Posts Tagged ‘Info’

CHANGE OUR MIND SET (5)

Ini adalah bagian ke lima dari tulisan “Change Our Mind Set” selamat menikmati:

AJIAN KEPEPET

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, kerena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan

Suatu hari saya berdiskusi dengan sahabat saya tentang ide untuk menambah penghasilan, terbesitlah pikiran untuk membuat dokmentasi buku tahunan anak sma dalam format film documenter, dan memang hal ini adalah merupakan yang pertama dikerjakan di kota makassar. Sebab biasanya buku tahunan hanya sebuah buku yang berisi dokumentasi yang bersifat 2 dimensi. Kali ini kita sengaja menambil ide gila format buku tahunan dalam bentuk 3 dimensi, karena kami sadar diri jika bersaing di buku 2 dimensi jualan kami tak akan laku. Namun jika dalam bentuk 3 dimensi besar kemungkinan untuk mendapatkan proyek ini karena merupakan hal yang pertama.

Setelah ide tersebut telah disepakti bersama, mulailah demo presentasi kami lakukan. Kami membagi menjadi 2 divisi yakni bagian produksi dan pemasaran. Sebenarnya untuk software pendukung team kami benar-benar blank, tak satu pun yang mengetahuinya, namun karena niat untuk mendapatkan penghasilan tambahan kami mulai belajar dengan tutorial secara otodidak, bukan dengan membaca buku. Didorong semangat yang tinggi dan rasa haus untuk belajar akhirnya demo presentasi berhasil kami wujudkan. Setelah demo tersebut telah selesai dibuat mulailah perburuan proyek dilakukan, hampir semua sekolah SMA kami masuki, semua jurus marketing yang kami miliki dikeluarkan semuanya, mau tidak mau karena waktu perpisahan semakin dekat, itu berarti time limid untuk mendapatkan proyek semakin sedikit waktunya.

Berkat kegigihan dan semangat semua rintangan yang dirasakan tidak membuat kami mundur dan ciut. Tapi justru semua itu menjadi pemicu kami untuk bisa mendapatkan proyek ini. dengan kegigihan yang tinggi, akhirnya kami bisa mendapakan proyek satu sekolah. Perlu diketahui untuk peresentasi yang kami lakukan menggunakan laptop yang sebenarnya merupakan barang pinjaman, jadi modal utama kami disini hanyalah benar-bener nekad semata.

Proyek telah didapatkan bukan berarti jalan yang akan ditempuh semakin mulus, tapi justru sebaliknya ternyata masih sangat banyak keperluan yang kami butuhkan. Team kami juga harus berusaha keras untuk belajar software yang lebih banyak lagi untuk merealisasikan pekerjaan ini, setelah berjuang mati-matian akhirnya kami berhasil mendapat pinjaman handycam. Setelah dua minggu kerja keras yang dilakukan, akhirnya proyek ini bisa terlaksana dengan baik dan sukses. Keuntungan yang didapatkan juga jumlahnya sangat besar bagi ukuran mahasiswa seperti kami yang mendapat kiriman uang pas-pasan dari orang tua.

Kepepet memang merupakan hukum yang wajib dirasakan untuk belajar melalui proses Learning By Doing. Sama halnya ketika saya mempunyai ide untuk membuat workshop komputer buat kawan-kawan saya, karena saat itu saya sangat membutuhkan tambahan dana untuk membeli komputer, namun untuk memperoleh itu semua saya tidak memeliki uang yang cukup, namun semua kendala tersebut bukanlah kendala yang berarti dengan modal nekad dan semangat mulailah proposal saya buat dengan keyakinan bahwa workshop ini bisa berhasil.

Setelah yakin dengan isi dan konsep proposal bentuk kerjasama yang akan saya ajukan dengan pemilik modal, akhirnya perjuanganpun dilanjutkan ke tahap selanjutnya, saya harus mencari warnet yang mau mendukung ide saya ini, karena modal untuk menyewa tempat benar-benar tidak saya miliki. Hanya modal proposal dan nekadlah modal yang saya miliki. Semua warnet yang ada dikota makassar jumlahnya sudah tidak bisa dihitung banyaknya, hampir semua sudut kota makassar yang memiliki warnet telah saya singgahi dan jawaban yang hampir sama pun selalu saya dapatkan yaitu “belum besedia kerja sama”. Namun saya tetap yakin bahwa proyek ini akan sukses saya hanya perlu melangkah lagi perjuangan belum berhenti, motivasi diri terus saya bangun untuk menjaga semangat yang ada untuk tidak patah arang. Saya percaya bahwa untuk mendaki sebuah gunung haruslah melalui banyak rintangan dan tanjakan.

Sampai akirnya sampailah saya dengan pengelola warnet yang ada di kantor PT. Telkom, pihak pengelola besedia menawarkan kerja sama bahkan harga ditawarkan pun sangat muarah jauh dari prediksi semula. Mendapat kabar gembira seperti itu tentulah hati ini sangat senang karena semua bentuk perjuangan telah dilakukan. Namun ternyata kegembiraan ini tidak bisa berlangsung sampai 1 hari, karena ternyata saya mendapat telepon dari pengelola warnet PT. Telkom kalau tempat tersebut tidak bisa disewakan oleh pihak lain. Kembali lagi untuk sesaat saya merenung ternyata perjuangan belum berhenti. Kembali saya membangun motivasi diri ini, untuk tidak putus asa karena saya percaya bahwa Tuhan itu maha baik, semua usaha yang saya lakukakan pasti tidaklah sia-sia.

Ternyata benar bahwa Tuhan itu maha baik selang beberapa jam kemudian pengelola warnet PT. Telkom merekomendasikan tempat yang bisa saya ajak kerjasama, saat itu juga saya berangkat ketempat tersebut dan akhirnya perjuangan pun berhasil mencapai tujuan setelah sekian lama cobaan terus melanda. Tahap ini bukanlah tahap akhir namun baru merupakan tahap awal yang masih mudah untuk dijalani karena tahap selanjutnya masih ada pekerjaan rumah yang saya harus dikerjakan yaitu menarik peminat peserta workshop. Untuk pekerjaan menarik peserta kursus setiap hari sehabis kuliah, saya bergerilya di kampus untuk memperkenalkan kursus yang saya akan adakan di ransel yang ada dipundak bukan hanya berisi buku tetapi pamphlet yang telah saya siapkan untuk ditempel ditiap fakultas.

Dua minggu sudah berlalau usaha yang ditunjukkan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan, jumlah peserta yang mendaftar mulai banyak berdatangan. Diluar perkiraan ternyata antusias jumlah peserta untuk mengikuti pelatihan ini sangat tinggi jauh melawati perkiraan sebelumnya. Karena jumlah yang saya harapkan hanyalah bagaimana dana peserta yang saya dapatkan bisa menutupi modal. Untuk memikirkan keuntungan sudah tdak terpikirkan lagi. Namun ternyata kegembiraan itu harus ditunda dulu karena ternyata ketika jadwal kursus telah ditentukan banyak peserta kusrsus yang mengundurkan diri, padahal waktu terus maju sementara pemilik warnet telah menagih untuk pebayaran.

Sekali lagi dalam menghadapi semua persoalan kita harus berfikir secara holistic, tidak tergesa-gesa tapi mampu mengambil tindakan yang cepat untuk mengatasi krisis peserta ini. Melihat kondisi yang seperti ini akhirnya startegi berubah dari awalnya bagaimana menyaring sebanyak mungkin peserta kursus menjadi bagaimaana mempertahankan peserta kursus yang telah ada dan tetap mau untuk ikut dalam pelatihan ini. Dengan pola pendekatan system pemasaran seperti ini, akhirnya jumlah uang sebesar 1.6 juta rupiah bisa saya bayarkan kepada pihak tempat warnet. Semua peserta yang saya ajarkan sangat puas dengan pelatihan yang saya adakan bahkan mereka berharap untuk mendapatkan pelatihan dengan software yang berbeda. Ajian kepepet ternyata mampu membuat sesuatu menjadi sangat luar biasa

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 4% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (4)

Bagian ke-empat “BAB IV” dari tulisan Change Our Mind Set ini sangat sesuai dengan suasana hari ini,  dimana segenap bangsa Indonesia memperingati hari Kemerdekaan bangsa Indonesia. Dalam tulisan ini penulis ingin mengajak kita untuk memerdekan pikiran dan kreatifitas kita dan tidak hanya terkungkung dalam satu rutinitas belaka. Selamat menikmati………:

THE INDEPENDENT SOUL

“We Can Take From Our Life Up To What We Put To It.”

Andy F Nova presenter Kick Andy sekaligus dewan pimpinan redaksi Metro TV, tiba-tiba membuat heboh media cetak, dia tiba-tiba mengundurkan diri dari Metro TV, media tempat dia mengembangkan karirnya. Setelah lama berdiam diri tidak memberikan komentar akhirnya Bung Andy turun gunung dan menjelaskan bahwa ternyata setelah dia berada pada posisi puncak dan sedang naik daun tidak membuatnya merasa berpuas hati bahkan ternyata ada sesuatu yang terasa kurang, dia merasa ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang lama dicari. Dalam bukunya Kick Andy, dia menceritakan bagaimana Ia terispirasi oleh orang-orang yang berani mengambil keputusan dalam hidupnya dan berjuang terhadap sesuatu yang membuatnya bahagia.

Keputusan untuk keluar dari rutinitas, keluar dari skala kenyamanan dan keluar dari pola kerja seperti labirin memang bukan keputusan yang sederhana, keputusan tersebut punya konsekuensi terhadap diri kita untuk bagaimana caranya sehingga bisa melejitkan potensi kita yang terpendam, kita tidak bisa santai dan berleha-leha jadinya, semua jurus pasti dikeluarkan untuk meraih suskses dengan cikal bakal semangat dan usaha sendiri.

Sama halnya dengan kisah sahabat saya Rasman Ahmad dia nekad turun gunung dari kursi empuk yang telah dia rasakan selama ini, Rasman Ahmad telah bekerja di Bank Danamon lebih dari 15 tahun. Padahal dia membangun karirnya mulai dari posisi bawah dari staf biasa sampai akhirnya menjadi pimpinan wilayah untuk Bank Danamon Syariah di beberapa tempat di Indonesia. Di saat-saat puncak prestasi tersebut dengan usia yang masih muda kesempatan untuk meraih posisi yang lebih tinggi sangat terbuka lebar, namus justru langkah yang diambilnya justru sebaliknya Rasman mengajukan pengunduran dirinya, dan memulai sesuatu yang benar-benar baru dalam hidupnya membangun imperium bisnisnya sendiri dengan tidak mengandalkan nama besar Bank Danamon lagi.

Setelah mengundurkan diri dari Bank Danamon ,Rasman telah membuka usaha sendiri yaitu Toko Sepeda yang menspesialisasikan diri dalam penjualan sepeda sport di makassar dengan nama Ahmad Bike yang dikenal juga sebagai pelopor komunitas bike to work di kota Makassar. Selain itu dia juga membuka beberapa gerai warung makan di kota Makassar..

Merasa telah melakukan keputusan yang tepat dalam hidupnya walaupun ia sadar dengan resiko yang harus diambilnya, saat ini dia merasa lebih puas dengan tantangan baru yang belum pernah didapatkannya, yaitu menjadi nahkoda untuk mengemudikan perusahaannya sendiri. Keinginan keras dan mimpi untuk berubah adalah kunci untuk meraih suskses tersebut. Kita jangan sampai terjebak dalam skala nyaman yang menghambat sistem produktifitas kita yang mampu menghasilkan hal-hal yang luar biasa nantinya.

Saya pernah juga bertemu dengan pengusaha outbond di palembang, sewaktu itu dia memenangkan tender mobilisasi barang Indosat untuk dipindahkan ke gedung baru, pengusaha ini join bersama PT. Pos untuk memindahkan barang ini, setelah berbincang-bincang cukup lama kami mulai mengenalkan diri masing-masing namanya Kumar dia adalah sarjana hukum lulusan Universitas Sriwijaya, awal kariernya, dia bekerja di novotel Palembang pada bagian team building yang mengepalai beberapa divisi. Singkat cerita dengan Kumar seagai team leadernya ternyata membuahkan hasil yang menggembirakan bagi pihak management Novotel. Berkat tangan dinginnya kumar bisa menikatkan performance team di bawahnya. Dinilai berhasil oleh management akhirnya tandatangan kontrak untuk dijadikan karyawan di novotel akan segera dilakukan, jumlah salary yang ditawarkanpun cukup besar sebagai gaji pertama. Namun Kumar berfikiran berbeda, jika dia akan menandatangani kontrak ini berarti kebebasan hidupnya telah terenggut dan untuk menikmati pekerjaan yang selama ini diketekuni sejak kuliah sudah tidak bisa dinikmati, akhirnya Kumar nekad mengundurkan diri dari novotel, semua pihak management kaget dengan keputusannya itu karena karier Kumar sedang bagus dan naik daun.

Dengan penuh keyakinan dan niat untuk memulai usaha barupun dimulai. Saat ini dia menjadi pengelola salah satu lokasi outbond di lampung dan telah melakukan dengan beberapa perusahaan besar untuk di latih team building dengan cara yang berbeda.

Kita mungkin melihat dari sisi pandang yang berbeda kok mau-maunya mereka keluar padahal posisi mereka sedang dipuncak, usia yang masih muda tentulah karirnya masih bisa naik lagi ke jenjang yang lebih tinggi. Namun itu semua menjadi runtuh bagi orang-orang yang lebih menginginkan kemadirian dan kebebasan dalam berkarya. Mereka pun sadar dengan konsekuensi yang diterima setelah keputusan tersebut jadi terlaksana. Namun mereka percaya bahwa untuk sebuah perubahan hidup jiwa kita harus dibuat merdeka terlebih dahulu setelahnya prestasi hidup akan lebih meningkat lagi karena kebebasan bereksperimen dan berkarya dijalankan dan dipertanggungjawabkan sendiri.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 4% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (3)

Hari Jum’at yang melelahkan……, tapi tak apalah besok bisa long weekend banyak acara tujuh belasan baik dari kantor maupun di RT/RW pasti seru. Sedikit melanjutkan seri dari tulisan “CHANGE OUR MIND SET”. Berikut “BAB III” dari teulisan ini, semoga bermanfaat.

NETWORKING EFFECT

“Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala Anda turut membantu orang lain. Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi” (J. Donald Walters)

Istri saya baru melakukan presentasi kepada sahabat-sahabatnya tentang bisnis baru di bidang networking, tapi mengkhususkan diri pada penjualan pulsa elektrik. Dengan penuh semangat istri saya terus melanjutkan prospek yang dilakukakannya kepada sahabatnya itu. Bukan hanya sampai disitu dia melakukan prospek kepada sahabatnya tetapi dia meminta referensi lagi dari teman-temannya siapa saja yang kira-kira bisa untuk dilakukan prospek selanjutkan dan diperkenalkan akan keunggulan pruduk tersebut. Setiap hari istri saya penuh semangat mengecek posisi dia sekarang ada di mana, jumlah bonus yang didapatkan berapa, ketika angka-angka yang diharapkan telah muncul, alangkah senang hatinya, setiap hari dia tambah semangat untuk melakukan prospek kepada orang lain dan memberikan keterangan tentang manfaat yang akan di dapatkan dengan penuh semangat dan sangat meyakinkan.

Luar biasa istri saya yang tidak mendapatkan gaji dari perusahaan MLM ini, mau dan rela berkorban untuk meningkatkan transaksi penjualannya. Bisa dibayangkan berapa efisiensi anggaran yang bisa di hemat oleh perusahaan tersebut, jumlah iklan yang tidak perlu ditayangkan, biaya penghematan dengan tidak menggunakan konsultan manajemen, dan yang terpenting perusahaan ini tidak perlu banyak mengeluarkan energi untuk berfikir bahwa karyawan tersebut akan rela mati-matian dan sepenuh hati untuk melakukan pekerjaan ini.

Saya jadi teringat tahun lalu saudara saya dari Bulukumba-Sulawesi Selatan datang ke Bandung di diundang oleh Avon atas prestasinya melampaui target penjualan bonus yang didapatkannya berupa tiket jalan-jalan ke kota besar di Jakarta dan Bandung. Ketika dia menceritakan bagaimana perjuangannya untuk dapat bisa mendapatkan bonus seperti itu. Saya jadi berfikir bagaimana beruntungnya Avon karena memiliki agen-agennya penjualan yang senang dan bahagia menjalani profesinya dan agen tersebut mengetahui bagaimana cara melakukan teknik penjulan yang baik-sistem presentasi yang bisa menarik minat banyak orang dan yang paling penting adalah bagaimana membina hubungan baik kepada para downliner yang ada dibawahnya. Dalam buku Rich Dad Poor Dad tulisan Robert T Kiyosaki, dia mengemukakan bahwa “Alasan utama orang bersusah payah secara finansial adalah karena mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah, tetapi tidak belajar apa pun mengenai uang, Hasilnya adalah orang bekerja untuk mendapatkan uang, tetapi tak pernah belajar agar uang bekerja untuk mereka.”

Perusahaan-perusahaan MLM ini adalah sebuah perusahaan yang luar biasa memanfaatkan sistem jaringan ini, sejak dari mahasiswa sampai sekarang saya banyak kagum dengan pergerakan yang dia lakukan oleh perusahaan MLM. Bagaimana bisnis yang dilakukan mampu menggerakkan ibu-ibu-mahasiswa-profesional dari kota-kota besar sampai dengan di pedesaan melakukan penjualan dengan mempresentasikan bagaimana hebatnya perusahaan MLM yang meraka usung. Padahal kemarin saya mendapat mi-lis dari sahabat saya bagaimana pusingnya dia melakukan penetrasi pasar untuk produk minuman yang dia lepas kepasar, iklan yang dikeluarkan sudah milyaran dikeluarkan, namun belum bisa direspon oleh pasar, jumlah produksi yang terlalu besar sementara tingkat konsumsinya yang kecil menjadikan produk tersebut telah menumpuk di gudang. Untuk mendistribukan produk tersebut ke konsumen semua jurus telah di pergunakan mulai iklan-event-SPG pun juga belum bisa mendokrak penjualan produk tersebut.

Itulah gambaran dua hal yang sangat jauh berbeda ada produk yang tidak terlalu mengahabiskan banyak tenaga energi dan waktu, untuk membuatnya menjadi laris karena di dukung oleh networking yang kuat, walaupun sebenarnya mereka bukan karyawan mereka tidak digaji, meraka mendapatkan uang hanya berupa bonus penjualan namun konsep dan system penjualnnya yang berbeda. Sementara produk yang satu benar-benar menjadi street fighter dengan backup dana yang sangat besar, namun tetap memerlukan tenaga ekstara untuk melejikan tingkat penjualnnya.

Sewaktu jadi mahasiswa pun begitu banyak agen-agen penjualan dari kalangan mahasiswa melakukan penjualan dari produk MLM ini, bahkan kadang-kadang saya menjadi geli karena ternyata kawan-kawan saya ini lebih hapal produk dibanding dengan pelajarannya sendiri. Mereka menceritakan kisah-kisah anggota tim dari prodak MLM tersebut yang telah mendapatkan bonus dan menjadi milyader dari hasil keikutsertaannya dengan MLM tersebut.

Dari pelajaran tersebut diatas seharusnya kita menjadi lebih bersemangat lagi untuk melakukan dan mencontoh sistem yang telah dilakukan oleh perusahaan MLM itu. Dengan modal semangat-tekad-dan networking kita pun sebenarnya mampu untuk melakukan ataupun membuat produk yang bisa dijadikan sebagai sandaran profesi yang menguntungkan. Ternyata ceruk pasar untuk mendapatkan uang lebih masih begitu terbuka lebar, cobalah kita jalan-jalan ke beberapa tempat, asah kepekaan dan insting anda dalam melihat sesuatu, karena boleh jadi hal yang nampak kelihatan sedenrhanya mampu mampu merubah anda menjadi orang-orang yang luar biasa nantinya.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 4% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (2)

Ini adalah bagian kedua (BAB II) dari tulisan “CHANGE OUR MIND SET” selamat menikmati dan semoga bermanfaat. Terima kasih

REVOLUSIONER MIND

“The worst in the business world is the situation of no decision.” (Napoleon).

Jaman sekarang ini segala sesuatunya menjadi serba cepat, instant dan mudah diakses, teknologi berganti demikian hebatnya. Uji kemampuan dari satu produk dengan produk yang lain sudah bukan hal istimewa saat ini. Semua fitur-fitur yang terpasang selalu diadu dengan produk pesaing untuk membuktikan siapakah yang punya kehebatan teknologi yang lebih canggih, yang tentunya akan berimbas pada tingkat pembelian konsumen.

Kita mungkin juga masih ingat bagaimana AMD menantang duel produk Intel. Siapa yang tercepat diantara kedua prossesor komputer ini. Tidak tanggung-tanggung 1 halaman penuh The York Times menayangkan iklan ini, orang pasti sangat dibuat penasaran dengan duel ini, siapakah yang bakal menang?. Dengan menghadapi duel ini berarti satu produk sudah siap untuk menjadi second chooser, bukan menjadi main chooser lagi. Tantangan Duel dari AMD tersebut ternyata ditanggapi dingin oleh Intel, Icon yang semula di jagokan dengan prossesor tercepat dirubah, menjadi prosessor yang terhemat, penolakan intel untuk duel tersebut bukan berarti intel tidak berani dengan tantangan AMD tapi terlebih hanya sekedar strategi lain. Duel dua raksasa piranti keras ini memang sangat dinanti-nanti namun sayang karena tidak terjadi. Namun disadari atau tidak pertarungan semacam itu tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan yang begerak dibidang teknologi informasi. Bahkan hampir semua bidang kehidupan melakukan reposisi terhadap revolusi produk yang terus-menerus diperbaharui.

Sama halnya dalam bidang entertainment bagaimana film-film layar lebar yang awalnya hanya dibuat berdasar sekuel cerita tanpa memasukkan unsur-unsur promosi, saat ini berubah menjadi ajang iklan untuk berbagai macam produk. Produk yang biasanya hanya beriklan dengan durasi 2 menit di TV tiba tiba langsung menjadi tontonan utama dalam sebuah film. Dengan inovasi tangan iklan seperti ini durasinya menjadi bertambah dan lebih tertanam kebenak konsumen akan info produk yang sedang mereka saksikan.

Di dunia pendidikan untuk anak-anak juga ikut-ikutan berubah. Dulu kita hanya mengenal sekolah playgroup bagi usia prasekolah dengan metode yang telah umum. Namun belakangan ini telah bermunculan sekolah play group yang menggunakan metodelogi yang jauh berbeda, mungkin kita biasa mendengar sekolah alam. Sekolah play group ini bahkan menggunakan metode permainan anak-anak desa yang senang bermain di desa. Di sekolah alam ini, kita melihat anak dibebaskan bermain dengan konsep outbond main panjatan di pohon, gelantungan, main dengan angling namun di tambahkan dengan metode sistematika yang lebih canggih untuk meningkatkan kemampuan, keaktifan dan kreativitas anak. Bagaimana dengan biayanya?, sangat jauh berbeda dengan sekolah playgroup biasa. Dengan melihat metodologi yang berubah seperti ini anak-anak kita sejak kecilnya telah di didik untuk belajar merevolusi cara belajar dan berfikirnya. Dan hal tersebut memang menjadi dambaan orang tua dengan memasukkan anak-anak mereka ke sekolah ini, agar mampu menjadi anak-anak yang di atas rata-rata walaupun jumlah uang yang dikelurkan tidak sedikit.

Reposisi inovasi produk dibidang perbankan juga tidak ketinggalan, mungkin kita bisa lihat fenomena bermunculannya bank-bank syariah yang menawarkan konsep bisnis dengan fundamental nilai-nilai religius. Awal kemunculannya dimulai dengan berdirinya Bank Mua’malat, sukses yang dialami bank tersebut menjadi perhatian bank konvesional yang lainnya untuk terjun juga di bidang perbankan syariah ini. Tidak ketinggalan tentunya bank-bank asing yang ikut-ikutan membuka divisi baru unit syariah, salah satu contonya kita bisa lihat Bank HSBC yang telah memiliki divisi syariah, bahkan dengan revolusioner, sistem ini melakukan hal-hal yang baru yang jarang bisa kita prediksi.

Beberapa Hal tersebut diatas mencerminkan tinggi tingkat perubahan yang terjadi sekarang sangat cepat dalam melakukan reposisi inovasi produk untuk terus menerus melakukan perubahan dan inovasi. Karena semua menyadari tanpa adanya semangat untuk berubah dan belajar untuk berevolusi paradigma pola lama dengan sendirinya akan hilang digeser dengan pola –pola yang lebih revolusioner. Sekarang saatnya kita harus belajar untuk mengubah mindset kita belajar untuk berani melakukan Revolusioner Mind pada diri, dan juga kita harus mau untuk mengasahnya karena saat ini ternyata hampir semua lini kehidupan telah mengalami pergeseran system yang sangat cepat. Pola pikir saat ini sudah sangat jauh dengan jaman orang tua kita dulu, yang segala sesuatunya masih slow down birokratis dan dengan hirarkinya yang jelas. Namun sekarang semuanya berubah dan berganti tak ada lagi batas informasi, jarak, dan waktu kerena semua tools telah berubah, sistem operasional dengan cepat beralih, mau tidak mau kita harus mempersiapkan diri kita dengan melakukan upgrade kemampuan untuk membuktikan bahwa kita juga mampu untuk melakukan revolusioner mind.

Untuk belajar melatih feeling kita dalam melakukan revolusioner mind itu tidaklah susah seperti apa yang kita bayangkan. Kita bisa membiasakan diri kita untuk mencoba sesuatu yang baru, belajar untuk mengambil tantangan-tantangan baru. Bisa dan mau untuk belajar menerima perubahan itu sendiri.

Coba kita lihat kisah sukses Dandy juragan Distro 347 dari Bandung. Kisah susksesnya membesarkan Distro 347 miliknya telah dirintisnya sejak kuliah di ITB pada jurusan seni rupa. Semua berawal dari Hobby dan kesenangan Dandy dan kawan-kawannya yang senang bermain surfing, di dunia surfing ini Dandy menancapkan kukunya untuk sebuah pembuktian bahwa menjadi seorang enterprenuer bisa berawal dari ide gila. Dunia surfing telah membuka cakrawala berfikirnya untuk membuat kaos dengan kualitas yang bagus tidak kalah dengan produksi buatan luar negeri.

Dandy membuat baju kaos dengan konsep limited edition yang tidak diproduksi lagi setelah di lempar ke pasaran, system pemasarannyapun unik karena awalnya hanya dijual hand to hand pada sesama rekan-rekannya mahasiswa dan para surfer. Namun ternyata karena keunikan yang berani tampil beda tersebut, membuat baju kaos buatan Dandy mendapat sambutan antusias yang sangat tinggi dari rekan-rekannya, gayungpun bersambut Dandy semakin serius untuk mengelola bisnis desain baju kaos ini.

Berbekal tekad yang besar untuk memulai sebuah perubahan Dandy menyewa tempat yang sekaligus menjadi workshop dan distronya di lokasi bekas gudang tentara di Jalan Gudang Selatan Bandung. Di tempat ini pula Dandy membesarkan distro 347. Tempat yang dulunya hanya berupa gudang bekas tentara, saat ini berubah menjadi ruangan display dengan interior mewah yang didalamnya terdapat banyak karya anak-naka muda yang kreatif, ribuan karya grafis rancangannya, mulai dari kaos sampai sampul album band indie, kemasan kaos sampai kantong kresek telah mereka hasilkan karya anak-anak muda ini telah berkibar seantero Nusantara dan juga di beberapa negara. Kini usia 347 yang telah berumur 10 tahun, mereka telah mampu meraih omzet sekitar Rp 700 juta-Rp 1 miliar per bulan. Mereka juga telah memberikan solusi untuk membuka lapangan pekerjaan dengan mempekerjakan sekitar 50 karyawan.

Distro mereka ada telah tersebar di mana-mana. Sekitar 900 di Bandung, 500-an di Jakarta, dan 60 lebih di Yogyakarta. Lalu di Makassar, Medan dan Surabaya. Distribution outlet, terkemuka di Bandung yang telah menggapai Perth, Australia, New Zealand dan Singapura. Ini adalah satu bukti hebatnya revolusioner mind mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa kata kuncinya sederhana kita mau berubah atau mati.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 7% [?]

Incoming search terms for the article:

Sekilas Tentang Terusan Panama

Terusan Panama adalah terusan yang memotong tanah genting Panama sepanjang 82 km, memotong Amerika Utara dan Amerika Selatan serta menghubungkan Samudra Pasifik dan Atlantik. Terusan ini memotong waktu tempuh kapal laut karena tidak perlu memutar lewat ujung selatan Amerika Selatan.
Rencana pembangunan terusan ini sudah mulai muncul di tahun 1500-an namun baru dibuka pada 15 Agustus 1914. Walaupun pembangunannya dilanda berbagai masalah seperti penyakit malaria, demam kuning, bencana tanah longsor, dan kekurangan air, terusan ini telah membantu 800.000 kapal menyeberang sejak pembukaannya atau 12.000 kapal per tahun.
Penjelasan
Terusan Panama menghubungkan Teluk Panama di Samudra Pasifik dengan Laut Karibia di Samudra Atlantik. Karena bentuk dari tanah genting Panama adalah “S”, terusan ini memotong dengan arah barat laut – tenggara. Untuk mempermudah, otoritas terusan mengklasifikasikan lewatnya kapal dengan arah northbound (menuju utara) bagi kapal yang menuju Samudera Atlantik dan southbound (menuju selatan) bagi kapal yang menuju Samudera Pasifik. Untuk menyeberang, sebuah kapal perlu waktu 9 jam.
Sejarah
Niat untuk membuat sebuah terusan di tanah genting Panama pertama kali dicetuskan oleh Raja Charles V dari Spanyol di tahun 1524 untuk mempermudah lewatnya kapal, terutama yang membawa emas. Walaupun sudah ada hasil survei dan rencana pada tahun 1529, keadaan politik dan teknologi di Eropa pada saat itu masih belum memungkinkan.
Setelah berbagai macam cara yang tidak melewati laut (kereta api) gagal atau dinilai kurang efektif, rencana pembangunan terusan mencuat kembali. Didorong oleh selesainya Terusan Suez, Perancis di bawah pimpinan Ferdinand de Lesseps mulai membangun terusan pada 1 Januari1880 namun terhenti karena penyakit pada tahun 1893.
Pembangunan dilanjutkan oleh Amerika Serikat di bawah pimpinan Theodore Roosevelt pada tahun 1904 setelah AS membantu Panama merdeka dari Kolombia dengan imbalan kontrol daerah terusan. Pembangunan kanal oleh Amerika Serikat ini dimulai pada 4 Mei 1904. Berbagai upaya dilaksanakan untuk mengatasi masalah dan akhirnya kanal dibuka pada 15 Agustus 1914 dengan lewatnya kapal Ancon.
Terusan ini serta daerah disekitarnya dikontrol oleh Amerika Serikat sampai 31 Desember 1999 setelah Presiden AS Jimmy Carter menandatangani Traktat Torrijos-Carter pada 7 September 1977. Sekarang, terusan ini dikontrol oleh Otoritas Terusan Panama.
 

Popularity: 4% [?]

Incoming search terms for the article: