Archive for the ‘Bisnis’ Category

PERHITUNGAN PROYEKSI LALU LINTAS BARANG DI PELABUHAN

Secara umum kebutuhan suatu rencan pengembangan pelabuhan laut dipengaruhi oleh berbagai perkembangan social-ekonomi dan daerah layanannya, baik daerah layanan belakang (hinterland) maupun daerah layanan depan (foreland). Yang menjadi daerah layanan belakang dari pelabuhan yang direncanakan paling tidak mencakup wilayah satu Kabupaten atau bahkan bias juga satu propinsi, sedangkan daerah layanan depannya adalah daerah-daerah lain di seluruh Indonesia yang menjadi asal dan tujuan para penumpang/barang angkutan laut.

Potensi pengguna dari pelabuhan yang direncanakan terutama berkaitan dengan fungsi pelabuhan ini apakah akan berfungsi sebagai pelabuhan Internasional, pelabuhan regional, atau pelabuhan local.

Perkiraan arus bongkar muat barang di Pelabuhan akan didasarkan pada perkiraan pertumbuhan lalulintas barang yang ada di wilayah hinterland yang bersangkutan. Perkiraan pertumbyhan arus bongkar muat barang ini dapat dilakukan antara lain berdasarkan :

1.  Metode Gravitasi (Bangkitan-tarikan). Proyeksi pertumbuhan bongkar muat barang dengan metode Gravitasi didasarkan pada teori bahwa adanya aktivitas dalam suatu zona (daerah) akan menyebabkan timbulnya kebutuhan perjalanan baik dalam zona itu sendiri atau perjalanan ke zona lain. Berdasarkan besarnya bangkitan dan tarikan perjalanan dari dan ke suatu zona, dapat dilakukan peramalan volume perjalanan beberapa tahun mendatang dengan menggunakan model estimasi distribusi perjalanan (trip distribution). Ada banyak faktor yang mempengaruhi bangkitan dan tarikan perjalanan, miasalnya jumlah penduduk, PDRB, jumlah rumah tangga, jumlah industri, dan jumlah kendaraan bermotor. Penentuan model terbaik dilakukan dengan meninjau parameter-parameter berikut ini :

  • Memiliki koefisien korelasi (r2) terbesar, yang menunjukkan kedekatan hubungan antara model dengan data real.
  • Memiliki konstanta persamaan / intercept yang terkecil yang menunjukkan faktor-faktor yang tidak diperhitungkan / faktor “pemaaf”. Makin kecil konstanta persamaan, berarti pengaruh dari faktor-faktor yang tidak diperhitungkan semakin kecil.
  • Kesesuaian ekspektasi antara dugaan dan real.

2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pertumbuhan PDRB ini digunakan sebagai parameter pertumbuhan arus bongkar muat barang yang patut dipertimbangkan. Angka pertumbuhan jumlah bongkar muat barang di pelabuhan diasumsikan sesuai dengan rata-rata pertumbuhan PDRB di daerah yang bersangkutan. Angka pertumbuhan PDRB ini diambil dari rata-rata pertumbuhan PDRB beberapa tahun terakhir.

3. Perkiraan kompromi, yaitu laju pertumbuhan rata-rata dari proyeksi menggunakan model matematis dengan proyeksi berdasarkan pertumbuhan PDRB. Skenario ini kita sebut Skenario Moderat.

Popularity: 15% [?]

Incoming search terms for the article:

KONSEP PEMBANGUNAN SUATU WILAYAH

Pembangunan di suatu wilayah/daerah pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di daerah lain, dan kebijakan ekonomi makro dari negara bersangkutan. Dengan demikian, terdapat ketergantungan antar daerah, sehingga pertumbuhan produksi perkapita di suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh lokasi daerah dan aktivitas di daerah yang bersangkutan, akan tetapi juga kondisi dan aktivitas yang ada di daerah lain. Kondisi ketergantungan ini telah melahirkan paling tidak 2 (dua) teori yang berkaitan dengan kerangka konseptual pembangunan daerah, yaitu :

1.   Konsep Basis Ekonomi

Teori ini beranggapan bahwa permintaan terhadap “input” hanya dapat meningkat melalui perluasan permintaan terhadap “output” yang diproduksi oleh parkir basis (ekspor) dan parkir non basis (local). Permintaan terhadap produksi parkir local hanya dapat meningkat apabila pendapatan local meningkat. Sementara disisi lain, peningkatan pendapatan iini hanya akan terjadi apabila parkir basis meningkat. Oleh karena itu, menurut konsep ini ekspor daerah adalah merupakan faktor penentu dalam pembangunan ekonomi. Disinilah peranan mempromosikan daerah dan subsidi langsung kepada investor menjadi sangat penting.

2.   Konsep Perbedaan Tingkat Imbalan (Rate of Return)

Pemahaman dalam konsep perbedaan tingkat imbalan didasarkan pada pemikiran bahwa suatu daerah terbelakang bukanlah disebabkan karena tidak beruntung atau kegagalan pasar, akan tetapi disebabkan oleh produktivitasnya yang rendah. Oleh karena itu, investasi dalam prasarana adalah penting sebagai sarana pembangunan daerah.

Kedua teori di  atas nampaknya sangat relevan untuk dipergunakan sebagai landasan didalam melihat proses pembangunan yang terjadi di suatu daerah. Oleh karena itu, dalam suatu proses pembangunan ada 3 (tiga) program yang dapt dikelompokkan sebagai program prioritas, tanpa meninggalkan program-program penting lainnya. Ketiga program prioritas tersebut adalah :

1.   Pengembangan Sumberdaya Manusia yang Berkualitas

2.   Pembangunan Bidang Infrastruktur

Program ini dimaksudkan untuk memperlancar system transportasi antar daerah sampai ke daerah-daerah yang masih terisolasi. Prioritas ini secara lebih rinci dijabarkan melalui program-program sebagai berikut,

a)      Prasarana jalan dan jembatan

b)      Perhubungan darat, danau, sungai dan penyebrangan

c)      Perhubungan laut

d)     Perhubungan udara

e)      Pos dan Telekomunikasi

3.   Pembangunan Perekonomian Dalam Arti Luas

Program ini dimaksudkan untuk mewujudkan suatu parkir, apakah industri, pertanian atau parkir lainnya, yang akan dijadikan tulang punggung perekonomian daerah

Popularity: 11% [?]

Incoming search terms for the article:

KAWASAN BUDIDAYA PERIKANAN DI KOTA PALU DAN SEKITARNYA

Kawasan pertanian adalah kawasan dengan fungsi utama pertanian, didasarkan pada kondisi alami, manusia dan buatan. Pemanfaatan ruang untuk kawasan pertanian dikelompokkan pada peruntukan pertanian lahan basah (padi sawah dan perikanan) dan pertanian lahan kering (tanaman pangan lahan lahan kering, tanaman keras tahunan, hutan produksi dan peternakan). Luas kawasan budidaya pertanian di Kota Palu dan Donggala  seluas ± 502.451,00 ha .

1. Kawasan pertanian Lahan Basah

Luas kawasan pertanian lahan basah di Kota Palu adalah 10.839,00 Ha . Kawasan pertanian lahan basah adalah kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pertanian lahan basa, dimana pengairannya dapat diperoleh secara alamiah maupun teknis. Daerah yang dapat dikembangkan sebagai daerah pertanian lahan basah adalah Kecamatan Palu Barat, Palu Timur.

2.Kawasan Pertanian Lahan kering

Kawasan budidaya pertanian lahan kering di Kota Palu meliputi tanaman pangan lahan kering, tanaman keras tahunan, perkebunan, hutan produksi dan perternakan. Luas lahan budidaya pertanan lahan kering seluas ± 24.100,00 Ha .

  • Kawasan tanaman pangan lahan kering dipergunakan untuk tanaman palawija, hortikultura dan lain-lain. Kawasan palawija dan buah-buahan dapat dikembangkan di Kecamatan Palu Barat dan Palu Selatan.

  • Kawasan Peternakan, Kota Palu memiliki potensi peternakan yang cukup baik, hal ini terlihat dari tersedianya lahan untuk pengembangan peternakan dan pecan ternak yang beraneka ragam. Untuk pengembangan kawasan peternakan dapat memanfaatkan kawasan hutan yang sudah mengalami perubahan menjadi lahan terbuka.

Popularity: 18% [?]

Incoming search terms for the article:

BAGAIMANA MELAKUKAN MEETING YANG LEBIH EFEKTIF

Melakukan  meeting dalam suatu bisnis adalah hal yang sangat penting terutama untuk membicarakan hal-hal  yang penting bagi  bisnis kita.

Internal Meeting biasa kita lakukan  untuk membahas masalah –masalah yang penting bagi pengembangan bisnis kita, konsolidasi sumber daya yang ada, dan pemecahan beberapa permasalahan yang akan dihadapi oleh organisasi kita.  Adapula Eksternal meeting yang bias kita alakukan guna koordinasi dengan pihak lain, mencari peluang pasar baru bagi bisnis, presentasi produk dan lain sebagainya.

Berikut ini sepuluh konsep dasar yang menjadi ciri sebuah pertemuan yang efektif:

1)   Definisi: Pertemuan adalah kegiatan bisnis di mana orang-orang memilih berkumpul untuk melakukan pekerjaan yang memerlukan upaya tim.

2)   Pertemuan (meeting), seperti peristiwa bisnis, berhasil bila didahului dengan perencanaan, ditandai dengan fokus, diatur oleh struktur yang baik, dan dikendalikan oleh anggaran serta terkontrol dengan baik.

3)   Meeting singkat dapat setiap anggota yang hadir dalam meeting dapat mengutarakan pendapatnya dengan bebas sesuai dengan  pekerjaan mereka dan keahlian yang mereka ketahui sehingga setelah meeting mereka dapat melakukan pekerjaan kembali. Sebaliknya, meeting yang lama dapat membuat pegawai tidak dapat mengerjakan tugas-tugas penting seperti perencanaan, berkomunikasi, dan belajar.

4)   Tiga hal yang tidak produktif menjamin pertemuan: perencanaan yang buruk, kurangnya proses yang sesuai, dan budaya bermusuhan. Para pemimpin yang efektif hadir untuk semua ini untuk menciptakan pertemuan yang efektif.

5)   Pertemuan yang efektif memerlukan kontrol, berbagi dan membuat komitmen.

6)   Tujuan akhir dari setiap pertemuan adalah perjanjian, keputusan, atau solusi. Pertemuan diadakan untuk alasan lain jarang menghasilkan sesuatu yang berharga.

7)   Peserta yang tidak siap hanya akan menghabiskan waktu merek dalam meeting.

8)   Lebih baik meluangkan sedikit waktu mempersiapkan solusi daripada menghabiskan banyak waktu untuk memperbaiki masalah.

9)   Rapat merupakan investasi sumber daya dan waktu yang harus mendapatkan keuntungan.

10) Meeeting dapat dipimpin dari kursi di ruangan anda. Dan jika itu merupakan meeting Anda, Anda akan menjadi pimpinannya

Semoga tips ini berguna bagi anda semua terima kasih

Popularity: 3% [?]

Incoming search terms for the article: