Posts Tagged ‘enterpreneurship’

CHANGE OUR MIND SET (18)

BUKAN KEBETULAN

Kadng kita dibuat terkagum-kagum dengan anak-anak yang telah mampu mengukir prestasi diusia mereka yang masih sangat muda. Sama halnya yang terjadi pada Zhang Xinyang, Anak Ajaib dari Tiongkok Umur 13 Tahun, diusianya yang masih belia dia sedang melanjutkan kuliahnya pada program Pascasarjana Universitas Teknologi Beijing.

Zhang Xinyang mengambil jurusan yang jarang diminati oleh kita pada umumnya. Jurusan yang diambil adalah jurusan Matematika. Untuk Gelar S-1 Zhang Xinyang menempuh jurusan Matematika di Universitas Teknik Tianjin. Perjalanan akademik Zhang memang membuat banyak orang terkesima. Pertama mulai merasakan suasana sekolah SD pada umur lima tahun, Zhang kecil cukup menammatkan sekolahnya hanya butuh waktu dua tahun. Melanjutkan pendidikan di tingkat yang lebih tinggi jenjang SMP dan SMA juga dijalaninya dengan kilat. Di usianya 10 tahun Zhang telah terdaftar sebagai mahasiswa matematika di Universitas Teknik Tianjin.

Zhang memang benar-benar menggandrungi matematika. Demi mewujudkan mimpinya sebagai pakar matematika, dia benar-benar menggembleng diri. Ia juga menyiapkan betul ujian masuk perguruan tinggi (NCEE) sedari awal. Usahanya tidak sia-sia. Zhang lulus ujian NCEE dengan skor 505, atau 47 poin di atas skor rata-rata.

Kecintaannya membaca buku termasuk buku di luar studinya, membuat Zhang hanya butuh kurang dari tiga tahun dari jatah empat tahun, untuk menuntaskan skripsi. Kita mungkin mengangagap Zhang sebagi anak seorang dosen, karena saking mudanya. Walaupun usianya masih cilik ia tidak mau berdiam diri begitu saja, Zhang juga memulai belajar mandiri dengan menjadi tutor matematika paruh waktu.

Hal yang di alami oleh Zhang bukanlah hal yang ajaib dan bukan hanya semata-mata berupa give dari ilahi , tetapi karena talent dan pola didikan yang telah dialami oleh sak anak dari orang tuanya. Sang anak telah diajarkan nilai-nilai kerja keras dan berani untuk mengejar impian sedari mereka masih kecil. Sama halnya dengan professor termuda Amerika Serikat yang asli orang Indonesia yang prestasinya diakui dunia internasional. Pria kelahiran Medan 20 Oktober 1977, sejak kecilnya telah bermimpi untuk menjadi pendidik di luar neger. Keinginan besar untuk mencapai hal tersebut karena dorongan dan motivasi yang terus-menerus di berikan oleh kedua orang tuanya.

Contoh teladan yang sering diperlihatkan oleh kedua orang tuanya menambah semangatnya untuk terus mengejar impiannye tersebut. Akhirnya cita-cita itu semua saat ini bisa diwujudkan dan tidak tanggung-tanggung dalam usia yang sangat muda telah mendapatkan gelar professor. Nama professer muda tersebut adalah Nelson Tansu yang merupakan professor termuda yang dimiliki Amerika Serikat saat ini. Prof Nelson mengajar di Lehigh University salah satu universitas terbaik yang terdapat di negeri Paman Sam.

Titik balik riwayat pedidikan Nelson dimulai ketika dia menjadi lulusan terbaik SMU Sutomo 1 Medan 1995, dan termasuk dalam finalis Tim Olimpiade Fisika Indonesia. Sukses ini, kemudian berlanjut setelah dirinya mendapat tawaran beasiswa dari Bohn’s Scholarships untuk melanjutkan kuliah di jurusan matematika terapan, teknik elektro, dan fisika di Universitas Wisconsin-Madison, Amerika Serikat. Nelson memulai statusnya sebagai mahasiswa pada September 1995, dan meraih gelar bachelor of science hanya dalam tempo dua tahun lebih sembilan bulan, dengan predikat summa cum laude. Setelah merampungkan S-1-nya di bidang applied mathematics, electrical engineering, and physics pada tahun 1998. Saat ini Nelson yang asli Indonesia berdarah keturunan Tionghoa ini sudah meraih 11 penghargaan dan memiliki tiga hak paten atas penemuan risetnya. Memasuki usianya yang ke 25 tahun Nelson telah mengukir prestasi dengan berhasil meraih gelar PhD di University of Wisconsin, Madison, dan menjadi staf pengajar mahasiswa S-3.

Nelson menjadi profesor di universitas ternama Amerika, Lehigh University, Pensilvania, mengajar para mahasiswa di tingkat master (S-2), doktor (S-3), bahkan post doctoral Departemen Teknik Elektro dan Komputer. Lebih dari 84 hasil riset maupun karya tulisnya dipublikasikan di berbagai konferensi dan jurnal ilmiah internasional. Nelson telah menjadi bahan insprirasi bagi mahasiswanya sendiri, ia sering diundang menjadi pembicara utama di berbagai seminar, konferensi dan pertemuan intelektual, terutama di Washington DC. Selain itu, Nelson juga sering di undang oleh universitas yang berasal dari luar Amerika seperti Kanada, sejumlah negara di Eropa, dan Asia. Namun ada satu hal yang lebih fenomenal yang telah dihasilkan oleh Nelson yaitu ada tiga penemuan ilmiahnya yang dipatenkan di AS, yakni bidang semiconductor nanostructure optoelectronics devices dan high power semiconductor lasers.

Meski namanya sudah banyak dikenal di seluruh dunia, hanya sedikit yang tahu bahwa guru besar muda ini berasal dari Indonesia. Berkat prestasi Nelson Tansu yang luar biasa, ia sempat menjadi incaran dan malah “rebutan” kalangan universitas AS dan mancanegara.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 12% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (19)

LIFE WITH YOUR DREAM

Jika sempat jalan-jalan ke kota Pangandaran coba tanyakan siapa Ibu pangandaran, tertulah semua suara akan sama bahwa Ibu yang dimaksud adalah Susi Pudjiastuti, seorang sosok pebisnis tangguh yang memulai usahanya dari nol. Ibu Susi juga tidak pernah mengenyam pendidikan tinggi dia hanya lulusan SMP, yang ketika SMA di drop out dari sekolah. Dengan berbekal modal 750 Ribu hasil menjual gelang, kalung, dan cincin miliknya, Susi mulai menjadi pengepul ikan pada tahaun 1983. Awal mulai usahanya dijalankan, dia hanya mampu membeli 1 kg ikan, besoknya mulai meningkat menjadi 2 kg, kemudian terus meningkat volume pembeliannya. Karena keuletan Ibu susi dalam waktu hanya satu tahun, ia sudah menembus pasar besar Cilacap, Jawa Barat.

Dari keuntungan yang ia tabung, Susi kemudian membuka usaha sewa-menyewa perahu serta mobil angkutan hasil-laut bagi para nelayan. Kini ibu susi telah memiliki ratusan perahu nelayan dan truk. Bu Susi memulai semua aktifitasnya setiap harinya mulai pada pukul 15.00, ia ke Jakarta untuk setor. Di tengah jalan, ia mampir ke Cikampek untuk mengambil kodok. Sampai di Jakarta malam. Setelah mandi dan istirahat ia langsung balik ke Pangandaran itulah aktifitas hariannya ketika usahanya mulai dikembangkan. Selama bertahun-tahun ia harus mendampingi pasokannya menempuh jarak ratusan kilometer pulang-pergi.

Pada tahun 1996 pasar lobster menjadi overload pabrik-pabrik yang semula menjadi pengumpul hasil laut dari bu susi banyak yang mempermainkan harga, dengan kejadian tersebut bu susi kembali memberanikan diri untuk langsung mengekspor hasil lautnya itu. Karena permintaan yang cukup tinggi dari pasar luar negeri maka Bu Susi nekad membeli dua pesawat Cessna Grand Caravan buatan Amerika Serikat pada tahun 2004, dan ternyata buah dari kenekatannya tesebut pemintaan dari luar negeri semakin banyak.

Untuk urusan kenayaman kerja dan meningkatkan produktifitas karyawannya Bu susi tidak tanggung-tanggung mendirikan pabrik yang mempunyai fasilitas yang sangat modern, yang disainnya bangunanya dibuat menyerupai mall. Nilai Omzet juga dalam jumlah yang sangat besar, yang pada saat awal pendirian PT ASI Pudjiastuti hanya sekitar US$ 2 juta membengkak, menjadi US$5 juta pertahun.

Ternyata untuk dalam menjalani kehidupan, kita harus berani berminmpi untuk menwujudkan hal-hal besar dalam hidup kita. Sama halnya dengan Ibu Susi, dengan impian yang besar dibarengi dengan keuletan yang tinggi, perempuan yang dulunya hanya menjual ikan dengan bakulan itu, kini telah menjual ikannya dengan pesawat terbang ke berbagai belahan dunia.

Kisah yang sama dialami oleh penjaga sekolah saya sewaktu masih duduk di sekolah dasar. Bapak tersebut hanya menjadi pesuruh biasa di sekolah, nasibnya berubah menjadi pengawas sekolah, yang bertugas mengawasi kinerja kepala sekolah yang ada di wilayahnya. Padahal pada awalnya dia hanyalah penjaga sekolah yang hanya bertugas sebagai “office boy”. Nama bapak penjaga sekolah itu adalah Dg.Nai* Senyuman yang khas dan sambutan yang selalu hangat tak akan pernah kami lupakan setiap siswa yang pernah sekolah di sekolah ini pasti mengenal dengan baik Dg.Nai.

Singkat cerita karena sikap yang ditunjukkan, dirinya penuh dengan nilai-nilai positif serta kerajinan dan ketekunan, maka pihak sekolah menjadikannya pegawai negeri untuk menjadi pesuruh sekolah. Setelah di angkat menjadi pegawai Dg.Nai tidak menyia-nyiakan waktu yang tertinggal, dia memutuskan untuk melanjutkan pendidikan di D3, setammatnya di D3 Dg.Nai mulai mengajar anak-anak SD dan warungnya pun masih tetap buka. Lama berselang Dg.Nai masih terobsesi dengan mimpinya untuk menjadi seorang pengawas sekolah atau disebut dengan penile sekolah.

Sampai suatu ketika ada pengumuman penerimaan pegai khusus menjadi pengawas. Dengan modal tekad dan semangat dia yakin untuk lolos seleksi ditingkat propinsi. Padahal lowongan yang tersedia bisa dihitung jari sementara jumlah peserta yang terjaring mencapai ratiusan orang dengan jabatan rata-rata peserta adalah orang-orang yang telah menjadi kepala sekolah.

Ternyata Dg.Nai tidak ciut nyali sebaliknya dai bertabah semangat dan yakin bahwa dia akan terangkat menjadi pengawas. Semua orang menertawakan terhadap apa yang dicita-citakan Dg.Nai apalagi jika melihat latar belakang pendidikanny dengan modal pengalaman yang belum terlalu lama. Namun jawaban Dg.Nai jika mendapat ledekan dari teman-temannya Kita lihat saja nanti siapa yang akan tertawa.

Setiap malam Dg.Nai bangun sholat malam untuk mengajukan proposal kepada Allah untuk diangkat menjadi pengawas kepala sekolah. Karena doanya yang terus-menerus akhirnya Dg.Nai lulus seleksi dan diangkat menjadi pengawas sekolah, dia mengalahkan pesaing-pesaingnya yang rata-rata pernah menjabat kepala sekolah. Satu pesannya kepada saya ketika akan kembali ke Jakarta, bahwa hiduplah dengan mimpimu jangan pernah mematikan mimpimu.

Mungkin sama halnya dengan para kontestan Indonesian Idol yang memimpikan menjadi idola baru yang dan dipuja banyak orang, anda juga tentunya sering menyaksikan Indonesian Idol, pada penampilan kontestannya rata-rata masih muda dengan wajah dananan yang menarik, namun hal tersebut tidak berlaku di Inggris sewaktu diadakan konteas Britian Got Talent sama seperti American Idol, “Susan Boyle 47 tahun” saat berdiri di atas pangung Nampak seperti wanita yang datang dari kampung, jauh dari dandanan kelas artis, dia gemuk kikuk dan penampilan panggungnya pas-pasan, pada saat berdiri di atas panggung semua orang yang hadir pada tempat itu ingin melewatkan saja penampilan Susan. Namun semua keraguan tersebut dibalas oleh Susan, sewaktu mulai menyanyikan lagu opera, “I Dreamed a Dream” dari Les Miserables, semua mata menjadi takjub, suaranya yang sangat indah, sangat merdu, membuat para penonton berulang-ulang berdiri memberi tepuk tangan. Para juri Cowell, Piers Morgan, dan Amanda Holden, ikut terngaga mendengar suara menakjubkan Susan Boyle. Karena suara emas yang khas yang dimilikinya tersebut, dalam sekejap Susan Boyle menjadadak menjadi celebrity dunia. Puluhan juta orang di seluruh belahan dunia dibuat penasaran mereka ramai-ramai menyaksikan penampilannya pada situs You Tube.

Tidak tanggung-tanggung ABC News, CBS, CNN, station televisi ternama ini sampai berebut ingin mewawancarai Susan Boyle. Dari penelusuran mereka, termasuk laporan CBS ketika meliput langsung ke kediaman Susan Boyle di Blacburn Skotlandia, Susan Boyle merupakan sosok wanita sederhana yang aktif dalam kegiatan Gereja. Tidak ketinggalan Oprah Winfrey sudah mengundangnya datang untuk duduk di sofanya dalam acara yang ditonton di seluruh dunia. Ia memang memiliki cerita hidup yang layak diceritakan di Oprah Winfrey Show. Bukan hanya penampilan yang tidak “ngartis” tapi juga kehidupan sendiri yang cukup dramatis.

Pada awal kelahirannya Susan sempat kehabisan oksigen dan membuat perkembangan otak sedikit abnormal. Begitu pula saat disekolah dia menjadi murid yang terbelakang dan menjadi bahan ejekan teman-temannya. Pernah suatu ketika sekitar 14 tahun silam Susan juga ikut audisi acara televisi My Kind of People, namun ia begitu grogi sehingga gagal. Karena cintanya pada dunia tarik suara Susan Boyle rela untuk belajar dari seorang guru vokal, Fred O’Neil. Dari hasil belajarnya tersebut satu dekade silam, Susan pernah melakukan rekaman lagu dengan judul “Cry Me a River”. Album tersebut ditujukan sebagai peringatan pergantian milenium di kampung asalnya. Satu hal yang menjadi motivasi terbesar Susan pada dunia tark suara adalah kerena almarhum Ibunya tercinta. Pentas pertama setelah ibunya meninggal adalah di depan Simon Cowell yang mengguncangkan dunia itu. Sesaat sebelum tampil, Cowell sempat bertanya tentang umur dan hal-hal kecil lain. Boyle mengaku belum pernah pacaran. Ciuman juga belum pernah. Sekarang juga tinggal hanya dengan seekor kucing di rumahnya.

Ternyata kehebatan sebuah mimpi bisa menwujudkan hal-hal diluar dari daya imaginasi kita, karena mampu mengubah impian menjadi sebuah kenyatan, kita tentunya takkan sedikitpun melewatkan waktu untuk mengejar impian tersebut, tanpa pernah mengenal rasa lelah dan kalah untuk mendapatkan semuanya.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 10% [?]

CHANGE OUR MIND SET (17)

NEKAD AJALAH

Saya pernah melakukan proyek renovasi rumah milik kawan saya, untuk keperluan ini, pada elemen fasadnya akan ditambahkan pemasangan batu alam, untuk memesan batu alam ini saya ingat lokasi yang sering saya lewati sewaktu kuliah, setibanya di sana untuk membeli batu alam ini, ternyata yang pemilik toko masih sangat muda, usianya masih 20 tahunan. Pada saat mau beli batu alam ini pun saya mendapat penjelasan tentang tipe batu yang cocok untuk rumah yang sedang saya renovasi. Setelah sekian lama dijelaskan detail batu alam yang diinginkan pertanyaan terakhir yang saya ajukan adalah berapa modal untuk membangun usaha ini sambil tersenyum kawan saya ini pun berkata modalnya hanyalah nekad. Dia bercerita bagaimana dia nekad merantau dari jawa ke makassar tanpa modal apa-apa namun dengan keberanian dan kepercayaan akan sebuah arti kesuksesan maka usahanya pun maju sampai seperti sekarang ini.

Saya kemudian teringat kisah sewaktu masih berada di Banjar masin ada seorang pengusaha sukses di daerah Batu Licin yang memiliki berbagai macam jenis usaha mulai dari travel, toko kelontong sampai usaha pengangkutan dia kelola. Ternyata awal kisah sukses hidupnya di Batu Licin ini, hanya bermodalkan pakaian yang menempel di badannya. Bapak ini hanya seorang perantauan dari negeri Cina dan samapi ke Batu Licin dengan perahu. Namun karena kegigihan tekad dan semangat dia telah menjadi pengusaha yang di segani di daerah Batu Licin.

Pernah juga sewaktu kuliah saya juga bekerja partime di sebuah event organizer untuk menambah penghasilan saya sebagai mahasiswa, ditempat tersebut saya bekerjasama dengan kontraktor eksebition dari PT.Creator kebetulan dengan pimpinan Creator ini akrab dengan saya, gayanya santai dan penuh semangat jika dia bercerita, saya sempat bertanya kepadanya bagaimana awal kariernya sehingga perusahaannya bisa menjadi perusahaan kontraktor eksbesi yang cukup di segani di kota Makassar, dengan tersenyum dia berkata bahwa dia hanya bermodalkan nekad, dia jebolan Jurusan Arsitektur Universitas Hasanuddin yang memutuskan berhenti kuliah pada semester 4.

Sepertinya sudah menjadi rumus wajib bahwa untuk menjadi orang-orang luar biasa, nekad itu menjadi jimat yang paling ampuh untuk meraih kesuksesan. Sama halnya dengan Tony Chistiansen dia adalah seseorang yang sejak kecilnya kehilangan kedua kakinya akibat tergilas kereta api, namun keinginannya untuk tidak distimewakan dan diperlakukan seperti orang pada umumnya telah membuatnya menjadi orang yang luar biasa. Sebagai latihan terapi untuk memulihkan kondisinya ayahnya memutusakan untuk mengajarkan renang kepadanya, walaupun sebenarnya Tony Chistiansen tidak tahu berenang dan membenci air.

Namun sewaktu sesi latihan renang dimulai oleh pelatihnya ia langsung didorong ke dalam kolam renang dan akibatnya Tony tenggelam dan diangkat menggunakan dengan jala. itulah sesi latihan pertama yang tidak mungkin terlupakan baginya , hari-hari selanjutnya dia mulai belajar mengapung dan berenang sejauh satu mil, 52 kali panjang kolam renang tanpa henti.

Saat SMA pelatihnya menyarankan Tony Chistiansen untuk ikut surf life guard (penyelamat berselancar) dia bergabung dengan Omanu Pasific Surf Club dan telah menyelamatkan 33 nyawa dan mendapatkan penghargaan sertifikat dari World Lifesaving Federation. Tony Chistiansen telah mewakili selandia baru lima kali keikut sertaan pertandingan yang berbeda :World,Paralympic,dan FESPIC dan memenangkan 35 medali selama karir atletiknya. Prestasi itu semua diraih sewaktu usianya masih di bawah 20 tahun.

Tony Chistiansen juga seorang yang aktif dalam olahraga taekwondo dan meraih Dan 2 selain itu dia juga adalah seorang pilot bersertifikasi, juara speedway dan balap motor. Tony Chistiansen bahkan telah mendaki gunung Klimanjaro yang terkenal sebagai atap afrika, dia juga telah berkeliling keberbagai negara Asia dan Eropa, berbicara di depan forum international yang tampil sebagai motivator yang dihadiri peserta pulah rbu orang dan semua prestasi yang diperoleh oleh Tony Chistiansen saat dia tidak mempunyai kedua kakinya.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 10% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (16)

KARENA HIDUP BUKAN MATEMATIKA

Saya pernah bertemu seorang ibu yang bercerita bahwa dia mempunyai 3 orang anak yang semuanya kuliah di UNPAD di jatinangor, sementara dia sendiri hanyalah seorang pegawai negeri dengan gaji pas-pasan setiap bulannya, jika di kalkulasikan total pendapatan dengan jumlah pengeluaran yang harus dikeluarkan setiap bulannya sangat jauh dari mencukupi. Salah satu dari ketika anaknya ini juga menderita bronchitis dan harus mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk berobat.

Setiap hari untuk biaya transportasi anak-anaknya ke kampus sebesar 20.000/orang memang jarak dari kampus dengan tempat tinggalnya sangat jauh. Namun ibu ini tetap yakin bahwa semua perjalan ini akan bisa terlewati, sampai saat ini anak-anaknya pun telah ada yang hampir menyelesaikan kulihanya, satu kunci mengapa dia bisa melewati ini semua, adalah karena setiap malamnya dia melaporkan keaadaan anak-anaknya kepada tuhan untuk diberi jalan keluar atas segala persoalan dan kebutuhan hidupnya yang harus terpenuhi.

Sama halnya pengalaman hidup seorang bapak yang hidup dilampung tentang bagaimana keajaiban hidup yang dilaluinya. Bapak tersebut hanya berprofesinya sebagai seorang supir truk dengan upah UMR hanya 600.000,-/bulan, namun ia juga mempunyai tanggungan 1 orang istri dan 4 orang anak-anaknya yang semuanya bersekolah, namun bapak itu yakin dan penuh optimisme mampu dan bisa menghidupi anak-anaknya sampai dengan semuanya bisa sekolah tinggi-tinggi, bapak itu bercerita bahwa saat ini anak sulungnya mengambil kuliah S-3 di Taiwan mulai dari masuk kuliah S-1 di UI sampai dengan S-2 di UI dan melanjutkan kuliahnya di Taiwan S-3 semuanya dengan beasiswa dan umur anak sulungnya sakarang ini baru 23 tahun.

Sedangkan anaknya yang ke 2 telah hampir merampungkan skripsinya pada jurusan teknik informatika di universitas lampung. Untuk anak ke-3 sendiri baru masuk di UI jurusan administrai Negara, anak ke-4 yang bungsu bercita-cita kuliah di luar negeri dan saat ini dia dalam proses seleksi oleh Petronas untuk mendapatkan beasiswa kuliah di Malaysia, dengan penuh haru bapak tersebut menceritakan pengalamannya yang luar biasa, dan berkat keyakinannya untuk menwujudkan cita-cita anak-anaknya hal itu bisa terlaksana. Memang kadang terasa jika kita melihat kenyataan hidup ini sangat berat untuk dilewati apalagi dengan keterbatasan yang begitu banyak kita miliki. Tapi karena hidup bukan metematika, yang hanya bisa kita tambah dan kurangi, tetapi begitu banyak keajaiban yang bisa kita temukan ketika kita ingin berbuat sesuatu yang lebih walaupun dengan segala keterbatasan yang kita miliki.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 8% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (14)

OTAK KANAN VS OTAK KIRI

Ada seorang bapak yang melamar di proyek yang sedang kami kerjakan untuk posisi office boy, kebetulan saat itu memang kami sedang membutuhkan office boy untuk di tempatkan diproyek yang sedang kami kerjakan. Setelah diterima bekerja di tempat kami, setiap hari bapak itu terlihat penuh semangat dan keceriaan tak pernah sehari pun dai nampak kelihatan lelah ataupun kusut dengan pekerjaannya sebagai office boy. Karena semangat dan kinerja yang baik yang tunjukkan bapak itu, banyak pengawai proyek yang sangat senang dengan bapak ini, Namun jauh diatas itu semua ternyata bapak ini juga selalu melihat peluang untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Setelah cukup informasi yang dia kumpulkan, dengan berbekal modal yang dikumpulkannya hari-demi hari, akhirnya dia bisa membeli mobil kecil dan memodifikasinya menjadi warung sederhana. Warung tersebut diparkie tepat di depan lokasi proyek. Segala macam kebutuhan kami disediakan dimobil kecilnya ini. Mulai dari makanan kecil,minuman sampai dengan makanan berat, bahkan jual pulsa pun dia melayani.

Karena pelayanan yang diberikan sangat baik, kami menjadi langganan tetap untuk belanja di warung bapak ini. Uniknya kami jadikan warung tersebut sebagai tempat melepas lelah dan bercanda dengan yang lain. Hari-demi hari warungnya terus menjadi ramai. Tak terasa jumlah penghasilan yang didapatakan setiap bulannya bisa melebihi gajinya beberapa kali lipat sebagai office boy. Itulah bentuk reward yang didapatkan ketika kita mampu dan jeli untuk melihat potensi di depan kita. Sebab yang namanya potensi dengan sendirinya mengandung arti bahwa sesuatu itu telah ada, dan tidak perlu diciptakan. Cuma, sesuatu itu masih dibiarkan “merana” dan belum digali apalagi dipoles.

Sama halnya dengan pengalaman Nasi Uduk Gondangdia bisa dijadikan contoh. Halaman ruko wartel dan money changer-nya dibiarkan “merana” bertahun-tahun dan hanya dimanfaatkan sebagai lahan parkir. Itu pun yang memanfaatkan orang lain. Untunglah Jasmine, Jusriel Kamil, Wita dan Lisa, cepat menyadari nilai potensi lahan kosong strategis yang terletak di pinggir jalan raya ini. Setelah disulap menjadi gerai outdoor nasi uduk, lahan yang tadinya merana ini bisa menjadi pundi-pundi uang keempat keluarga tersebut. Betapa tidak, dalam sebulannya Nasi Uduk Gondangdia membukukan omset Rp 270 juta. Dalam perkembangannya, bisnis nasi uduk justru jauh lebih prospektif sehingga bisnis wartel harus mengalah.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 8% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (13)

WE ARE A TEAM

“Dalam hidup,terkadang kita lebih banyak mendapatkan apa yang tidak kita inginkan. Dan ketika kita mendapatkan apa yang kita inginkan, akhirnya kita tahu bahwa yang kita inginkan terkadang tidak dapat membuat hidup kita menjadi lebih bahagia”

Setiap pelaksanaan konstruksi suatu bangunan gedung, baik itu pekerjaan pembangunan gedung dengan semua instalasi perangkatnya atau konstrusi interior dengan segala accesoriesnya, Pasti melibatkan banyak perusahaan-tenaga kerja-buruh-tukang-suplaier-preman-masyarakat. Untuk proyek gedung bertingkat pasti memerlukan tenaga extra untuk menwujudkan pelaksanaan gedung mulai dari pihak kontraktor-pengawas-owner dan perencana memiliki kepentingan yang berbeda, dan semuanya pasti ingin menang. Bisakah bangunan indah dan kelihatan cantik bisa berdiri jika hanya ingin menonjolkan ekpestasi sendiri, sugguh besar energi yang harus dikeluarkan untuk hal tersebut dan sudah pasti pengawas harus siap-siap untuk melakukan adu fisik satu sama lainnya. Sungguh pekerjaan yang menantang.

Karena ketertarikan pada energi yang harus di keluarkan dan pekerjaan yang menantang tersebut, akhirnya saya minta di tugaskan kantor untuk melakukan pengawasan proyek pembangunan. Tibalah saatnya saya ditugakan untuk menjadi pengawas lapangan untuk proyek kontrusi di Aceh . Untuk di tugasakan ke Aceh banyak orang berfirikir 2 kali untuk ditugasakan ke daerah tersebut akhirnya petualangan dimulai. Alhamdulillah di dalam pesawat saya bertemu dengan Bapak.Ayi Koordinator Project untuk wilayah Indonesia dari ILO PBB, didalam pesawat kami berbicara banyak dan panjang lebar bagaimana perjalanan Bp. Ayi sejak dari awal meniti karir sampai mampu seperti sekarang. Sedikit banyak pengalam Bp. Ayi tersebut menambah semangat saya untuk segera terjun dilapangan. Setibanya di bandara saya naik travel untuk sampai lokasi proyek, setibanya di proyek ternyata kondisi yang saya bayangkan sungguh sangat jauh dari penjelasan awal dari atasan saya, ternyata lokasi proyek ini berada di pinggiran ibu kota dan dulu menjadi salah satu basis GAM, seru sekali rasanya.

Setelah istirahat sejenak dimulailah perjalanan untuk mencari rumah kontrakan, untuk mencari rumah kontrakan tidak semudah mencari kota besar. Disini sungguh perjuangan yang sangat besar untuk mendapatkan rumah kontrakan, karena mereka masih menaruh curiga setiap pendatang yang baru datang. Allhamdulillah saya mendapatkan rumah setelah seharian berputar mencari-cari. Pemiliknya adalah seorang nenek tua yang sangat rajin ibadah setiap jam 2 pagi pasti sudah terdengan suara wudhu dari nenek ini. Yang lebih seru lagi adalah nenek ini tidak bisa berbahasa Indonesia dia hanya bisa bahasa Aceh. Sungguh susah mempelajari bahasa Aceh ini, sampai akhirnya bahasa yang kami pakai adalah bahasa tarzan. Namun diluar perkiraan ternyata kami bisa saling bisa mengerti satu sama lain, bahkan kadang saling tertawa.

Esok harinya setelah tiba di proyek mulailah pekerjaan pengawasan dan supervise saya lakukan semua kontraktor saya kumpulkan dan meeting bersama dan sama-sama menegaskan jika kita ini adalah satu team “We Are One Team”. Setelah berbicara dan supervise dilakukan setaip permasalahan yang dilakukan pasti kami bahas bersama dan ternyata hasilnya ekselent persoalan-persoalan yang awalnya di khawatirkan tidak muncul sama sekali walaupun kadang ada klash dengan kontraktor namun hal tersebut dapat teratasi, sejak memakai system pengawasan dengan metode we are the team, ternyata semua persoalan menjadi jadi lebih sederhana dan apapun persoalannya bisa di selesaikan dengan cara yang baik dan hasil yang maksimal.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 6% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (11)

BORN AS A FIGHTER

“Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah” – Thomas Alva Edison

Sejak diri kita masih berupa sperma, sebenarnya kita telah belajar bertarung untuk menjadi yang terbaik, pertarungan ini berlangsung dengan berjuta-juta sel sperma, sampai akhirnya hanya satu yang berhasil menembus indung telur yaitu diri kita. Perjuangan belum berakhir sampai disini, di dalam indung telur ini kita terus berkembang sampai dengan saat usia kita telah mencapai 4 bulan. Kita belajar untuk mampu bertahan dengan di dalam perut ibu, itulah perjuangan pertama kita untuk bisa lolos dan berhasil dalam kualifikasi kehidupan.

Selanjutnya kita mulai tumbuh besar dalam dunia persekolahan, kita juga sudah mulai berkompetisi dengan anak-anak lain untuk menjadi juara dalam kelas yang biasa kita sebut bintang kelas. Dalam kawan-kawan sepermainan pun kita juga telah mulai berkompetisi siapa yang paling unggul dalam permainan tersebut. Dunia anak-anak ini ternyata kita sudah mulai berkompetisi.

Bagaimana selanjutnya setelah kita menjadi besar dan dewasa, ternyata justru kompetisi semakin sengit, berbagai macam ide, bentuk formasi dan unjuk kreatifitas terus kita lakukan untuk bisa menjadi bintang. Nilai-nilai kompetisi kita sudah banyak perubahan, kita pun juga sudah belajar untuk memiliki format stategi dan serangan andalan. Bekal-bekal yang kita miliki untuk berkompetisi justru semakin kaya.

Namun anehnya jika kita melihat angka statistik tentang jumlah penganguran yang ada ternyata begitu tinggi. Pengangguran ini bukan hanya terjadi dengan orang-orang yang punya pendidikan rendah namun juga yang punya gelar sarjana juga banyak yang nongkrong di rumah tanpa mampu untuk berbuat sesuatu. Alasannya klasik mereka berkilah bahwa lapangan pekerjaan semakin sempit, tidak ada peluang, kita dari orang daerah jadi tidak bisa bersaing dan masih banyak lagi alasan yang dicari untuk mencari-cari pembenaran lainnya. Sungguh aneh semua karena nilai-nilai kompetisi street fighter yang kita miliki sejak kita masih berupa sperma sampai kita besar dan dewasa saat ini, semua menjadi runtuh dan tidak berarti apa-apa. Padahal kita memiliki kemampuan yang sungguh sangat luar biasa. Kita sudah dibekali oleh sang pencipta memiliki tools kehidupan yang mampu mendorong dan menciptakan kita sebagai sosok yang luar biasa.

Sosok Zuckerberg kreator Face Book mungkin bisa kita jadkan contoh bagaimana pendidikan bukanlah hal yang utama untuk menjadi seorang menjadi sukses. Umurnya masih 20 tahunan tapi sudah mampu menjadi sosok yang fenomenal saat ini, bahkan majalah Times memasukkan namanya sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia tahun 2008. Zuckerberg pernah kuliah di Harvard University namun drop out karena sangat tertarik untuk menjadi pengusaha. Untuk membuat Face Book ini, dia tidak perlu mengeluarkan uang yang begitu banyak namun dengan hobinya mengutak-atik program komputer akhirnya dia mampu menjadi milyader di usia yang sangat muda. Kita harusnya bisa belajar dengan Zuckerberg bagaimana dia mampu bersaing dan bertarung untuk bisa menjadi seperti saat ini. Pilihan yang dia putuskan pun tidak tanggung-tanggung, dia rela untuk drop out di Harvard University salah satu universitas terbaik di bumi ini.

Untuk menjadi hebat dan luar biasa pun kita tidak perlu menjadi orang kaya dulu, dengan sikap kompetensi yang tinggi dengan semangat membara dan pantang menyerah kita pun bisa menjadi sosok seperti ini. Sama juga dengan sang pendiri perusaahan Apple Corp. Steve Jobs.

Sewaktu muda dia mulai membuka usahanya hanya berawal dari garasi rumahnya. Walaupun pada masa awal produksi hanya bisa menghasilkan 50 buah PC, namun seiring dengan waktu Apple Corp. menjadi salah satu perusahaan yang menjadi pionir dalam revolusi teknologi computer. Salah satu produknya yang fenomenal adalah Ipod. Pastinya anda mengenal Ipod bukan, karena hampir sebagian besar penduduk di bumi ini sangat senang menggukan Ipod. Sensasinya akan terasa jika kita sedang berjalan-jalan, dengan Ipod dalam genggaman di tangan.

Pada umur 21 tahun Steve Jobs bersama rekannya Steve Wozniak, mendirikan Apple Computer. Walaupun harus bersusah payah untuk mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga, namun mereka berhasil mengibarkan dan mengenalkan produk Apple Corp. ke berbagai belahan dunia. Kesuksesan Apple Corp. juga tidak berlangsung sepanjang masa, karena pada tahun 1997 Apple pernah ditempa krisis dan hampir collaps, sementara Steve Jobs sempat diberhentikan dari Apple.

Pada saat di berhentikan tersebut, Steve Jobs tidak serta merta menjadi tenggelam, karena memang pada dasarnya Steve Jobs “bertangan dingin”. Steve Jobs kembali mendirikan perusahaan baru, dan perusahannya tersebut juga langsung mendapat tempat yang tinggi di jajaran perusahaan terkenal di Amerika Serikat. Steve Jobs mendirikan perusahaan piranti keras khusus animasi dengan nama Pixar. Film pertama hasil dari perusahaan milk Jobs adalah Toy Story yang terjual lebih 150 juta keeping dan mencetak pendapatan lebih dari US$ 2.5 Milyarad. Sementara kollaps yang hampir diderita oleh Apple Corp. berbalik menjadi perusahaan yang kembali disegani setelah Steve Jobs menjadi CEO di perusahaan tersebut.

Change our mind set, itulah kata-kata yang paling tepat untuk kita terapkan untuk bisa menjadi orang-orang yang bertangan dingin. Karena begitu banyak orang yang telah berhasil untuk menjadi enterprenur unggul dan berjaya di masa mudanya. Walaupun mereka juga menyadari keterbatasannya, namun itu semua bukan menjadi alasan untuk menjadi mundur dari pertarungan hidup.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 7% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (10)

WINNING THE HEART

“Apa yang saya saksikan di Alam adalah sebuah tatanan agung yang tidak dapat kita pahami dengan sangat tidak menyeluruh, dan hal itu sudah semestinya menjadikan seseorang yang senantiasa berpikir dilingkupi perasaan “rendah hati.” –Einstein

Saat ini kita banyak mendengar tentang bagaimana melayani bahwa Pembeli adalah Raja ataupun pelanggan adalah segalanya. Namun kita sendiri kadang kurang menyadari bahwa itu semua terkait dengan eksekusi yang dilakukan oleh bawahan itu sendiri. Kita bisa saja mengklaim bahwa we serve better than other namun pada implementasi di lapangan ternyata konsumen tersebut tidak merasa terpuaskan dengan pelayanan yang diberikan. Masih segar mungkin dalam ingatan kita prinsip kuno dari ekonomi yaitu “pengeluaran sekecil-kecilnya dan pendapatan sebesar-besarnya”. Pendapat ini mungkin ada benarnya tetapi hanya berlaku pada zaman dahulu kala alias jadul. Seorang pimpinan yang tidak membekali timnya di lapangan akan banyak mendapatkan kesulitan dengan treatment yang akan diberikan sang karyawar tersebut. Bisa saja karyawan menganggap pekerjaan ini dilakukan hanya berdasarkan job description dalam pekerjaannya, namun dalam urusan treatment konsumen bukan urusannya bahkan malah mungkin dihadapi dengan masa bodoh. Bayangkan bahaya yang akan kita dapatkan jika anak buah kita hampir sebagian besar berfikiran seperti itu, akankah perusahaan kita terus melaju dengan kencangnya atau akan habis seiring dengan waktu itu sendiri.

Saat ini kita berada pada masa krisis global yang dimulai dari Amerika Serikat, saat kredit perumahan menjadi macet. Kita juga melihat berita tentang permintaan dana talangan untuk menyelamatkan dunia industri di Amerika Serikat. Di mana-mana headline media menceritakan bagaimana eksekutif AIG Amerika, telah mendapatkan suntikan dana stimulus dari pemerintahan Obama yang jumlahnya tidak tanggung-tanggung sebesar 75 juta dollar AS, namun apa yang diperbuat oleh CEO AIG setelah mendapat talangan dana dari pemerintah?, mereka justru memberikan bonus sebesar 165 juta dollar AS atau setara dengan Rp. 2 trilliun kepada para karyawannya. Yang menarik disini adalah bukan besar uang yang diberikannya tetapi adalah bagaimana CEO AIG ini sangat cemas jika tidak memberikan bonus kepada para eksekutifnya mereka akan hengkang ke perusahaan lainnya.

Mungkin hal ini bisa menjadi gambaran bagi kita bagaimana system treatment karyawan telah mengalami revolusi yang sangat besar. Namun contoh perusahaan AIG di atas tidak berlaku untuk perusahaan Google. Google mampu memberi daya tarik yang besar untuk bergabung dengan perusahaan mereka. Untuk masuk di Google kita mendapatkan penghargaan yang tinggi karena langsung di interview oleh sang taipan Google sendiri yaitu Brin dan Page, mereka rela menjadi bemper awal, untuk lebih mengetahui secara detail karyawan yang akan menjadi bagian dari keluarga besar Google. Para calon pelamar pun tidak kalah serunya, mereka rela antri untuk bergabung di Google. Ternyata semua hal yang dilakukan tersebut bukan hanya karena gaji besar yang mereka incar, namun karena ketika menjadi karyawan google mereka merasa menjadi bagian dari pemilik perusahaan google.

Walaupun para karyawan Google bekerja keras sepanjang waktu, namun mereka diperlakukan seperti keluarga. Diberi makan gratis, minuman kesehatan cuma-cuma, dan cemilan yang berlimpah. Para Googler juga menikmati sejumlah kemudahan seperti layanan binatu, penata rambut, dokter umum dan dokter gigi, pencucian mobil dan, belakangan tempat penitipan anak, fasilitas kebugaran lengkap dengan pelatih pribadi, tukang pijat professional yang praktis membuat orang tidak perlu meninggalkan kantor. Tak ketinggalan Voli pantai, fusbal, hoki sepatu roda, lomba skuter, pohon palma, kursi bean bag, bahkan anjing. Semua fasilitas yang di sediakan tersebut hanya karena Google ingin menghadirkan suasana kerja yang menyenangkan dan mampu mendorong kreativitas. Sehingga kayawan Google merasa betah dan kerasan untuk berkarya ditempat kerjanya. Yang tidak kalah serunya karena Google bahkan mencarter beberapa bus dengan akses internet nirkabel, sehingga para Googler yang tinggal di San Francisco bisa tetap produktif, bisa langsung bekerja menggunakan laptop daripada kesal atau melamun karena macet sewaktu berangkat bekerja.

Namun dari semua fasilitas yang menyenangkan tersebut hal yang paling menarik adalah aturan bahwa semua software engineer harus menggunakan setidaknya 20% waktu mereka. Kira-kira sama dengan sehari dalam seminggu, untuk mengerjakan proyek apa pun yang mereka minati. Ternyata pemberlakuan aturan untuk memanfaatkan waktu 20% ini merupakan cara untuk mendorong inovasi dan kreativitas karyawan utuk senantiasa senang dalam melakukan inovasi.

Ternyata buah system manajemen perusahaan yang unik, mampu menarik banyak orang untuk bergabung dengan Google bahkan karyawan Microsoft setiap tahunnya pasti ada yang pindah ke Google. Sementara Google sendiri sangat jarang karyawannya yang keluar dari perusahaan tersebut, mereka kerasan bekerja di Google, Karena mereka merasa bagian dari Google.

Pasti rasannya sangat menyenangkan jika kita memiliki tipe karyawan seperti karyawan Google. Mereka cerdas, cekatan, handal, dan kreatif serta memiliki loyalitas yang tinggi. Hal lumrah jika hal itu menjadi impial setiap CEO. Jawabannya ternyata sederhana untuk mendapatkan tipe karyawan seperti mereka, karena untuk meraih itu semua, kita harus mampu menaklukkan dan memenangkan hati bawahan kita Winning The Heart.

Pernah ada seorang manager sebuah mini market bercerita bagaimana dia bisa mengapai posisi Manager sekarang ini dan bisa bertahan di perusahaan tersebut. Karirnya dimulai dari posisi staf biasa hingga akhirnya bisa menjadi manager. Di ceritakan bahwa pada saat itu sewaktu dia masih menjadi staf biasa, anaknya menelpon ke kantor minta kepada sang ayah untuk dibelikan sarung tangan bisbol sebagai hadiah ulang tahunnya nanti. Sebagai ayah yang baik tentunya dia pasti mengiayakan permintaan anaknya tersebut, walau setelah telepon ditutup, dia sudah kebingungan bagaimana dia bisa membeli sarung tangan bisbol tersebut padahal gajinya tidak bisa mencukupi untuk membeli sarung bisbol tersebut.

Sampai tiba pada waktunya hari ulang tahun sang anak, tiba-tiba sang atasan datang menghampirinya dan memberikan hadiah berupa sarung tangan bisbol. Si ayah terkejut ko Bapak tau bahwa hari ini ulang tahun anaknya dan dia minta hadiah dibelikan sarung tangan bisbol, Dengan tersenyum atasan tersebut berkata bahwa sewaktu dia melakukan kontak telepon dengan anaknya tersebut, secara tidak sengaja atasannya ini mendengar percakapan tersebut dan menunggu waktu yang tepat untuk diberikannya hadiah tersebut.

Reaksi sang karyawan tentu sangat bahagia karena selama ini dia bekerja hanya untuk sang buah hati agar bisa terus tersenyum, dan pada saat ulang tahun anaknya impian tersebut bisa terwujud. Padahal sebelumnya di ceritakan bahwa sang karyawan ini telah berniat untuk berpindah ke tempat lain yang bisa memberikan gaji yang lebih baik. Namun karena sentuhan atasannya ini, semua keinginannya itu bisa terpenuhi hanya karena hadiah “sarung tangan bisbol”.

Hal ini bisa menjadi pelajaran bahwa ternyata ketika kita bisa memberikan sentuhan yang memberikan nilai lebih manusiawi kepada karyawan maka mereka akan memberikan yang terbaik yang mereka miliki. Percuma kita memiliki slogan untuk “kita harus memiliki rasa kepemilikan terhadap perusahaan” namun dalam implementasinya karyawan tidak dianggap sebagai satu kesatuan keluarga. Menangkanlah hati karyawan maka mereka akan memenangkan hati konsumen. Dengan rasa memiliki yang tinggi, karyawan akan merasa menjadi pemilik yang sebenarnya, yang berharap untuk menjadikan perusahaan ini menjadi perusahaan no.1. Winning the heart not only winning the skill. Jika kita hanya berorientasi dalam memenangkan perusahaan dengan merekrut individu-individu melalui skill yang baik saja, maka percayalah bahwa energi yang akan dikeluarkan justru jauh lebih besar dari yang diperkirakan, karena karyawan tersebut akan berfikir bisa berpindah ke tempat lain untuk mendapatkan pendapatan dan fasilitas yang lebih baik.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 5% [?]

Incoming search terms for the article:

CHANGE OUR MIND SET (9)

Bagian ke – 9 dari tulisan “Change Our Mind Set”,  mulai bab ini mungkin saya tidak akan mebawakan banyak komentar tentang posting saya sendiri karena diburu target nih ramadhan sudah dekat kemungkingan frekuensi online juga sepertinya akan berkurang tapi saya masih menyisakan 10 bagian untuk di-upload….. jadi langsung saja dinikmati tulisannya, walaupun tanpa asam garam tulisan pembukaan, selamat menikmati!!!!!

VOTE FOR ME

“Apabila perjalanan menjadi sulit, orang yang ulet akan berjalan terus” –Knute Rockne

Pada saat menjelang pemulihan umum hampir di setip sudut jalanan di seluruh kota di Indonesia begitu banyak iklan kampanye mulai dari pemberian kalender gratis,stiker sampai dengan billboard yang di pajang besar-besaran di jalan-jalan sekitar kita. Mulai dari partai besar sampai dengan partai yang baru ikut-ikutan juga meramaikan pemasangan banner dijalan ini. Kita tentunya bertanya-tanya siapa mereka ini, kita jadi seolah-olah menjadi bingung siapa sebenarnya yang akan kita pilih karena begitu banyak slogan dan janji-janji yang diberikan ketika mereka akan terpilih nanti.

Tapi sayangnya, partisan partai ini ikut mengkampanyekan diri mereka dengan cara menjadi follower, jarang kita lihat pemakai iklan yang bisa menyentuh kita sehingga dirinya sendiri bisa kita ingat dengan jelas. Kita sebenarnya kalau mau lebih kreatif untuk membaca situasi untuk bisa melakukan suatu terebosan menjadi i’m the first, kita bisa belajar dari kemenangan presiden Amerika Serikat yang menang dan menjadi presiden pertama kulit hitam. Barrack Obama menyampaikan media kampanye dengan cara yang smart, hi-tech dan komunikatif. Jadi bukan hanya penduduk Amerika sendiri yang dibuat penasaran dibuatnya tetapi semua penduduk dunia dibuat penasaran jadinya. Disini di Indonesia, jarang kita lihat produk kampanye yang inovatif sehingga bisa meninggalkan bekas yang mendalam bagi para pemilihnya. Standarisasi berlaku untuk hampir semua calon anggota legislatif baik itu dari partai a maupun dari partai z.

Kebetulan saat ini saya sedang berada di Palembang di berbagai sudut kota terlihat spanduk-spanduk dan billboard besar bertuliskan Vote For Dodi, awalnya kampanye visual yang diberikan masih belum menggema dan bertahan lama di dalam pikiran ini. Tetapi lambat laun tim kampanye mereka dengan drive tim Merdeka, mampu menjadi bahan pembicaraan di kota palembang ini. Setelah diteliti lebih mendalam ternyata tim kampanye Vote For Dodi, mampu memberikan perubahan-perubahan efek visual dalam berkampanye. Semua elemen dilibatkan mulai dari memanfaatkan jaringan internet, berkampanye lewat frendster maupun facebook. Mobil-mobil yang berwarna kuning pun begitu banyak berlalu lalang dengan semboyan yang khas Vote For Dodi. Baru-baru ini tim kampanye ini melakukan terobosan dengan menggelar vestifal musik dengan menghadirkan band papan atas dan bisa disaksikan secara gratis.

Jika dilihat dari sistem kampanye ini membutuhkan energi yang sangat besar maupun dana yang tidak sedikit. Bagaimana dengan mereka yang dananya terbatas? bisakah membuat kampanye yang bisa memberikan bekas kepada masyarakat, bahwa sebenarnya dia sedang mencalonkan diri.

Setelah perhitungan suara hasil Pemilihan Umum ternyata perdiksi saya tidak meleset jika kemungkinan lolos untuk Dodi sangat besar. Ibarat domba yang bersaing memajang dirinya di pasar semua domba berwarna putih hanya dodilah sedikit dari domba tersebut yang berwarna hitam, tentulah dodi menjadi pilihan utama bagi masyarakat kota sumsel karena mampu menjadi focus diantara calon kontestan yang lain.

Ada juga cerita menarik dari Amerika Serikat, bagaimana seorang perempuan muslim pertama di daerah tersebut mampu menjadi senator mewakili daerah tersebut (pernah ditayangkan Voice of Amerika). Bagaimana caranya dia bisa menjadi senator pertama dari kalangan wanita muslim?, besarkah dana yang di pergunakan atau dia memang telah memiliki warisan garis kekuasaan dilembaga pemerintahan sehingga dia bisa di pilih?.

Jawabannya adalah sederhana, dia berkampanye dari door to door, ya mirip sales. Dia menjelaskan program kerjanya dari pintu ke pintu jumlah rumah yang dia kunjungi hampir mencapai 4000 unit. Luar biasa!. Ibu ini bergerak sabar dan menjelaskan dengan baik bahwa ia adalah pegawai yang direkrut dan digaji oleh rakyat, maka sudah sepantasnya sebelum dia pilih dia harus melakukan presentasi terlebih dahulu kepada masyarakat tentang program kerja yang akan dilaksanakan. Alhasil ternyata dengan perjuangan yang begitu hebat dan cerdas dia bisa terpilih menjadi senator pertama dari kalangan muslim.

Ini bisa dijadikan contoh buat para calon legislati,bahwa ketika kita ingin bersaing dengan begitu banyak pilihan, janganlah menjadi follower, tapi jadilah penggagas, pionir dan berkampanye dengan cara-cara yang berbeda dengan yang lain. Bukan masalah kita punya dana besar ataupun dengan dana terbatas, namun bagaimana efek yang akan ditimbulkan dengan kampanye yang akan kita lakukan. Vote For Me Or Forget For Me.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 5% [?]

CHANGE OUR MIND SET (8)

Tulisan ke -8  dari “Change Our Mindset” mari berubah ke arah yang lebih positif karena perubahan itu pasti. Perubahan adalah tanda dari suatu kehidupan, dan jangan kita menjadi korban dari perubahan tersebut. Salam dari penulis, selamat menikmati:

PERUBAHAN ITU PASTI

“Apabila perjalanan menjadi sulit, orang yang ulet akan berjalan terus” –Knute Rockne

Perubahan itu adalah sesuatu yang mesti kita harus lakukan mungkin kita masih ingat bagaimana perusahaan sekelas Pertamina diterjang kasus, ketika ada SPBU yang tidak jujur dalam memasukkan takaran bensin sesuai yang tertera pada mesin SPBU. Dan seketika itu juga virus informasi merebak ke mana-mana. Langsung saja banyak komentar yang berdatangan bahwa ,memang benar hal itu telah banyak yang mengalaminya bagaimana konsumen dipermainkan dengan jumlah bahan bakar yang di isi tidak sesuai dengan takaran sebenarnya.seketikan itu juga bola langsung berbalik, SPBU milik asing menjadi idola karena pelayanannya yang terkenal transparan salah satunya SPBU milik Shell. Walaupun masih sebagai pemain baru di bidang SPBU, Shell mampu merebut hati banyak pelanggan, tiba-tiba saja Shell menjadi idola walaupun lokasi penempatannya masih di Ibukota namun efek yang ditimbulkan mampu membuat jera Pertamina. Sebenarnya harga minyak Shell masih sedikit di atas pertamina namun orang rela antri. Bahkan ada konsumen yang sengaja antri di SPBU milik Shell, walaupun sebenarnya secara hitungan dia rugi dari sisi jumlah pemakaian bahan bakar. Namun jawabannya sederhana mengapa ia rela antri karena hanya sebuah nilai kejujuran yang dia junjung tinggi. Orang-orang sudah cape di bohongi terus Katanya.

Bagaimana dengan Pertamina, seketika itu juga langsung melakukan evaluasi besar-besar terhadap semua SPBU miliknya. dan benar saja karena adanya kejadian tersebut akhirnya pertamina dipaksa untuk berubah pelayanan. Setelah kasus tersebut akahirnya pertamina membuat standarisasi mesin SPBU melakukan sertifikasi uji kelayakan dari departemen meteorology bahwa benar mesin ini adalah mesin yang jujur. Dan ternyata kondisi Pertamina setelah melakukan perubahan kembali menajadi induk yang senantiasa dituruti kembali konsumennya Pertamina kembali menjadi idola dan favorit bagi masyarakat Indonesia. Bahkan dengan adanya perubahan tersebut pertamina justru jauh menjadi lebih terpercaya di banding sebelumnya. Begitu banyak rest area yang muncul sepanjang jalur Jakarta-Bandung semua menggunakan pertamina sebagai kepercayaannya. Kalo kita sempat singgah di rest aera pertamina di situ ada tulisan besar dengan tulisan “Rest Area KM 57” mendapat penghargaan sebagai pengisian SPBU terbaik se Indonesia.

Begitulah sebuah efek yang ditimbulkan karena perubahan. Dengan adanya transparansi tersebut kita menjadi semakin percaya dan yakin bahwa memang produsen tersebut adalah perusahaan yang menjunjung tinggi sebuah nilai. Ketika kita berani untuk mempermainkan nilai kepercayaan tersebut, maka yakinlah bahwa loyalitas yang selama ini kita nikmati akan berubah sengan sendirinya. Kita mau berubah atau mati. Hanya ada dua pilihan tersebut. Jika kita mau tetap eksis pada bisnis yang kita jalankan, namun berbagai macam terebosan dengan konsekuensi perpaduan konsep terkini harus kita terapkan, atau tetap dengan mempertahankan pola lama, namun lambat laun kematian pada perusahaan yang telah kita bangun akan segera menghampiri.

Kita mungkin masih ingat di penghujung tahun 2005 begitu banyak menjadi berita headline di TV dan media cetak bagaimana kasus korupsi yang melanda Bank Mandiri. Mungkin secara tidak sadar kita langsung khawatir dengan nasib tabungan kita di bank tersebut persepsi yang terbangun pun juga langsung berubah, Bank Mandiri yang awalnya adalah Bank yang menjadi kepercayaan berubah. Menjadi Bank yang tidak terpercaya akibat kinerja Bank tersebut. Bagaimana sikap bank mandiri, tentu saja setelah kasus tersebut telah reda dan diselasikan secara hukum tiba-tiba Bank Mandiri langsung melakukan perubahan logo dan symbol-symbol dari sebelumnya, padahal kita ketahui sendiri bahwa Bank Mandiri adalah gabungan dari beberapa bank besar dan symbol yang ada pada Bank tersebut usianya masih relative baru. Tapi karena pentingnya mengembalikan performa dan persepsi yang ingin dibangun oleh para direksinya maka perubahan pun terjadi bank dengan logo biru tersebut berubah menjadi bank dengan logo kuning tanpa tulisan bank. Reaksi yang timbul ternyata adalah positif, banyak dari masyarakat menjadi kagum dengan perubahan yang dilakukan tersebut dan kembali mempercayai bank tersebut sebagai bank yang professional-transparan- dan menjunjung tinggi nilai.

Itulah dampak dari sebuah perubahan, walaupun energi yang harus dikelurkan tidaklah sedikit, namun untuk mengembalikan performa kita sebelumnya adalah harga yang harus dibayar. Sama halnya perubahan yang kita lakukan dalam hidup kita, ketika kesalahan ataupun kekeliruan menerpa diri kita. Kita tidak boleh panic, tergesa-gesa namun justru sebaliknya kita harusnya merenungi kejadian-demi kejadian dalam episode kehidupan kita mengapa usaha yang telah lama kita bangun tiba-tiba mengalami kemunduran, persoalan demi persoalan terus melanda cobaan datang silih berganti. Tentunya saat itulah Perubahan menjadi kunci penyelamat.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 5% [?]

Incoming search terms for the article: