Archive for the ‘Bangunan Pelabuhan’ Category

PERENCANAAN PENGERUKAN

1. Kebutuhan Operasional Pelabuhan

Berkaitan dengan perencanaan pengerukan, criteria desain yang menentukan adalah rencana dimensi kapal,

karakteristik kapal, dan gerakan operasional kapal di dalam lingkungan pelabuhan.

2. Dimensi Pengerukan

Dimensi pengerukan sangat ditentukan oleh kebutuhan operasional pelabuhan, yaitu dimensi kolam pelabuhan,

dimensi turning basin, dan dimensi alur pelayaran yang telah dibahas pada bab sebelumnya.

3. Perencanaan Kedalaman Pengerukan

Faktor-faktor yang menentukan dalam perencanaan kedalaman pengerukan untuk kolam pelabuhan, turning basin dan alur pelayaran adalah :

-       Kondisi kapal dalam keadaan sarat penuh.

-       Digunakan referensi LWS dalam menentukan kedalaman kolam pelabuhan, sedang untuk menentukan kedalaman turning basin dan alur pelayaran ditentukan berdasarkan MSL dengan ketentuan operasional pandu/tunda pelabuhan harus memperhitungkan timing gerakan pasang surut yang tepat untuk pelayanan kapal berukuran maksimal.

-       Perubahan kepadatan massa air karena perubahan salinitas.

-       Squat atau penurunan permukaan air akibat gerakan gelombang yang dipengaruhi oleh kecepatan gerak kapal pada perairan dangkal.

-       Pitching atau gerakan oleng kapal yang dipengaruhi oleh gelombang dan menyebabkan adanya amplitude gerak vertikal kapal.

-       Trim atau karakteristik perubahan kemiringan badan kapal yang cenderung tenggelam di buritan yang dipengaruhi oleh kecepatan gerak kapal

-       Faktor empirik atau clearance yang diperhitungkan terhadap keamanan (safety) badan kapal terhadap kekerasan tanah dasar, penjagaan sedimentasi, atau ketidakakuratan pengerukan.

-       Kemudahan pelaksanaan di lapangan.

-       Stabilitas lereng hasil pengerukan yang sangat ditentukan oleh kemiringan rencana pengerukan yang mengacu pada kemudahan pelaksanaan pekerjaan pengerukan, konstruksi dermaga dan struktur lainnya, kondisi karakteristik tanah dan jenis struktur proteksi/ penahan lereng akibat hasil pengerukan tersebut.

Pertimbangan-pertimbangan yang harus dilakukan sebelum pengerukan antara lain:

-       Agar tidak membahayakan perlu berkoorodinasi dengan pihak militer dan pihak terkait lainnya untuk memberikan jika daerah yang dikeruk ditemukan adanya perlengkapan bahan peledak atau melakukan penghancuran material yang keras dengan menggunakan bahan peledak.

-       Pengawalan harus dipersiapkan pada saat pengambilan material dengan kapal keruk hisap untuk mencegah masuknya meterial yang berlebih terutama yang dekat dengan fasilitas lainnya.

-       Prosedur yang jelas untuk pelaporan dan kegiatan pengerukan harus direncanakan dan diikuti pelaksanaannya.

Popularity: 15% [?]

Incoming search terms for the article:

KOLAM PELABUHAN

Kolam pelabuhan adalah bagian dari sarana dan fasilitas pelabuhan yang berbentuk perairan yang mempunyai kedalaman yang disyaratkan :

Kolam pelabuhan adalah perairan yang berada di depan dermaga yang digunakan untuk bersandarnya kapal.

Fungsi Kolam Pelabuhan

Fungsi kolam pelabuhan adalah untuk menampung kapal dalam melakukan berth time (waktu sandar) selama dalam pelabuhan, agar kapal dapat dengan mudah melakukan bongkar muat tanpa terganggu oleh gelombang. Oleh sebab itu kolam pelabuhan seharusnya berada di dalam wilayah yang terlindung. Kolam pelabuhan  mempunyai bentuk memanjang yang biasanya dipakai untuk pelabuhan Petikemas, dan kolam yang mempunyai

bentuk jari, dapat dibuat bila garis pantai mempunyai kedalaman terbesar menjorok ke laut dan tidak teratur

khususnya dibangun untuk melayani kapal dengan muatan umum (general cargo).

Panjang kolam tidak kurang dari panjang total kapal (Loa) ditambah dengan ruang yang diperlukan untuk penambatan yaitu sebesar lebar kapal. Apabila dermaga digunakan untuk tambatan tiga kapal atau kurang, lebar kolam di antara dermaga adalah sama dengan panjang kapal (LOA). Sedangkan dermaga untuk empat kapal atau lebih, lebar kolam adalah 1,5 LOA.

Kedalaman Kolam Pelabuhan

Kedalaman kolam pelabuhan harus memperhitungkan gerak kapal akibat pengaruh alam, seperti gelombang, angin dan pasang surut. Pada umumnya, kedalaman kolam pelabuhan adalah 1,1, kali draft kapal pada muatan penuh di bawah elevasi air muka rencana. Kedalaman kolam pelabuhan diberikan pada tabel berikut.

Popularity: 13% [?]

Incoming search terms for the article:

PEMELIHARAAN FASILITAS JALAN DALAM PELABUHAN

Konstruksi fasilitas jalan di pelabuhan pada umumnya menggunakan konstruksi jalan aspal atau konstruksi jalan beton. Kerusakan – kerusakan yang terjadi secara umum terlihat adalah:

-       Retakan memanjang disebabkan oleh fondasi jalan yang kurang kuat

-       Retakan halus terjadi terutama dijalan dengan konstruksi aspal disebabkan oleh tebal lapisan aspal yang kurang memenuhi beban rencana.

-       Berlubang disebabkan tergenangnya jalan dalam waktu yang relatif lama sehingga menyebabkan lepasnya ikatan elastis aspal dan disaat bersamaan

-       Sudut-sudut patah, terjadi pada konstruksi beton disebabkan kuat dukung tanah disudut-sudut berkurang yang disebabkan oleh rembesan air masuk melalui sela-sela sambungan antar segmen jalan.

-       Bergelombang, terjadi pada konstruksi aspal. Secara umum disebabkan oleh panasnya temperatur jalan sehingga mengakibatkan aspal bleeding dan disaat yang bersamaan bekerja beban pada aspal tersebut. Khusus untuk jalanan mendaki/menurun, bergelombangnya aspal disebabkan kuat geser aspal kurang untuk menahan gaya geser yang ditimbulan oleh kendaraan yang mengerem/berhenti pada waktu yang lama.

Prinsip metode perbaikan untuk fasilitas jalan adalah dengan mengganti lapisan atas apabila hanya lapisan atas yang rusak. Untuk kerusakan parah metode perbaikannya adalah dengan memperbaiki lapisan tanah dasar dan melapis ulang dengan konstruksi yang bersesuaian. Apabila didapati kerusakan disebabkan oleh masuknya air ditanah dasar, maka dipastikan bahwa tanah dasar yang terkena air diganti terlebih dahulu dan dipastikan saat perbaikan tidak ada kemungkinan air untuk dapat masuk menembus lapisan tanah dasar (memperbaiki drainase atau membuat resapan didalam tanah.

Popularity: 7% [?]

Incoming search terms for the article: