Archive for the ‘Maritim’ Category

MANAJEMEN PEMELIHARAAN

Sasaran utama dalam manajemen pemeliharaan adalah:

  • Tercapainya suatu tingkat kesiapan operasi peralatan yang tinggi.
  • Tugas-tugas yang jelas dan tenaga yang menangani pemeliharaan.
  • Standar dan prosedur pemeliharaan sebagaimana yang tertera dalam buku petunjuk masing-masing alat.
  • Tersusunnya standar pemeliharaan untuk menghindari kerusakan yang berulang dan dapat memperkirakan waktu perbaikan yang diperlukan.
  • Pengendalian biaya pemeliharaan.

Dalam merencanakan pemeliharaan untuk memelihara peralatan terdapat empat pokok persyaratan yang harus dipenuhi yaitu:

  • Terdapat program perawatan rutin yang meliputi pemeriksaan, pelumasan, penyetelan dan penggantian berkala.
  • Prosedur kerja yang jelas.
  • Tertib pencatatan dan pekerjaan yang telah dilaksanakan serta melakukan evaluasi hasil kerja.
  • Ada kepastian terhadap program yang dilaksanakan sesuai rencana.

Popularity: 19% [?]

Incoming search terms for the article:

FAKTOR UTAMA PEMILIHAN PERALATAN

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan peralatan pelabuhan dan sarana penunjang lainnya di pelabuhan antara lain:

  • Biaya operasi
  • Sistem dalam penanganan bongkar muat
  • KeANDALan dan alat
  • Ketersediaan suku cadang
  • Teknologi yang digunakan
  • Faktor-faktor lainnya yang disesuaikan dengan kondisi setempat.

Sedangkan aspek-aspek dalam pemilihan peralatan terdiri dari aspek operasional (Sistem operasi, Kapasitas produksi, Performance alat, Keadaan lapangan, Keadaan lingkungan, Faktor keamanan dan kesehatan, Standar kesiapan operasi, Standar pemakaian/ utilisasi) aspek teknis (Standar perencanaan dan konstruksi, Standar material/bahan, Standar keANDALan, Standar pemeliharaan dan alat kerja, Standar pelumasan dan

korosi, Standar keamanan, Garansi dan pelayanan purna jual, Penyediaan suku cadang, Pelatihan pemeliharaan dan tenaga operator) dan aspek financial (Harga beli, Term of Payment/pembayaran, Waktu penyerahan/delivery time, Standar biaya operasi dan pemeliharaan, Kelayakan dan aspek laba/rugi).

Popularity: 17% [?]

Incoming search terms for the article:

SEKILAS OPERASIONAL PELABUHAN

1. Pelayanan Kapal

Pelayanan kapal dimulai dari kapal masuk ke perairan pelabuhan, berada di kolam pelabuhan, ketika akan bersandar di tambatan, sampai saat kapal meninggalkan pelabuhan. Dalam rangka menjaga keselamatan kapal, penumpang dan

muatannya sewaktu memasuki alur pelayaran menuju dermaga atau kolam pelabuhan untuk berlabuh, maka untuk pelabuhan-pelabuhan tertentu dengan kapal-kapal tertentu harus dipandu oleh petugas pandu yang disediakan oleh Pelabuhan. Pemerintah telah menetapkan perairan-perairan yang termasuk dalam kategori perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar batas perairan pandu. Untuk mengantar petugas pandu ke/dan kapal diperlukan peralatan kapal yang disebut kapal pandu. Terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan dan  mempunyai panjang kapal lebih dari 70 meter, harus menggunakan kapal tunda. Sedangkan terhadap kapal yang panjangnya (LoA = Length of All) lebih dari 30 meter, sebagai pertimbangan keselamatan, diharuskan menggunakan kapal kepil.

2. Bongkar Muat Barang

Jenis peralatan bongkar muat yang digunakan di pelabuhan sangat tergantung kepada jenis barang yang akan dibongkar/muat. Secara umum jenis barang dimaksud dikelompokkan menjadi 3 jenis yaitu: barang yang dikemas dengan petikemas, general Cargo dan barang curah (kering/cair). Perkembangan petikemas (container) terutama permintaan akan jasa petikemas meningkat cepat, hal ini disebabkan oleh pertumbuhan teknologi angkatan laut. Bongkar muat petikemas ada yang dilaksanakan di terminal petikemas dan ada di pelabuhan konvensional. Adapun rangkaian kegiatan bongkar muat petikemas adalah kegiatan bongkar/muat dari/ke kapal, kegiatan di lapangan penumpukan dan kegiatan di gudang. Dalam pengoperasian petikemas digunakan peralatan yang terdiri dari Ship To Shore (STS) Container Crane, Harbour Mobile Crane (HMC), Rubber Tyred Gantry (RTG) Crane, Rail Mounted Gantry Crane (RMGC), Yard Tractor, Head truck, Chasis/trailer, Reach Stacker, Forklift, Side Loader, Top loader dan peralatan lainnya. Sedangkan kegiatan bongkar muat general Cargo, umumnya digunakan peralatan antara lain: terdiri dari Level luffing crane, Barge Harbour Crane, Mobile Crane, Head truck + chassis, tronton, forklift, dan peralatan lainnya.

Selain bongkar muat petikemas dan general Cargo juga terdapat bongkar/muat barang curah baik barang curah cair maupun barang curah kering. Barang curah cair adalah dalam bentuk cairan (liquid) seperti air, minyak nabati, minyak bumi, hasil kimia dan gas. Sedangkan barang curah kering berupa butiran padat seperti tepung, pasir, semen, palawija (beras, jagung, gandum dll). Untuk mengangkut barang curah cair biasanya digunakan kapal-kapal tangki ultra (super tanker) dan untuk bongkar muatnya antara dermaga dengan tempat-tempat penimbunan muatan curah (tangki/silo) antara dermaga dengan tempat-tempat penimbunan muatan curah cair ini dihubungkan melalui pipa dan dicurahkan dengan tenaga pompa. Sedangkan peralatan yang digunakan untuk barang curah kering biasanya digunakan suatu kombinasi dari peralatan penghisap, grab, hopper, dan conveyor.

3. Instalasi Penunjang

Instalasi penunjang yang dimaksudkan di sini adalah instalasi yang menunjang kegiatan pelayanan jasa kepelabuhanan yang meliputi instalasi listrik, instalasi air dan instalasi pengumpulan, pengolahan limbah. Tenaga listrik di pelabuhan disuplai oleh PT PLN (Persero), yang didistribusikan oleh Pelabuhan kepada pengguna jasa di Pelabuhan. Tenaga listrik di pelabuhan, dapat juga digunakan untuk menggerakkan peralatan pelabuhan.

Popularity: 31% [?]

Incoming search terms for the article:

PENGERTIAN DAN FUNGSI DARI PERALATAN PELABUHAN

Kegiatan pelayanan jasa kepelabuhanan yang diselenggarakan oleh Pelabuhan antara lain meliputi pelayanan jasa kapal, barang, alat-alat bongkar muat, penumpang, petikemas, informasi dan jasa kepelabuhanan lainnya. Untuk melaksanakan kegiatan kepelabuhanan diperlukan fasilitas-fasilitas, baik fasilitas pokok maupun fasilitas penunjang. Fasilitas pokok meliputi: perairan tempat labuh, kolam labuh, alih muat antar kapal, dermaga, terminal penumpang, pergudangan, lapangan penumpukan, terminal (untuk petikemas, curah air, curah kering dan Ro-ro), perkantoran (untuk kegiatan pemerintahan dan pelayanan jasa), fasilitas bunker (BBM), instalasi (air, listrik dan telekomunikasi), jaringan jalan dan rel kereta api, fasilitas pemadam kebakaran dan tempat tunggu kendaraan bermotor.

Untuk menunjang pelayanan kapal, dan barang maka diperlukan peralatan pelabuhan serta instalasi penunjang lainnya yang harus diadakan Pelabuhan. Peralatan pelabuhan yang diperlukan sesuai dengan arus kegiatan kapal dan bongkar muat barang dapat dikategorikan menjadi 3 (tiga) jenis, yaitu:

  • Peralatan pelabuhan untuk melayani kapal yang akan berlabuh/bersandar dan sebaliknya.
  • Peralatan pelabuhan untuk melayani kegiatan bongkar muat barang dari/ke kapal, di lapangan/penumpukan dan masuk/keluar area pelabuhan.
  • Instalasi penunjang untuk kapal, barang dan penumpang seperti pengolahan limbah, listrik dan air.

Popularity: 46% [?]

Incoming search terms for the article:

BANGUNAN FASILITAS PELABUHAN

Fasilitas pelabuhan pada dasarnya dibagi menjadi 2 (dua) bagian, yaitu fasilitas pokok dan fasilitas penunjang. Pembagian ini dibuat berdasarkan kepentingannya terhadap kegiatan pelabuhan itu sendiri.

A. FASILITAS POKOK PELABUHAN

Fasilitas Pokok Pelabuhan terdiri dari alur pelayaran (sebagai ‘jalan’ kapal sehingga dapat memasuki daerah pelabuhan dengan aman dan lancar), penahan gelombang (breakwater – untuk melindungi daerah pedalaman pelabuhan dari gelombang, terbuat dari batu alam, batu buatan dan dinding tegak), kolam pelabuhan (berupa perairan untuk bersandarnya kapal-kapal yang berada di pelabuhan) dan dermaga (sarana dimana kapal-kapal bersandar untuk memuat dan menurunkan barang atau untuk mengangkut dan menurunkan penumpang).

B. FASILITAS PENUNJANG PELABUHAN

Fasilitas penunjang pelabuhan terdiri dari gudang, lapangan penumpukan, terminal dan jalan.

1. Gudang

Gudang adalah bangunan yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang berasal dari kapal atau yang akan dimuat ke kapal. Gudang dibedakan berdasarkan jenis (lini-I, untuk penumpukan sementara dan lini-II sebagai tempat untuk melaksanakan konsolidasi/distribusi barang, verlengstuk – bangunan dalam lini-II, namun statusnya lini-I, enterpot – bangunan diluar pelabuhan, namun statusnya sebagai lini-I), penggunaan (gudang umum, gudang khusus – untuk menyimpan barang-barang berbahaya, gudang CFS – untuk stuffing/stripping).

2. Lapangan Penumpukan

Lapangan penumpukan adalah lapangan di dekat dermaga yang digunakan untuk menyimpan barang-barang yang tahan terhadap cuaca untuk dimuat atau setelah dibongkar dari kapal.

3. Terminal

Terminal adalah lokasi khusus yang diperuntukan sebagai tempat kegiatan pelayanan bongkar/muat barang atau petikemas dan atau kegiatan naik/turun penumpang di dalam pelabuhan. Jenis terminal meliputi terminal petikemas, terminal penumpang dan terminal konvensional.

4. Jalan

Adalah suatu lintasan yang dapat dilalui oleh kendaraan maupun pejalan kaki, yang menghubungkan antara terminal/lokasi yang lain, dimana fungsi utamanya adalah memperlancar perpindahan kendaraan di pelabuhan.

Popularity: 45% [?]

Incoming search terms for the article:

INVESTASI DAN PEMBANGUNAN FASILITAS PELABUHAN

Keberhasilan proyek pembangunan pelabuhan bukan pada kehadiran fisiknya akan tetapi lebih dititik beratkan pada peran dan fungsinya dalam menunjang kelancaran dan pertumbuhan arus barang dalam pola perdagangan maupun pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional.

Secara umum investasi dapat berupa aktifitas:

  • Ekspansi/pengembangan, penilaian kelayakan atas perluasan lini produk yang ada seperti investasi baru untuk dermaga, bangunan, gudang dan modal kerja.
  • Penghematan biaya, misalnya investasi di bidang teknologi baru harus dinilai dari penghematan atau output yang lebih besar.
  • Penggantian (replacement), memutuskan perlu tidaknya dan waktunya penggantian peralatan tua dengan  peralatan baru, untuk menghemat biaya operasi dan meningkatkan kualitas.
  • Pilihan alternatif, memutuskan diantara alternatif investasi untuk mencapai hasil yang sama, sedangkan rasio antara modal dengan biaya investasi yang harus dikeluarkan berbeda.

Popularity: 22% [?]

Incoming search terms for the article:

PEMELIHARAN FASILITAS DAN PERALATAN PELABUHAN

Pemeliharaan dan perawatan adalah merupakan suatu konsekuensi dari pengadaan aktifitas fisik dari prasarana dan sarana dalam rangka mempertahankan kondisi fasilitas dan peralatan pada siap guna dan laik operasi. Aktifitas pemeliharaan ini merupakan keterpaduan dari beberapa aspek yang perlu dipertimbangkan dari sejak perencanaan dan perancangan fasilitas dan peralatan pelabuhan.

Paradigma pemeliharaan telah berubah dari waktu ke waktu seiring dengan perkembangan teknologi dan perkembangan aspek lainnya. Dahulu pemeliharaan ditujukan hanya untuk menunjang penyiapan peralatan dan fasilitas pada biaya minimum, namun kini pemeliharaan juga dikaitkan dengan strategi lainnya dalam produksi dan pemasaran.

Perkembangan dan evolusi konsep pemeliharaan dapat diuraikan sebagai berikut:

• Tahun 1960 an: Breakdown Maintenance.

• Tahun 1970 an: Time-Based Preventive Maintenance.

• Tahun 1980 an: Breakdown + Predictive Maintenance.

• Tahun 1990 an: Total Productive Maintenance and Empowerment of Workforce

Pemeliharaan dimaksudkan untuk mendapat jaminan produktivitas dan kualitas, dengan menjaga availibilitas performance fasilitas dan peralatan, dengan biaya semurah mungkin, melalui upaya peningkatan efektivitas penggunaan sumber daya.

Pemeliharaan dilakukan, agar kita berhasil meningkatkan kemampuan dalam mengefektifkan, memanfaatkan sumber daya, melalui kegiatan produksi dan operasi, dengan cara-cara yang terbaik, orang-orang yang tepat dan dilaksanakan pada waktunya.

Namun yang terjadi sebaliknya, seringkali pemeliharaan dianggap sesuatu pemborosan bahkan tidak ada gunanya, sehingga kualitas pemeliharaan menjadi kurang baik, yang akan mengakibatkan jumlah biaya sangat besar yang tidak langsung disamping biaya pemeliharaan itu sendiri.

Secara umum pemeliharaan dapat dikelompokan menjadi tiga kategori utama sebagai  berikut:

• Pemeliharaan Pencegahan

• Pemeliharaan Perbaikan

• Pemeliharaan Peningkatan

Popularity: 15% [?]

Incoming search terms for the article:

PERANCANGAN FASILITAS PERALATAN PELABUHAN

Perancangan fisik fasilitas mencakup pengumpulan,pengolahan data kondisi alam untuk pemilihan lokasi, arah dari fasilitas pokok pelabuhan seperti: alur pelayaran, penahan gelombang, kolam pelabuhan, dermaga dan pemilihan jenis struktur untuk pradesain serta perkiraan biaya sesuai desain kriteria.

Popularity: 15% [?]

Incoming search terms for the article:

TATA LETAK DAN TATA GUNA TANAH PELABUHAN

Konfigurasi/tata letak fasilitas pelabuhan secara tidak langsung menentukan kapasitas suatu pelabuhan baik terhadap tingkat layanan dalam jangka pendek maupun jangka panjang, oleh karenanya penentuan tata letak merupakan hal penting. Berbagai aspek dan parameter terkait dalam penentuan tata letak ini,diantaranya:

• Kondisi alam yang ada

• Pola operasional

• Jenis fasilitas dan peralatan serta jenis Cargo yang ditangani

• Perkembangan dari aspek yang terkait

• Fleksibilitas guna pengembangan

• Aspek lingkungan

Popularity: 22% [?]

Incoming search terms for the article:

PENGEMBANGAN PELABUHAN

Sesuai dengan peran dan fungsinya, pelabuhan merupakan institusi yang dinamik keberadaannya terhadap perkembangan yang ada. Pelabuhan harus dapat mengantisipasi dan mengikuti perkembangan yang berkaitan dengan tuntutan pelayanannya. Disamping itu , pelabuhan yang baik harus mempunyai perencanaan yang terencana dan terstruktur guna menunjang peran dan fungsinya sesuai kemampuan kapasitas dukungnya. Dengan kata lain, pelabuhan harus punya career planning yang baik dalam memenuhi peran dan fungsinya selaras dengan tuntutan perkembangan terkait.

Perencanaan pelabuhan dikaitkan dengan jangkauan waktunya dapat dibagi menjadi:

  • Perencanaan jangka panjang (long term planning), perioda jangkauan waktu pada perencanaan ini 20 tahun.Berisi rencana induk strategik dan pengembangan fasilitas pelabuhan.
  • Perencanaan jangka menengah (medium term planning), perioda jangkauan waktu pada perencanaan ini 3 sampai 5 tahun. Berisi perencanaan dan pelaksanaan fasilitas pelabuhan yang merupakan implementasi dari tahapan pengembangan pada rencana jangka panjang.
  • Perencanaan jangka pendek (short term planning), perioda jangkauan waktunya 1 tahun, berisi perencanaan dan peningkatan dari sebagian fasilitas pelabuhan dan pengadaan peralatan

Disamping itu perencanaan pelabuhan juga dapat dibedakan berdasarkan lingkup jangkauannya menjadi:

  • Perencanaan pelabuhan secara nasional/regional.
  • Perencanaan pelabuhan baru secara individual.
  • Pengembangan dan atau peningkatan pelabuhan yang ada.

Beberapa instrumen yang digunakan dalam perencanaan pelabuhan secara terencana dan terstruktur, diantaranya:

  • Rencana strategis pelabuhan (corprate strategic plans/business plan), berisi misi, tujuan,sasaran dan strategi-strategi.
  • Rencana induk pelabuhan (port master plan), berisi rencana jangka panjang kebutuhan fasilitas pelabuhan.
  • Rencana tata guna lahan pelabuhan (port land use plan), berisi rencana Strategis kebutuhan dan pengembangan lahan pelabuhan.
  • Rencana pengelolaan lingkungan pelabuhan (port evironmental plan), berisi pedoman pengelolaan lingkungan, prosedur audit lingkungan, program pengendalian dan perbaikan dan lainnya yang berkaitan dengan aspek lingkungan.

Popularity: 12% [?]

Incoming search terms for the article: