Pengertian dan Cara Pembuatan Engineer’s Estimate

Engineer’s Estimate adalah suatu perhitungan mengenai biaya suatu pekerjaan yang dilakukan oleh engineer’s / Konsultan yang memiliki kemampuan dibidang tersebut.

Engineer’s Estimate (EE) harus merefleksikan  nilai/harga  yang pantas (fair) dan wajar yang akan dibayarkan Pemilik Proyek kepada Kontraktor dan sebaliknya merupakan nilai yang patas dan wajar yang akan diterima oleh Kontraktor dari Pemilik Proyek. Apabila EE terlalu rendah kemungkinan pelelangan akan gagal karena tidak ada peserta yang lulus dalam evaluasi harga, atau bila proyek berjalan akan merugikan Pihak kontraktor yang pada gilirannya akan menggangu kelancaran Proyek. Sebaliknya apa bila terlalu tinggi akan menyebabkan proyek menjadi tidak efisien dan merugikan Pihak pemberi Pekerjaan.

Memperhitungkan efektifitas dan efisiensi waktu, biaya serta akurasi dari Engineer’s Estimate yang akan dihasilkan maka dalam Proses Pekerjaan seorang Konsultan harus mengumpulkan data-data dengan metode pendekatan historic data yaitu, Konsultan mengumpulkan / memperoleh informasi tentang harga-harga yang diperoleh dari kontrak-kontrak yang sudah ada sebelumnya, data-dat harga yang ada dipasaran, media, website brosur-brosur yang ada, dan berbagai sumber lain (historic data) yang mendukung penentuan harga Engineer’s Estimate. Selanjutnya dilakukan kajian , analisis dan penyesuaian (adjustment) terhadap histroic data yang diperoleh untuk menyesuaikan dengan kondisi setempat dan waktu sekarang.

Hal lain yang cukup berpengaruh dalam penentuan engineer’s estimate ini adalah tingkat inflasi ditempat dimana asal barang-barang yang akan digunakan dan tingkat inflasi ditempat dimana pekerjaan itu dilaksanakan.

Popularity: 21% [?]

PERENCANAAN PENGERUKAN

1. Kebutuhan Operasional Pelabuhan

Berkaitan dengan perencanaan pengerukan, criteria desain yang menentukan adalah rencana dimensi kapal,

karakteristik kapal, dan gerakan operasional kapal di dalam lingkungan pelabuhan.

2. Dimensi Pengerukan

Dimensi pengerukan sangat ditentukan oleh kebutuhan operasional pelabuhan, yaitu dimensi kolam pelabuhan,

dimensi turning basin, dan dimensi alur pelayaran yang telah dibahas pada bab sebelumnya.

3. Perencanaan Kedalaman Pengerukan

Faktor-faktor yang menentukan dalam perencanaan kedalaman pengerukan untuk kolam pelabuhan, turning basin dan alur pelayaran adalah :

-       Kondisi kapal dalam keadaan sarat penuh.

-       Digunakan referensi LWS dalam menentukan kedalaman kolam pelabuhan, sedang untuk menentukan kedalaman turning basin dan alur pelayaran ditentukan berdasarkan MSL dengan ketentuan operasional pandu/tunda pelabuhan harus memperhitungkan timing gerakan pasang surut yang tepat untuk pelayanan kapal berukuran maksimal.

-       Perubahan kepadatan massa air karena perubahan salinitas.

-       Squat atau penurunan permukaan air akibat gerakan gelombang yang dipengaruhi oleh kecepatan gerak kapal pada perairan dangkal.

-       Pitching atau gerakan oleng kapal yang dipengaruhi oleh gelombang dan menyebabkan adanya amplitude gerak vertikal kapal.

-       Trim atau karakteristik perubahan kemiringan badan kapal yang cenderung tenggelam di buritan yang dipengaruhi oleh kecepatan gerak kapal

-       Faktor empirik atau clearance yang diperhitungkan terhadap keamanan (safety) badan kapal terhadap kekerasan tanah dasar, penjagaan sedimentasi, atau ketidakakuratan pengerukan.

-       Kemudahan pelaksanaan di lapangan.

-       Stabilitas lereng hasil pengerukan yang sangat ditentukan oleh kemiringan rencana pengerukan yang mengacu pada kemudahan pelaksanaan pekerjaan pengerukan, konstruksi dermaga dan struktur lainnya, kondisi karakteristik tanah dan jenis struktur proteksi/ penahan lereng akibat hasil pengerukan tersebut.

Pertimbangan-pertimbangan yang harus dilakukan sebelum pengerukan antara lain:

-       Agar tidak membahayakan perlu berkoorodinasi dengan pihak militer dan pihak terkait lainnya untuk memberikan jika daerah yang dikeruk ditemukan adanya perlengkapan bahan peledak atau melakukan penghancuran material yang keras dengan menggunakan bahan peledak.

-       Pengawalan harus dipersiapkan pada saat pengambilan material dengan kapal keruk hisap untuk mencegah masuknya meterial yang berlebih terutama yang dekat dengan fasilitas lainnya.

-       Prosedur yang jelas untuk pelaporan dan kegiatan pengerukan harus direncanakan dan diikuti pelaksanaannya.

Popularity: 24% [?]

KOLAM PELABUHAN

Kolam pelabuhan adalah bagian dari sarana dan fasilitas pelabuhan yang berbentuk perairan yang mempunyai kedalaman yang disyaratkan :

Kolam pelabuhan adalah perairan yang berada di depan dermaga yang digunakan untuk bersandarnya kapal.

Fungsi Kolam Pelabuhan

Fungsi kolam pelabuhan adalah untuk menampung kapal dalam melakukan berth time (waktu sandar) selama dalam pelabuhan, agar kapal dapat dengan mudah melakukan bongkar muat tanpa terganggu oleh gelombang. Oleh sebab itu kolam pelabuhan seharusnya berada di dalam wilayah yang terlindung. Kolam pelabuhan  mempunyai bentuk memanjang yang biasanya dipakai untuk pelabuhan Petikemas, dan kolam yang mempunyai

bentuk jari, dapat dibuat bila garis pantai mempunyai kedalaman terbesar menjorok ke laut dan tidak teratur

khususnya dibangun untuk melayani kapal dengan muatan umum (general cargo).

Panjang kolam tidak kurang dari panjang total kapal (Loa) ditambah dengan ruang yang diperlukan untuk penambatan yaitu sebesar lebar kapal. Apabila dermaga digunakan untuk tambatan tiga kapal atau kurang, lebar kolam di antara dermaga adalah sama dengan panjang kapal (LOA). Sedangkan dermaga untuk empat kapal atau lebih, lebar kolam adalah 1,5 LOA.

Kedalaman Kolam Pelabuhan

Kedalaman kolam pelabuhan harus memperhitungkan gerak kapal akibat pengaruh alam, seperti gelombang, angin dan pasang surut. Pada umumnya, kedalaman kolam pelabuhan adalah 1,1, kali draft kapal pada muatan penuh di bawah elevasi air muka rencana. Kedalaman kolam pelabuhan diberikan pada tabel berikut.

Popularity: 20% [?]

PEMELIHARAAN FASILITAS JALAN DALAM PELABUHAN

Konstruksi fasilitas jalan di pelabuhan pada umumnya menggunakan konstruksi jalan aspal atau konstruksi jalan beton. Kerusakan – kerusakan yang terjadi secara umum terlihat adalah:

-       Retakan memanjang disebabkan oleh fondasi jalan yang kurang kuat

-       Retakan halus terjadi terutama dijalan dengan konstruksi aspal disebabkan oleh tebal lapisan aspal yang kurang memenuhi beban rencana.

-       Berlubang disebabkan tergenangnya jalan dalam waktu yang relatif lama sehingga menyebabkan lepasnya ikatan elastis aspal dan disaat bersamaan

-       Sudut-sudut patah, terjadi pada konstruksi beton disebabkan kuat dukung tanah disudut-sudut berkurang yang disebabkan oleh rembesan air masuk melalui sela-sela sambungan antar segmen jalan.

-       Bergelombang, terjadi pada konstruksi aspal. Secara umum disebabkan oleh panasnya temperatur jalan sehingga mengakibatkan aspal bleeding dan disaat yang bersamaan bekerja beban pada aspal tersebut. Khusus untuk jalanan mendaki/menurun, bergelombangnya aspal disebabkan kuat geser aspal kurang untuk menahan gaya geser yang ditimbulan oleh kendaraan yang mengerem/berhenti pada waktu yang lama.

Prinsip metode perbaikan untuk fasilitas jalan adalah dengan mengganti lapisan atas apabila hanya lapisan atas yang rusak. Untuk kerusakan parah metode perbaikannya adalah dengan memperbaiki lapisan tanah dasar dan melapis ulang dengan konstruksi yang bersesuaian. Apabila didapati kerusakan disebabkan oleh masuknya air ditanah dasar, maka dipastikan bahwa tanah dasar yang terkena air diganti terlebih dahulu dan dipastikan saat perbaikan tidak ada kemungkinan air untuk dapat masuk menembus lapisan tanah dasar (memperbaiki drainase atau membuat resapan didalam tanah.

Popularity: 11% [?]

MATERIAL DAN CONTOH KOMPOSISI BAHAN SPEED BOAT FIBER

Pada pembangunan kapal fiber ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, diantaranya komposisi bahan dan lapisan fiber yang digunakan bait itu untuk Lumas (keel), Bottom, lambung, Gadimg-gading / kerangka dan bagian lain dari kapal fiber yang akan kita buat. Selain kompasisi bahan ketebalan bahan yang digunakan juga merupaka hal yang perlu diperhatikan

Semua material beserta perlengkapannya yang dipergunakan untuk pengadaan speedboat adalah baru, dengan material yang mempunyai kualitas uji bahan yang baik.dan khusus digunakan di laut

Material yang dipakai untuk struktur lambung menggunakan bahan fibreglass dengan ketebalan minimal sebagai berikut :

  1. Lunas (keel)

Dengan susunan :

1 x Gel Coat (termasuk pigmen warna sesuai owner) + 1 x Mat.300 + 1 x Mat 450 + 2 x SM 1250 + 1 x Mat 450 + 2 x SM + 2 x Mat 450  =  tebal ± 20 mm

  1. Bottom

Dengan susunan :

1 x Gel Coat (termasuk pigmen warna sesuai owner) + 1 x Mat.300 + 1 x Mat 450 + 3 x SM 1250 + 2 x Mat 450    =  tebal ± 14 mm

  1. Lambung

Dengan susunan :

1 x Gel Coat (termasuk pigmen warna sesuai owner) + 1 x Mat.300 + 1 x Mat 450 + 2 x SM 1250 + 1 x Mat 450    =  tebal ± 8 mm

  1. Gading-gading /Kerangka

Meliputi gading pada bottom, lambung dan dibawah main deck

Menggunakan profil U ukuran 50 x 50 mm dengan susunan (sebelum terpasang) :

1 x Mat.300 + 1 x Mat 450 + 1 x SM 1250 + 1 x Mat 450    =  tebal ±  4 mm

Pemasangan menggunakan 2 x Mat 450 sehingga tebal terpasang mencapai = tebal ±  7 mm

  1. Lantai Deck

Lantai Ruang akomodasi dengan susunan :

1 x Gel Coat (termasuk pigmen warna sesuai owner) + 1 x Mat.300 + 1 x Mat 450 + 1 x SM 1250 + 1 x Mat 450    =  tebal ± 6 mm

Deck Utama dengan susunan :

1 x Gel Coat (termasuk pigmen warna sesuai owner) + 1 x Mat.300 + 1 x Mat 450 + 2 x SM 1250 + 2 x Mat 450    =  tebal ± 8 mm

Geladak beserta bangunan diatasnya dicetak dengan system sandwich laminasi sehingga merupakan satu kesatuan yamg utuh/ kuat dan dapat berfungsi dengan baik, Khusus untuk lantai/ geladak agar di pasang lapisan anti slip dengan structure, pelapisan, sebagai berikut :

  1. Bangunan atas

Dengan susunan :

1 x Gel Coat (termasuk pigmen warna sesuai owner) + 1 x Mat.300 + 1 x Mat 450 + 1 x SM 1250 + 1 x Mat 450    =  tebal ± 6 mm

  1. Upper Deck

Deck Utama dengan susunan :

1 x Gel Coat (termasuk pigmen warna sesuai owner) + 1 x Mat.300 + 1 x Mat 450 + 2 x SM 1250 + 2 x Mat 450    =  tebal ± 8 mm

Popularity: 24% [?]

PERHITUNGAN PROYEKSI LALU LINTAS BARANG DI PELABUHAN

Secara umum kebutuhan suatu rencan pengembangan pelabuhan laut dipengaruhi oleh berbagai perkembangan social-ekonomi dan daerah layanannya, baik daerah layanan belakang (hinterland) maupun daerah layanan depan (foreland). Yang menjadi daerah layanan belakang dari pelabuhan yang direncanakan paling tidak mencakup wilayah satu Kabupaten atau bahkan bias juga satu propinsi, sedangkan daerah layanan depannya adalah daerah-daerah lain di seluruh Indonesia yang menjadi asal dan tujuan para penumpang/barang angkutan laut.

Potensi pengguna dari pelabuhan yang direncanakan terutama berkaitan dengan fungsi pelabuhan ini apakah akan berfungsi sebagai pelabuhan Internasional, pelabuhan regional, atau pelabuhan local.

Perkiraan arus bongkar muat barang di Pelabuhan akan didasarkan pada perkiraan pertumbuhan lalulintas barang yang ada di wilayah hinterland yang bersangkutan. Perkiraan pertumbyhan arus bongkar muat barang ini dapat dilakukan antara lain berdasarkan :

1.  Metode Gravitasi (Bangkitan-tarikan). Proyeksi pertumbuhan bongkar muat barang dengan metode Gravitasi didasarkan pada teori bahwa adanya aktivitas dalam suatu zona (daerah) akan menyebabkan timbulnya kebutuhan perjalanan baik dalam zona itu sendiri atau perjalanan ke zona lain. Berdasarkan besarnya bangkitan dan tarikan perjalanan dari dan ke suatu zona, dapat dilakukan peramalan volume perjalanan beberapa tahun mendatang dengan menggunakan model estimasi distribusi perjalanan (trip distribution). Ada banyak faktor yang mempengaruhi bangkitan dan tarikan perjalanan, miasalnya jumlah penduduk, PDRB, jumlah rumah tangga, jumlah industri, dan jumlah kendaraan bermotor. Penentuan model terbaik dilakukan dengan meninjau parameter-parameter berikut ini :

  • Memiliki koefisien korelasi (r2) terbesar, yang menunjukkan kedekatan hubungan antara model dengan data real.
  • Memiliki konstanta persamaan / intercept yang terkecil yang menunjukkan faktor-faktor yang tidak diperhitungkan / faktor “pemaaf”. Makin kecil konstanta persamaan, berarti pengaruh dari faktor-faktor yang tidak diperhitungkan semakin kecil.
  • Kesesuaian ekspektasi antara dugaan dan real.

2. Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Pertumbuhan PDRB ini digunakan sebagai parameter pertumbuhan arus bongkar muat barang yang patut dipertimbangkan. Angka pertumbuhan jumlah bongkar muat barang di pelabuhan diasumsikan sesuai dengan rata-rata pertumbuhan PDRB di daerah yang bersangkutan. Angka pertumbuhan PDRB ini diambil dari rata-rata pertumbuhan PDRB beberapa tahun terakhir.

3. Perkiraan kompromi, yaitu laju pertumbuhan rata-rata dari proyeksi menggunakan model matematis dengan proyeksi berdasarkan pertumbuhan PDRB. Skenario ini kita sebut Skenario Moderat.

Popularity: 24% [?]

KONSEP PEMBANGUNAN SUATU WILAYAH

Pembangunan di suatu wilayah/daerah pada dasarnya sangat dipengaruhi oleh kondisi ekonomi di daerah lain, dan kebijakan ekonomi makro dari negara bersangkutan. Dengan demikian, terdapat ketergantungan antar daerah, sehingga pertumbuhan produksi perkapita di suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh lokasi daerah dan aktivitas di daerah yang bersangkutan, akan tetapi juga kondisi dan aktivitas yang ada di daerah lain. Kondisi ketergantungan ini telah melahirkan paling tidak 2 (dua) teori yang berkaitan dengan kerangka konseptual pembangunan daerah, yaitu :

1.   Konsep Basis Ekonomi

Teori ini beranggapan bahwa permintaan terhadap “input” hanya dapat meningkat melalui perluasan permintaan terhadap “output” yang diproduksi oleh parkir basis (ekspor) dan parkir non basis (local). Permintaan terhadap produksi parkir local hanya dapat meningkat apabila pendapatan local meningkat. Sementara disisi lain, peningkatan pendapatan iini hanya akan terjadi apabila parkir basis meningkat. Oleh karena itu, menurut konsep ini ekspor daerah adalah merupakan faktor penentu dalam pembangunan ekonomi. Disinilah peranan mempromosikan daerah dan subsidi langsung kepada investor menjadi sangat penting.

2.   Konsep Perbedaan Tingkat Imbalan (Rate of Return)

Pemahaman dalam konsep perbedaan tingkat imbalan didasarkan pada pemikiran bahwa suatu daerah terbelakang bukanlah disebabkan karena tidak beruntung atau kegagalan pasar, akan tetapi disebabkan oleh produktivitasnya yang rendah. Oleh karena itu, investasi dalam prasarana adalah penting sebagai sarana pembangunan daerah.

Kedua teori di  atas nampaknya sangat relevan untuk dipergunakan sebagai landasan didalam melihat proses pembangunan yang terjadi di suatu daerah. Oleh karena itu, dalam suatu proses pembangunan ada 3 (tiga) program yang dapt dikelompokkan sebagai program prioritas, tanpa meninggalkan program-program penting lainnya. Ketiga program prioritas tersebut adalah :

1.   Pengembangan Sumberdaya Manusia yang Berkualitas

2.   Pembangunan Bidang Infrastruktur

Program ini dimaksudkan untuk memperlancar system transportasi antar daerah sampai ke daerah-daerah yang masih terisolasi. Prioritas ini secara lebih rinci dijabarkan melalui program-program sebagai berikut,

a)      Prasarana jalan dan jembatan

b)      Perhubungan darat, danau, sungai dan penyebrangan

c)      Perhubungan laut

d)     Perhubungan udara

e)      Pos dan Telekomunikasi

3.   Pembangunan Perekonomian Dalam Arti Luas

Program ini dimaksudkan untuk mewujudkan suatu parkir, apakah industri, pertanian atau parkir lainnya, yang akan dijadikan tulang punggung perekonomian daerah

Popularity: 18% [?]

OPTIMALISASI PEMANFAATAN SUMBER DAYA ALAM DALAM PEMERATAAN PEMBANGUNAN

A   Optimalisasi Pemanfaatan Sumber Daya Alam

Di wilayah Suatu daerah terdapat kekayaan sumber daya alam yang cukup banyak, baik di daratan maupun di laut. Salah satunya, yang sekarang menjadi salah satu andalan pendapatan daerah adalah Kopra dan sumber daya hutan.

Optimalisasi pengelolaan sumber daya alam dimaksudkan agar kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Suatu daerah dapat mempunyai manfaat yang berkelanjutan dan dapat mensejahterakan masyarakat pada saat sekarang dan pada masa yang akan datang.

Untuk dapat melakukan optimalisasi pemanfaatan sumber daya alam maka harus dilakukan pengenalan sumber daya alam yang ada dan tingkat pemanfaatan yang ada saat sekarabg. Kemudian berdasarkan inventarisasi tersebut ditetapkan program pemanfaatannya agar didapatkan pola pemanfaatan yang optimal dan berkelanjutan untuk mensejahterakan masyarakat.

B.   Pemerataan Pembangunan

Secara sederhana strategi pemerataan pembangunan Suatu daerah dapat dirumuskan sebagai berikut :

  1. Untuk mengatasi stagnasi perkembangan kawasan pedesaan maka pemerintah melakukan investasi dengan mengalokasikan investasi di pedesaan atau yang mampu menggerakkan perekonomian pedesaan dengan menerapkan konsep agropolitan. Investasi pemerintah akan memberikan efek pengganda bagi investasi masyarakat.
  2. Investasi akan menciptakan perluasan lapangan kerja yang mampu mengurangi pengangguran di desa dan meningkatkan produksi sektor pedesaan. Perluasan lapangan kerja dan peningkatan produksi diharapkan akan meningkatkan pendapatan per kapita penduduk.
  3. Peningkatan pendapatan akan mendorong investasi baru karena meningkatnya tabungan masyarakat atau karena meningkatnya konsumsi.

Proses seperti di atas akan berlangsung secar sirkuler atau berulang-ulang sehingga terjadi percepatan pembangunan pedesaan yang merata.

Popularity: 14% [?]

KAWASAN BUDIDAYA PERIKANAN DI KOTA PALU DAN SEKITARNYA

Kawasan pertanian adalah kawasan dengan fungsi utama pertanian, didasarkan pada kondisi alami, manusia dan buatan. Pemanfaatan ruang untuk kawasan pertanian dikelompokkan pada peruntukan pertanian lahan basah (padi sawah dan perikanan) dan pertanian lahan kering (tanaman pangan lahan lahan kering, tanaman keras tahunan, hutan produksi dan peternakan). Luas kawasan budidaya pertanian di Kota Palu dan Donggala  seluas ± 502.451,00 ha .

1. Kawasan pertanian Lahan Basah

Luas kawasan pertanian lahan basah di Kota Palu adalah 10.839,00 Ha . Kawasan pertanian lahan basah adalah kawasan yang diperuntukkan bagi tanaman pertanian lahan basa, dimana pengairannya dapat diperoleh secara alamiah maupun teknis. Daerah yang dapat dikembangkan sebagai daerah pertanian lahan basah adalah Kecamatan Palu Barat, Palu Timur.

2.Kawasan Pertanian Lahan kering

Kawasan budidaya pertanian lahan kering di Kota Palu meliputi tanaman pangan lahan kering, tanaman keras tahunan, perkebunan, hutan produksi dan perternakan. Luas lahan budidaya pertanan lahan kering seluas ± 24.100,00 Ha .

  • Kawasan tanaman pangan lahan kering dipergunakan untuk tanaman palawija, hortikultura dan lain-lain. Kawasan palawija dan buah-buahan dapat dikembangkan di Kecamatan Palu Barat dan Palu Selatan.

  • Kawasan Peternakan, Kota Palu memiliki potensi peternakan yang cukup baik, hal ini terlihat dari tersedianya lahan untuk pengembangan peternakan dan pecan ternak yang beraneka ragam. Untuk pengembangan kawasan peternakan dapat memanfaatkan kawasan hutan yang sudah mengalami perubahan menjadi lahan terbuka.

Popularity: 29% [?]

PEMANFAATAN RUANG DAN PENGEMBANGAN PRASARANA WILAYAH

1. Pemanfaatan Ruang

Kebijaksanaan pemanfaatan ruang adalah mewujudkan pelestarian fungsi lingkungan hidup, meningkatkan daya dukung lingkungan alami dengan lingkungan buatan, serta menjaga keseimbangan ekosistem guna mendukung proses pembangunan berkelanjutan untuk kesejahterahan masyarakat.

Kebijaksanaan tersebut dioperasionalkan melalui :
a. Pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan.
b. Meningkatkan keseimbangan dan keserasian perkembangan antar bagian wilayah serta keserasian antar sektor melalui pemanfaatan ruang secara serasi, selaras dan seimbang serta berkelanjutan.
c. Meningkatkan kualitas lingkungan hidup serta mencegah timbulnya kerusakan fungsi dan tatanan lingkungan hidup.

2. Pengembangan Prasarana Wilayah

Pengembangan prasarana wilayah diarahkan untuk mendukung terwujudnya struktur tata ruang dan pemanfaatan ruang yang sesuai dengan yang telah direncanakan, Oleh karena itu, peningkatan dan pembangunan prasarana wilayah didasarkan pada rencana struktur tata ruang dan rencana pemanfaatan ruang.

Secara lebih rinci kebijaksanaan perkembangan prasarana adalah sebagai berikut :
a. Pengembangan prasarana transportasi diarahkan untuk menghubungkan antar sentra produksi, pusat pengumpul dan distribusi serta pasar.
b. Pengembangan transportasi lintas kabupaten serta antar wilayah kecamatan ang terisolasi.
c. Pembangunan prasarana pelabuhan, khususnya untuk angkutan barang yang diintegrasikan dengan pembangunan daerah komersil disekitar Pelabuhan .
d. Pengembangan prasarana pengairan diarahkan untuk mendukung pengembangan pertanian lahan basah (sawah) dan tambak.
e. Normalisasi sungai.
f. Pengembangan pasokan energi listrik diarahkan untuk memenuhi kebutuhan di sentra produksi dan permukiman.
g. Pengembangan prasarana telekominikasi diarahkan untuk melayani sentra produksi dan pusat-pusat permukiman.
h. Pengembangan prasarana penyediaan air bersih diarahkan pada pusat-pusat permukiman dan daerah rawan air bersih.
i. Pembangunan rumah sakit umum daerah.
j. Pembangunan pasar regional

Popularity: 14% [?]