Posts Tagged ‘enterpreneurship’

CHANGE OUR MIND SET (6)

Bagian ke-6 “BAB VI” dari tulisan “Change Our Mind Set”, selamat menikmati mohon komentar dan sarannya.

FRONT LINER

“Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah”

Sekarang kita sudah memasuki era yang sangat jauh berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, sekarang kita sudah hampir memasuki 10 tahun babak millenium, tingkat persaingan dan kompetisi saat ini susah kita prediksi. Hari ini kita berdiskusi mengenai ide-ide baru perubahan-perubahan yang akan kita buat lengkap dengan analisanya. Dari hanya wacana biasa, bisa menjadi tahapan yang serius, riset pun dilakukan agar ide tersebut tidak menjadi basi dan tidak salah sasaran terhadap goal yang akan kita capai. Namun ternyata riset yang hampir kita rampungkan, tiba-tiba muncul kejutan dari competitor. Kita terkejut karena teryata kompetitor kita yang telah melakukan launching perdana. Padahal hal tersebut adalah muncul dari anda, namun ternyata implementasi dilapangan dilaksanakan oleh kompetitor pastilah kita menjadi bingung. Aneh bukan, itulah tingkat peraaingan yang muncul saat ini, sampai sedemikian ketatnya.

Setiap hari kita lihat di iklan, ditayangkan berbagai macam produk rumah tangga utamanya yang menyangkut detergen pencuci. Produsen pertama mengeluarkan produk unggulan A tidak sampai 1 bulan, produsen B mengeluarkan produk A’ datang si produsen C mengeluarkan produk A’’. Hampir semua produk yang dikeluarkan memiliki kesamaan fungsi yang berbeda, hanya persepsi komunikasi yang dibangun masing-masing agen yang saling berperang mengklaim kamilah sang juara.

Hebatnya situasi ini membuat jarak sebuah wilayah maupun negara sudah tidak mempunyai batas, kita menjadi korban invasi dari berbagai macam produk yang di jual. Mampukah produk ini di serap oleh memori kita?, tentu tidak, produk yang bisa kita kenal hanyalah yang mampu memberikan taste tersendiri untuk kita, mampu memberikan kesan yang mendalam pada diri kita, yang akan memberikan efek yang luar biasa karena akan berimbas pada network yang kita miliki. Menjadi referensi buat semua saudara-saudara kita, teman-teman kita dan keluarga kita.

Untuk memastikan bahwa kita memiliki produk yang bisa menjadi bahan referensi utama oleh costumer, kita harus memiliki tim front liner yang handal. Front liner ini bukan hanya cantik yang utama namun taste dan pengetahuan yang diberikan mampu memberikan referensi yang kuat bagi costumer.

Saya teringat kejadian pada bulan Maret 2009, sewaktu akan melakukan penarikan uang tunai di Bank BCA, saya mempunyai masalah lain karena kartu ATM tersebut hilang. Disana ternyata saya tidak menyangka bahwa ada frontliner BCA yang begitu tangkas bisa menghandel komplain keluhan pertama pelanggan, kejadiannya begini setelah akan mengambil nomor antrian tiba-tida ada seorang duty officer memberikan nomor antrian tersebut dengan senyum ramah yang khas langsung menanyakan permasalah yang bisa dibantu untuk diselesaikan. Pemahaman akan produk yang saya butuhkan benar-benar membuat saya terpuaskan saat itu juga, walaupun masih bersifat temporer. Namun pengalaman dengan penjelasan yang baik dan profesionalitas yang tinggi mampu menaikkan taste Bank BCA ke benak saya dan hal tersebut telah menjadi referensi bagi saya, teman, keluarga untuk membuka rekening di BCA hanya karena pelayanan tersebut.

Namun di lain pihak sering kita jumapai front liner dengan penampilan dan kostum menarik tidak bisa menyelaisakan masalah keluhan konsumen, walaupun itu sifatnya sementara. Ini terjadi karena taste yang diberikan oleh front liner hanya sekedar bersifat surfacing saja tidak sampai pada tahap pelatihan yang mendalam akan pengetahuan standar produk. Ketidak mampuan frontliner menyelesaikan masalah menjadi momok tersendiri kerena konsemen akan menjadikan hal tersebut senjata yang memetikan karena efek dari Word Of Mouth yang biasanya dilakukan referensi seorang teman,sahabat, saudara. Perlu diketahui referensi ini sangat kuat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan.

Hal tersebut memang nampak seperti dua sisi mata uang “front liner” yang hanya kita anggap pajangan ternyata menjadi senjata pertama yang harus mampu menusuk ke jantung konsumen. Jika ternyata senjata yang disampaikan hanya menyentil di permukaan, tentulah kita kecewa karena ternyata produk yang digembar-gemborkan bukanlah apa-apa.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 3% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (5)

Ini adalah bagian ke lima dari tulisan “Change Our Mind Set” selamat menikmati:

AJIAN KEPEPET

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, kerena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan

Suatu hari saya berdiskusi dengan sahabat saya tentang ide untuk menambah penghasilan, terbesitlah pikiran untuk membuat dokmentasi buku tahunan anak sma dalam format film documenter, dan memang hal ini adalah merupakan yang pertama dikerjakan di kota makassar. Sebab biasanya buku tahunan hanya sebuah buku yang berisi dokumentasi yang bersifat 2 dimensi. Kali ini kita sengaja menambil ide gila format buku tahunan dalam bentuk 3 dimensi, karena kami sadar diri jika bersaing di buku 2 dimensi jualan kami tak akan laku. Namun jika dalam bentuk 3 dimensi besar kemungkinan untuk mendapatkan proyek ini karena merupakan hal yang pertama.

Setelah ide tersebut telah disepakti bersama, mulailah demo presentasi kami lakukan. Kami membagi menjadi 2 divisi yakni bagian produksi dan pemasaran. Sebenarnya untuk software pendukung team kami benar-benar blank, tak satu pun yang mengetahuinya, namun karena niat untuk mendapatkan penghasilan tambahan kami mulai belajar dengan tutorial secara otodidak, bukan dengan membaca buku. Didorong semangat yang tinggi dan rasa haus untuk belajar akhirnya demo presentasi berhasil kami wujudkan. Setelah demo tersebut telah selesai dibuat mulailah perburuan proyek dilakukan, hampir semua sekolah SMA kami masuki, semua jurus marketing yang kami miliki dikeluarkan semuanya, mau tidak mau karena waktu perpisahan semakin dekat, itu berarti time limid untuk mendapatkan proyek semakin sedikit waktunya.

Berkat kegigihan dan semangat semua rintangan yang dirasakan tidak membuat kami mundur dan ciut. Tapi justru semua itu menjadi pemicu kami untuk bisa mendapatkan proyek ini. dengan kegigihan yang tinggi, akhirnya kami bisa mendapakan proyek satu sekolah. Perlu diketahui untuk peresentasi yang kami lakukan menggunakan laptop yang sebenarnya merupakan barang pinjaman, jadi modal utama kami disini hanyalah benar-bener nekad semata.

Proyek telah didapatkan bukan berarti jalan yang akan ditempuh semakin mulus, tapi justru sebaliknya ternyata masih sangat banyak keperluan yang kami butuhkan. Team kami juga harus berusaha keras untuk belajar software yang lebih banyak lagi untuk merealisasikan pekerjaan ini, setelah berjuang mati-matian akhirnya kami berhasil mendapat pinjaman handycam. Setelah dua minggu kerja keras yang dilakukan, akhirnya proyek ini bisa terlaksana dengan baik dan sukses. Keuntungan yang didapatkan juga jumlahnya sangat besar bagi ukuran mahasiswa seperti kami yang mendapat kiriman uang pas-pasan dari orang tua.

Kepepet memang merupakan hukum yang wajib dirasakan untuk belajar melalui proses Learning By Doing. Sama halnya ketika saya mempunyai ide untuk membuat workshop komputer buat kawan-kawan saya, karena saat itu saya sangat membutuhkan tambahan dana untuk membeli komputer, namun untuk memperoleh itu semua saya tidak memeliki uang yang cukup, namun semua kendala tersebut bukanlah kendala yang berarti dengan modal nekad dan semangat mulailah proposal saya buat dengan keyakinan bahwa workshop ini bisa berhasil.

Setelah yakin dengan isi dan konsep proposal bentuk kerjasama yang akan saya ajukan dengan pemilik modal, akhirnya perjuanganpun dilanjutkan ke tahap selanjutnya, saya harus mencari warnet yang mau mendukung ide saya ini, karena modal untuk menyewa tempat benar-benar tidak saya miliki. Hanya modal proposal dan nekadlah modal yang saya miliki. Semua warnet yang ada dikota makassar jumlahnya sudah tidak bisa dihitung banyaknya, hampir semua sudut kota makassar yang memiliki warnet telah saya singgahi dan jawaban yang hampir sama pun selalu saya dapatkan yaitu “belum besedia kerja sama”. Namun saya tetap yakin bahwa proyek ini akan sukses saya hanya perlu melangkah lagi perjuangan belum berhenti, motivasi diri terus saya bangun untuk menjaga semangat yang ada untuk tidak patah arang. Saya percaya bahwa untuk mendaki sebuah gunung haruslah melalui banyak rintangan dan tanjakan.

Sampai akirnya sampailah saya dengan pengelola warnet yang ada di kantor PT. Telkom, pihak pengelola besedia menawarkan kerja sama bahkan harga ditawarkan pun sangat muarah jauh dari prediksi semula. Mendapat kabar gembira seperti itu tentulah hati ini sangat senang karena semua bentuk perjuangan telah dilakukan. Namun ternyata kegembiraan ini tidak bisa berlangsung sampai 1 hari, karena ternyata saya mendapat telepon dari pengelola warnet PT. Telkom kalau tempat tersebut tidak bisa disewakan oleh pihak lain. Kembali lagi untuk sesaat saya merenung ternyata perjuangan belum berhenti. Kembali saya membangun motivasi diri ini, untuk tidak putus asa karena saya percaya bahwa Tuhan itu maha baik, semua usaha yang saya lakukakan pasti tidaklah sia-sia.

Ternyata benar bahwa Tuhan itu maha baik selang beberapa jam kemudian pengelola warnet PT. Telkom merekomendasikan tempat yang bisa saya ajak kerjasama, saat itu juga saya berangkat ketempat tersebut dan akhirnya perjuangan pun berhasil mencapai tujuan setelah sekian lama cobaan terus melanda. Tahap ini bukanlah tahap akhir namun baru merupakan tahap awal yang masih mudah untuk dijalani karena tahap selanjutnya masih ada pekerjaan rumah yang saya harus dikerjakan yaitu menarik peminat peserta workshop. Untuk pekerjaan menarik peserta kursus setiap hari sehabis kuliah, saya bergerilya di kampus untuk memperkenalkan kursus yang saya akan adakan di ransel yang ada dipundak bukan hanya berisi buku tetapi pamphlet yang telah saya siapkan untuk ditempel ditiap fakultas.

Dua minggu sudah berlalau usaha yang ditunjukkan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan, jumlah peserta yang mendaftar mulai banyak berdatangan. Diluar perkiraan ternyata antusias jumlah peserta untuk mengikuti pelatihan ini sangat tinggi jauh melawati perkiraan sebelumnya. Karena jumlah yang saya harapkan hanyalah bagaimana dana peserta yang saya dapatkan bisa menutupi modal. Untuk memikirkan keuntungan sudah tdak terpikirkan lagi. Namun ternyata kegembiraan itu harus ditunda dulu karena ternyata ketika jadwal kursus telah ditentukan banyak peserta kusrsus yang mengundurkan diri, padahal waktu terus maju sementara pemilik warnet telah menagih untuk pebayaran.

Sekali lagi dalam menghadapi semua persoalan kita harus berfikir secara holistic, tidak tergesa-gesa tapi mampu mengambil tindakan yang cepat untuk mengatasi krisis peserta ini. Melihat kondisi yang seperti ini akhirnya startegi berubah dari awalnya bagaimana menyaring sebanyak mungkin peserta kursus menjadi bagaimaana mempertahankan peserta kursus yang telah ada dan tetap mau untuk ikut dalam pelatihan ini. Dengan pola pendekatan system pemasaran seperti ini, akhirnya jumlah uang sebesar 1.6 juta rupiah bisa saya bayarkan kepada pihak tempat warnet. Semua peserta yang saya ajarkan sangat puas dengan pelatihan yang saya adakan bahkan mereka berharap untuk mendapatkan pelatihan dengan software yang berbeda. Ajian kepepet ternyata mampu membuat sesuatu menjadi sangat luar biasa

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 4% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (4)

Bagian ke-empat “BAB IV” dari tulisan Change Our Mind Set ini sangat sesuai dengan suasana hari ini,  dimana segenap bangsa Indonesia memperingati hari Kemerdekaan bangsa Indonesia. Dalam tulisan ini penulis ingin mengajak kita untuk memerdekan pikiran dan kreatifitas kita dan tidak hanya terkungkung dalam satu rutinitas belaka. Selamat menikmati………:

THE INDEPENDENT SOUL

“We Can Take From Our Life Up To What We Put To It.”

Andy F Nova presenter Kick Andy sekaligus dewan pimpinan redaksi Metro TV, tiba-tiba membuat heboh media cetak, dia tiba-tiba mengundurkan diri dari Metro TV, media tempat dia mengembangkan karirnya. Setelah lama berdiam diri tidak memberikan komentar akhirnya Bung Andy turun gunung dan menjelaskan bahwa ternyata setelah dia berada pada posisi puncak dan sedang naik daun tidak membuatnya merasa berpuas hati bahkan ternyata ada sesuatu yang terasa kurang, dia merasa ada sesuatu yang hilang, sesuatu yang lama dicari. Dalam bukunya Kick Andy, dia menceritakan bagaimana Ia terispirasi oleh orang-orang yang berani mengambil keputusan dalam hidupnya dan berjuang terhadap sesuatu yang membuatnya bahagia.

Keputusan untuk keluar dari rutinitas, keluar dari skala kenyamanan dan keluar dari pola kerja seperti labirin memang bukan keputusan yang sederhana, keputusan tersebut punya konsekuensi terhadap diri kita untuk bagaimana caranya sehingga bisa melejitkan potensi kita yang terpendam, kita tidak bisa santai dan berleha-leha jadinya, semua jurus pasti dikeluarkan untuk meraih suskses dengan cikal bakal semangat dan usaha sendiri.

Sama halnya dengan kisah sahabat saya Rasman Ahmad dia nekad turun gunung dari kursi empuk yang telah dia rasakan selama ini, Rasman Ahmad telah bekerja di Bank Danamon lebih dari 15 tahun. Padahal dia membangun karirnya mulai dari posisi bawah dari staf biasa sampai akhirnya menjadi pimpinan wilayah untuk Bank Danamon Syariah di beberapa tempat di Indonesia. Di saat-saat puncak prestasi tersebut dengan usia yang masih muda kesempatan untuk meraih posisi yang lebih tinggi sangat terbuka lebar, namus justru langkah yang diambilnya justru sebaliknya Rasman mengajukan pengunduran dirinya, dan memulai sesuatu yang benar-benar baru dalam hidupnya membangun imperium bisnisnya sendiri dengan tidak mengandalkan nama besar Bank Danamon lagi.

Setelah mengundurkan diri dari Bank Danamon ,Rasman telah membuka usaha sendiri yaitu Toko Sepeda yang menspesialisasikan diri dalam penjualan sepeda sport di makassar dengan nama Ahmad Bike yang dikenal juga sebagai pelopor komunitas bike to work di kota Makassar. Selain itu dia juga membuka beberapa gerai warung makan di kota Makassar..

Merasa telah melakukan keputusan yang tepat dalam hidupnya walaupun ia sadar dengan resiko yang harus diambilnya, saat ini dia merasa lebih puas dengan tantangan baru yang belum pernah didapatkannya, yaitu menjadi nahkoda untuk mengemudikan perusahaannya sendiri. Keinginan keras dan mimpi untuk berubah adalah kunci untuk meraih suskses tersebut. Kita jangan sampai terjebak dalam skala nyaman yang menghambat sistem produktifitas kita yang mampu menghasilkan hal-hal yang luar biasa nantinya.

Saya pernah juga bertemu dengan pengusaha outbond di palembang, sewaktu itu dia memenangkan tender mobilisasi barang Indosat untuk dipindahkan ke gedung baru, pengusaha ini join bersama PT. Pos untuk memindahkan barang ini, setelah berbincang-bincang cukup lama kami mulai mengenalkan diri masing-masing namanya Kumar dia adalah sarjana hukum lulusan Universitas Sriwijaya, awal kariernya, dia bekerja di novotel Palembang pada bagian team building yang mengepalai beberapa divisi. Singkat cerita dengan Kumar seagai team leadernya ternyata membuahkan hasil yang menggembirakan bagi pihak management Novotel. Berkat tangan dinginnya kumar bisa menikatkan performance team di bawahnya. Dinilai berhasil oleh management akhirnya tandatangan kontrak untuk dijadikan karyawan di novotel akan segera dilakukan, jumlah salary yang ditawarkanpun cukup besar sebagai gaji pertama. Namun Kumar berfikiran berbeda, jika dia akan menandatangani kontrak ini berarti kebebasan hidupnya telah terenggut dan untuk menikmati pekerjaan yang selama ini diketekuni sejak kuliah sudah tidak bisa dinikmati, akhirnya Kumar nekad mengundurkan diri dari novotel, semua pihak management kaget dengan keputusannya itu karena karier Kumar sedang bagus dan naik daun.

Dengan penuh keyakinan dan niat untuk memulai usaha barupun dimulai. Saat ini dia menjadi pengelola salah satu lokasi outbond di lampung dan telah melakukan dengan beberapa perusahaan besar untuk di latih team building dengan cara yang berbeda.

Kita mungkin melihat dari sisi pandang yang berbeda kok mau-maunya mereka keluar padahal posisi mereka sedang dipuncak, usia yang masih muda tentulah karirnya masih bisa naik lagi ke jenjang yang lebih tinggi. Namun itu semua menjadi runtuh bagi orang-orang yang lebih menginginkan kemadirian dan kebebasan dalam berkarya. Mereka pun sadar dengan konsekuensi yang diterima setelah keputusan tersebut jadi terlaksana. Namun mereka percaya bahwa untuk sebuah perubahan hidup jiwa kita harus dibuat merdeka terlebih dahulu setelahnya prestasi hidup akan lebih meningkat lagi karena kebebasan bereksperimen dan berkarya dijalankan dan dipertanggungjawabkan sendiri.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 4% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (3)

Hari Jum’at yang melelahkan……, tapi tak apalah besok bisa long weekend banyak acara tujuh belasan baik dari kantor maupun di RT/RW pasti seru. Sedikit melanjutkan seri dari tulisan “CHANGE OUR MIND SET”. Berikut “BAB III” dari teulisan ini, semoga bermanfaat.

NETWORKING EFFECT

“Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala Anda turut membantu orang lain. Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi” (J. Donald Walters)

Istri saya baru melakukan presentasi kepada sahabat-sahabatnya tentang bisnis baru di bidang networking, tapi mengkhususkan diri pada penjualan pulsa elektrik. Dengan penuh semangat istri saya terus melanjutkan prospek yang dilakukakannya kepada sahabatnya itu. Bukan hanya sampai disitu dia melakukan prospek kepada sahabatnya tetapi dia meminta referensi lagi dari teman-temannya siapa saja yang kira-kira bisa untuk dilakukan prospek selanjutkan dan diperkenalkan akan keunggulan pruduk tersebut. Setiap hari istri saya penuh semangat mengecek posisi dia sekarang ada di mana, jumlah bonus yang didapatkan berapa, ketika angka-angka yang diharapkan telah muncul, alangkah senang hatinya, setiap hari dia tambah semangat untuk melakukan prospek kepada orang lain dan memberikan keterangan tentang manfaat yang akan di dapatkan dengan penuh semangat dan sangat meyakinkan.

Luar biasa istri saya yang tidak mendapatkan gaji dari perusahaan MLM ini, mau dan rela berkorban untuk meningkatkan transaksi penjualannya. Bisa dibayangkan berapa efisiensi anggaran yang bisa di hemat oleh perusahaan tersebut, jumlah iklan yang tidak perlu ditayangkan, biaya penghematan dengan tidak menggunakan konsultan manajemen, dan yang terpenting perusahaan ini tidak perlu banyak mengeluarkan energi untuk berfikir bahwa karyawan tersebut akan rela mati-matian dan sepenuh hati untuk melakukan pekerjaan ini.

Saya jadi teringat tahun lalu saudara saya dari Bulukumba-Sulawesi Selatan datang ke Bandung di diundang oleh Avon atas prestasinya melampaui target penjualan bonus yang didapatkannya berupa tiket jalan-jalan ke kota besar di Jakarta dan Bandung. Ketika dia menceritakan bagaimana perjuangannya untuk dapat bisa mendapatkan bonus seperti itu. Saya jadi berfikir bagaimana beruntungnya Avon karena memiliki agen-agennya penjualan yang senang dan bahagia menjalani profesinya dan agen tersebut mengetahui bagaimana cara melakukan teknik penjulan yang baik-sistem presentasi yang bisa menarik minat banyak orang dan yang paling penting adalah bagaimana membina hubungan baik kepada para downliner yang ada dibawahnya. Dalam buku Rich Dad Poor Dad tulisan Robert T Kiyosaki, dia mengemukakan bahwa “Alasan utama orang bersusah payah secara finansial adalah karena mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah, tetapi tidak belajar apa pun mengenai uang, Hasilnya adalah orang bekerja untuk mendapatkan uang, tetapi tak pernah belajar agar uang bekerja untuk mereka.”

Perusahaan-perusahaan MLM ini adalah sebuah perusahaan yang luar biasa memanfaatkan sistem jaringan ini, sejak dari mahasiswa sampai sekarang saya banyak kagum dengan pergerakan yang dia lakukan oleh perusahaan MLM. Bagaimana bisnis yang dilakukan mampu menggerakkan ibu-ibu-mahasiswa-profesional dari kota-kota besar sampai dengan di pedesaan melakukan penjualan dengan mempresentasikan bagaimana hebatnya perusahaan MLM yang meraka usung. Padahal kemarin saya mendapat mi-lis dari sahabat saya bagaimana pusingnya dia melakukan penetrasi pasar untuk produk minuman yang dia lepas kepasar, iklan yang dikeluarkan sudah milyaran dikeluarkan, namun belum bisa direspon oleh pasar, jumlah produksi yang terlalu besar sementara tingkat konsumsinya yang kecil menjadikan produk tersebut telah menumpuk di gudang. Untuk mendistribukan produk tersebut ke konsumen semua jurus telah di pergunakan mulai iklan-event-SPG pun juga belum bisa mendokrak penjualan produk tersebut.

Itulah gambaran dua hal yang sangat jauh berbeda ada produk yang tidak terlalu mengahabiskan banyak tenaga energi dan waktu, untuk membuatnya menjadi laris karena di dukung oleh networking yang kuat, walaupun sebenarnya mereka bukan karyawan mereka tidak digaji, meraka mendapatkan uang hanya berupa bonus penjualan namun konsep dan system penjualnnya yang berbeda. Sementara produk yang satu benar-benar menjadi street fighter dengan backup dana yang sangat besar, namun tetap memerlukan tenaga ekstara untuk melejikan tingkat penjualnnya.

Sewaktu jadi mahasiswa pun begitu banyak agen-agen penjualan dari kalangan mahasiswa melakukan penjualan dari produk MLM ini, bahkan kadang-kadang saya menjadi geli karena ternyata kawan-kawan saya ini lebih hapal produk dibanding dengan pelajarannya sendiri. Mereka menceritakan kisah-kisah anggota tim dari prodak MLM tersebut yang telah mendapatkan bonus dan menjadi milyader dari hasil keikutsertaannya dengan MLM tersebut.

Dari pelajaran tersebut diatas seharusnya kita menjadi lebih bersemangat lagi untuk melakukan dan mencontoh sistem yang telah dilakukan oleh perusahaan MLM itu. Dengan modal semangat-tekad-dan networking kita pun sebenarnya mampu untuk melakukan ataupun membuat produk yang bisa dijadikan sebagai sandaran profesi yang menguntungkan. Ternyata ceruk pasar untuk mendapatkan uang lebih masih begitu terbuka lebar, cobalah kita jalan-jalan ke beberapa tempat, asah kepekaan dan insting anda dalam melihat sesuatu, karena boleh jadi hal yang nampak kelihatan sedenrhanya mampu mampu merubah anda menjadi orang-orang yang luar biasa nantinya.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 4% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (2)

Ini adalah bagian kedua (BAB II) dari tulisan “CHANGE OUR MIND SET” selamat menikmati dan semoga bermanfaat. Terima kasih

REVOLUSIONER MIND

“The worst in the business world is the situation of no decision.” (Napoleon).

Jaman sekarang ini segala sesuatunya menjadi serba cepat, instant dan mudah diakses, teknologi berganti demikian hebatnya. Uji kemampuan dari satu produk dengan produk yang lain sudah bukan hal istimewa saat ini. Semua fitur-fitur yang terpasang selalu diadu dengan produk pesaing untuk membuktikan siapakah yang punya kehebatan teknologi yang lebih canggih, yang tentunya akan berimbas pada tingkat pembelian konsumen.

Kita mungkin juga masih ingat bagaimana AMD menantang duel produk Intel. Siapa yang tercepat diantara kedua prossesor komputer ini. Tidak tanggung-tanggung 1 halaman penuh The York Times menayangkan iklan ini, orang pasti sangat dibuat penasaran dengan duel ini, siapakah yang bakal menang?. Dengan menghadapi duel ini berarti satu produk sudah siap untuk menjadi second chooser, bukan menjadi main chooser lagi. Tantangan Duel dari AMD tersebut ternyata ditanggapi dingin oleh Intel, Icon yang semula di jagokan dengan prossesor tercepat dirubah, menjadi prosessor yang terhemat, penolakan intel untuk duel tersebut bukan berarti intel tidak berani dengan tantangan AMD tapi terlebih hanya sekedar strategi lain. Duel dua raksasa piranti keras ini memang sangat dinanti-nanti namun sayang karena tidak terjadi. Namun disadari atau tidak pertarungan semacam itu tidak hanya dimonopoli oleh perusahaan yang begerak dibidang teknologi informasi. Bahkan hampir semua bidang kehidupan melakukan reposisi terhadap revolusi produk yang terus-menerus diperbaharui.

Sama halnya dalam bidang entertainment bagaimana film-film layar lebar yang awalnya hanya dibuat berdasar sekuel cerita tanpa memasukkan unsur-unsur promosi, saat ini berubah menjadi ajang iklan untuk berbagai macam produk. Produk yang biasanya hanya beriklan dengan durasi 2 menit di TV tiba tiba langsung menjadi tontonan utama dalam sebuah film. Dengan inovasi tangan iklan seperti ini durasinya menjadi bertambah dan lebih tertanam kebenak konsumen akan info produk yang sedang mereka saksikan.

Di dunia pendidikan untuk anak-anak juga ikut-ikutan berubah. Dulu kita hanya mengenal sekolah playgroup bagi usia prasekolah dengan metode yang telah umum. Namun belakangan ini telah bermunculan sekolah play group yang menggunakan metodelogi yang jauh berbeda, mungkin kita biasa mendengar sekolah alam. Sekolah play group ini bahkan menggunakan metode permainan anak-anak desa yang senang bermain di desa. Di sekolah alam ini, kita melihat anak dibebaskan bermain dengan konsep outbond main panjatan di pohon, gelantungan, main dengan angling namun di tambahkan dengan metode sistematika yang lebih canggih untuk meningkatkan kemampuan, keaktifan dan kreativitas anak. Bagaimana dengan biayanya?, sangat jauh berbeda dengan sekolah playgroup biasa. Dengan melihat metodologi yang berubah seperti ini anak-anak kita sejak kecilnya telah di didik untuk belajar merevolusi cara belajar dan berfikirnya. Dan hal tersebut memang menjadi dambaan orang tua dengan memasukkan anak-anak mereka ke sekolah ini, agar mampu menjadi anak-anak yang di atas rata-rata walaupun jumlah uang yang dikelurkan tidak sedikit.

Reposisi inovasi produk dibidang perbankan juga tidak ketinggalan, mungkin kita bisa lihat fenomena bermunculannya bank-bank syariah yang menawarkan konsep bisnis dengan fundamental nilai-nilai religius. Awal kemunculannya dimulai dengan berdirinya Bank Mua’malat, sukses yang dialami bank tersebut menjadi perhatian bank konvesional yang lainnya untuk terjun juga di bidang perbankan syariah ini. Tidak ketinggalan tentunya bank-bank asing yang ikut-ikutan membuka divisi baru unit syariah, salah satu contonya kita bisa lihat Bank HSBC yang telah memiliki divisi syariah, bahkan dengan revolusioner, sistem ini melakukan hal-hal yang baru yang jarang bisa kita prediksi.

Beberapa Hal tersebut diatas mencerminkan tinggi tingkat perubahan yang terjadi sekarang sangat cepat dalam melakukan reposisi inovasi produk untuk terus menerus melakukan perubahan dan inovasi. Karena semua menyadari tanpa adanya semangat untuk berubah dan belajar untuk berevolusi paradigma pola lama dengan sendirinya akan hilang digeser dengan pola –pola yang lebih revolusioner. Sekarang saatnya kita harus belajar untuk mengubah mindset kita belajar untuk berani melakukan Revolusioner Mind pada diri, dan juga kita harus mau untuk mengasahnya karena saat ini ternyata hampir semua lini kehidupan telah mengalami pergeseran system yang sangat cepat. Pola pikir saat ini sudah sangat jauh dengan jaman orang tua kita dulu, yang segala sesuatunya masih slow down birokratis dan dengan hirarkinya yang jelas. Namun sekarang semuanya berubah dan berganti tak ada lagi batas informasi, jarak, dan waktu kerena semua tools telah berubah, sistem operasional dengan cepat beralih, mau tidak mau kita harus mempersiapkan diri kita dengan melakukan upgrade kemampuan untuk membuktikan bahwa kita juga mampu untuk melakukan revolusioner mind.

Untuk belajar melatih feeling kita dalam melakukan revolusioner mind itu tidaklah susah seperti apa yang kita bayangkan. Kita bisa membiasakan diri kita untuk mencoba sesuatu yang baru, belajar untuk mengambil tantangan-tantangan baru. Bisa dan mau untuk belajar menerima perubahan itu sendiri.

Coba kita lihat kisah sukses Dandy juragan Distro 347 dari Bandung. Kisah susksesnya membesarkan Distro 347 miliknya telah dirintisnya sejak kuliah di ITB pada jurusan seni rupa. Semua berawal dari Hobby dan kesenangan Dandy dan kawan-kawannya yang senang bermain surfing, di dunia surfing ini Dandy menancapkan kukunya untuk sebuah pembuktian bahwa menjadi seorang enterprenuer bisa berawal dari ide gila. Dunia surfing telah membuka cakrawala berfikirnya untuk membuat kaos dengan kualitas yang bagus tidak kalah dengan produksi buatan luar negeri.

Dandy membuat baju kaos dengan konsep limited edition yang tidak diproduksi lagi setelah di lempar ke pasaran, system pemasarannyapun unik karena awalnya hanya dijual hand to hand pada sesama rekan-rekannya mahasiswa dan para surfer. Namun ternyata karena keunikan yang berani tampil beda tersebut, membuat baju kaos buatan Dandy mendapat sambutan antusias yang sangat tinggi dari rekan-rekannya, gayungpun bersambut Dandy semakin serius untuk mengelola bisnis desain baju kaos ini.

Berbekal tekad yang besar untuk memulai sebuah perubahan Dandy menyewa tempat yang sekaligus menjadi workshop dan distronya di lokasi bekas gudang tentara di Jalan Gudang Selatan Bandung. Di tempat ini pula Dandy membesarkan distro 347. Tempat yang dulunya hanya berupa gudang bekas tentara, saat ini berubah menjadi ruangan display dengan interior mewah yang didalamnya terdapat banyak karya anak-naka muda yang kreatif, ribuan karya grafis rancangannya, mulai dari kaos sampai sampul album band indie, kemasan kaos sampai kantong kresek telah mereka hasilkan karya anak-anak muda ini telah berkibar seantero Nusantara dan juga di beberapa negara. Kini usia 347 yang telah berumur 10 tahun, mereka telah mampu meraih omzet sekitar Rp 700 juta-Rp 1 miliar per bulan. Mereka juga telah memberikan solusi untuk membuka lapangan pekerjaan dengan mempekerjakan sekitar 50 karyawan.

Distro mereka ada telah tersebar di mana-mana. Sekitar 900 di Bandung, 500-an di Jakarta, dan 60 lebih di Yogyakarta. Lalu di Makassar, Medan dan Surabaya. Distribution outlet, terkemuka di Bandung yang telah menggapai Perth, Australia, New Zealand dan Singapura. Ini adalah satu bukti hebatnya revolusioner mind mampu menciptakan sesuatu yang luar biasa kata kuncinya sederhana kita mau berubah atau mati.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 7% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET

Hari ini saya mendapat kiriman e-mail dari sahabat saya yang senang sekali menulis. Dia memang sejak kuliah memang cukup senang menulis dan terkadang saya juga tidak habis pikir karena dia dapat membuat tulisan dan resume-resume dalam waktu singkat tetapi cukup berbobot. Di blog saya ini saya akan menampilkan tulisan dari sahabat saya terutama tentang motivasi-motivasi hidup yang saya akan beri tag ” CHANGE OUR MIND”. Saya sangat suka pembawaan sahabat satu ini dan dia juga orangnya tidak cepat putus asa dan saya seang atas pendapat-pendapatnya.

Berikut “BAB I” dari seri tulisannya ” CHANGE OUR MIND SET”, semoga dapat bermanfaat :

ANTI KEMAPANAN

“Jangan takut dengan kesalahan. Kebijaksanaan biasanya lahir dari kesalahan” (Paul Galvin, founder Motorola)

Semua orang pasti menginginkan kehidupan yang sejahtera, mapan dan tentu saja mandiri. Namun kadang kala tanpa disadari, kata mapan ini bisa menjadi momok yang bisa melenakan dan melarutkan kita pada skala kenyamanan. Padahal besar potensi otak yang telah digunakan belum sampai 10% dari total volume kapasitas otak itu sendiri. Einsten pun yang memiliki hak paten pada lebih 1000 penemuan mengakui jika fungsi otak yang digunakan belum sampai 10%. Jadi sugguh luar biasa potensi yang kita miliki ini. Masalahnya kemudian adalah banyak diantara kita belum menyadari jika potensi dan kemampuan yang kita miliki belum digunakan secara maksimal.

Kita mungkin memiliki keinginan mimpi dan cita-cita yang terpendam, dan belum bisa terwujud dalam hidup kita. Bukannya berhasil menwujudkan mimpi tersebut, kita justru semakin membunuh mimpi kita, dan menganggap semuanya hanya sebagi kenangan. Mimpi tersebut menjadi pudar, karena kita terlalu lama berada pada skala kenyamanan ataupun takut dengan persepsi dan perasaan takut gagal yang kita bangun sendiri. Pikiran negative tersebut menguasai diri kita, akibatnya kita semakin jauh untuk berani melangkah. Padahal jika mau untuk benar-benar jujur, ternyata 90% rasa was-was dan kekhawatiran tidak pernah terjadi.

Sama halnya beberapa contoh pengusaha yang berhasil mengubah jalan kehidupannya menjadi orang-orang yang luar biasa sukses dengan mengadopsi prinsip anti kemapanan ini, salah satunya Bob Sadino. Walaupun sosok penampilan Bob Sadino terlihat sedikit ekstrim Bob sadino selalu tampil dengan penampilannya yang khas, dia menyukai memakai celana pendek jeans, itulah kekhasan yang dimiliki oleh Bob Sadino. Namun kekhasan tersebut bukan hanya nampak dari cara dia berpakaikan namun juga bagaimana dia berani tampil untuk menjadi pengusaha dengan cara yang berbeda. Semua orang tahu bahwa beliaulah yang membesarkan Kem Chicks dari mulai awal mendirikan sampai bisa besar seperti sekarang ini, nilai-nilai keteladanan Bob Sadino patut untuk menjadi copy print bagi kita untuk belajar menjadi pengusaha sukses dan unggul dengan cara berani untuk mengubah Mind Set kita dulu.

Gaya Bob Sadino dalam mengawaki perusahaannya itu sangat khas, semua karyawannya sangat dekat pemilik Kem Chicks. Demikian halnya ketika awal mendirikan Kem Chicks gerai swalayan miliknya, untuk menjadi besar seperti sekarang ini, semua dibangun benar-benar dari bawah. segala sesuatunya terbangun mulai dari nol dan tak pernah sedikitpun memanfaatkan fasilitas sedikitpun dari luar. Padahal pada awal tiba di Indonesia dan mulai merasakan pahit getir kehidupan, berbagai macam uluran bantuan datang dari segala penjuru, mulai dari pihak keluarga sampai dengan relasi yang dimiliki oleh Bob Sadino.

Bob Sadino kecil telah terbiasa hidup dengan penuh kecukupan pun sampai berkeluarga. Semua fasilitas dan kemewahan selalu menghampiri dirinya, wajar saja sebab Bob Sadino bekerja di luar negeri dengan gaji yang sangat besar, belum ditambah lagi dengan berbagai fasilitas yang diberikan sebagai service dari perusahaan tempat ia bekerja. Namun semua fasilitas dan kebutuhan yang selalu berlebihan yang terus menerus dia dapatkan sejak dia kecil sampai sekarang, membuatnya terasa ada yang kurang dalam hidupnya, ada sesuatu perasaan yang mengganjal dan keinginan untuk menjalani hidup dengan cara yang bebeda.

Kelebihan dari sisi materi membuatnya merasa ada yang kurang dengan semua ini, Bob Sadino ingin merasakan bagaimana rasanya mendapatkan fasilitas hidup dengan memulai segala sesuatu dari bawah dan terlepas dari semua bentuk kemapanan yang telah dirasakannya selama ini. Akhirnya Bob Sadino mengambil keputusan untuk pulang ke tanah airnya tercinta Indonesia, setelah sekian lama tinggal di Amsterdam dan beberapa tahun lamanya di Eropa, Bob Sadino membawa pulang istrinya, dan mengajaknya memulai hidup dari awal lagi dengan mengumpulkan modal benar-benar dari bawah. Keputusan yang diambilnya sangat dramatis karena Bob Sadino nekad untuk meninggalkan semua fasilitas gaji yang tinggi dan kemewahan yang selama ini dirasakan. Hal ini mungkin menurut persepsi kita, jika Bob Sadino itu orangnya aneh kok mau-maunya dia meninggalkan semua fasilitas dengan gaji tinggi, hidup diluar negeri, dia tidak perlu lagi susah payah membanting tulang untuk berjuang demi sesuap nasi. Dan yang pasti apa yang dijalani oleh Bob Sadino diluar negeri, merupakan impian banyak orang.

Dengan standar hidupnya sewaktu diluar negeri tentulah Bob Sadino tidak perlu repot untuk mengurusi kebutuhan hidupnya dan keluarganya. Gaji yang tinggi serta fasilitas yang ada sudah pasti akan menjamin keberlangsungan hidupnya. Namun Bob Sadino punya obesisi lain dia tetap teguh pada pendiriannya untuk pulang ke Indonesia. Setibanya di Indonesia dimulailah segala sesuatunya benar-benar dari nol, seperti halnya yang semula di inginkannya selama ini. Modal yang ia bawa dari Eropa hanya berupa dua mobil sedan Mercedes buatan tahun 1960-an. Satu ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang Jakarta Selatan, Sedangkan mobil satunya lagi dijadikan taksi dan dikemudikan sendiri oleh Bob Sadino. Inilah kisah awal bagaiman Bob Sadino harus mulai berjuang untuk hidup esok hari, perjuangan begitu keras harus dilakukan ketika tiba di Indonesia, sangat jauh berbeda dengan yang telah dilakoninya di luar negeri. Setiap hari otaknya harus diputar terus untuk berfikir dan bertindak bagaimana melanjutkan kehidupan esok hari.

Sebagai pengusaha taksi dengan armada 1 unit, Sangat besar harapan Bob Sadino untuk mendapatkan uang yang lebih dari bisnis ini. Tiba suatu hari ketika ada orang hendak menyewa mobil Mercedes miliknya, Bob Sadino berharap dengan menyewakan mobilnya tersebut tentulah nilai uang yang didapatkannya pada hari itu bisa lebih. Namun ternyata Tuhan berkehendak lain karena mobil yang disewakan tersebut mengalami kecelakaan berat yang mengakibatkan mobilnya tersebut hancur. Rencana awal dan strategi yang telah disiapkan untuk bisnis taksinya itu harus berhenti saat itu juga.

Kehilangan sumber penghasilan tidak lantas membuat Bob Sadino menjadi patah arang, Bob lantas banting setir untuk semetara bekerja sebagai kuli bangunan. Padahal, jika ia mau, istrinya Soelami Soejoed, yang telah berpengalaman sebagai sekretaris di luar negeri, bisa menyelamatkan keadaan. Tetapi, Bob bersikeras bahwa dia mampu untuk menyelesaikan semua permasalahan dan krisis yang sedang dihadapinya saat itu. Suatu hari, temannya menyarankan Bob memelihara ayam untuk menghilangkan sejenak depresi yang dihadapinya, Bob Sadino akhirnya setuju untuk beternak ayam. Ketika beternak ayam itulah muncul inspirasinya kembali untuk bangkit berwirausaha. Bob Sadino mendapatkan ilham dari ayam-ayam yang dia pelihara, ayam saja bisa berjuang untuk hidup, tentu manusia pun juga bisa, Ujar Bob Sadino.

Sebagai peternak ayam, Bob dan istrinya, setiap hari menjual beberapa kilogram telor ayam dengan sistem door to door, yang di pasarkan di daerah sekitar Kemang tempat Bob bermukim. Untuk memasarkan telur-telur ini tidaklah semudah dibayangkan, bahwa Bob tinggal datang kerumah-rumah tersebut dan langsung telurnya dibeli. Namun terkadang Bob Sadino mendapat umpatan dan cacian dari para pembantu rumah tangga. Namun itu semua tidak menyurutkan langkahnya untuk memasarkan telur ayam kampung miliknya. Akhirnya usahanya tersebut tidaklah sia-sia karena semakin lama jumlah langganan bob kian bertambah. Itulah kisah awal pendirian swalayan Kem Chicks miliknya, dan bisa menjadi besar seperti sekarang ini.

Dari rekaman jejak perjuangan Bob Sadino dalam mengubah cara pikir dalam mencipatkan daya juang dan imaginasi yang tinggi, ada beberapa hal yang menjadi pelajaran bagi kita dalam merubah mind set kita menjadi orang-orang yang sukses walaupun semua berawal dari nol.

Pelajaran pertama adalah bagaimana kita bisa membebaskan diri kita dari Belenggu Rasa Takut. Rasa takut ini sangat besar mencengkram diri kita mulai dari takut gagal, takut miskin, dan takut ditolak, Kedua: Belenggu Harapan. Kadang kita berharap terlalu banyak, sehingga malah menjadi belenggu bagi diri kita sendiri. Belum-belum sudah berharap banyak, dan akhirnya kecewa karena harapan nya tidak tercapai. Dengan membebaskan diri dari harapan, maka Anda akan bebas dari kekecewaan. Dan ketiga: Belenggu Jalan Pikiran. Ini yang sering menghinggapi “anak sekolahan”, yang terbelenggu oleh jalan pikirannya sendiri, sementara realitas di kehidupan masyarakat jauh dari teori yang pernah dipelajari.

Jalan terjal untuk mendaki sebuah mimpi dan cita-cita memerlukan energi yang tidak sedikit untuk itu Bob Sadino memiliki filosofi hidup yang harus menjadi pegangan bagi kita untuk menjadi orang sukses yang pertama adalah adanya Kemauan. Untuk menjadi pengusaha syaratnya sungguh simple. Anda mau. Kalau Anda tidak memiliki kemauan yang tulus dan kuat untuk menjadi pengusaha, maka lupakan bahwa Anda akan menjadi pengusaha. Kemudian kita mempunyai Tekad atau Determinasi. Yaitu tekad yang sangat kuat dan bulat, yang tidak akan tergoyahkan oleh keadaan apapun, untuk menjadi pengusaha. Keberanian mengambil peluang. Menjadi pengusaha berarti berani ambil tindakan ketika peluang lewat didepan mata.kita juga harus tahan Banting dan Tidak Cengeng. Om Bob melukiskan bahwa, kesuksesan hanyalah titik kecil diatas gunung “kegagalan” atau penderitaan. Bagi beliau gagal itu baik, karena dengan gagal kita belajar dan menjadi lebih baik. Maka, seorang pengusaha harus tahan banting, dan tidak ada tempat untuk cengeng. Dan yang terakhir adalah kita hendaknya Bersyukur pada Tuhan Yang Maha Esa. Ini yang sangat sering beliau ingatkan, bahwa kita harus selalu mengembalikan segala sesuatu kepada Tuhan YME. Syukuri segala yang telah dicapai selama ini.

Gambaran diatas patus menjadi cerminan bagi kita, bagaimana besarnya pengorbanan yang harus diberikan dan dibayarkan untuk menggapai keinginan dan cita-cita, untuk menjadi besar tanpa harus mengandalkan bantuan dari orang lain. Perjuangan hidup yang dilalui oleh Bob Sadino dalam membesarkan perusahaan merupakan teladan bagi kita bagaimana sebuah mindset bisa kita ubah yang awalnya berada dalam skala kenyamanan bisa dibalik untuk menjadikan tantangan sebagai petualangan yang seru dan menyenangkan. Bob Sadino paham betul untuk meraih suskses kita harus berani untuk merubah Mind Set kita terlebih dahulu.

Lain lagi halnya sukses yang dicapai oleh Sakti Paranten Lulusan Ekonomi jebolan Australia yang berani untuk mengambil resiko berubah haluan yanga awalnya bekerja di bidang keuangan menjadi enterprenur di bidang perfilman. Bidang ini sugguh bertolak belakang dengan disiplin ilmunya. Namun karena keuletan serta kesungguhan dan differensiasi yang ditampilkan oleh Sakti Paranten, akhirnya Sineas Muda ini juga mampu untuk mendapatkan penghargaan dari British Council kategori Screen Entrepreneur pada tahun 1998 .

Untuk memulai menjalani bisnis perfilemen ini bukanlah awal yang mudah bagi Sakti Paranten, namun karena tekad dan kesungguhan untuk berbuat dan impian untuk memasarkan dunia film maka segala usaha kerja keras dia kerahkan untuk keberhasilan cita-cita tersebut. Sejak mulai membangun bisnisnya tersebut sudah beberapa hasil karyanya yang diputar di TV national dan TV luar.

Ada kisah menarik dari Awal Kisah perjuangan Sakti dalam mendapatkan dan memulai memasarkan karya-karyanya karena pernah suatu ketika uang yang dipegang oleh Sakti benar-benar habis, padahal esok harinya dia akan mengambil uang hasil kontrak film dokumenternya yang dibeli dan ditangkan oleh Lativi. Itulah gambaran awal ketika Sakti mulai membangun dan membesarkan imperium bisnisnya. Namun berkat kerja keras dan pengorbanan yang di berikan oleh Sakti semua tersebut tidak menjadi sia-sia belaka salah satunya karena ada karya Sakti yang masuk dalam beberapa kategori penghargaan seperti “Eagle Award Metro TV”.

Untuk terus mengasah intuisi dan kemauan untuk selalu tampil dengan hal-hal baru dengan ide yang lebih segar, Sakti saat ini juga mengembangkan komunitas “hybrid” dia menjalin kerja sama dengan sineas lokal untuk memproduksi sebuah film documenter sesuai dengan keunikan dan potensi daerah masing-masing wilayah, sehingga sineas local tidak menjadi terbelakang dalam dunia perfilemen dan juga memberikan harapan bahwa potensi untuk mendapatkan uang lebih di jalur perfileman masih bisa didapatkan walupun tidak berada di Jakarta. Sakti pun punya pandangan jika daerah Indonesia adalah sebuah objek yang luar biasa potensial, untuk bisa dijadikan objek penggarapan film dokumentar, jika digarap secara seungguh-sungguh, itulah metode dan filosofi sakti dalam merubah mindsetnya. Ide-ide brilliant yang dimilikinya tidak dibiarkan tenggelam begitu saja .

Untuk angka-angka pendapatan sakti sendiri saat ini nilai omset perusahaannyai telah mencapai 2,55 milyard untuk tahun 2008. Sangat fantastis bukan, diusianya yang masih muda pria kelahiran tahun 1974 telah menjadi enterpenur sejati, yang akan terus melakukan terobosan yang berbeda disetiap waktunya. Kesibukan Sakti saat ini , dia menjadi produser eksekutif Fictionary Media Technology yang merupakan sebuah perusahaan film di Jakarta yang menciptakan produk film dokumenter, iklan dan program televisi.

Sekali lagi bahwa ternyata dengan semangat antusiame yang tinggi, optimis yang besar semua bisa terlewati, sama halnya dengan perkataan bapak Anthoni Syafei,” jika kita menginginkan menjadi pengusaha sukses bukanlah modal uang yang menjadi acuan utama dalam memulai usaha, dan menjadi penentu sukses atau tidaknya usaha kita nantinya. Namun justru yang utama yang harus kita miliki adalah integritas dan keinginan besar untuk maju dan berjuang mewujudkan mimpi tersebut.

Bercermin dari dua kisah diatas mungkin kita bisa kembali membuka-buka kembali buku Reinald Kasali yang berjudul Change Renald Kasalai Menggambarkan bahwa sejauh apapun perjalanan yang telah kita lalui namun begitu ada kesempatan ataupun peluang kita bisa merubah haluan kita. Mungkin patut kita renungkan bahwa seandainya kita saat ini masih berada di skala kenyamanan maka berhati-hatilah dengan zona comfort ini, karena begitu banyak potensi dan energi yang masih kita miliki belum kita keluarkan atau jangan-jangan tidak akan pernah dkeluarkan karena adanya belenggu was-was, takut dan prasangka gagal yang menjadi dominasinya. Namun ketika kita mau belajar untuk membalikkan keadaan berusaha untuk mengubah cara pandang kita dan memperbaiki mind set kita kembali, kita akan berusaha sekuat tenaga untuk meraih mimpi dan cita-cita tersebut. Jika seandainya kita berada pada posisi tanpa pilihan apapun, maka tentulah dengan sendirinya seluruh kemampuan-energi-tenaga-power yang kita miliki dikerahkan untuk mencapai tujuan yang akan dicapai.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 12% [?]

Incoming search terms for the article: