BUKAN KEBETULAN
Kadng kita dibuat terkagum-kagum dengan anak-anak yang telah mampu mengukir prestasi diusia mereka yang masih sangat muda. Sama halnya yang terjadi pada Zhang Xinyang, Anak Ajaib dari Tiongkok Umur 13 Tahun, diusianya yang masih belia dia sedang melanjutkan kuliahnya pada program Pascasarjana Universitas Teknologi Beijing.
Zhang Xinyang mengambil jurusan yang jarang diminati oleh kita pada umumnya. Jurusan yang diambil adalah jurusan Matematika. Untuk Gelar S-1 Zhang Xinyang menempuh jurusan Matematika di Universitas Teknik Tianjin. Perjalanan akademik Zhang memang membuat banyak orang terkesima. Pertama mulai merasakan suasana sekolah SD pada umur lima tahun, Zhang kecil cukup menammatkan sekolahnya hanya butuh waktu dua tahun. Melanjutkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi jenjang SMP dan SMA juga dijalaninya dengan kilat. Di usianya 10 tahun Zhang telah terdaftar sebagai mahasiswa matematika di Universitas Teknik Tianjin.
Zhang memang benar-benar menggandrungi matematika. Demi mewujudkan mimpinya sebagai pakar matematika, dia benar-benar menggembleng diri. Ia juga menyiapkan betul ujian masuk perguruan tinggi (NCEE) sedari awal. Usahanya tidak sia-sia. Zhang lulus ujian NCEE dengan skor 505, atau 47 poin di atas skor rata-rata.
Kecintaannya membaca buku termasuk buku di luar studinya, membuat Zhang hanya butuh kurang dari tiga tahun dari jatah empat tahun, untuk menuntaskan skripsi. Kita mungkin mengangagap Zhang sebagi anak seorang dosen, karena saking mudanya. Walaupun usianya masih cilik ia tidak mau berdiam diri begitu saja, Zhang juga memulai belajar mandiri dengan menjadi tutor matematika paruh waktu.
Hal yang di alami oleh Zhang bukanlah hal yang ajaib dan bukan hanya semata-mata berupa give dari ilahi , tetapi karena talent dan pola didikan yang telah dialami oleh sak anak dari orang tuanya. Sang anak telah diajarkan nilai-nilai kerja keras dan berani untuk mengejar impian sedari mereka masih kecil. Sama halnya dengan professor termuda Amerika Serikat yang asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, sejak kecilnya telah bermimpi untuk menjadi pendidik di luar neger. Keinginan besar untuk mencapai hal tersebut karena dorongan dan motivasi yang terus-menerus di berikan oleh kedua orang tuanya.
Contoh teladan yang sering diperlihatkan oleh kedua orang tuanya menambah semangatnya untuk terus mengejar impiannye tersebut. Akhirnya cita-cita itu semua saat ini bisa diwujudkan dan tidak tanggung-tanggung dalam usia yang sangat muda telah mendapatkan gelar professor. Nama professer muda tersebut adalah Nelson Tansu yang merupakan professor termuda yang dimiliki Amerika Serikat saat ini. Prof Nelson mengajar di Lehigh University salah satu universitas terbaik yang terdapat di negeri Paman Sam.
Titik balik riwayat pedidikan Nelson dimulai ketika dia menjadi lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan 1995, dan termasuk dalam finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Sukses ini, kemudian berlanjut setelah dirinya mendapat tawaran beasiswa dari Bohn’s Scholarships untuk melanjutkan kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat. Nelson memulai statusnya sebagai mahasiswa pada September 1995, dan meraih gelar bachelor of science hanya dalam tempo dua tahun lebih sembilan bulan, dengan predikat summa cum laude. Setelah merampungkan S-1-nya di bidang applied mathematics, electrical engineering, and physics pada tahun 1998. Saat ini Nelson yang asli Indonesia berdarah keturunan Tionghoa ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya. Memasuki usianya yang ke 25 tahun Nelson telah mengukir prestasi dengan berhasil meraih gelar PhD di University of Wisconsin, Madison, dan menjadi staf pengajar mahasiswa S-3.
Nelson menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania, mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3), bahkan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer. Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Nelson telah menjadi bahan insprirasi bagi mahasiswanya sendiri, ia sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, terutama di Washington DC. Selain itu, Nelson juga sering di undang oleh universitas yang berasal dari luar Amerika seperti Kanada, sejumlah negara di Eropa, dan Asia. Namun ada satu hal yang lebih fenomenal yang telah dihasilkan oleh Nelson yaitu ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.
Meski namanya sudah banyak dikenal di seluruh dunia, hanya sedikit yang tahu bahwa guru besar muda ini berasal dari Indonesia. Berkat prestasi Nelson Tansu yang luar biasa, ia sempat menjadi incaran dan malah “rebutan” kalangan universitas AS dan mancanegara.
Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>
Popularity: 12% [?]
August 20th, 2009
admin
Posted in
Tags:



