Archive for September, 2009
CARA MENGUBAH TAMPILAN KURSOR DI WORDPRESS
Written by admin on September 29, 2009 – 3:02 pm -
Mungkin anda pernah melihat tampilan kursor di Windows yang dapat diubah. Jika anda memiliki file dengan ekstension *.cur atau *.ani, hal ini dapat anda lakukan di Wordpress.
Caranya yaitu:
1. Login sebagai Admin
2. Pilih menu Appearence -> Editor
3. Terus edit file sytle.css
4. Masukkan kode berikut
body, html {
cursor: url(path/to/cursor.cur);
}
5. Kemudian save (Update)
Catatan :
- Script diatas hanya berlaku untuk browser IE 6 dan IE7
- path/to/cursor.cur adalah alamat file cursor anda (*.ani dan *.cur)
- Untuk contoh cursor mungkin anda dapat dapatkan di www.123cursor.com
Tags: Internet, Online, Tips, Trik
Posted in Internet | 2 Comments »
GADGET / WIDGET MOTIVASI
Written by admin on September 14, 2009 – 8:36 am -Dapatkan kumpulan kata-kata motivasi dari dari tokoh-tokoh motivasi terkenal dalam blog anda yang akan berganti setiap saat.
Cara :
Untuk Pengguna Blogspot
1) Pilih layout kemudian pilih add gadget pillih HTML/JavaScript gadget
2) Kemudian Copty dan paste code dibawah ini.
3) Kemudian save;
Untuk Pengguna wordpress
1) Pilih kemudia pilih Apprearance gadget pillih Text Widget gadget
2) Kemudian Copty dan paste code dibawah ini.
3) Kemudian save;
Posted in Internet, Motivasi, Widget | 7 Comments »
PELAYANAN KAPAL
Written by admin on September 4, 2009 – 2:25 pm -Pelayanan kapal dimulai dari kapal masuk ke perairan pelabuhan, berada di kolam pelabuhan, ketika akan bersandar di tambatan, sampai saat kapal meninggalkan pelabuhan.
Perairan pelabuhan adalah permukaan air yang masuk daerah perairan pelabuhan, dimulai dari garis pantai sampai dengan titik-titik koordinat tertentu yang batas-batasnya telah ditentukan. Perairan pelabuhan ini merupakan daerah yang aman, dalam arti tidak terganggu oleh alur pelayaran, arealnya luas sehingga tidak memungkinkan kapal bertabrakan ketika berlabuh atau bersandar, kedalaman alur yang memadai sehingga kapal tidak kandas dan bebas dari penangkapan ikan
Dalam rangka menjaga keselamatan kapal, penumpang dan muatannya sewaktu memasuki alur pelayaran menuju dermaga atau kolam pelabuhan untuk berlabuh, maka untuk pelabuhan-pelabuhan tertentu dengan kapal-kapal tertentu harus dipandu oleh petugas pandu dari Pelabuhan. Perairan-perairan yang termasuk dalam kategori perairan wajib pandu, perairan pandu luar biasa dan perairan di luar batas perairan pandu telah ditetapkan batas-batasnya oleh pemerintah. Untuk mengantar petugas pandu ke/dan kapal diperlukan peralatan kapal yang disebut kapal pandu.
Dalam pelaksanaan pemanduan kapal, sangat diperlukan tersedianya tenaga pandu serta tersedianya sarana penunjang pemandu yang meliputi sarana kapal tunda dan kapal kepil. Terhadap kapal yang keluar masuk pelabuhan dan mempunyai panjang kapal lebih dari 70 meter, harus menggunakan kapal tunda yang jenis dan peraturannya akan dijelaskan kemudian. Sedangkan terhadap kapal yang panjangnya (LoA= Length of All) lebih dari 30 meter, sebagai pertimbangan keselamatan, diharuskan menggunakan kapal kepil. Pengepilan adalah melaksanakan pekerjaan untuk mengikat dan melepaskan tali kapal-kapal yang berolah gerak ketika akan bersandar atau bertolak dari sebuah dermaga, jembatan, pelampung, dolphin,dll. Pelaksanaan pengepilan ini dilakukan oleh regu kepil yang dilengkapi dengan kapal kepil.
Pelayanan kapal lainnya adalah melayani kebutuhan air untuk kapal, sehingga di dermaga disediakan keran air yang bisa disalurkan langsung ke kapal dengan selang dan/atau dengan menggunakan tongkang yang disebut tongkang air.
Tags: Alat Navigasi, Alur, Kapal, Kepelabuhanan, Pelayaran
Posted in Kepelabuhanan, Maritim | 1 Comment »
PENGENALAN SISTEM PENANGANAN PETIKEMAS
Written by admin on September 4, 2009 – 2:01 pm -PENGENALAN SISTEM PENANGANAN PETIKEMAS
Dalam sistem penaganan Petikemas yang dilakukan harus ditinjau dari beberapa aspek antara lain :
1. Dari sudut pandang Pemilik Kapal
2. Dari sudut pandang Pengelolan Terminal Petikemas
A. Dari sudut pandang Pemilik Kapal
Sasaran dari sudut pandang Pemilik Kapal adalah untuk Keuntungan maksimum melalui pendapatan maksimu. Untuk mencapai sasaran tersebut beberapa kinerja operasional yang harus dicapai antara lain:
- Kapal termuati secara optimal (mendekati penuh) sehingga biaya pengangkutan dan keuntungan dapat sebanding dengan muatan yang dibawa oleh kapal.
- Jarak tempuh maksimum untuk memaksimalkan siklus kapapl dalam mengirim barang ke suatu tempat tujuan. Makin cepat siklus kapal dalam mengirim barang dalam satu waktu maka barang yang dikirim juga akan semakin banyak yang tentunya berpengaruh juga pada pendapatan.
- Biaya di dermaga sekecil mungkin untuk mengurangi biaya operasional dan mengurangi waktu siklus kapal dipelabuhan
- Waktu kunjungan kapal di pelabuhan sependek mungkin untuk menperpendek waktu siklus kapal di Pelabuhan
Selain dari itu untuk mencapai kinerja yang baik Pemilik Kapal juga harus ditunjang oleh Tingkat Pelayanan di Pelabuhan yang baik yang indikatornya antara lain:
- Waktu tunggu dermaga ditekan sependek mungkin
- Biaya di Pelabuhan sekecil mungkin
- Kegiatan bongkar muat barang secepat mungkin
- Waktu sandar kapal sependek mungkin
B. Dari sudut pandang Pengelolan Terminal Petikemas
Tujuannya adalah untuk mendapatkan pendapatan dan keuntungan semasimal mungkin.
Sehingga kinerja usaha yang diinginkan adalah:
- Throughput petikemas sebanyak-banyaknya
- Jumlah investasi penangan petikemas harus seminim mungkin
- Biaya Operasi penanganan petikemas seminim mungkin
Kinerja Operasional yang akan dicapai dalam pelayanan ini adalah:
- Bongkar muat kapal secepat mungkin sehingga bertambah banyak petikemas yang dapat dilayani dalam satu satuan waktu
- Lamanya kapal bersandar sependek mungkin sehingga siklus bersandarnya kapal pengangkut Petikemas akan cepat yang mengakibatkan traffik petikemas akan naik.
- Tingkat kecelakaan dan kerusakan sekecil mungkin untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen tanpa komplain dan permintaan ganti rugi atas kerusakan barang ayng di handling yang tentu akan mengurangi pendapatan.
- Cepat tanggap akan kebutuhan peralatan dan kebutuhan lain untuk mempercepat handling petikemas.
- Dapat menerapkan tarip serendah-rendahnya
Bongkar muat barang yang didermaga adalah suatu siklus kegiatan dari membongkar kapal dari kapal dan mengantarkannya ketujuan selanjutnya menghimpun barang didermaga yang kemudian diankut naik kekapal

Siklus ini dapat dipersingkat dengan melakukan beberapa kegiatan yang tidak terpengaruh kegiatan lain contohnya pada gambar dibawah ini:
Seperti yang terlihat diatas penghematan waktu yang dilakukan dapat mengurangi waktu proses bongkar muat barang diantanranya dengan mempersiapkan barang muatan sebelum kapal sampai tampa menunggu kapal sandar terlebih dahulu (nomor 1)
Barang yang dikapalkan sudah memiliki kemasan yang baik sehingga barang tidak perlu lagi diurai / atau disusun untuk memudahkan diangkut. Contoh kemasan alat antara lain adalah petikemas.
Disini dapat kita simpulkan bahwa yang berperan penting dalam kecepatan siklus bongkar muat adalah kemasan barang sehingga berbagai cara telah ditempuh untuk meningkatkan kinerja ini melalui berbagai macam kemasan cara semacam ini biasa disebut Paletisasi atau Unitisasi
Berdasarkan hal inilah maka dibuatlah Petikemas sehingga penghimpunan barang penyatuan kemasan barang, penanganan barang kekepal, keamanan barang serta jaminan akan keuntuhan barang yang dikirim tetap terjamin.
Keunggulan menggunakan Petikemas:
1. Mampu meningkatkan kecepatan bongkar muat
2. Muatan tidak disentuh langsung pada saat perpindahan sarana angkut
3. Selama dalam perjalanan muatan lebih terlindungi
4. Pembungkus muatan tidak perlu sangat kuat
5. Dapat ditingkatkan ke arah otomatis
Konsekuensi
1. Membutuhkan modal besar untuk memulai
2. Membutuhkan sumber daya manusia dan manajer yang mempunyai ketrampilan tinggi
3. Berpotensi terjadinya pengurangan tenaga
4. Pelabuhan yang dikunjungi kapal pengangkut petikemas lebih sedikit
5. Penguasaan pangsa pasar oleh perusahaan raksasa
CARA PENGAPALAN BARANG DENGAN PETIKEMAS
MENURUT PENGGUNAAN RUANG PETIKEMAS
a. Full Container Load (FCL) artinya satu contaIner hanya memuat barang-barang dari satu pengirim (SHIPPER) dan penerima barang (CONSIGNEE)
b. Less than Container Load (LCL) artinya satu container memuat barang-barang dari lebih dari satu pengirim (SHIPPER) atau lebih dari satu penerima barang (CONSIGNEE)
MENURUT LOKASI PENERIMAAN/PENYERAHAN BARANG
a. Container Yard (CY) yaitu lokasi tempat penumpukan petikemas
b. Container Freight Station (CFS) yaitu lokasi tempat pengepakan dan pembongkaran isi dari Petikemas.
MENURUT BATAS LOKASI PENGGUNAAN PETIKEMAS
a. Dari pintu pengirim ke pintu penerima (Door to door)
b. Dari pintu ke pelabuhan tujuan (Door to port)
c. Dari pelabuhan muat hingga pelabuhan bongkar (Port to port)
d. Dari pelabuhan muat higga ke pintu penerima (Port to door)
Softcopy dalam bentuk MS-Word dapat di donload disini
Tags: Kapal, Kepelabuhanan, Petikemas
Posted in Kepelabuhanan, Maritim | No Comments »
TAHAPAN PERENCANAAN PEMBUATAN LAPANGAN PETIKEMAS
Written by admin on September 4, 2009 – 1:57 pm -DATA LAPANGAN :
Menentukan Elevasi rencana lapangan petikemas, data yang perlu diketahui :
a. Elevasi jalan akses disekitarnya.
b. Elevasi lantai dermaga / trestle
c. Elevasi dasar parit disekitarnya
Setelah data tersebut di atas diketahui, maka elevasi permukaan lapangan petikemas dapat direncanakan misalnya + 20 cm s/d + 25 cm dari elevasi lantai dermaga / muka jalan disekitarnya.
DATA MATERIAL :
CBR tanah dasar, dilakukan pengetesan DCP di lapangan terhadap kepadatan /jenis tanah dasar di permukaan dan di bawah permukaan tanah dasar ± 50 cm s/d 100 cm. Apabila tanah dasarnya lunak CBR < 12% perlu dilakukan perbaikan/pemadatan terlebih dahulu. Pengetesan tersebut dilakukan pada beberapa titik, semakin banyak titik yang dites semakin baik.
Material LPB, adalah sirtu kls A yaitu batuan bulat ukuran kecil yg bercampur dengan pasir kasar dan tidak boleh mengandung tanah Contoh material dari sumber/quarry terlebih dahulu dites di laboratorium untuk ditentukan nilai CBR nya. Atau dalam bahasa teknik disebutkan bahwa Indeks Plastis IP u/ LPB < 10 %
Material LPA, adalah agregat kls A yaitu batuan pecah yg bercampur dengan pasir kasar dan tidak boleh mengandung tanah. Contoh material dari sumber/quarry terlebih dahulu dites di laboratorium untuk ditentukan nilai CBR nya. Atau dalam bahasa teknik disebutkan bahwa Indeks Plastis IP u/ LPA < 6 %
Lapisan pasir di bawah lapis penutup, materialnya adalah pasir mutu baik dan tidak boleh mengandung tanah dengan ketebalan rata-rata 5 cm
Lapis Penutup / permukaan, materialnya bersifat keras dan kaku dalam hal ini yang digunakan adalah Paving Concrete Block dengan tingkat kekerasan beton yang ditunjukkan dalam mutu K 400 dan dibuktikan dengan uji material dari laboratorium independen
Lapisan pasir di bawah lapis penutup, materialnya adalah pasir mutu baik dan tidak boleh mengandung tanah dengan ketebalan rata-rata 5 cm
Lapis Penutup / permukaan, materialnya bersifat keras dan kaku dalam hal ini yang digunakan adalah Paving Concrete Block dengan tingkat kekerasan beton yang ditunjukkan dalam mutu K 400 dan dibuktikan dengan uji material dari laboratorium independen
Selanjutnya berdasarkan data-data ketebalan LPA dan LPB dapat ditentukan dengan formula atau berpedoman pada gambar yang telah dibagikan ke Cabang
PELAKSANAAN PEKERJAAN :
Lapis Tanah Dasar, apabila tanah dasarnya lunak dengan nilai CBR < 12 % maka perlu dilakukan pemadatan/penggilasan terlebih dahulu hingga mencapai tingkat kepadatan yang ditentukan berdasarkan nilai CBR
Lapis Pondasi Bawah / LPB, pemadatan /penggilasannya tidak boleh dilakukan sekaligus melainkan secara bertahap/berulang kali setiap ketebalan maks’ 20 cm hingga mencapai tingkat kepadatan yang ditentukan berdasarkan nilai CBR
Lapis Pondasi Atas / LPA, pemadatan /penggilasannya tidak boleh dilakukan sekaligus melainkan secara bertahap/berulang kali setiap ketebalan maks’ 20 cm hingga mencapai tingkat kepadatan yang ditentukan berdasarkan nilai CBR
Lapis Penutup / Paving Block K 400, pemasangannya harus dibuat kemiringan min’ 1 % ke arah saluran air dan dikunci dengan menggunakan konst’ kerb stone atau pondasi batu kali sekeliling lapangan petikemas.
Tags: Container Yard, CY, Lanpangan, Perencanaan, Petikemas
Posted in Kepelabuhanan, Maritim | No Comments »
SEKILAS TENTANG KEPELABUHANAN
Written by admin on September 4, 2009 – 1:54 pm -
- Angkutan laut yang selanjutnya disebut pelabuhan laut.
- Angkutan sungai dan danau yang selanjutnya disebut pelabuhan sungai dan danau.
- Angkutan penyeberangan yang selanjutnya disebut pelabuhan penyeberangan.
- Simbol dalam jaringan transportasi sesuai dengan hirarkinya.
- Pintu gerbang kegiatan perekonomian daerah, nasional, dan internasional.
- Tempat kegiatan alih moda transportasi.
- Penunjang kegiatan industri dan perdagangan.
- Tempat distribusi, konsolidasi dan produksi.
- Pelabuhan pantai, yaitu pelabuhan yang terletak di tepi pantai, misalnya pelabuhan Makassar, Balikpapan, Bitung, Ambon, Sorong dsb.
- Pelabuhan sungai, yaitu pelabuhan yang terletak di tepi sungai dan biasanya agak jauh ke pedalaman, misalnya pelabuhan Samarinda, Palembang, Jambi dsb.
- Pelabuhan Internasional.
- Pelabuhan Regional.
- Pelabuhan Lokal.
- Pelabuhan Ekspor.
- Pelabuhan Impor.
- Pelabuhan Penyeberangan.

- Pelabuhan Umum.
- Pelabuhan Khusus.
- Melayani kebutuhan perdagangan internasional (ekspor impor) dari daerah (hinterland) di mana pelabuhan tersebut berada.
- Membantu kelancaran perputaran roda perdagangan regional (antar pulau).
- Menampung pangsa pasar yang semakin meningkat dari lalulintas (traffic) internasional, baik transhipment maupun barang masuk.
- Mendorong pertumbuhan perekonomian daerah yang masih belum berkembang.
- Instansi Perhubungan Laut / Syahbandar.
- Bea Cukai / Pabean.
- Imigrasi
- Karantina
- Kesehatan
- Melaksanakan tertib bandar, tertib berlayar, mengeluarkan izin berlayar serta penegakan hukum perkapalan dan pelayaran.
- Mengurus perjanjian kerja laut dan melaksanakan perizinan awak kapal.
- Melaksanakan pengusutan kecelakaan dan bencana alat.
- Melaksanakan pendaftaran dan balik nama kapal serta memberi surat kebangsaan kapal.
- Melaksanakan penilikan keselamatan kapal, pengukuran kapal dan kegiatan jasa maritim.
- Melakukan pencegahan masuknya barang-barang dari luar negeri tanpa didasari dokumen-dokumen resmi.
- Mengawasi langsung lalu lintas barang-barang ekspor dan impor.
- Menindak pelaksanaan kegiatan dalam hal barang barang ekspor atau impor yang tidak dilengkapi dokumen-dokumen resmi.
- Menarik bea masuk dan keluar untuk barang ekspor dan impor.
- Melakukan tindakan sesuai hukum terhadap pembawa barang-barang terlarang yang masuk ke wilayah negara Indonesia.
- Perumusan kebijakan teknis, pemberian bimbingan, pembinaan dan pemberian perizinan di bidang keimigrasian.
- Pelaksanaan keimigrasian sesuai dengan tugas pokok yaitu sebagai aparatur security dan penegak hukum.
- Pengamanan teknis atas pelaksanaan tugas pokok Direktorat Jenderal.
- Upaya perlindungan tanaman dan hewan dalam negeri dari ancaman organisme pengganggu dari luar negeri.
- Sebagai tindakan pengawasan dan pengamatan lebih lanjut terhadap tumbuhan, hewan dan bagian-bagiannya.
- Kegiatan yang berhubungan dengan tindakan pencegahan terhadap meluasnya penyakit tumbuhan dan hewan ke wilayah negara.
- Merupakan kegiatan yang bersifat pelayanan sesuai persyaratan tujuan apabila diminta.
- Memeriksa kelengkapan dokumen kapal dalam hal kesehatan dari awak kapal.
- Melakukan penahanan terhadap awak kapal yang terbukti mengidap penyakit.
- Mencegah masuknya penyakit manusia yang berasal dari luar negeri ke wilayah negara Indonesia.
- Pemeriksaan merupakan kegiatan rutin yang harus dilakukan terhadaap awak kapal yang berasal dari luar negeri.
Tags: Pelayaran
Posted in Kepelabuhanan, Maritim | No Comments »
AQUARIUS :GPS DENGAN PRESISI TINGGI DARI MAGELLAN
Written by admin on September 4, 2009 – 1:47 pm -- Dimensi yang terlalu besar
- Instalasi yang sedikit sulit.
- Tidak tersedianya power supply yang include dengan produk ini sehigga di perlukan power supply eksternal.
Tags: Alat Navigasi, Alat Survey, GPS, Info, Navigasi, Pelayaran
Posted in Kepelabuhanan, Maritim | No Comments »
IDENTIFIKASI PETIKEMAS
Written by admin on September 4, 2009 – 1:44 pm -Mungkin informasi ini sedikit bermanfaat untuk identifikasi petikemas. Ada beberapa kode-kode tertentu yang telah dicantumkan pada petikemas. Kode-kode pada petikemas ini mempunyai arti.
KLIK GAMBAR UNTUK MEMPERBESARNYA
Tags: ISO, Kepelabuhanan, Pelayaran, Petikemas
Posted in Kepelabuhanan, Maritim | No Comments »
JAHRE VIKING : TANGKER TERBESAR
Written by admin on September 4, 2009 – 1:41 pm -Tags: Kepelabuhanan, Pelayaran
Posted in Kepelabuhanan, Maritim | No Comments »






















