CHANGE OUR MIND SET (11)

BORN AS A FIGHTER

“Banyak kegagalan dalam hidup ini dikarenakan orang-orang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah” – Thomas Alva Edison

Sejak diri kita masih berupa sperma, sebenarnya kita telah belajar bertarung untuk menjadi yang terbaik, pertarungan ini berlangsung dengan berjuta-juta sel sperma, sampai akhirnya hanya satu yang berhasil menembus indung telur yaitu diri kita. Perjuangan belum berakhir sampai disini, di dalam indung telur ini kita terus berkembang sampai dengan saat usia kita telah mencapai 4 bulan. Kita belajar untuk mampu bertahan dengan di dalam perut ibu, itulah perjuangan pertama kita untuk bisa lolos dan berhasil dalam kualifikasi kehidupan.

Selanjutnya kita mulai tumbuh besar dalam dunia persekolahan, kita juga sudah mulai berkompetisi dengan anak-anak lain untuk menjadi juara dalam kelas yang biasa kita sebut bintang kelas. Dalam kawan-kawan sepermainan pun kita juga telah mulai berkompetisi siapa yang paling unggul dalam permainan tersebut. Dunia anak-anak ini ternyata kita sudah mulai berkompetisi.

Bagaimana selanjutnya setelah kita menjadi besar dan dewasa, ternyata justru kompetisi semakin sengit, berbagai macam ide, bentuk formasi dan unjuk kreatifitas terus kita lakukan untuk bisa menjadi bintang. Nilai-nilai kompetisi kita sudah banyak perubahan, kita pun juga sudah belajar untuk memiliki format stategi dan serangan andalan. Bekal-bekal yang kita miliki untuk berkompetisi justru semakin kaya.

Namun anehnya jika kita melihat angka statistik tentang jumlah penganguran yang ada ternyata begitu tinggi. Pengangguran ini bukan hanya terjadi dengan orang-orang yang punya pendidikan rendah namun juga yang punya gelar sarjana juga banyak yang nongkrong di rumah tanpa mampu untuk berbuat sesuatu. Alasannya klasik mereka berkilah bahwa lapangan pekerjaan semakin sempit, tidak ada peluang, kita dari orang daerah jadi tidak bisa bersaing dan masih banyak lagi alasan yang dicari untuk mencari-cari pembenaran lainnya. Sungguh aneh semua karena nilai-nilai kompetisi street fighter yang kita miliki sejak kita masih berupa sperma sampai kita besar dan dewasa saat ini, semua menjadi runtuh dan tidak berarti apa-apa. Padahal kita memiliki kemampuan yang sungguh sangat luar biasa. Kita sudah dibekali oleh sang pencipta memiliki tools kehidupan yang mampu mendorong dan menciptakan kita sebagai sosok yang luar biasa.

Sosok Zuckerberg kreator Face Book mungkin bisa kita jadkan contoh bagaimana pendidikan bukanlah hal yang utama untuk menjadi seorang menjadi sukses. Umurnya masih 20 tahunan tapi sudah mampu menjadi sosok yang fenomenal saat ini, bahkan majalah Times memasukkan namanya sebagai salah satu orang yang paling berpengaruh di dunia tahun 2008. Zuckerberg pernah kuliah di Harvard University namun drop out karena sangat tertarik untuk menjadi pengusaha. Untuk membuat Face Book ini, dia tidak perlu mengeluarkan uang yang begitu banyak namun dengan hobinya mengutak-atik program komputer akhirnya dia mampu menjadi milyader di usia yang sangat muda. Kita harusnya bisa belajar dengan Zuckerberg bagaimana dia mampu bersaing dan bertarung untuk bisa menjadi seperti saat ini. Pilihan yang dia putuskan pun tidak tanggung-tanggung, dia rela untuk drop out di Harvard University salah satu universitas terbaik di bumi ini.

Untuk menjadi hebat dan luar biasa pun kita tidak perlu menjadi orang kaya dulu, dengan sikap kompetensi yang tinggi dengan semangat membara dan pantang menyerah kita pun bisa menjadi sosok seperti ini. Sama juga dengan sang pendiri perusaahan Apple Corp. Steve Jobs.

Sewaktu muda dia mulai membuka usahanya hanya berawal dari garasi rumahnya. Walaupun pada masa awal produksi hanya bisa menghasilkan 50 buah PC, namun seiring dengan waktu Apple Corp. menjadi salah satu perusahaan yang menjadi pionir dalam revolusi teknologi computer. Salah satu produknya yang fenomenal adalah Ipod. Pastinya anda mengenal Ipod bukan, karena hampir sebagian besar penduduk di bumi ini sangat senang menggukan Ipod. Sensasinya akan terasa jika kita sedang berjalan-jalan, dengan Ipod dalam genggaman di tangan.

Pada umur 21 tahun Steve Jobs bersama rekannya Steve Wozniak, mendirikan Apple Computer. Walaupun harus bersusah payah untuk mengumpulkan modal yang diperoleh dengan menjual barang-barang mereka yang paling berharga, namun mereka berhasil mengibarkan dan mengenalkan produk Apple Corp. ke berbagai belahan dunia. Kesuksesan Apple Corp. juga tidak berlangsung sepanjang masa, karena pada tahun 1997 Apple pernah ditempa krisis dan hampir collaps, sementara Steve Jobs sempat diberhentikan dari Apple.

Pada saat di berhentikan tersebut, Steve Jobs tidak serta merta menjadi tenggelam, karena memang pada dasarnya Steve Jobs “bertangan dingin”. Steve Jobs kembali mendirikan perusahaan baru, dan perusahannya tersebut juga langsung mendapat tempat yang tinggi di jajaran perusahaan terkenal di Amerika Serikat. Steve Jobs mendirikan perusahaan piranti keras khusus animasi dengan nama Pixar. Film pertama hasil dari perusahaan milk Jobs adalah Toy Story yang terjual lebih 150 juta keeping dan mencetak pendapatan lebih dari US$ 2.5 Milyarad. Sementara kollaps yang hampir diderita oleh Apple Corp. berbalik menjadi perusahaan yang kembali disegani setelah Steve Jobs menjadi CEO di perusahaan tersebut.

Change our mind set, itulah kata-kata yang paling tepat untuk kita terapkan untuk bisa menjadi orang-orang yang bertangan dingin. Karena begitu banyak orang yang telah berhasil untuk menjadi enterprenur unggul dan berjaya di masa mudanya. Walaupun mereka juga menyadari keterbatasannya, namun itu semua bukan menjadi alasan untuk menjadi mundur dari pertarungan hidup.

Ditulis oleh : ASHAR HAFIDAH <ashar_arc@yahoo.com>

Popularity: 7% [?]

Incoming search terms for the article:

Artikel Terkait

  1. CHANGE OUR MIND SET (10)
  2. CHANGE OUR MIND SET (3)
  3. CHANGE OUR MIND SET (8)
  4. CHANGE OUR MIND SET (13)
  5. CHANGE OUR MIND SET (9)
  6. STEVE JOBS
  7. CHANGE OUR MIND SET (6)
  8. CHANGE OUR MIND SET (14)
  9. CHANGE OUR MIND SET (17)
  10. CHANGE OUR MIND SET (4)
You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply