cabotage di antaranya jenis floating production storage offloading (FPSO) dan drill ship (kapal pengeboran di laut dalam).</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Namun, dia menuturkan pihaknya belum mengetahui alasan Kementerian ESDM meminta ketiga jenis kapal itu dikecualikan dari asas cabotage. &#8220;Saya belum tahu apa alasan pastinya, tetapi sedikitnya ada tiga jenis kapal yang diminta diberi dispensasi dari ketentuan asas cabotage itu,&#8221; ujarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Kebijakan asas cabotage diberlakukan secara bertahap sejak keluarnya Instruksi Presiden No.5/ 2005 tentang Pemberdayaan Sektor Maritim Nasional. Inpres itu diperkuat dengan UU No. 17/ 2008 tentang Pelayaran.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Pasal 8 UU itu menyebutkan kegiatan angkutan laut dalam negeri dilakukan oleh perusahaan angkutan laut nasional dengan menggunakan kapal berbendera Indonesia serta diawaki oleh awak kapal berkewarganegaraan Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Hingga akhir tahun lalu, 13 komoditas sudah wajib diangkut dengan menggunakan kapal berbendera Merah Putih untuk kegiatan distribusi antarpelabuhan dan antarpulau di dalam negeri sehingga menyisakan satu komoditas, yakni kegiatan lepas pantai.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan KM No.71 tahun 2005 tentang Kegiatan Pengangkutan Barang di dalam negeri, kegiatan lepas pantai domestik wajib menggunakan kapal berbendera Merah Putih paling lambat 1 Januari 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Indonesian National Shipowners&#8217; Association (INSA) Johnson W. Sutjipto mengakui telah menerima informasi soal keinginan Kementerian ESDM agar sejumlah kapal off shore diberi dispensasi dari ketentuan berbendera Merah Putih mulai 1 Januari 2011.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">&#8220;Padahal, pelayaran nasional sudah berkomitmen untuk menggantikan armada berbendera asing, termasuk kapal off shore jenis FPSO. Ditender saja belum, kok sudah minta dikecualikan,&#8221; tegasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Johnson mengungkapkan sejumlah perusahaan pelayaran sudah siap masuk ke sektor penyediaan armada yang memerlukan investasi besar, seperti jenis FPSO, tetapi masih tertahan karena tender belum dibuka.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Oleh Tularji</p>
<p style="text-align: justify;">Bisnis Indonesia</p>
<p style="text-align: justify;">
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html" title="dirjen migas izin drillship">dirjen migas izin drillship</a></li><li><a href="http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html" title="kapal cabotage">kapal cabotage</a></li><li><a href="http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html" title="Keputusan Menteri perhubungan cabotage">Keputusan Menteri perhubungan cabotage</a></li><li><a href="http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html" title="migas cabotage">migas cabotage</a></li><li><a href="http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html" title="surat sign off dari kapal">surat sign off dari kapal</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 2.094 ms --><img src="http://muislife.com/?ak_action=api_record_view&id=341&type=feed" alt="" />

<p>Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/pelayaran-ri-kuasai-466-off-shore-808-kapal-asing-berganti-bendera-merah-putih.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pelayaran RI kuasai 46,6% off shore,  808 Kapal asing berganti bendera Merah Putih'>Pelayaran RI kuasai 46,6% off shore,  808 Kapal asing berganti bendera Merah Putih</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/izin-11-kapal-asing-pengangkut-migas-diproses.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: IZIN 11 KAPAL ASING PENGANGKUT MIGAS DIPROSES'>IZIN 11 KAPAL ASING PENGANGKUT MIGAS DIPROSES</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/peralatan-pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERALATAN PELAYANAN KAPAL'>PERALATAN PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/acfta-ancam-pelayaran-nasional.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL'>ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/galangan-kapal-mendesak-didata-ulang.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: GALANGAN KAPAL MENDESAK DIDATA ULANG'>GALANGAN KAPAL MENDESAK DIDATA ULANG</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sarana-bantu-navigasi-perkapalan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SARANA BANTU NAVIGASI PERKAPALAN'>SARANA BANTU NAVIGASI PERKAPALAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA'>PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN'>SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muislife.com/esdm-minta-kelonggaran-cabotage-kapal-off-shore.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>TAHAPAN  PERENCANAAN  PEMBUATAN LAPANGAN PETIKEMAS</title>
		<link>http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html</link>
		<comments>http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2009 06:36:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepelabuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Petikemas]]></category>
		<category><![CDATA[Container Yard]]></category>
		<category><![CDATA[CY]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Disain]]></category>
		<category><![CDATA[Lapangan]]></category>
		<category><![CDATA[Penumpukan]]></category>
		<category><![CDATA[Perencanaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muislife.com/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[DATA LAPANGAN : Menentukan Elevasi rencana lapangan petikemas, data yang perlu diketahui : a. Elevasi jalan akses disekitarnya. b. Elevasi lantai dermaga / trestle c. Elevasi dasar parit disekitarnya Setelah data tersebut di atas diketahui, maka elevasi permukaan lapangan petikemas dapat direncanakan misalnya + 20 cm s/d + 25 cm dari elevasi lantai dermaga / [...]


Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: TAHAPAN  PERENCANAAN  PEMBUATAN LAPANGAN PETIKEMAS'>TAHAPAN  PERENCANAAN  PEMBUATAN LAPANGAN PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengenalan-sistem-penanganan-petikemas.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGENALAN SISTEM PENANGANAN  PETIKEMAS'>PENGENALAN SISTEM PENANGANAN  PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/identifikasi-petikemas-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: IDENTIFIKASI PETIKEMAS'>IDENTIFIKASI PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/ukuran-petikemas-berdasarkan-standar-iso.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: UKURAN PETIKEMAS BERDASARKAN STANDAR ISO'>UKURAN PETIKEMAS BERDASARKAN STANDAR ISO</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perencanaan-perancangan-dan-pembangunan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN'>PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/identifikasi-petikemas.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: IDENTIFIKASI PETIKEMAS'>IDENTIFIKASI PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN'>SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/367.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: KONSEP PERENCANAN PELABUHAN'>KONSEP PERENCANAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR'>PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong>DATA<span> </span>LAPANGAN :</strong></p>
<p class="MsoNormal">Menentukan Elevasi rencana<em> </em>lapangan petikemas,<span> </span>data<span> </span>yang<span> </span>perlu<span> </span>diketahui :</p>
<p class="MsoNormal">a. Elevasi jalan akses disekitarnya.</p>
<p class="MsoNormal">b. Elevasi lantai dermaga / trestle</p>
<p class="MsoNormal">c. Elevasi dasar parit disekitarnya</p>
<p class="MsoNormal">Setelah data tersebut di atas diketahui, maka elevasi permukaan lapangan petikemas<span> </span>dapat<span> </span>direncanakan<span> </span>misalnya + 20 cm<span> </span>s/d + 25 cm dari<span> </span>elevasi<span> </span>lantai dermaga / <span> </span>muka<span> </span>jalan<span> </span>disekitarnya.</p>
<p class="MsoNormal"><strong>DATA<span> </span>MATERIAL :</strong></p>
<p class="MsoNormal">CBR<span> </span>tanah<span> </span>dasar, dilakukan pengetesan DCP di lapangan terhadap kepadatan /jenis tanah dasar di permukaan dan di bawah permukaan tanah dasar ± 50 cm s/d 100 cm. Apabila tanah dasarnya lunak CBR &lt; 12% perlu dilakukan perbaikan/pemadatan terlebih dahulu. Pengetesan tersebut dilakukan pada beberapa titik, semakin<span> </span>banyak<span> </span>titik yang dites semakin baik.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span> </span>Material LPB,<span> </span>adalah sirtu kls A yaitu batuan bulat ukuran kecil yg bercampur dengan pasir kasar dan tidak boleh mengandung tanah Contoh<span> </span>material dari sumber/quarry terlebih dahulu dites di laboratorium untuk ditentukan nilai CBR nya. Atau dalam bahasa teknik disebutkan bahwa Indeks Plastis<span> </span>IP u/ LPB &lt; 10 %</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Material LPA,<span> </span>adalah agregat kls A yaitu batuan pecah yg bercampur dengan pasir kasar dan tidak boleh mengandung tanah. Contoh<span> </span>material dari sumber/quarry terlebih dahulu dites di laboratorium untuk ditentukan nilai CBR nya. Atau dalam bahasa teknik disebutkan bahwa Indeks Plastis<span> </span>IP u/ LPA &lt; 6 %</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Lapisan<span> </span>pasir <span> </span>di bawah<span> </span>lapis<span> </span>penutup, </em>materialnya<span> </span>adalah pasir mutu baik dan tidak boleh mengandung tanah dengan ketebalan<span> </span>rata-rata 5 cm</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Lapis Penutup / permukaan</em>,<span> </span>materialnya bersifat keras dan kaku dalam hal ini yang digunakan adalah Paving Concrete Block dengan tingkat kekerasan beton yang ditunjukkan dalam mutu K 400 dan dibuktikan dengan uji material dari laboratorium independen</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Lapisan<span> </span>pasir<span> </span>di bawah<span> </span>lapis<span> </span>penutup, </em>materialnya<span> </span>adalah pasir mutu baik dan tidak boleh mengandung tanah dengan ketebalan<span> </span>rata-rata 5 cm</p>
<p class="MsoNormal"><em>Lapis Penutup / permukaan</em>,<span> </span>materialnya bersifat keras dan kaku dalam hal ini yang digunakan adalah Paving Concrete Block dengan tingkat kekerasan beton yang ditunjukkan dalam mutu K 400 dan dibuktikan dengan uji material dari laboratorium independen</p>
<p class="MsoNormal">Selanjutnya berdasarkan data-data ketebalan LPA dan LPB dapat ditentukan dengan formula<span> </span>atau berpedoman<span> </span>pada gambar yang telah dibagikan ke Cabang</p>
<p class="MsoNormal"><strong>PELAKSANAAN<span> </span>PEKERJAAN<span> </span>:</strong><em><span> </span></em></p>
<p class="MsoNormal"><em>Lapis Tanah<span> </span>Dasar</em>, apabila tanah dasarnya lunak dengan nilai CBR &lt; 12 % maka perlu <span> </span>dilakukan pemadatan/penggilasan<span> </span>terlebih dahulu hingga mencapai tingkat kepadatan <span> </span>yang ditentukan berdasarkan nilai CBR</p>
<p class="MsoNormal"><em>Lapis Pondasi Bawah / LPB, </em>pemadatan <span> </span>/penggilasannya tidak boleh dilakukan <span> </span>sekaligus melainkan secara<span> </span>bertahap/berulang kali setiap ketebalan maks’ 20 cm hingga mencapai tingkat kepadatan yang ditentukan<span> </span>berdasarkan<span> </span>nilai<span> </span>CBR</p>
<p class="MsoNormal"><em>Lapis Pondasi Atas / LPA, </em>pemadatan /penggilasannya tidak boleh dilakukan sekaligus melainkan secara<span> </span>bertahap/berulang kali setiap ketebalan maks’ 20 cm hingga mencapai tingkat kepadatan yang ditentukan berdasarkan nilai CBR</p>
<p class="MsoNormal"><em>Lapis<span> </span>Penutup / Paving<span> </span>Block K 400,<span> </span></em>pemasangannya harus dibuat kemiringan min’ 1 %<span> </span>ke arah saluran air dan dikunci dengan menggunakan konst’ kerb stone atau pondasi batu kali sekeliling lapangan petikemas.<strong> <span> </span></strong></p>
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html" title="standart perencanaan dermaga">standart perencanaan dermaga</a></li><li><a href="http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html" title="tahapan perencanaan">tahapan perencanaan</a></li><li><a href="http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html" title="cache:h0ZShA5PFngJ:muislife com/yarpp-related-posts-di-wordpress html cara memakai plugin YARPP">cache:h0ZShA5PFngJ:muislife com/yarpp-related-posts-di-wordpress html cara memakai plugin YARPP</a></li><li><a href="http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html" title="perencanaan dermaga peti kemas">perencanaan dermaga peti kemas</a></li><li><a href="http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html" title="perencanaan pelabuhan berdasarkan data hidrografi">perencanaan pelabuhan berdasarkan data hidrografi</a></li><li><a href="http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html" title="perencanaan peti kemas">perencanaan peti kemas</a></li><li><a href="http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html" title="rencana pembuatan lapangan">rencana pembuatan lapangan</a></li><li><a href="http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html" title="tahap perencanaan pelabuhan">tahap perencanaan pelabuhan</a></li><li><a href="http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html" title="tahapan pembuatan dermaga">tahapan pembuatan dermaga</a></li><li><a href="http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html" title="perancangan dermaga">perancangan dermaga</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 3.321 ms --><img src="http://muislife.com/?ak_action=api_record_view&id=274&type=feed" alt="" />

<p>Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: TAHAPAN  PERENCANAAN  PEMBUATAN LAPANGAN PETIKEMAS'>TAHAPAN  PERENCANAAN  PEMBUATAN LAPANGAN PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pengenalan-sistem-penanganan-petikemas.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PENGENALAN SISTEM PENANGANAN  PETIKEMAS'>PENGENALAN SISTEM PENANGANAN  PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/identifikasi-petikemas-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: IDENTIFIKASI PETIKEMAS'>IDENTIFIKASI PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/ukuran-petikemas-berdasarkan-standar-iso.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: UKURAN PETIKEMAS BERDASARKAN STANDAR ISO'>UKURAN PETIKEMAS BERDASARKAN STANDAR ISO</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perencanaan-perancangan-dan-pembangunan-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN'>PERENCANAAN, PERANCANGAN DAN PEMBANGUNAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/bangunan-fasilitas-pelabuhan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN'>BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/identifikasi-petikemas.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: IDENTIFIKASI PETIKEMAS'>IDENTIFIKASI PETIKEMAS</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN'>SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/367.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: KONSEP PERENCANAN PELABUHAN'>KONSEP PERENCANAN PELABUHAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelindo-ii-bangun-depo-peti-kemas-di-kalbar.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR'>PELINDO II BANGUN DEPO PETI KEMAS DI KALBAR</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muislife.com/tahapan-perencanaan-pembuatan-lapangan-petikemas-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>SURVEY HIDROGRAFI UNTUK MONITORING ALUR PELAYARAN</title>
		<link>http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html</link>
		<comments>http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 Oct 2009 05:59:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kepelabuhanan]]></category>
		<category><![CDATA[Maritim]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Navigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Alat Survey]]></category>
		<category><![CDATA[Hidrografi]]></category>
		<category><![CDATA[Kapal]]></category>
		<category><![CDATA[Mercusuar]]></category>
		<category><![CDATA[Navigasi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayaran]]></category>
		<category><![CDATA[Standar]]></category>
		<category><![CDATA[tulisan]]></category>
		<category><![CDATA[Ukuran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://muislife.com/?p=203</guid>
		<description><![CDATA[Alur pelayaran dan rambu rambunya yang ada sekarang ini perlu dilakukan pemantauan dan pemeliharaan secara rutin untuk menjaga keselamatan dan kelancaran kapal yang melakukan pelayaran tersebut. Bahaya terjadinya kecelakaan pada pelayaran memberikan dampak yang sangat luas, bukan hanya faktor nyawa manusia di kapal yang bersangkutan namun pada kapal yang mengangkut bahan-bahan cair lainnya yang mudah [...]


Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/aquarius-gps-dengan-presisi-tinggi-dari-magellan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: AQUARIUS :GPS DENGAN PRESISI TINGGI DARI MAGELLAN'>AQUARIUS :GPS DENGAN PRESISI TINGGI DARI MAGELLAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sarana-bantu-navigasi-perkapalan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SARANA BANTU NAVIGASI PERKAPALAN'>SARANA BANTU NAVIGASI PERKAPALAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/terminalogi-perkapalan-dan-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: TERMINALOGI PERKAPALAN DAN PELAYARAN'>TERMINALOGI PERKAPALAN DAN PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA'>PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/industri-jasa-pelayaran-shipping-industry.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)'>INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/acfta-ancam-pelayaran-nasional.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL'>ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/jenis-jenis-pelayaran-niaga-menurut-sifat-usaha-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN'>JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/peralatan-pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERALATAN PELAYANAN KAPAL'>PERALATAN PELAYANAN KAPAL</a></li>
</ol>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify; ">Alur pelayaran dan rambu rambunya yang ada sekarang ini perlu dilakukan pemantauan dan pemeliharaan secara rutin untuk menjaga keselamatan dan kelancaran kapal yang melakukan pelayaran tersebut.</p>
<p style="text-align: justify; ">Bahaya terjadinya kecelakaan pada pelayaran memberikan dampak yang sangat luas, bukan hanya faktor nyawa manusia di kapal yang bersangkutan namun pada kapal yang mengangkut bahan-bahan cair lainnya yang mudah dibawa arus laut, maka pengotoran/polusi laut akan menyebar luas ketempat lain yang jauh dari tempat kejadian.</p>
<p><span id="more-203"></span></p>
<p style="text-align: justify; ">Pemeliharaan alur pelayaran dapat dilakukan dengan melaksanakan survey hydrografi secara berkala, Dengan menggunakan alat GPS memakai metode differensial real time kinematik dapat membantu kegiatan survey secara cepat dan tepat di bandingkan dengan memakai peralatan yang konvensional seperti busur sextan, theodolite, dan alat bantu lainnya.</p>
<p style="text-align: justify; ">Penggunaan metoda differensial real time kinematik dapat menentukan posisi kapal secara teliti dalam waktu yang sangat singkat, sekaligus menentukan arah dan kecepatan kapal untuk melakukan survey. Metode tersebut diantaranya adalah :</p>
<p style="text-align: justify; "><strong><span style="text-decoration: underline;"><em>1. Busur sextan</em></span></strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Pengukuran dengan metode ini memilik tingkat akurasi sekitar 4 – 7meter, pelaksanaannya dan pemrosesan data memiliki waktu yang sangat lama, untuk survey kolam pelabuhan <span style="text-decoration: underline;">+</span> 200 M<sup>2</sup> saja, membutuhkan waktu kurang lebih 1 bulan, hal ini disebabkan karena pelaksanaannya membutuhkan waktu dengan perbandingan 50:50 (50% untuk pelaksanaan survey dan 50% untuk pemrosesan data survey).</p>
<p style="text-align: justify; "><strong><span style="text-decoration: underline;"><em>2. GPS Navigasi</em></span></strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Metode yang digunakan sudah memiliki tingkat akurasi 3-5 meter, dan pelaksanaannya dapat dibilang lebih singkat di bandingkan dengan pemakaian busur sextan tetapi untuk pemrosesan datanya memiliki waktu yang hampir sama pada pemrosesan dengan metode sextan karena pelaksanaan survey ini masih dikategorikan semi digital. Untuk survey kolam pelabuhan membutuhkan waktu kurang lebih 20 hari dengan perbandingan 30:70 (30% untuk pelaksanaan survey dan 70% untuk pemrosesan data hasil survey).</p>
<p style="text-align: justify; "><strong><em><span style="text-decoration: underline;">3. GPS realtime kinematik</span></em></strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Dengan memakai cara ini dapat mempersingkat pelaksanaan dan pemrosesan data dengan tingkat akurasi 1-3 meter, untuk pelaksanaan survey kolam pelabuhan saja dapat diselesaikan dengan waktu kurang lebih 7 hari sampai 12 hari dengan syarat tidak terjadi gangguan koneksi alat. Karena metode ini sudah memakai peralatan yang koputerisasi, sehingga pemrosesan datanya memiliki waktu yang lebih singkat dari pelaksanaan surveynya, dengan perbandingan 70:30 (70% untuk pelaksanaan survey dan 30% untuk pemrosesan data).</p>
<p style="text-align: justify; ">Seiring perkembangan jaman, metode terakhir sudah dirasa cukup cepat dan tepat dalam pelaksanaan survey hydrografi, tetapi untuk ketelitian dapat di tingkatkan dengan menggunakan metode differensial yang terdapat di GPS. Hasil yang di dapat untuk penggunaan metode ini memiliki ketelitian 3 &#8211; 50cm tergantung dari pemrosesan data akhirnya.</p>
<p style="text-align: justify; ">Alur pelayaran mempunyai fungsi untuk memberi jalan kepada kapal untuk memasuki wilayah pelabuhan dengan aman dan mudah dalam memasuki kolam pelabuhan. Fungsi lain dari alur pelayaran adalah untuk menghilangkan kesulitan yang akan timbul karena gerakan kapal kearah atas (minimum ships maneuver activity) dan gangguan alam, maka perlu bagi perencana untuk memperhatikan keadaan alur pelayaran (ship channel) dan mulut pelabuhan (port entrance). Alur pelayaran harus memperhatikan besar kapal yang akan dilayani (panjang, lebar, berat, dan kecepatan kapal), jumlah jalur lalu lintas, bentuk lengkung alur yang berkaitan dengan besar jari – jari alur tersebut. Karena perbedaan antara perkiraan dan realisasi sering terjadi, maka penyediaan alur perlu dilakukan untuk mengantisipasi kehadiran kapal-kapal besar. Suatu penelitian tentang karakteristik alur perlu di evaluasi terhadap pergerakan trafik yang ada, pengaruh cuaca, operasi dari kapal nelayan, dan karakteristik alur tersebut. Dengan semakin meningkatnya perekonomian dunia maka penggunaan transportasi laut semakin padat, khususnya pada daerah sempit, seperti selat dan kanal, ataupun daerah yang terkonsentrasi seperti palabuhan dan persilangan lintasan lalu lintas pelayaran. Sehingga beresiko tinggi untuk terjadinya kecelakaan pelayaran, baik berupa tabrakan sesama kapal ataupun bahaya pelayaran lainnya seperti bangkai kapal atau kandas di kedalaman dangkal.</p>
<p style="text-align: justify; ">Untuk pemeliharaan alur pelayaran biasanya dilakukan pengerukan secara berkala, perencanaan pengerukan tersebut memerlukan data-data keadaan permukaan dasar laut untuk dapat diketahui berapa volume rencana pengerukan. Survey hydrografi sangat penting peranannya untuk perencanaan pengerukan tersebut, karena hasil survey tersebut berupa data-data keadaan permukaan dasar laut yang disajikan berupa peta.</p>
<p style="text-align: justify; ">Adapun tahap-tahap pelaksanaan survey hydrografi ini adalah</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>a.  </strong><strong>Survey pendahuluan</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Tahapan survey pendahuluan akan dimulai dengan melakukan orientasi di lokasi survey yang telah direncanakan serta mengadakan pengamatan terhadap aspek-aspek penting yang berhubungan dengan pelaksanaan survey. Adapun langkah dalam survey pendahuluan yang akan dilakukan sesuai dengan spesifikasi teknis adalah sebagai berikut :</p>
<ol style="text-align: justify; ">
<li>Identifikasi  tugu/BM (Benchmark) referensi yang akan dipakai acuan dalam pekerjaan adalah tugu orde 1 atau 2 yang dikeluarkan oleh Bakosurtanal dan BPN.</li>
<li>Identifikasi lokasi stasiun pasang surut terdekat ke lokasi survey.</li>
<li>Identifikasi dan pemilihan lokasi-lokasi rencana pemasangan tugu (BM) dan stasiun pasut disekitar lokasi survey.</li>
<li>Penentuan lokasi awal dimana pengukuran sounding akan dimulai.</li>
<li>Mengisi formulir survey  serta membuat deskripsi informasi pencapaian lokasi titik BM dan stasiun pasut yang ada maupun rencana, serta informasi-informasi lainnya yang dianggap penting. </li>
</ol>
<p style="text-align: justify; "><strong>b. Penyediaan titik kontrol horizontal</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong><span style="font-weight: normal; ">Penentuan jaring kontrol horizontal bertujuan untuk menyediakan titik referensi bagi kegiatan pekerjaan selajutnya sehingga berada dalam satu sistem koordinat. Agar sistem koordinat ini terikat pada sistem kerangka dasar nasional maka perlu diikatkan pada titik tetap Bakosurtanal yang telah menggunakan Datum Geodesi Nasional 1995 (DGN-95) yang ditetapkan tahun 1996 dan merupakan datum yang mengacu pada datum Internasional WGS-84.</span></strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>c. Pengamatan pasang surut</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Fonomena pasang surut laut didefinisikan sebagai gerakan vertikal dari permukaan laut yang terjadi secara periodik.  Adanya fonomena pasut berakibat kedalaman suatu titik berubah-ubah setiap waktu. Untuk itu dalam setiap pekerjaan survey hydrografi perlu ditetapkan suatu bidang acuan kedalaman laut yang disebut <em>Muka Surutan/Chart Datum</em>.</p>
<p style="text-align: justify; ">Tujuan dari pengamatan pasut ini selain untuk menentukan muka surutan juga untuk menentukan koreksi hasil ukuran kedalaman.</p>
<p style="text-align: justify; "><img src="http://muislife.com/images/survey hidrografi 3.jpg" alt="Gambar Penempatan Bak Ukur Pasang Surut" vspace="4" align="centre" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Dari gambar di atas  diperoleh hubungan sebagai berikut :</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>rt= (Tt-Ho+Zo)</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Dengan  :</p>
<p style="text-align: justify; ">rt  = besarnya reduksi pasut yang diberikan kepada hasil pengukuran  kedalaman pada –t</p>
<p style="text-align: justify; ">Tt  = kedudukan pengukuran laut sebenarnya pada waktu –t</p>
<p style="text-align: justify; ">Ho = keadaan permukaan laut rata-rata</p>
<p style="text-align: justify; ">Zo = kedalaman muka surutan di bawah MSL</p>
<p style="text-align: justify; "><strong> d. </strong><strong>Penentuan      posisi horizontal titik fix menggunakan GPS dengan metode differensial      real time kinematik</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Pada teknologi ini satu receiver GPS akan dipasang pada titik kontrol darat dengan ketelitian tinggi yang terikat dengan titik tetap bakosurtanal dan akan berfungsi sebagai <em>Referensi_Station</em> sedangkan receiver lainnya dipasang di kapal survey dan berfungsi sebagai <em>Rover_Station</em>. Pengamatan absolut posisioning di titik Referensi Station akan menghasilkan koordinat baru yang berbeda dengan koordinat fix nya. Besarnya perbedaan nilai ini dinamakan sebagai koreksi differensial dan dihitung untuk tiap signal satelit. Melalui gelombang UHF data link dalam format standar RCTM-104 koreksi ini dikirimkan setiap saat dari Referensi Station ke Rover Station melalui antena defferensial untuk kemudian di aplikasikan pada tiap signal satelit yang diterima oleh Rover Station. Dengan cara ini maka secara real time nilai koordinat Rover akan dapat ditentukan dengan ketelitian yang optimal (cm sd. submeter ) untuk penentuan posisi pada pekerjaan-pekerjaan hydrografi.</p>
<p><img src="http://muislife.com/images/survey hidrografi 2.jpg" alt="Teknik DGPS Real Time Kinematik" vspace="4" align="centre" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Sebelum pelaksanaan pengamatan posisi titik fix dimulai terdapat beberapa persyaratan yang harus dipenuhi:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong><span style="text-decoration: underline;">A. PERSYARATAN KONSTELASI SETELIT GPS :</span></strong></p>
<ol>
<li>Minimum 4(empat) buah satelit GPS diamati secara bersamaan.</li>
<li>Nilai PDOP &lt; 5</li>
<li>Elevation Mask receiver GPS di set 15°</li>
</ol>
<p style="text-align: justify; "><strong><span style="text-decoration: underline;">B. PERSYARATAN SISTEM DGPS  </span></strong></p>
<ol>
<li>Mampu melakukan multi hitungan  secara paralel</li>
<li>Bisa menanpilkan grafik PDOP dalam Time Series, Parameter Tinggi (H) dan Nomor Satelit (NSAT) untuk periode 1 jam s/d 24 jam.</li>
<li>Bisa menampilkan pesan/warning terhadap sistem yang digunakan.</li>
<li>Data storage di user dapat dipilih berdasarkan interval waktu.</li>
<li>Mempunyai kemampuan untuk mereplay dan menghitung kembali semua data hasil pengamatan.</li>
<li>Data hasil pengukuran harus disimpan dalam format NMEA yang disyaratkan.</li>
</ol>
<p style="text-align: justify; ">Pada pelaksanaan pengukuran posisi dengan teknik differensial real time kinematik peralatan yang digunakan adalah:</p>
<ul style="text-align: justify; ">
<li>DGPS</li>
<li>GPS  Navigasi</li>
<li>RFM96 Radio Modem Pacific Crest + Antena telemetri</li>
<li>Echosounder digital</li>
<li>Tranducer</li>
<li>Plat baja untuk Bar check</li>
<li>Laptop</li>
<li>Hypack  Software pengolah data GPS untuk navigasi</li>
<li>Kapal Survey</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; ">Untuk penyetingan alat dan data referensi adalah sebagai berikut :</p>
<ol>
<li>Setting alat di stasiun kontrol darat terdiri dari DGPS   + RFM96 Pacific Crest + Antena GPS + Antena Telemetri . Antena GPS dipasang pada statif dititik kontrol GPS yang dipakai, sedangkan antena telemetri dipasang di atas menara yang dibuat cukup tinggi di atas titik kontrol GPS yang dipakai.  Setelah seting alat selesai masukkan nilai posisi titik stasiun kontrol GPS tersebut.</li>
<li>Seting alat di kapal (on board)  terdiri dari DGPS + RFM96 Pacific Crest + Antena GPS + Antena Telemetri.</li>
<li>Masukan semua parameter penentuan posisi pada receiver GPS dan komputer, seperti informasi sbb:</li>
</ol>
<ul style="text-align: justify; ">
<li>Parameter Datum yang dipakai (jika diinginkan datum lokal )</li>
<li>Nilai Datum Shift (jika diinginkan datum lokal )</li>
<li>Sistem Proyeksi Peta yang dipakai</li>
<li>Nilai offset antena GPS terhadap Transducer (forward,starbed)</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; ">Sistem DGPS di kapal yang telah terintegrasi dengan komputer akan dijalankan oleh Hypack software guna melakukan navigasi dan aquisisi data posisi setiap saat dalam sistem user (X,Y) dengan datum WGS-84. Posisi yang dihasilkan ini masih dipengaruhi oleh beberapa kesalahan sistematik. Melalui koreksi differential (dX,dY) yang dihasilkan oleh sistem DGPS di stasiun kontrol darat kemudian dihantarkan ke antena differential di kapal dan dikoreksikan pada data posisi sehingga diperoleh nilai data posisi yang terkoreksi dan ditampilkan secara real time pada monitor baik dalam bentuk grafik atau numerik. Dengan cara demikian maka akhirnya kita dapat menentukan koordinat titik fix dan juga informasi lainnya seperti jarak offline, jarak yang sudah ditempuh, jarak keakhir lajur, dll.</p>
<p><img src="http://muislife.com/images/survey hidrografi 4.jpg" alt="Contoh Sistem Peralatan DGPS pada Kapal dan Stasiun Kontrol" vspace="4" align="centre" /></p>
<p style="text-align: justify; ">Sounding adalah penentuan kedalaman dasar laut yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran kondisi topografi dasar laut. Alat yang akan digunakan adalah digital echosunder. Sinkronisasi data kedalaman dan posisi horizontal dilakukan secara otomatis oleh firmware (software yang berada di dalam alat) . Pada proses perekaman, data posisi direkam dengan interval setiap dua detik (Fix Position Record) dan semua data kedalaman direkam dengan kecepatan 6 ping per detik.</p>
<p style="text-align: justify; ">Pemasangan peralatan sounding dipasang dan dipastikan bahwa peralatan dipasang pada posisi yang aman dan kuat terhubung dengan kapal (terutama transducer dan antena). Konstruksi transducer akan dibuat sedemikian rupa sehingga transducer benar-benar dapat dipasang tegak lurus bidang permukaan laut. Transducer akan dipasang pada sisi luar di tengah-tengah bagian buritan dan haluan dengan kedalaman yang sesuai sehingga apabila kapal bergerak vertikal akibat gelombang, bagian bawah transducer tetap berada di bawah permukaan air.</p>
<p style="text-align: justify; ">Setelah transducer dipasang dengan baik maka selanjutnya dilakukan kalibrasi (bar check). Bar check dilakukan dengan cara menenggelamkan sebuah plat baja/besi di bawah transducer dengan menggunakan kabel baja yang diberi tanda setiap lima meter sampai 20 m. Plat baja dengan kedalaman yang sudah ditentukan kemudian menjadi pembanding bacaan echosunder. Kalibrasi dilakukan dengan cara merubah kecepatan suara di air sedemikian rupa sehingga bacaan echosounder sama dengan panjang tali baja. Pengubahan kecepatan dilakukan dengan cara menginput secara digital melalui keypad echosounder. Kalibrasi akan dilakukan pada kedalaman yang berbeda-beda dan dilakukan pada saat sebelum dan sesudah survey.  Untuk melakukan kalibrasi/barcheck ini akan dipilih lokasi/tempat yang permukaan airnya cukup tenang.</p>
<p style="text-align: justify; ">Perekaman data posisi dan kedalaman dilakukan secara otomatis dan simulatan dalam bentuk digital sehingga terhindar dari  kesalahan-kesalahan akibat sinkronisasi data posisi dan kedalaman secara manual. Setiap satu lajur ukuran akan disimpan dalam satu file dengan pemberian nama file yang unik sehingga memudahkan untuk pengecekan, pencarian dan pemrosesan data. Secara real time profile dasar laut pada lajur suvey tampil pada display komputer dan apabila dikehendaki dapat langsung dilakukan print out.</p>
<p style="text-align: justify; ">Semua kegiatan survey pada tahap pelaksanaan ini terintegrasi dan dikendalikan oleh software sehingga terhindar dari <em>human error.</em></p>
<p style="text-align: justify; ">Pengolahan data dilakukan setiap hari setelah selesai pengukuran hari tersebut untuk selanjutnya dianalisa dan apabila ada kesalahan dapat diantisipasi secara cepat pada hari berikutnya.</p>
<p style="text-align: justify; ">Pengolahan data terdiri dari downloading, verifikasi data, dan penggambaran.</p>
<p style="text-align: justify; ">Proses downloading dan verifikasi data  dilakukan menggunakan software Hypack. Ouput pada proses downloading adalah data dalam beberapa format NMEA yang disyaratkan.</p>
<p style="text-align: justify; ">Data dalam format NMEA  tersebut kemudian dengan mudah diubah menjadi bentuk No., X, Y, Z dan digunakan sebagai input pada proses penggambaran. Penggambaran kontur dilakukan menggunakan sotware <em>LDD</em> (<em>LandDesktopDevelopment)</em>. <strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>f .</strong><strong>Penentuan garis pantai</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Penentuan posisi garis pantai adalah penentuan posisi tanda permukaan air laut tertinggi (High Water Mark) di pantai. Pada  daerah yang cukup terbuka, pengukuran dilakukan menggunakan GPS dengan metode stop and go dan untuk daerah yang relatif tertutup oleh tumbuhan (hutan bakau) pengukuran dilakukan menggunakan total station.</p>
<p style="text-align: justify; ">Ada 3(tiga) kriteria dalam penetapan garis pantai untuk acuan pengukuran yaitu :</p>
<ul style="text-align: justify; ">
<li>Untuk daerah pantai yang landai maka garis pantai ditetapkan sebagai posisi air pada kondisi pasang tertinggi.</li>
<li>Untuk daerah pantai yang mempunyai hutan bakau garis pantai ditetapkan pada ujung terluar dari hutan bakau tersebut.</li>
<li>Untuk daerah pantai berbentuk tebing garis pantai diambil pada garis batas tebing tersebut.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; ">Kerapatan pengukuran untuk garis pantai adalah maksimum 50 m untuk pantai yang relatif lurus (teratur) dan lebih rapat untuk bentuk garis pantai yang tidak teratur. </p>
<p style="text-align: justify; ">Selain posisi, keterangan mengenai kondisi pantai juga merupakan hal penting yang akan direkam.</p>
<p style="text-align: justify; ">Pengolahan data dilakukan dengan cara post processing dan selanjutnya data posisi dan keterangan obyek akan menjadi input pada proses penggambaran final. </p>
<p style="text-align: justify; "><strong>g. Pemrosesan data</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Tahap pengolahan data merupakan bagian terintegrasi dari rangkaian pekerjaan survey hydrografi secara keseluruhan dengan tujuan untuk mendapatkan data kedalaman yang benar.</p>
<p style="text-align: justify; ">Beberapa koreksi yang harus dilakukan pada data hasil ukuran kedalaman terjadi akibat kesalahan-kesalahan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify; ">1).     Kesalahan akibat gerakan kapal (sattlement dan squat)</p>
<p style="text-align: justify; ">2).     Kesalahan akibat draft tranduser</p>
<p style="text-align: justify; ">3).     Kesalahan akibat perubahan kecepatan gelombang suara, dan</p>
<p style="text-align: justify; ">4).     Kesalahan lainnya yang perlu untuk diperhitungkan.</p>
<p style="text-align: justify; ">Selain itu angka kedalaman juga harus diredusir kepada suatu bidang acuan kedalaman yaitu Low Water Spring (LWS) (tergantung penetapan). Hubungan matematika koreksi-koreksi di atas dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>Do       =          Du  +  </strong><strong>D</strong><strong>kgs</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>D1       =          Do   +  </strong><strong>D</strong><strong>sss</strong></p>
<p style="text-align: justify; "><strong>D2       =          D1     +  </strong><strong>D</strong><strong>sr</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Dimana :</p>
<p style="text-align: justify; ">Du       =  bacaan kedalaman yang diperoleh dari pengukuran</p>
<p style="text-align: justify; ">Do       =  kedalaman suatu titik tegak lurus dibawah tranduser</p>
<p style="text-align: justify; ">D1       =  kedalaman suatu titik terhadap permukaan laut</p>
<p style="text-align: justify; ">D2       =  kedalaman suatu titik terhadap muka surutan</p>
<p style="text-align: justify; ">Dkgs     =  koreksi kecepatan gelombang suara</p>
<p style="text-align: justify; ">Dsss     =  koreksi sarat tranduser</p>
<p style="text-align: justify; ">Dsr       =  koreksi surutan</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>h. Koreksi surutan</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Koreksi surutan diberikan untuk mereduksi seluruh data ukuran kedalaman kedalam suatu bidang acuan yang disebut Chart Datum yang mana dalam hal ini didefinisikan sebagai Low Water Spring (LWS).  Besarnya nilai koreksi surutan ini diperoleh dari hasil analisa pasut seperti dijelaskan di atas.</p>
<p style="text-align: justify; ">Dengan menggunakan perangkat lunak Hypack, pemberian koreksi syarat tranduser, sattlement dan squat serta pengaruh perbedaan kecepatan gelombang suara secara otomatis dikerjakan  pada waktu pelaksanaan pengukuran di lapangan, sehingga data ukuran yang diperoleh sudah terbebas dari pengaruh kesalahan-kesalahan tersebut. Jadi pada tahap pemrosesan, data-data yang diperoleh tinggal direduksi ke bidang acuan kedalaman/chart datum.</p>
<p style="text-align: justify; ">Setelah data hasil ukuran kedalaman dikoreksi kemudian data-data tersebut yaitu data posisi dan waktu akan disimpan kedalam format ASCII dengan format : Bujur, Lintang, Kedalaman(m) dan Waktu.</p>
<p style="text-align: justify; "><strong>i. Penyajian data</strong></p>
<p style="text-align: justify; ">Setelah semua data lapangan selesai diolah dan sudah dalam bentuk digital dengan format B,L,H,T (bujur, lintang, kedalaman, waktu) kemudian di eksport ke dalam format drawing menggunakan LDD. Data gambar pertama yang akan tempil adalah berupa point, deskripsi, elevasi dan no.point yang tersimpan dalam layer berbeda. Kemudian dengan menggunakan fasilitas-fasilitas yang ada dalam software tersebut kita akan melakukan filtering, surfacing, conturing dan interpolasi. Produk akhir dari prosesing ini akan diperoleh peta bathimetri digital dalam format DWG/DXF yang kemudian akan dicetak dengan skala    yang diinginkan. Unsur-unsur yang akan disajikan pada peta batimetri tersebut meliputi :</p>
<ul style="text-align: justify; ">
<li>Angka kedalaman dengan kerapatan 1 cm pada skala peta</li>
<li>Kontur kedalaman</li>
<li>Garis pantai dan sungai</li>
<li>Tanda atau sarana navigasi</li>
<li>Informasi dasar laut, dll</li>
</ul>
<p style="text-align: justify; ">Sistem proyeksi yang dipakai pada pembuatan peta batimetri ini menggunakan sistem Transver Mercator (TM) dengan datum WGS 84, sedangkan sistem koordinat grid yang akan dipakai adalah UTM (Easting, Norting, Kedalaman) maupun Geodetik (Lintang, Bujur, Kedalaman).</p>
<p style="text-align: justify; "><strong><span style="text-decoration: underline;"><em>REFERNESI:</em></span></strong></p>
<p style="text-align: justify; ">UNB, 1988 : <em>Hydrographic Surveying</em>, Lecture Note, Departement of Surveying</p>
<p style="text-align: justify; ">Engineering, University of New Brunswick, Fredericton.</p>
<p style="text-align: justify; ">Marble, D.F, Calkins, H.W, Peuquet, D.J. 1984. <em>Basic Reading In Geographic</em></p>
<p style="text-align: justify; "><em>Information System</em>. SPAD System, Ltd.</p>
<p style="text-align: justify; "><em>Ditulis oleh Nopindra Irawan </em><em><a href="mailto:pi3n_k3r3n@yahoo.com">(pi3n_k3r3n@yahoo.com)</a></em></p>
<p style="text-align: justify; "><strong> </strong></p>
<p style="text-align: justify; ">
<h4>Incoming search terms for the article:</h4><ul><li><a href="http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html" title="Hidrografi">Hidrografi</a></li><li><a href="http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html" title="alur pelayaran">alur pelayaran</a></li><li><a href="http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html" title="penentuan titik a b c dan d pada pengukuran garis pantai">penentuan titik a b c dan d pada pengukuran garis pantai</a></li><li><a href="http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html" title="cara pengoperasian hypeck">cara pengoperasian hypeck</a></li><li><a href="http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html" title="survey hidrografi">survey hidrografi</a></li><li><a href="http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html" title="kinematik surveying">kinematik surveying</a></li><li><a href="http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html" title="cara menggunakan gps untuk mengukur tinggi titik">cara menggunakan gps untuk mengukur tinggi titik</a></li><li><a href="http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html" title="spesifikasi survei hidrografi">spesifikasi survei hidrografi</a></li><li><a href="http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html" title="proses pengidentifikasian data NMEA">proses pengidentifikasian data NMEA</a></li><li><a href="http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html" title="datum lokal indonesia">datum lokal indonesia</a></li></ul><!-- SEO SearchTerms Tagging 2 plugin took 4.354 ms --><img src="http://muislife.com/?ak_action=api_record_view&id=203&type=feed" alt="" />

<p>Artikel Terkait:posts:<ol><li><a href='http://muislife.com/aquarius-gps-dengan-presisi-tinggi-dari-magellan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: AQUARIUS :GPS DENGAN PRESISI TINGGI DARI MAGELLAN'>AQUARIUS :GPS DENGAN PRESISI TINGGI DARI MAGELLAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/pelayanan-kapal-2.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PELAYANAN KAPAL'>PELAYANAN KAPAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/sarana-bantu-navigasi-perkapalan.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: SARANA BANTU NAVIGASI PERKAPALAN'>SARANA BANTU NAVIGASI PERKAPALAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/terminalogi-perkapalan-dan-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: TERMINALOGI PERKAPALAN DAN PELAYARAN'>TERMINALOGI PERKAPALAN DAN PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/perkembangan-armada-dunia.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA'>PERKEMBANGAN ARMADA DUNIA</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/industri-jasa-pelayaran-shipping-industry.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)'>INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/acfta-ancam-pelayaran-nasional.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL'>ACFTA ANCAM PELAYARAN NASIONAL</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/jenis-jenis-pelayaran-niaga-menurut-sifat-usaha-pelayaran.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN'>JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN</a></li>
<li><a href='http://muislife.com/peralatan-pelayanan-kapal.html' rel='bookmark' title='Permanent Link: PERALATAN PELAYANAN KAPAL'>PERALATAN PELAYANAN KAPAL</a></li>
</ol></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://muislife.com/survey-hidrografi-untuk-monitoring-alur-pelayaran.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
