CHANGE OUR MIND SET (5)

Ini adalah bagian ke lima dari tulisan “Change Our Mind Set” selamat menikmati:

AJIAN KEPEPET

Bermimpilah tentang apa yang ingin kamu impikan, pergilah ke tempat-tempat kamu ingin pergi. Jadilah seperti yang kamu inginkan, kerena kamu hanya memiliki satu kehidupan dan satu kesempatan untuk melakukan hal-hal yang ingin kamu lakukan

Suatu hari saya berdiskusi dengan sahabat saya tentang ide untuk menambah penghasilan, terbesitlah pikiran untuk membuat dokmentasi buku tahunan anak sma dalam format film documenter, dan memang hal ini adalah merupakan yang pertama dikerjakan di kota makassar. Sebab biasanya buku tahunan hanya sebuah buku yang berisi dokumentasi yang bersifat 2 dimensi. Kali ini kita sengaja menambil ide gila format buku tahunan dalam bentuk 3 dimensi, karena kami sadar diri jika bersaing di buku 2 dimensi jualan kami tak akan laku. Namun jika dalam bentuk 3 dimensi besar kemungkinan untuk mendapatkan proyek ini karena merupakan hal yang pertama.

Setelah ide tersebut telah disepakti bersama, mulailah demo presentasi kami lakukan. Kami membagi menjadi 2 divisi yakni bagian produksi dan pemasaran. Sebenarnya untuk software pendukung team kami benar-benar blank, tak satu pun yang mengetahuinya, namun karena niat untuk mendapatkan penghasilan tambahan kami mulai belajar dengan tutorial secara otodidak, bukan dengan membaca buku. Didorong semangat yang tinggi dan rasa haus untuk belajar akhirnya demo presentasi berhasil kami wujudkan. Setelah demo tersebut telah selesai dibuat mulailah perburuan proyek dilakukan, hampir semua sekolah SMA kami masuki, semua jurus marketing yang kami miliki dikeluarkan semuanya, mau tidak mau karena waktu perpisahan semakin dekat, itu berarti time limid untuk mendapatkan proyek semakin sedikit waktunya.

Berkat kegigihan dan semangat semua rintangan yang dirasakan tidak membuat kami mundur dan ciut. Tapi justru semua itu menjadi pemicu kami untuk bisa mendapatkan proyek ini. dengan kegigihan yang tinggi, akhirnya kami bisa mendapakan proyek satu sekolah. Perlu diketahui untuk peresentasi yang kami lakukan menggunakan laptop yang sebenarnya merupakan barang pinjaman, jadi modal utama kami disini hanyalah benar-bener nekad semata.

Proyek telah didapatkan bukan berarti jalan yang akan ditempuh semakin mulus, tapi justru sebaliknya ternyata masih sangat banyak keperluan yang kami butuhkan. Team kami juga harus berusaha keras untuk belajar software yang lebih banyak lagi untuk merealisasikan pekerjaan ini, setelah berjuang mati-matian akhirnya kami berhasil mendapat pinjaman handycam. Setelah dua minggu kerja keras yang dilakukan, akhirnya proyek ini bisa terlaksana dengan baik dan sukses. Keuntungan yang didapatkan juga jumlahnya sangat besar bagi ukuran mahasiswa seperti kami yang mendapat kiriman uang pas-pasan dari orang tua.

Kepepet memang merupakan hukum yang wajib dirasakan untuk belajar melalui proses Learning By Doing. Sama halnya ketika saya mempunyai ide untuk membuat workshop komputer buat kawan-kawan saya, karena saat itu saya sangat membutuhkan tambahan dana untuk membeli komputer, namun untuk memperoleh itu semua saya tidak memeliki uang yang cukup, namun semua kendala tersebut bukanlah kendala yang berarti dengan modal nekad dan semangat mulailah proposal saya buat dengan keyakinan bahwa workshop ini bisa berhasil.

Setelah yakin dengan isi dan konsep proposal bentuk kerjasama yang akan saya ajukan dengan pemilik modal, akhirnya perjuanganpun dilanjutkan ke tahap selanjutnya, saya harus mencari warnet yang mau mendukung ide saya ini, karena modal untuk menyewa tempat benar-benar tidak saya miliki. Hanya modal proposal dan nekadlah modal yang saya miliki. Semua warnet yang ada dikota makassar jumlahnya sudah tidak bisa dihitung banyaknya, hampir semua sudut kota makassar yang memiliki warnet telah saya singgahi dan jawaban yang hampir sama pun selalu saya dapatkan yaitu “belum besedia kerja sama”. Namun saya tetap yakin bahwa proyek ini akan sukses saya hanya perlu melangkah lagi perjuangan belum berhenti, motivasi diri terus saya bangun untuk menjaga semangat yang ada untuk tidak patah arang. Saya percaya bahwa untuk mendaki sebuah gunung haruslah melalui banyak rintangan dan tanjakan.

Sampai akirnya sampailah saya dengan pengelola warnet yang ada di kantor PT. Telkom, pihak pengelola besedia menawarkan kerja sama bahkan harga ditawarkan pun sangat muarah jauh dari prediksi semula. Mendapat kabar gembira seperti itu tentulah hati ini sangat senang karena semua bentuk perjuangan telah dilakukan. Namun ternyata kegembiraan ini tidak bisa berlangsung sampai 1 hari, karena ternyata saya mendapat telepon dari pengelola warnet PT. Telkom kalau tempat tersebut tidak bisa disewakan oleh pihak lain. Kembali lagi untuk sesaat saya merenung ternyata perjuangan belum berhenti. Kembali saya membangun motivasi diri ini, untuk tidak putus asa karena saya percaya bahwa Tuhan itu maha baik, semua usaha yang saya lakukakan pasti tidaklah sia-sia.

Ternyata benar bahwa Tuhan itu maha baik selang beberapa jam kemudian pengelola warnet PT. Telkom merekomendasikan tempat yang bisa saya ajak kerjasama, saat itu juga saya berangkat ketempat tersebut dan akhirnya perjuangan pun berhasil mencapai tujuan setelah sekian lama cobaan terus melanda. Tahap ini bukanlah tahap akhir namun baru merupakan tahap awal yang masih mudah untuk dijalani karena tahap selanjutnya masih ada pekerjaan rumah yang saya harus dikerjakan yaitu menarik peminat peserta workshop. Untuk pekerjaan menarik peserta kursus setiap hari sehabis kuliah, saya bergerilya di kampus untuk memperkenalkan kursus yang saya akan adakan di ransel yang ada dipundak bukan hanya berisi buku tetapi pamphlet yang telah saya siapkan untuk ditempel ditiap fakultas.

Dua minggu sudah berlalau usaha yang ditunjukkan mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan, jumlah peserta yang mendaftar mulai banyak berdatangan. Diluar perkiraan ternyata antusias jumlah peserta untuk mengikuti pelatihan ini sangat tinggi jauh melawati perkiraan sebelumnya. Karena jumlah yang saya harapkan hanyalah bagaimana dana peserta yang saya dapatkan bisa menutupi modal. Untuk memikirkan keuntungan sudah tdak terpikirkan lagi. Namun ternyata kegembiraan itu harus ditunda dulu karena ternyata ketika jadwal kursus telah ditentukan banyak peserta kusrsus yang mengundurkan diri, padahal waktu terus maju sementara pemilik warnet telah menagih untuk pebayaran.

Sekali lagi dalam menghadapi semua persoalan kita harus berfikir secara holistic, tidak tergesa-gesa tapi mampu mengambil tindakan yang cepat untuk mengatasi krisis peserta ini. Melihat kondisi yang seperti ini akhirnya startegi berubah dari awalnya bagaimana menyaring sebanyak mungkin peserta kursus menjadi bagaimaana mempertahankan peserta kursus yang telah ada dan tetap mau untuk ikut dalam pelatihan ini. Dengan pola pendekatan system pemasaran seperti ini, akhirnya jumlah uang sebesar 1.6 juta rupiah bisa saya bayarkan kepada pihak tempat warnet. Semua peserta yang saya ajarkan sangat puas dengan pelatihan yang saya adakan bahkan mereka berharap untuk mendapatkan pelatihan dengan software yang berbeda. Ajian kepepet ternyata mampu membuat sesuatu menjadi sangat luar biasa

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 5% [?]

Incoming search terms for the article:

Artikel Terkait

  1. CHANGE OUR MIND SET (13)
  2. CHANGE OUR MIND SET (14)
  3. CHANGE OUR MIND SET (17)
  4. CHANGE OUR MIND SET (12)
  5. CHANGE OUR MIND SET (6)
  6. CHANGE OUR MIND SET (4)
  7. CHANGE OUR MIND SET (3)
  8. CHANGE OUR MIND SET (19)
  9. CHANGE OUR MIND SET (9)
  10. CHANGE OUR MIND SET (18)
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply