Posts Tagged ‘Aku bisa’

CHANGE OUR MIND SET (12)

AKU BISA

“Pandanglah hari ini. Kemarin sudah menjadi mimpi. Dan esok hari hanyalah sebuah visi. Tetapi, hari ini yang sungguh nyata, menjadikan kemarin sebagai mimpi kebahagiaan, dan setiap hari esok sebagai visi harapan” – Alexander Pope

Waktu itu saya membuat usaha bersama istri yaitu rental komputer di bandung, karena lokasi tempat kami yang sangat stategis kami memutuskan untuk menambah jualan di depan kios kami gerobak untuk jualan pop ice. Semua pengelolaan dan managemen untuk dua tempat usaha yang berbeda ini, dikelola oleh istri saya sendiri. Sehingga pekerjaan menjadi tidak terfokus. Setelah berdiskusi sekian lama maka kami memutuskan untuk menjual gerobak kami seharga 500 ribu rupiah walaupun pada awalnya kami membeli 1.200.000,- tapi dengan didasari niat untuk membantu orang lain untuk berusaha. Iklan di gerobak pun kami mulai pasang, sudah beberapa orang yang tertarik, bahkan ada tawaran kerjasama pun telah kami gulirkan bagi orang yang bersedia mengelola pekerjaan tersebut sampai-sampai modalpun disediakan untuk pengelolaan tersebut, ada beberapa orang yang berminat tapi tidak didasari dengan kesungguhan pun akhirnya tidak terlaksana.

Akhirnya ada orang yang tertarik untuk membeli gerobak tersebut dia berencana membuka usaha gorengan aneka pisang molen dan dia menunggu temannya untuk bisa merealisasikan usahanya tersebut trnasaksi pun disetujuai akhirnya gerobak tersebut aku terjual. Karena orang yang membeli gerobak itu adalah tetangga saya, setiap hari saya menanyakan kapan memulai usahanya, namun ia menjelasakan kalo temannya masih sibuk, sampai suatu hari saya tidak menyangka usaha telah resmi mulai dijalankan, pelan saya mendekati sahabat tersebut ko…Cuma jualan sendiri, mana kawannya…dengan mantap dia menjawab…lama nunggunya biar saya sendiri yang kerjakan…sambil tersenyum.

Saya langsung menjadi kagum dengan keputusan sahabat tersebut. Hari-demi hari terus berlangsung sampai akhirnya begitu banyak jenis gorengan yang ia jajakan dan konsumennya pun semakin bertambah, akhirnya tak disadari setelah 2 tahun berjalan usaha tersebut dia memutuskan untuk berkeluaga berkat usaha dengan modal nekad tersebut.

Lain lagi cerita kawan saya di makassar dia nekad merantau dari pulau seberang di daerah maluku sana, dengan modal seadanya, dia akhirnya sampai juga di Makassar untuk mengejar cita-citanya untuk melanjutkan kuliah. Modal yang dia pegang pun hanya cukup untuk bekal UMPTN saja, tak terasa akhirnya diapun diterima masuk di perguruan tinggi UNHAS, perjuangan tidak berhenti sampai disini, karena dia sadari bahwa untuk melajutkan perkualiahan ini harus ada modal yang harus dijalani, akhirnya dengan modal nekad dia mengajukan proposal ke beberapa orang untuk diberikan pinjaman.

Dengan modal nekad-kesungguhan-impian akhirnya ada juga orang yang mau memodali usaha tersebut walaupun jumlahnya dengan sangat terbatas. Pelan tapi pasti warung di pinggir jalan itupun mulai rame. Teman-teman menyebutnya warung “SABILI” setiap istrahat kuliah, kami sering menyempatkan diri untuk makan di warung sahabat saya ini. Perlahan tapi pasti warung tersebut mulai rame, namun satu hal yang saya menjadi lebih kagum lagi pada sobat saya ini karena walaupun usahanya mulai menunjukkan kemajuan pesat, namun masih sempat meluangkan waktu dan reseki untuk berbagi dengan anak-anak yang kurang mampu dikawasan tersebut, dia menjadi salah satu donator buat sekolah khusus bagi anak jalanan yang kami dirikan bersama teman-teman.

Singkat cerita tanpa terasa waktu yang terus bergulir ketika kembali ke Makassar ternyata warung “SABILI” telah berpindah tempat dengan layout interior yang sudah mewah. Luar biasa perjuangan sahabat saya ini dengan modal semangat tempur yang membaja dia bisa bisa membantu saudara-saudaranya yang lain untuk mendapatkan penghasilan bagi keluarganya masing-masing.

Kisah diatas bisa memberikan kita inspirasi betapa dasyatnya energi yang bisa ditimbulkan dari kemampuan untuk memotivasi diri “AKU BISA”. Kadang kita tidak sadari bahwa ketika kita dalam keadaan terjepit atau kepepet sesuatu yang kit anggap tidak mungkin menjadi sangat mungkin untuk terjadi dan menjadi sederhana untuk dilakukan. Pernah tetangga kakak saya mengalami musibah kebakaran, saking paniknya ada pemilik rumah yang mampu mengangkat kulkasnya seorang diri, namun setelah kebakaran menjadi reda dan aman, energi untuk mengangkat kulkas tersebut menjadi hilang. Ajaib memang kalau di hitung secara rumus matematika pekerjaan sebelum dan setelah dilakukan seharusnya bisa dilakukan, itulah salah satu rahasia kekuatan dari energi yang tersimpan di dalam diri kita ini begitu kuat untuk menjadikan kita menjadi orang yang Extra Ordinary, karena ada gerakan refleks yang terpendam jarang kita pergunakan, seandainya gerakan refleks ini kita bisa manfaatnya untuk manfaat yang luar biasa maka pastilah begitu banyak ide-usaha-dan jalan yang lain yang akan kita tempuh untuk menjadikan hidup lebih baik.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 6% [?]

Incoming search terms for the article: