CHANGE OUR MIND SET (9)

Bagian ke – 9 dari tulisan “Change Our Mind Set”,  mulai bab ini mungkin saya tidak akan mebawakan banyak komentar tentang posting saya sendiri karena diburu target nih ramadhan sudah dekat kemungkingan frekuensi online juga sepertinya akan berkurang tapi saya masih menyisakan 10 bagian untuk di-upload….. jadi langsung saja dinikmati tulisannya, walaupun tanpa asam garam tulisan pembukaan, selamat menikmati!!!!!

VOTE FOR ME

“Apabila perjalanan menjadi sulit, orang yang ulet akan berjalan terus” –Knute Rockne

Pada saat menjelang pemulihan umum hampir di setip sudut jalanan di seluruh kota di Indonesia begitu banyak iklan kampanye mulai dari pemberian kalender gratis,stiker sampai dengan billboard yang di pajang besar-besaran di jalan-jalan sekitar kita. Mulai dari partai besar sampai dengan partai yang baru ikut-ikutan juga meramaikan pemasangan banner dijalan ini. Kita tentunya bertanya-tanya siapa mereka ini, kita jadi seolah-olah menjadi bingung siapa sebenarnya yang akan kita pilih karena begitu banyak slogan dan janji-janji yang diberikan ketika mereka akan terpilih nanti.

Tapi sayangnya, partisan partai ini ikut mengkampanyekan diri mereka dengan cara menjadi follower, jarang kita lihat pemakai iklan yang bisa menyentuh kita sehingga dirinya sendiri bisa kita ingat dengan jelas. Kita sebenarnya kalau mau lebih kreatif untuk membaca situasi untuk bisa melakukan suatu terebosan menjadi i’m the first, kita bisa belajar dari kemenangan presiden Amerika Serikat yang menang dan menjadi presiden pertama kulit hitam. Barrack Obama menyampaikan media kampanye dengan cara yang smart, hi-tech dan komunikatif. Jadi bukan hanya penduduk Amerika sendiri yang dibuat penasaran dibuatnya tetapi semua penduduk dunia dibuat penasaran jadinya. Disini di Indonesia, jarang kita lihat produk kampanye yang inovatif sehingga bisa meninggalkan bekas yang mendalam bagi para pemilihnya. Standarisasi berlaku untuk hampir semua calon anggota legislatif baik itu dari partai a maupun dari partai z.

Kebetulan saat ini saya sedang berada di Palembang di berbagai sudut kota terlihat spanduk-spanduk dan billboard besar bertuliskan Vote For Dodi, awalnya kampanye visual yang diberikan masih belum menggema dan bertahan lama di dalam pikiran ini. Tetapi lambat laun tim kampanye mereka dengan drive tim Merdeka, mampu menjadi bahan pembicaraan di kota palembang ini. Setelah diteliti lebih mendalam ternyata tim kampanye Vote For Dodi, mampu memberikan perubahan-perubahan efek visual dalam berkampanye. Semua elemen dilibatkan mulai dari memanfaatkan jaringan internet, berkampanye lewat frendster maupun facebook. Mobil-mobil yang berwarna kuning pun begitu banyak berlalu lalang dengan semboyan yang khas Vote For Dodi. Baru-baru ini tim kampanye ini melakukan terobosan dengan menggelar vestifal musik dengan menghadirkan band papan atas dan bisa disaksikan secara gratis.

Jika dilihat dari sistem kampanye ini membutuhkan energi yang sangat besar maupun dana yang tidak sedikit. Bagaimana dengan mereka yang dananya terbatas? bisakah membuat kampanye yang bisa memberikan bekas kepada masyarakat, bahwa sebenarnya dia sedang mencalonkan diri.

Setelah perhitungan suara hasil Pemilihan Umum ternyata perdiksi saya tidak meleset jika kemungkinan lolos untuk Dodi sangat besar. Ibarat domba yang bersaing memajang dirinya di pasar semua domba berwarna putih hanya dodilah sedikit dari domba tersebut yang berwarna hitam, tentulah dodi menjadi pilihan utama bagi masyarakat kota sumsel karena mampu menjadi focus diantara calon kontestan yang lain.

Ada juga cerita menarik dari Amerika Serikat, bagaimana seorang perempuan muslim pertama di daerah tersebut mampu menjadi senator mewakili daerah tersebut (pernah ditayangkan Voice of Amerika). Bagaimana caranya dia bisa menjadi senator pertama dari kalangan wanita muslim?, besarkah dana yang di pergunakan atau dia memang telah memiliki warisan garis kekuasaan dilembaga pemerintahan sehingga dia bisa di pilih?.

Jawabannya adalah sederhana, dia berkampanye dari door to door, ya mirip sales. Dia menjelaskan program kerjanya dari pintu ke pintu jumlah rumah yang dia kunjungi hampir mencapai 4000 unit. Luar biasa!. Ibu ini bergerak sabar dan menjelaskan dengan baik bahwa ia adalah pegawai yang direkrut dan digaji oleh rakyat, maka sudah sepantasnya sebelum dia pilih dia harus melakukan presentasi terlebih dahulu kepada masyarakat tentang program kerja yang akan dilaksanakan. Alhasil ternyata dengan perjuangan yang begitu hebat dan cerdas dia bisa terpilih menjadi senator pertama dari kalangan muslim.

Ini bisa dijadikan contoh buat para calon legislati,bahwa ketika kita ingin bersaing dengan begitu banyak pilihan, janganlah menjadi follower, tapi jadilah penggagas, pionir dan berkampanye dengan cara-cara yang berbeda dengan yang lain. Bukan masalah kita punya dana besar ataupun dengan dana terbatas, namun bagaimana efek yang akan ditimbulkan dengan kampanye yang akan kita lakukan. Vote For Me Or Forget For Me.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 4% [?]

Artikel Terkait

  1. CHANGE OUR MIND SET (3)
  2. CHANGE OUR MIND SET (19)
  3. CHANGE OUR MIND SET (18)
  4. CHANGE OUR MIND SET (12)
  5. CHANGE OUR MIND SET (17)
  6. CHANGE OUR MIND SET (6)
  7. CHANGE OUR MIND SET (5)
  8. CHANGE OUR MIND SET (4)
  9. CHANGE OUR MIND SET (13)
  10. CHANGE OUR MIND SET (11)
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply