KEKAYAAN MARITIM RP 1.872 T

Written by admin on October 27, 2009 – 4:52 pm -

JAKARTA–Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat besar untuk menopang perekonomian nasional ditengah krisis global. Sebagai negara maritim, Indonesia memiliki kekayaan laut yang belum dikelola secara optimal mencapai USD 156 miliar (sekitar Rp 1.872 triliun). “Angka ini merupakan perhitungan dari berbagai lembaga dan para pakar kelautan di Indonesia,” kata Sekretaris Dewan Kelautan Indonesia, Rizald Max Rompas, kemarin.
Seluruh potensi dan kekayaan laut Indonesia itu meliputi perikanan tangkap, budidaya dan pengolahan hasil kelautan sebesar USD 31,93 miliar dan wilayah pesisir USD 56 miliar serta bioteknologi laut USD 40 miliar.
Selain itu, di laut juga masih ada kandungan minyak bumi sebesar USD 6,6 miliar, pengembangan transportasi laut USD 20 miliar dan wisata bahari USD 2 miliar. Angka itu belum termasuk benda berharga, warisan budaya, jasa lingkungan, dan konservasi laut. “Sayangnya, pemerintah tidak terlalu peduli dengan sektor ini. Hal itu dibuktikan dengan rendahnya anggaran di sektor kelautan, ” lanjutnya.
Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Kelautan, Juan Permata Adoe menambahkan, pemerintah harus segera membentuk otoritas penjaga laut dan pantai.(wir/fan)

Sumber:  RADAR BUTON


Tags: ,
Posted in Info Maritim, Maritim | 11 Comments »

ISTILAH-ISTILAH DALAM BONGKAR MUAT (B/M) DI PELABUHAN

Written by admin on October 26, 2009 – 2:22 pm -

PORT DUES:
Biaya pelabuhan yang dikenakan untuk penggunaan fasilitas-fasilitas pelabuhan dan tidak berhubungan dengan suatu pelayanan khusus pada pelabuhan yang disinggahi.

PORT CHARGES:
Pungutan Pelabuhan yang dikenakan untuk suatu pelayanan khusus pada Pelabuhan yang disinggahi.

OVERBRENGAN:
(pindah lokasi) memindahkan barang dari gudang/ tempat penumpukan yang satu ke gudang/ tempat penumpukan yang lain dalam daerah pelabuhan atau dari ship side ke gudang khusus untuk itu

GILIR KERJA:
(shift) adalah jam kerja selama 8 jam termasuk istirahat 1 jam kecuali hari jum’at siang istirahat 2 jam, untuk kegiatan bongkar muat dengan penggantian tenaga kerja bongkar muat pada setiap gilir kerja
GANG TKBM:
jumlah tenaga tkbm dalam satu regu kerja

STEVEDORE:
pelaksana penyusun rencana dan pengendalian kegiatan bongkar muat di atas kapal

QUAY SUPERVISOR :
petugas pengendali kegiatan operasional b/m di dermaga dan mengawasi kondisi barang sampai ke tempat penimbunan atau sebaliknya.

CHIEF TALLY:
penyusun rencana pelaksanaan dan pengendalian perhitungan fisik, pencatatan dan survey kondisi barang pada setiap pergerakan b/m dan dokumentasi serta membuat laporan periodik.

TELLY CLERK:
pelaksana yang melakukan perhitungan pencatatan jumlah, merk dan kondisi setiap gerakan barang berdasarkan dokumen serta membuat laporan

FOREMAN:
pelaksana dan pengendali kegiatan operasional b/m dari dan ke kapal sampai ke tempat penumpukan barang atau sebaliknya, dan membuat laporan periodik hasil kegiatan bongkar muat.
Read more »


Tags: , ,
Posted in Kepelabuhanan, Maritim | 1 Comment »

INDUSTRI JASA PELAYARAN (SHIPPING INDUSTRY)

Written by admin on October 26, 2009 – 2:16 pm -

Pengertian industri jasa pelayaran dalam hal ini meliputi segala usaha yang berkaitan dengan jasa angkutan laut, baik angkutan penumpang maupun angkutan barang, hewan dalam berbagai bentuk kemasan. Secara garis besar, industry jasa pelayaran dapat dikelompokkan sebagai berikut:
- Berdasarkan jenis pelayarannya, yaitu pelayaran tetap dan tidak tetap
- Berdasarkan jangkauan pelayaran, yaitu pelayaran samudera, palayaran antar pulau, palayaran rakyat dan pelayaran local
- Berdasarkan jenis barang yang dimuat, yaitu jasa angkutan kapal tanker, jasa agnkuitan peti kemas, dan jasa angkutan kapal barang beserta jasa angkutan kapal penumpang.
Pengelompokan industry jasa pelayaran digunakan oleh perusahaan yang akan mengadakan ekspansi di dalam industri jasa pelayaran. Industri jasa pelayaran semakin hari semakin berkembang seiring dengan perkembangan perdagangan dan teknologi serta pertumbuhan penduduk di dunia.


Tags: , , ,
Posted in Kepelabuhanan, Maritim | No Comments »

JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT LUAS WILAYAH OPERASI PELAYARAN

Written by admin on October 26, 2009 – 2:11 pm -

Indonesia sebagai Negara kepulauan menciptakan berbagai usaha pelayaran. Luas trayek yang dilayari akan menentukan kapasitas kapal yang digunakan dan struktur organisasi perusahaan pelayaran. Semakin luias trayek yang dilayari akan semakin besar kapal, modal dan organisasi yang dibutuhkan. Berdasarkan luas wilayah operasinya, pelayaran dapat dibedakan sebagai berikut:

1.Pelayaran Lokal

Pelayaran yang bergerak dalam propinsi atau beberapa propinsi yang berbatasan. Biasanya luas wilayah operasi perusahaan pelayaran local Indonesia tidak melebihi radius 200 mil dan kapal berkapasitass lebih kurang 200 DWT.

2.Pelayaran Nusantara (Antar Pulau atau Interinsular)

Wilayah operasi perusahaan pelayaran meliputi seluruh wilayah perairan Republik Indonesia. Usaha pelayaran Nusantra iani pada umumnya menggunakan kapal berukuran 1000 s/d 3000 DWT. Dalam pengertian pelayaran nusantara ini tercakup di dalamnya jenis pelayaran rakyat yaitu pelayaran dalam bentuk yanglebih sederhana dari pelayaran samudera dengan wilayah operasi seluruh territorial Indonesia. Ukuran kapal yang dipakai dalam pelayaran rakyat relative lebih kecil daripada kapal pelayaran nusantara, jumlahnya lebih banyak sehingga disebut armada semut.

3.Pelayaran Samudera

Jenis pelayaran yang beroperasi di perairan internasional dan bergerak antar sattu Negara ke Negara lain dan harus memperhatiaakn hukum serta konvensi internasional yang berlaku.


Tags: , ,
Posted in Kepelabuhanan, Maritim | No Comments »

JENIS-JENIS PELAYARAN NIAGA MENURUT SIFAT USAHA PELAYARAN

Written by admin on October 26, 2009 – 1:59 pm -

Jenis usaha pelayaran berdasarkan sifat atau pelayanan yang diberikan dapat dibedakanmemnjadi dua bagian yaitu:

1. Pelayaran Tetap (Liner Service)

Yaitu pelayaran yang dijalankan secara tetap dan teratur, baik dalam hal keberangkatan maupun kedatangan di pelabuhan, trayek yang dijalani, tariff angkutan dan syarat-syarat perjanjian pengangkutan.

Syarat-syarat perjanjian pengangkutan:
- Trayek pelayaran dan perjalanan kapal yang tetap dan teratur. Yaitu kapal-kapal dalam berlayar tidak berpindah-pindah wilayah perairannya, melainkan harus tetap bergerak dalam wilayah operasi yang ditentukan.

- Bila terjadi hal yang dapat menyebabkan perusahaan tidak memenuhi jadwal yang ditetapkan karena kerusakankapal, maka perusahaan tersebut wajib meyediakan kapal pengganti. Hal ini dimaksudkan agar jadwal kedatangan dan keberangkatan di pelabuhan berikutnya dapat terpenuhi sebagaimana diatur dalam pasal 517 Kitab Undang-Undang Hikum Dagang (KUHD). Adapun isi dari pasal tersebut bertujuan untuk melindungi para pemiliok barang yang telah menyiapkan barang-barangnya untuk dimuat sesuai jadwal kedatangan kapal yang telah ditetapkan.

Sebaliknya apabila pemilik barang yang membatalkan pengapalan barangnya, maka perusahaan palayaran berhak meminta ganti rugi kepada pemilik barang yang bersangkutan. Hal tersebut dilakukan karena perusahaan pelayaran harus mengatur kembali ruang palkah sehingga menimbulkan tambahan biaya.

- Tarif yang berlaku tetap dan umum

Yaitu tariff angkutan yang tercantum dalam daftar tariff angkutan untuk masing-masing jenis barang, berlaku untuk jangka waktu tertentu sehingga memudahkan perhitungan biaya angkutan bagi para pemilik barang. Bila terjadi perubahan tariff angkutan, maka perusahaan pelayaran wajib memberitahukan terlebih dahulu dalam jangka waktu tiga bulan, sebelum berlakunya tarif baru.

- Ketentuan dan perjanjian pengangkutan yang bersifat tetap dan berlaku umum

Perusahaan pelayaran harus mempunyai peraturan atau syarat-syarat pengangkutan yang baku dan berlaku bagi pengguna jasa angkutan laut. Syarat dan ketentuan yang harus dipenuhi oleh para pemilik barang tertera pada dokumen bill of loading.

2. Pelayaran Tidak Tetap (Tramper)

Pelayaran tidak tetap merupakan pelayaran yang tidak terikat oleh ketentuan formal apapun yang baik menyangkut wilayah operasi, trayek yang dijalani, tarif yang berlaku, maupun persyaratan dan ketentuan perjanjian pengangkutan. Kapal-kapal perusahaan pelayaran tramper inimerupakan pelayaranliar tetapi pelayaran bebas yang mengikuti hokum pasar yang berlaku.

3. Pihak-Pihak Yang Terkait Didalam Pelayaran Niaga

Kegiatan pelayaran niaga berkembang karena adanya kebutuhan angkutan barang atau hasil industry yang dikirim ke daerah atau Negara lain yang membutuhkannya sehingga muncul istilah “ships follow the trade” . dari istilah tersebut dapat diambil keimpulan bahwa perdagangan mendorong perkembangan industry jasa angkutan laut.
Dalam pelaksanaan perdagangan angkutan laut, ada keterkaitan pada beberapa pihak yang memiliki kepentingan dengan kegiatan pelayaran, antara lain:

- Pengirm Barang (shipper)

Orang atau badan hukum yang memiliki muatan kapal (barang) untuk dikirim dari suatu pelabuhan (pelabuhan pemuatan atau pelabuhan asal) munuju ke pelabuhan pembongkaran atau pelabuahn tujuan.

- Pengangkut (carrier)

Perusahaan pelayaran yang menyelenggarakan pengangkutan muatan dari pelabuhan asal menuju ke tujuan.

- Penerima Barang (consigne)

Orang atau bada hokum yang berhak menerima pengiriman barang atau muatan kapal tersebut.


Posted in Kepelabuhanan, Maritim | No Comments »

PERUSAHAAN EKSPEDISI, PERGUDANGAN, DAN BONGKAR MUAT (STEVEDORING)

Written by admin on October 26, 2009 – 1:50 pm -

1. Ekspeditur (Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL atau Forwarding Agent)

Yaitu suatu perusahaan atau perseorangan yang menyelenggarakan usaha mengurus berbagai macam dokumen dan formalitas yang diperlukan guan memasukkan dan mengeluarkan barang dari kapal dan ke pelabuhan. Dalam hal pengiriman muatan ekspor, tugas dan kewajibab ekspeditur terbatas sampai pemuatan barang ke dalam kapal dan penyebaran Bill of Loading (B/L). dalam hal mengurus muatan impor dari pelabuhan, ekspeditur membuat dokumen-dokumen impor berupa Pemberitahuan Impor Untuk Dipakai (PIUD), pembayaran bea masuk, pembayaran biaya dan pengeluaran lainnya, sampai barang dapat dikeluarkan dari gudang pabean untuk deserahkan ke pemiliknya.
Aktivitas pekerjaan seperti itu menyebabkan perusahaan Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) memiliki armada angkutan darat sendiri dengan maksud memudahkan dan menekan biaya pengangkutan barang. Usaha sampingan trucking ini dapat menambahpendapatan EMKL dan selanjutnya menumbuhkan usaha Freight Forwarding (FF). aktivitas ini meliputi penyediaan semua keperluan pengapalan mulai dari sortasi barang (pemilihan jenis barang sesuai klarifikasi tariff bea uang tambang(, packing (pengemasan barang dalam kemasan yang sesuai bagi pengangkutan samudera), cargo documentation (penyiapan dan pembuatan dokumen-dokumen pengapalan) sampai kepada perolehan izin ekspor kalau diperlukan.

2. Warehousing (Usaha Pergudangan)

Yaitu usaha penimbunan dan penyimpanan barang dalam gudang atau lapangan penumpukan pelabuhan selama menunggu proses pemuatan ke atas kapal. Dalam sebuah pelabuhan lazimnya terdapat tiga macam gudang yaitu:

o Gudang pabean (disebut juga Gudang Lini I, Gudang diepzee)
o Gudang entrepot (bounded warehouse)
o Gudang bebas

Gudang pabean merupakan bagian yang terpenting pada kegiatan pengapalan karena di gudang pabean ini disimpan barang yang baru dibongkar dari kapal atau akan dimuat dke kapal. Pada kegiatan ini, instansi pebean perlu melakukan pengawasan, sebab barang yang akan dibongkar atau dimuat dari dan ke kapal harus diselesaikan formalitas pabeannya dan membayar bea-bea sebelum diizinkan keluar dari gudang pabean.

3. Stevedoring (Perusahaan Bongkar Muat/PBM)

Yaitu usaha pemuatan dan pembongkaran barang-barang muatan kapal laut. Seringkali perusahaan stevedoring ini bergabung dengan perusahaan pengangkutan muatan kapal untuk memuat dari dank e kapal yang sedang berlabuh (tidak tertambat di dermaga yang disebabkan kondisi dermaga atau kolam pelabuhan yang tidak memungkinkan kapal tersebut bertambat) sehingga bongkar muat barang dilakukan dengan tongkang atau dikenal dengan trade transport. Bongkar muat secara rede transport ini kemungkinan menyebabkan barang yang akan dibongkar muat nilainya tidak sebanding dengan biaya kapal yang akan dikeluarkan apabila kapal tersebut bertambat. Kamungkinan itu terjadi dikarenakan kapal terlalu lama menunggu gilioran tambat serta biaya bongkar muat di dermaga terlalu mahal. Perusahaan stevedoring ini dinamakan Perusahaan Bongkar Muat (PBM).

Bongkar muat barang dalam satuan unit dengan ukuran yang tidak seragam akan menimbulkan kesulitan dalam pelaksanaannya. Hal ini membutuhkan waktu dan bermacam-macam tipe alat bongkar muat sesuai bentuk dan ukuran barang yang dibongka muat. Kondisi ini merupakan ssalah satu penyebab mahalnya biaya bongkar mmmuat barang di dermaga, sehingga mendorong perkembangan system bongkar muat yang bersifat unitasi dari system paket. System paket yang dimaksud adalah barang yang dimasukkan dalam satuan-satuan keranjang. System ini memudahkan pelaksanaan bongkar muat dan penyusunan muatan kapal maupun pada angkutan darat dan di dalam gudang. System unitasi berkembang lagi menjadi system bongkar muat peti kemas (container) yang memiliki kelebihan dalam efesiensi dan efektifitas bongkar muat dan juga dalam keamanan, kerusakan dan kehilangan.

Saat ini dikenal istilah kapal LASH (Lighter Aboard Ship) atau FLASH (Floating Lighter Aboard Ship) yaitu kapal besar yang digunakan untuk mengangkut tonglkang-tongkang (lighter) yang berkapasitas s/d 400 ton setiap tongkang. Tongkang tersebut digunakan untuk membongkar dan memuat peti kemas yang berada di pelabuhan-pelabuhan sungai seperti di Pekanbaru. Sedangkan kapal induk (Kapal LASH/FLASH) sukup menunggu di muara sungai, yang selanjutnya mengangkut tongkang beserta muatannya (peti kemas) ke pelabuhan tujuan. Kapal jenis tersebut tidak perlu membayar biaya tambat maupun biaya pelabuhan lainnya, bahkan biaya labuhpun dapat dihindari apabila kapal tersebut tidak memasuku area kolam plebuhan.


Posted in Kepelabuhanan, Maritim | 1 Comment »

PELAYANAN KAPAL

Written by admin on October 26, 2009 – 1:44 pm -

Pelayanan kapal dimulai dari kapal masuk ke perairan pelabuhan, berada di kolam pelabuhan, ketika akan bersandar di tambatan, sampai saat kapal meninggalkan pelabuhan. Perairan pelabuhan adalah permukaan air yang masuk daerah perairan pelabuhan, dimulai dari garis pantai sampai dengan titik-titik koordinat tertentu yang batas-batasnya telah ditentukan. Perairan pelabuhan ini merupakan daerah yang aman, dalam arti tidak terganggu oleh alur pelayaran, arealnya luas sehingga tidak memungkinkan kapal bertabrakan ketika berlabuh atau bersandar, kedalaman alur yang memadai sehingga kapal tidak kandas dan bebas dari penangkapan ikan Dalam rangka menjaga keselamatan kapal, penumpang dan muatannya sewaktu memasuki alur pelayaran menuju dermaga atau kolam pelabuhan untuk berlabuh, maka untuk pelabuhan-pelabuhan tertentu dengan kapal-kapal tertentu harus dipandu oleh petugas pandu dari Pelabuhan. Perairan-perairan yang termasuk dalam kategori perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar batas perairan pandu telah ditetapkan batas-batasnya oleh pemerintah. Untuk mengantar petugas pandu ke/dan kapal diperlukan peralatan kapal yang disebut kapal pandu. Dalam pelaksanaan pemanduan kapal, sangat diperlukan tersedianya tenaga pandu serta tersedianya sarana penunjang pemandu yang meliputi sarana kapal tunda dan kapal kepil. Terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan dan mempunyai panjang kapal lebih dari 70 meter, harus menggunakan kapal tunda yang jenis dan peraturannya akan dijelaskan kemudian. Sedangkan terhadap kapal yang panjangnya (LoA= Length of All) lebih dari 30 meter, sebagai pertimbangan keselamatan, diharuskan menggunakan kapal kepil. Pengepilan adalah melaksanakan pekerjaan untuk mengikat dan melepaskan tali kapal-kapal yang berolah gerak ketika akan bersandar atau bertolak dari sebuah dermaga, jembatan, pelampung, dolphin,dll. Pelaksanaan pengepilan ini dilakukan oleh regu kepil yang dilengkapi dengan kapal kepil. Pelayanan kapal lainnya adalah melayani kebutuhan air untuk kapal, sehingga di dermaga disediakan keran air yang bisa disalurkan langsung ke kapal dengan selang dan/atau dengan menggunakan tongkang yang disebut tongkang air.


Tags: , , , , , , ,
Posted in Kepelabuhanan, Maritim | No Comments »

TAHAPAN PERENCANAAN PEMBUATAN LAPANGAN PETIKEMAS

Written by admin on October 26, 2009 – 1:36 pm -

DATA LAPANGAN :

Menentukan Elevasi rencana lapangan petikemas, data yang perlu diketahui :

a. Elevasi jalan akses disekitarnya.

b. Elevasi lantai dermaga / trestle

c. Elevasi dasar parit disekitarnya

Setelah data tersebut di atas diketahui, maka elevasi permukaan lapangan petikemas dapat direncanakan misalnya + 20 cm s/d + 25 cm dari elevasi lantai dermaga / muka jalan disekitarnya.

DATA MATERIAL :

CBR tanah dasar, dilakukan pengetesan DCP di lapangan terhadap kepadatan /jenis tanah dasar di permukaan dan di bawah permukaan tanah dasar ± 50 cm s/d 100 cm. Apabila tanah dasarnya lunak CBR < 12% perlu dilakukan perbaikan/pemadatan terlebih dahulu. Pengetesan tersebut dilakukan pada beberapa titik, semakin banyak titik yang dites semakin baik.

Material LPB, adalah sirtu kls A yaitu batuan bulat ukuran kecil yg bercampur dengan pasir kasar dan tidak boleh mengandung tanah Contoh material dari sumber/quarry terlebih dahulu dites di laboratorium untuk ditentukan nilai CBR nya. Atau dalam bahasa teknik disebutkan bahwa Indeks Plastis IP u/ LPB < 10 %

Material LPA, adalah agregat kls A yaitu batuan pecah yg bercampur dengan pasir kasar dan tidak boleh mengandung tanah. Contoh material dari sumber/quarry terlebih dahulu dites di laboratorium untuk ditentukan nilai CBR nya. Atau dalam bahasa teknik disebutkan bahwa Indeks Plastis IP u/ LPA < 6 %

Lapisan pasir di bawah lapis penutup, materialnya adalah pasir mutu baik dan tidak boleh mengandung tanah dengan ketebalan rata-rata 5 cm

Lapis Penutup / permukaan, materialnya bersifat keras dan kaku dalam hal ini yang digunakan adalah Paving Concrete Block dengan tingkat kekerasan beton yang ditunjukkan dalam mutu K 400 dan dibuktikan dengan uji material dari laboratorium independen

Lapisan pasir di bawah lapis penutup, materialnya adalah pasir mutu baik dan tidak boleh mengandung tanah dengan ketebalan rata-rata 5 cm

Lapis Penutup / permukaan, materialnya bersifat keras dan kaku dalam hal ini yang digunakan adalah Paving Concrete Block dengan tingkat kekerasan beton yang ditunjukkan dalam mutu K 400 dan dibuktikan dengan uji material dari laboratorium independen

Selanjutnya berdasarkan data-data ketebalan LPA dan LPB dapat ditentukan dengan formula atau berpedoman pada gambar yang telah dibagikan ke Cabang

PELAKSANAAN PEKERJAAN :

Lapis Tanah Dasar, apabila tanah dasarnya lunak dengan nilai CBR < 12 % maka perlu dilakukan pemadatan/penggilasan terlebih dahulu hingga mencapai tingkat kepadatan yang ditentukan berdasarkan nilai CBR

Lapis Pondasi Bawah / LPB, pemadatan /penggilasannya tidak boleh dilakukan sekaligus melainkan secara bertahap/berulang kali setiap ketebalan maks’ 20 cm hingga mencapai tingkat kepadatan yang ditentukan berdasarkan nilai CBR

Lapis Pondasi Atas / LPA, pemadatan /penggilasannya tidak boleh dilakukan sekaligus melainkan secara bertahap/berulang kali setiap ketebalan maks’ 20 cm hingga mencapai tingkat kepadatan yang ditentukan berdasarkan nilai CBR

Lapis Penutup / Paving Block K 400, pemasangannya harus dibuat kemiringan min’ 1 % ke arah saluran air dan dikunci dengan menggunakan konst’ kerb stone atau pondasi batu kali sekeliling lapangan petikemas.


Tags: , , , , , , , ,
Posted in Kepelabuhanan, Maritim, Petikemas | No Comments »

YARPP : Related Posts di Wordpress

Written by admin on October 23, 2009 – 5:43 pm -

Iseng-iseng blog walking saya tertarik dengan salah  blog yang dapat menampilkan artikel-artikel yang mempunyai pembahasan yang sama (related post), dalam hati saya berfikir hal ini sangat cocok bagi blog saya karena tulisan blog saya ini tidak terlalu spesifik membahas sautu persoalan (tidak niche kata Mr. Yaro Starak) sehingga saya butuh suatu script agar seseorang yang membaca artikel tentang “Internet” misalnya akan tertarik membaca artikel-artikel lain tentang ”Internet” yang ada di  blog saya tanpa harus repot-repot mencari judul atau bolak-balik mencari judul yang ada di category blog saya. Karena dengan adanya related post ini  para pembaca artikel kita akan dipandu utnuk membaca artikel yang terkait dengan artikel yang dia baca. Hal ini sangat menguntungkan utntuk meningkatkan junlah “page view” dari website / blog kita

Setelah mencari di google ternyata ada banyak script yang dapat digunakan dalam membuat related post ini. Salah satunya sudah berbentuk plugin wordpress yaitu YARPP (Yet Another Related Posts Plugin  ) ”kebetulan saya memakai wordpress” dan inilah bagusnya wordpress karena ada banyak third party depelover pluginnya sehinnga hampir semua kebutuhan blog kita sudah tersedia dalam bentuk plugin.

Keuntungan menggunakan YARPP adalah

Pertama yaitu adanya fitur “cache status” dimana database yang disimpan akan di load sementara dalam memori khusus jadi data base yang disimpan dalam data base tidak terlalu sering diakses oleh web /blog kita, sehingga kinerja blog /website kita tidak terlalu terbebani.

Kedua dengan adanya fitur tersebut akan meningkatkan kinerja website /blog kita apabila sudah menghandle data yang sudah sangat banyak (jumlah artikel anda sudah ribuan misalnya).

Ketiga tingkat sensitifitas dari artikel terkait dapat kita atur sejauhmana keterkaitan artikel tersebut dengan artikel yang sedang dibaca.

Keempat tampilan  dari keterangan related Post yang dapat kita kostumasi muali dari kata, poin keterkaitan, urutan keterkaitan dan lain sebagainya.

Cara menginstal:

  1. Download terlebih dahulu plugins YARPP
  2. Install di direktori `/wp-content/plugins/`
  3. Kemudian login masuk ke admin Wordpress anda
  4. Pilih tab Plugin dan cari Plugin YARPP untuk diaktifkan
  5. Setelah itu tinggal masuk ke tab Setting Related Posts (YARRP)
  6. Lakukan kostumasi sesuai dengan keingianan anda.

Berikut Petunjuk  settingnya:

 

Setting dan Installing YARPP 1

Setting dan Installing YARPP 2

Setting dan Installing YARPP 3

  1. The pool berisi kumpulan data artikel kita yang akan di index berdasarkan category dan berdasrkan tag, jika anda menghendaki artikel anda tidak termasuk kedalam daftar index cukup centang saja di bagian Disallow by category / tag
  2. Show password protected posts?  Centang jika anda ingin menunjukkan password untuk artikel yang berpassword.
  3. Show only post from the past…. menunjukkan artikel yang akan ditam[pilkan sejak berapa bulan ke belakang
  4. Match threshold : Semakin besar maka semakin selektif artikel terkait yang ditampilkan.
  5. Titles, bodies, tag categories : diisi sesuai dengan besarnya keterkaitan antar artikel berdasarkan Titles, bodies, tag categories
  6. Display option : Tampilan related post pada halaman blog kita dan RSS. Hal ini dapat dikostmasi ataupun menggunkan tamplate bawaan palgins

 

TIPS:

  • Gunakan angka 1,2,3 pada Match threshold apabila related post belum / tidak tampil pada saat awal penginstalan hal ini dikarenakan angka keterkaitan masih dalam tahap peng-index-an sehingga kemungkinan nilai thresholdnya belum mencukupi.
  • Makin besar nilai Match threshold nya maka makin selektif related postnya maka makin jarang artikel yang saling berkaitan
  • Jangan lupa mengklik “CACHE STATUS” apabila anda melakukan perubahan dan setting yang ada diatas. Selamat mencoba :)

 

 


Tags: , , , , , , ,
Posted in Internet, SEO | 2 Comments »

MENULIS KODE HTML DALAM POSTING

Written by admin on October 13, 2009 – 3:40 pm -

Sekadar berbagi pengalaman, mungkin  pengalaman ini pernah anda junpai dalam mem-posting kode HTML di blog/website anda terutam jika anda menggunakan mode visual (design).

Terkadang saya ingin mem-posting tutorial tentang blog yang isinya mengandung kode HTML tetapi kode HTML tersebut langsung dieksekusi (dijalankan) oleh browser sehingga kode HTML nya tidak tampak. Read more »


Tags: , , , , ,
Posted in Internet | 10 Comments »
RSS