CHANGE OUR MIND SET (3)

Hari Jum’at yang melelahkan……, tapi tak apalah besok bisa long weekend banyak acara tujuh belasan baik dari kantor maupun di RT/RW pasti seru. Sedikit melanjutkan seri dari tulisan “CHANGE OUR MIND SET”. Berikut “BAB III” dari teulisan ini, semoga bermanfaat.

NETWORKING EFFECT

“Kebahagiaan anda tumbuh berkembang manakala Anda turut membantu orang lain. Namun, bilamana anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman; harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi” (J. Donald Walters)

Istri saya baru melakukan presentasi kepada sahabat-sahabatnya tentang bisnis baru di bidang networking, tapi mengkhususkan diri pada penjualan pulsa elektrik. Dengan penuh semangat istri saya terus melanjutkan prospek yang dilakukakannya kepada sahabatnya itu. Bukan hanya sampai disitu dia melakukan prospek kepada sahabatnya tetapi dia meminta referensi lagi dari teman-temannya siapa saja yang kira-kira bisa untuk dilakukan prospek selanjutkan dan diperkenalkan akan keunggulan pruduk tersebut. Setiap hari istri saya penuh semangat mengecek posisi dia sekarang ada di mana, jumlah bonus yang didapatkan berapa, ketika angka-angka yang diharapkan telah muncul, alangkah senang hatinya, setiap hari dia tambah semangat untuk melakukan prospek kepada orang lain dan memberikan keterangan tentang manfaat yang akan di dapatkan dengan penuh semangat dan sangat meyakinkan.

Luar biasa istri saya yang tidak mendapatkan gaji dari perusahaan MLM ini, mau dan rela berkorban untuk meningkatkan transaksi penjualannya. Bisa dibayangkan berapa efisiensi anggaran yang bisa di hemat oleh perusahaan tersebut, jumlah iklan yang tidak perlu ditayangkan, biaya penghematan dengan tidak menggunakan konsultan manajemen, dan yang terpenting perusahaan ini tidak perlu banyak mengeluarkan energi untuk berfikir bahwa karyawan tersebut akan rela mati-matian dan sepenuh hati untuk melakukan pekerjaan ini.

Saya jadi teringat tahun lalu saudara saya dari Bulukumba-Sulawesi Selatan datang ke Bandung di diundang oleh Avon atas prestasinya melampaui target penjualan bonus yang didapatkannya berupa tiket jalan-jalan ke kota besar di Jakarta dan Bandung. Ketika dia menceritakan bagaimana perjuangannya untuk dapat bisa mendapatkan bonus seperti itu. Saya jadi berfikir bagaimana beruntungnya Avon karena memiliki agen-agennya penjualan yang senang dan bahagia menjalani profesinya dan agen tersebut mengetahui bagaimana cara melakukan teknik penjulan yang baik-sistem presentasi yang bisa menarik minat banyak orang dan yang paling penting adalah bagaimana membina hubungan baik kepada para downliner yang ada dibawahnya. Dalam buku Rich Dad Poor Dad tulisan Robert T Kiyosaki, dia mengemukakan bahwa “Alasan utama orang bersusah payah secara finansial adalah karena mereka menghabiskan waktu bertahun-tahun di sekolah, tetapi tidak belajar apa pun mengenai uang, Hasilnya adalah orang bekerja untuk mendapatkan uang, tetapi tak pernah belajar agar uang bekerja untuk mereka.”

Perusahaan-perusahaan MLM ini adalah sebuah perusahaan yang luar biasa memanfaatkan sistem jaringan ini, sejak dari mahasiswa sampai sekarang saya banyak kagum dengan pergerakan yang dia lakukan oleh perusahaan MLM. Bagaimana bisnis yang dilakukan mampu menggerakkan ibu-ibu-mahasiswa-profesional dari kota-kota besar sampai dengan di pedesaan melakukan penjualan dengan mempresentasikan bagaimana hebatnya perusahaan MLM yang meraka usung. Padahal kemarin saya mendapat mi-lis dari sahabat saya bagaimana pusingnya dia melakukan penetrasi pasar untuk produk minuman yang dia lepas kepasar, iklan yang dikeluarkan sudah milyaran dikeluarkan, namun belum bisa direspon oleh pasar, jumlah produksi yang terlalu besar sementara tingkat konsumsinya yang kecil menjadikan produk tersebut telah menumpuk di gudang. Untuk mendistribukan produk tersebut ke konsumen semua jurus telah di pergunakan mulai iklan-event-SPG pun juga belum bisa mendokrak penjualan produk tersebut.

Itulah gambaran dua hal yang sangat jauh berbeda ada produk yang tidak terlalu mengahabiskan banyak tenaga energi dan waktu, untuk membuatnya menjadi laris karena di dukung oleh networking yang kuat, walaupun sebenarnya mereka bukan karyawan mereka tidak digaji, meraka mendapatkan uang hanya berupa bonus penjualan namun konsep dan system penjualnnya yang berbeda. Sementara produk yang satu benar-benar menjadi street fighter dengan backup dana yang sangat besar, namun tetap memerlukan tenaga ekstara untuk melejikan tingkat penjualnnya.

Sewaktu jadi mahasiswa pun begitu banyak agen-agen penjualan dari kalangan mahasiswa melakukan penjualan dari produk MLM ini, bahkan kadang-kadang saya menjadi geli karena ternyata kawan-kawan saya ini lebih hapal produk dibanding dengan pelajarannya sendiri. Mereka menceritakan kisah-kisah anggota tim dari prodak MLM tersebut yang telah mendapatkan bonus dan menjadi milyader dari hasil keikutsertaannya dengan MLM tersebut.

Dari pelajaran tersebut diatas seharusnya kita menjadi lebih bersemangat lagi untuk melakukan dan mencontoh sistem yang telah dilakukan oleh perusahaan MLM itu. Dengan modal semangat-tekad-dan networking kita pun sebenarnya mampu untuk melakukan ataupun membuat produk yang bisa dijadikan sebagai sandaran profesi yang menguntungkan. Ternyata ceruk pasar untuk mendapatkan uang lebih masih begitu terbuka lebar, cobalah kita jalan-jalan ke beberapa tempat, asah kepekaan dan insting anda dalam melihat sesuatu, karena boleh jadi hal yang nampak kelihatan sedenrhanya mampu mampu merubah anda menjadi orang-orang yang luar biasa nantinya.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 5% [?]

Incoming search terms for the article:

Artikel Terkait

  1. CHANGE OUR MIND SET (6)
  2. CHANGE OUR MIND SET (4)
  3. CHANGE OUR MIND SET (17)
  4. CHANGE OUR MIND SET (9)
  5. CHANGE OUR MIND SET (5)
  6. CHANGE OUR MIND SET (13)
  7. CHANGE OUR MIND SET (11)
  8. CHANGE OUR MIND SET (2)
  9. CHANGE OUR MIND SET (10)
  10. CHANGE OUR MIND SET (19)
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply