Bagian ke-6 “BAB VI” dari tulisan “Change Our Mind Set”, selamat menikmati mohon komentar dan sarannya.
FRONT LINER
“Jangan tertarik kepada seseorang kerna parasnya, sebab keelokan paras dapat menyesatkan. Jangan pula tertarik kepada kekayaannya kerna kekayaan dapat musnah. Tertariklah kepada seseorang yang dapat membuatmu tersenyum, kerna hanya senyum yang dapat membuat hari-hari yang gelap menjadi cerah”
Sekarang kita sudah memasuki era yang sangat jauh berbeda dengan beberapa tahun sebelumnya, sekarang kita sudah hampir memasuki 10 tahun babak millenium, tingkat persaingan dan kompetisi saat ini susah kita prediksi. Hari ini kita berdiskusi mengenai ide-ide baru perubahan-perubahan yang akan kita buat lengkap dengan analisanya. Dari hanya wacana biasa, bisa menjadi tahapan yang serius, riset pun dilakukan agar ide tersebut tidak menjadi basi dan tidak salah sasaran terhadap goal yang akan kita capai. Namun ternyata riset yang hampir kita rampungkan, tiba-tiba muncul kejutan dari competitor. Kita terkejut karena teryata kompetitor kita yang telah melakukan launching perdana. Padahal hal tersebut adalah muncul dari anda, namun ternyata implementasi dilapangan dilaksanakan oleh kompetitor pastilah kita menjadi bingung. Aneh bukan, itulah tingkat peraaingan yang muncul saat ini, sampai sedemikian ketatnya.
Setiap hari kita lihat di iklan, ditayangkan berbagai macam produk rumah tangga utamanya yang menyangkut detergen pencuci. Produsen pertama mengeluarkan produk unggulan A tidak sampai 1 bulan, produsen B mengeluarkan produk A’ datang si produsen C mengeluarkan produk A’’. Hampir semua produk yang dikeluarkan memiliki kesamaan fungsi yang berbeda, hanya persepsi komunikasi yang dibangun masing-masing agen yang saling berperang mengklaim kamilah sang juara.
Hebatnya situasi ini membuat jarak sebuah wilayah maupun negara sudah tidak mempunyai batas, kita menjadi korban invasi dari berbagai macam produk yang di jual. Mampukah produk ini di serap oleh memori kita?, tentu tidak, produk yang bisa kita kenal hanyalah yang mampu memberikan taste tersendiri untuk kita, mampu memberikan kesan yang mendalam pada diri kita, yang akan memberikan efek yang luar biasa karena akan berimbas pada network yang kita miliki. Menjadi referensi buat semua saudara-saudara kita, teman-teman kita dan keluarga kita.
Untuk memastikan bahwa kita memiliki produk yang bisa menjadi bahan referensi utama oleh costumer, kita harus memiliki tim front liner yang handal. Front liner ini bukan hanya cantik yang utama namun taste dan pengetahuan yang diberikan mampu memberikan referensi yang kuat bagi costumer.
Saya teringat kejadian pada bulan Maret 2009, sewaktu akan melakukan penarikan uang tunai di Bank BCA, saya mempunyai masalah lain karena kartu ATM tersebut hilang. Disana ternyata saya tidak menyangka bahwa ada frontliner BCA yang begitu tangkas bisa menghandel komplain keluhan pertama pelanggan, kejadiannya begini setelah akan mengambil nomor antrian tiba-tida ada seorang duty officer memberikan nomor antrian tersebut dengan senyum ramah yang khas langsung menanyakan permasalah yang bisa dibantu untuk diselesaikan. Pemahaman akan produk yang saya butuhkan benar-benar membuat saya terpuaskan saat itu juga, walaupun masih bersifat temporer. Namun pengalaman dengan penjelasan yang baik dan profesionalitas yang tinggi mampu menaikkan taste Bank BCA ke benak saya dan hal tersebut telah menjadi referensi bagi saya, teman, keluarga untuk membuka rekening di BCA hanya karena pelayanan tersebut.
Namun di lain pihak sering kita jumapai front liner dengan penampilan dan kostum menarik tidak bisa menyelaisakan masalah keluhan konsumen, walaupun itu sifatnya sementara. Ini terjadi karena taste yang diberikan oleh front liner hanya sekedar bersifat surfacing saja tidak sampai pada tahap pelatihan yang mendalam akan pengetahuan standar produk. Ketidak mampuan frontliner menyelesaikan masalah menjadi momok tersendiri kerena konsemen akan menjadikan hal tersebut senjata yang memetikan karena efek dari Word Of Mouth yang biasanya dilakukan referensi seorang teman,sahabat, saudara. Perlu diketahui referensi ini sangat kuat mempengaruhi konsumen dalam mengambil keputusan.
Hal tersebut memang nampak seperti dua sisi mata uang “front liner” yang hanya kita anggap pajangan ternyata menjadi senjata pertama yang harus mampu menusuk ke jantung konsumen. Jika ternyata senjata yang disampaikan hanya menyentil di permukaan, tentulah kita kecewa karena ternyata produk yang digembar-gemborkan bukanlah apa-apa.
Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>
Popularity: 4% [?]
Incoming search terms for the article:
- makalah masalah-masalah yang terjadi pada bank BCA makassar
- cache:Erw0DrNL6-EJ:muislife com/change-our-mind-set-5 html jumlah warnet di kota Makassar
- permasalahan front liner bank
- permasalahan dan keluhan pelanggan terhadap bank bca
- pelatihan change of mind
- muislife com/mindset
- motivasi frontliner bca
- menjadi frontliner bca yang baik
- menjadi front liner bank yang baik
- masalah di bank bcamakassar
Artikel Terkait
August 20th, 2009
admin
Posted in
Tags: 


