OTAK KANAN VS OTAK KIRI
Ada seorang bapak yang melamar di proyek yang sedang kami kerjakan untuk posisi office boy, kebetulan saat itu memang kami sedang membutuhkan office boy untuk di tempatkan diproyek yang sedang kami kerjakan. Setelah diterima bekerja di tempat kami, setiap hari bapak itu terlihat penuh semangat dan keceriaan tak pernah sehari pun dai nampak kelihatan lelah ataupun kusut dengan pekerjaannya sebagai office boy. Karena semangat dan kinerja yang baik yang tunjukkan bapak itu, banyak pengawai proyek yang sangat senang dengan bapak ini, Namun jauh diatas itu semua ternyata bapak ini juga selalu melihat peluang untuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan. Setelah cukup informasi yang dia kumpulkan, dengan berbekal modal yang dikumpulkannya hari-demi hari, akhirnya dia bisa membeli mobil kecil dan memodifikasinya menjadi warung sederhana. Warung tersebut diparkie tepat di depan lokasi proyek. Segala macam kebutuhan kami disediakan dimobil kecilnya ini. Mulai dari makanan kecil,minuman sampai dengan makanan berat, bahkan jual pulsa pun dia melayani.
Karena pelayanan yang diberikan sangat baik, kami menjadi langganan tetap untuk belanja di warung bapak ini. Uniknya kami jadikan warung tersebut sebagai tempat melepas lelah dan bercanda dengan yang lain. Hari-demi hari warungnya terus menjadi ramai. Tak terasa jumlah penghasilan yang didapatakan setiap bulannya bisa melebihi gajinya beberapa kali lipat sebagai office boy. Itulah bentuk reward yang didapatkan ketika kita mampu dan jeli untuk melihat potensi di depan kita. Sebab yang namanya potensi dengan sendirinya mengandung arti bahwa sesuatu itu telah ada, dan tidak perlu diciptakan. Cuma, sesuatu itu masih dibiarkan “merana” dan belum digali apalagi dipoles.
Sama halnya dengan pengalaman Nasi Uduk Gondangdia bisa dijadikan contoh. Halaman ruko wartel dan money changer-nya dibiarkan “merana” bertahun-tahun dan hanya dimanfaatkan sebagai lahan parkir. Itu pun yang memanfaatkan orang lain. Untunglah Jasmine, Jusriel Kamil, Wita dan Lisa, cepat menyadari nilai potensi lahan kosong strategis yang terletak di pinggir jalan raya ini. Setelah disulap menjadi gerai outdoor nasi uduk, lahan yang tadinya merana ini bisa menjadi pundi-pundi uang keempat keluarga tersebut. Betapa tidak, dalam sebulannya Nasi Uduk Gondangdia membukukan omset Rp 270 juta. Dalam perkembangannya, bisnis nasi uduk justru jauh lebih prospektif sehingga bisnis wartel harus mengalah.
Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>
Popularity: 8% [?]
Incoming search terms for the article:
Artikel Terkait
August 20th, 2009
admin
Posted in
Tags: 


